Share

111

last update publish date: 2026-09-02 12:33:58

2 bulan kemudian,

Nabila selalu di pusing kan oleh revisian skripsi nya. Usia kandungan nya yang semakin besar. Malam ini Nabila yang sedang berkutat dengan tumpukan kertas revisian itu mesti berhadapan Dengan Dewa yang tiba-tiba masuk kamar dengan wajah yang terlihat tegang.

Dewa menatap piring makan yang ia bawakan tadi belum juga dimakan oleh Nabila.

"Nabila, kamu itu mikirin gak anak yang di kandungan kamu?" Marah Dewa yang melihat istrinya itu seperti mengabaikan kesehatan nya.

Nabila yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   116

    Nabila yang berjalan menuju ruang tengah melihat disana Ada Mama mertuanya bersama Diana sedang mengobrol."Waduh, lagi ngomongin apa nih kayaknya seru banget." Ucap Nabila yang baru masuk ke ruangan tengah."Hmmm... Pantesan ada si biang keroknya, tadi Mama teriak-teriak sampe gedor-gedor kamar kamu kok ya gak ada suara sama sekali, kalian berdua tuh ngapain sih."Nabila dan Dewa matanya saling beradu."Ketiduran tadi Ma kita, ini aja tadi baru bangun terus mandi. Mama udah lama disini sama Diana?" Kata Dewa sambil menatap Nabila yang dianggukki oleh Nabila."Baru aja sepuluh menit yang lalu Mama disini. Asyik banget ya kalian, dunia rasanya milik berdua, yang lain mah ngontrak!" sahut Mama Saras dengan nada jenaka, melirik Dewa yang mengekor di belakang menantunya dengan senyum tanpa dosa.Dewa terkekeh kecil, lalu mendudukkan diri di samping Nabila yang sudah mengambil tempat di sofa."Nabila lagi manja-manja nya Ma sekarang." bela Dewa santai.Nabila yang mendengar itu langsung me

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   115

    Setelah memastikan pintu kamar nya terkunci rapat, ia menghampiri Nabila yang berdiri di depan wastafel besar. Dewa perlahan menyalakan kran shower, membiarkan air hangat mengalir dan memenuhi ruangan dengan uap tipis yang menenangkan.tatapan Dewa tertuju pada perubahan bentuk tubuh istrinya yang kini kian berisi dan menawan. Ia melangkah mendekat dari belakang, memeluk tubuh Nabila dan menyandarkan dagunya di bahu sang istri.Tangannya yang hangat perlahan naik, melingkari tubuh Nabila hingga jemarinya meremas lembut payudara istrinya yang terasa jauh lebih padat dari biasanya."Ahhh... Mas Dewa..." desah Nabila pelan, menyandarkan kepalanya ke dada bidang Dewa saat sensasi hangat mengaliri tubuhnya.Dewa memejamkan mata sejenak, menikmati kelembutan dalam genggamannya sebelum berbisik tepat di samping telinga Nabila."Makin gede aja ini, Sayang... makin enak dipegang," puji Dewa dengan suara serak yang tertahan.Nabila menggigit bibir bawahnya, menatap pantulan wajah suaminya di ce

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   114

    Beberapa jam kemudian, Dewa kembali ke rumah melihat rumahnya terlihat sepi. Kakinya melangkah ke kamarnya senyum nya mengembang saat melihat Istrinya tertidur pulas.CupDewa mengecup dahi Istrinya dan melihat-lihat kesegala arah kamar."Cepet juga kerjanya Bi Sari." Batin Dewa yang melihat tumpukan baju dan juga beberapa barang milik mereka.Tanpa banyak bicara Dewa memilih mengganti pakaiannya dahulu lalu merapihkan semua barang itu.Ia menata baju-baju yang digantung di dalam lemari baru, menyusun alat-alat mandi di wastafel kamar mandi bawah, hingga merapikan laptop dan sisa tumpukan kertas revisian Nabila di atas meja belajar yang baru dipindahkan.Saat Dewa sedang sibuk menyusun buku-buku tebal milik istrinya, sebuah lenguhan kecil terdengar dari arah tempat tidur. Dewa menghentikan kesibukannya, melangkah pelan mendekati ranjang."Mas...?" gumam Nabila pelan, matanya perlahan membuka."Udah bangun sayang." bisik Dewa seraya duduk di tepi ranjang. Ia mengusap dahinya yang sedik

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   113

    Nabila yang baru pulang dari kampus langsung di sambut oleh Mama mertua nya yang sedang duduk santai di ruang keluarga."Yaampun, perutnya udah besar banget ini, duh Mama lihatnya jadi makin gak sabar mau gendong cucu lagi." Riang Mama Saras."Diana kemana Ma? Tumben ada Mama tapi dia gak manja-manja sama Mama?" Tanya Nabila."Baru tadi dia pergi katanya mau refreshing cari angin mungkin mau beli makanan atau sekedar nongkrong di cafe kali Bil." Jawab Mama Saras sambil mengusap perut menantunya.Nabila hanya mengangguk."Ayo sini duduk, kamu gak pegel apa berdiri gitu. Kamu pulang sama Dewa kan, kemana dia?""Mas Dewa langsung balik ke kantor Ma, soalnya dari pagi dia tungguin aku di kampus.""Hah... Alasan aja itu, aslinya dia tuh ngehindar dari Mama, emang aneh anak itu.""Nggak gitu Ma, Mas Dewa cuma bentar kok ke kantornya ambil berkas terus balik lagi.""Punya anak satu tapi bandel nya ngalah-ngalahin anak puber." Gerutu Mama Saras yang membuat Nabila tersenyum tipis, Mama mertua

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   112

    "Maaf ya, Mas. Aku marah-marah terus akhir-akhir ini," adu Nabila pelan di dada Dewa."Iya, Mas yang harusnya minta maaf. Mas tadi masuk-masuk langsung bentak, gak nanya baik-baik dulu," balas Dewa seraya mengusap punggung Nabila perlahan. Ia melepaskan pelukan sedikit, lalu menatap wajah istrinya."hmm... kamu nyebelin banget kalo udah kaya tadi. aku tuh jadi ngerasa gak di sayang sama kamu kalo kamu bentak-bentak gitu" "iya maaf ya sayang,""buat kali ini aku maafin karena aku juga merasa bersalah. tapi kalo kamu bentak-bentak aku gak ada masalah baru aku gak akan maafin kamu." "iya, Mas usahakan itu gak akan terjadi sayang. Sekarang makan dulu, yuk. Habis itu baru disambung lagi. Satu suapan lagi, ayo buka mulutnya."Nabila menurut, menerima suapan demi suapan hingga piring itu benar-benar bersih. Ia meneguk air putih yang disodorkan Dewa sampai habis.Besok paginya, Nabila sudah rapih dengan pakaian untuk berangkat ke kampus semalam ia berhasil menyelesaikan revisian tentunya de

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   111

    2 bulan kemudian,Nabila selalu di pusing kan oleh revisian skripsi nya. Usia kandungan nya yang semakin besar. Malam ini Nabila yang sedang berkutat dengan tumpukan kertas revisian itu mesti berhadapan Dengan Dewa yang tiba-tiba masuk kamar dengan wajah yang terlihat tegang.Dewa menatap piring makan yang ia bawakan tadi belum juga dimakan oleh Nabila."Nabila, kamu itu mikirin gak anak yang di kandungan kamu?" Marah Dewa yang melihat istrinya itu seperti mengabaikan kesehatan nya.Nabila yang mendengar itu pun langsung menghentikan kegiatan nya lalu menatap suaminya."Kok kamu marah-marah sih Mas. Kamu gak sayang lagi sama aku?"Dewa menarik napas panjang, berusaha menahan emosi yang hampir meledak. Ia menatap piring makan di meja samping laptop Nabila."Bukan gak sayang, Nabila! Justru karena Mas sayang makanya Mas kasih tau kamu," suara Dewa meninggi, walau matanya menyiratkan rasa cemas yang amat sangat."Ini udah jam 11 malam. Kamu dari tadi sore duduk di depan laptop terus, bel

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 2

    Dua Minggu berlalu sejak malam itu. Nabila selalu mencoba menjalani hari-harinya seperti biasa kuliah lalu di lanjut bekerja, namun tubuhnya seolah berkhianat.Setiap pagi, Nabila selalu di sambut mual yang hebat. Aroma kopi, parfum menyengat, Bahkan aroma kantin kampus yang biasanya ia sukai kini

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 1

    "Ahhh... Om, jangan..." desis Nabila dengan napas yang memburu. Tangannya berusaha mendorong dada bidang Dewa yang menghimpitnya. Di balik aroma alkohol yang tercium dari tubuh pria berusia 41 tahun itu, ada intensitas yang membuat pertahanan Nabila goyah. Dewa menatapnya dengan pandangan yang dal

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 6

    Dewa melangkah kembali ke dalam kamar rawat inap dengan langkah yang lebih mantap. Di tangannya, ia membawa sekotak bubur ayam hangat yang sempat ia beli di dekat rumah sakit. Nabila masih setia di posisinya, membelakangi pintu sambil menatap kosong ke luar jendela. "Makan dulu. Saya belikan bubu

  • Terpaksa menikah dengan ayah sahabatku   bab 5

    Nabila terbangun dalam dekapan hangat Dewa yang mengunci tubuhnya dengan erat. Namun, rasa nyaman itu seketika sirna saat rasa mual luar biasa mendadak naik dari perutnya."Huekkk!" Nabila mendadak mual dan memuntahkan sisa makanan tepat di atas kemeja Dewa."Astaga, Nabila?! Kamu nggak apa-apa? Ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status