Partager

Bab 11

Auteur: PUCHA
last update Date de publication: 2026-09-16 20:36:03

Bab 11

Perjalanan pulang dari kampus malam itu terasa seperti iring-iringan jenazah. Tidak ada satu pun kata yang lolos di dalam mobil sedan hitam Arkan.

Begitu ban mobil berhenti di atas lantai garasi, Nara melangkah turun dengan lutut yang gemetar parah. Pintu utama rumah mewah itu sudah terbuka, menampilkan sosok Ratna yang berdiri dengan wajah cemas yang teramat sangat.

"Mas Baskoro? Nara? Arkan? Kenapa kalian pulangnya barengan?" Ratna melangkah mendekat saat mereka bertiga memasuki
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Terperangkap ambisi kakak tiri   Bab 93

    Bab 93 "Aku sudah memasang sistem proteksi pelacakan IP darurat di seluruh area kantorku, Valerie," ralat Nara dengan senyum percaya dirinya yang menawan. "Saat Kevin mencoba meretas draf internalku tadi malam untuk mencocokkan dokumen palsunya, sistem digitalku langsung melacak jejak lokasinya, yang ternyata kembali menuju kafe tersebut. Dan suamiku ... dia hanya perlu mengirim tim keamanan untuk meletakkan alat sadap kecil di bawah mejamu." Kevin mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras karena amarah dari masa lalunya. Kali ini, ia kembali mengalami hal yang serupa, rencana liciknya dipatahkan secara telak oleh Arkan. "Arkan, kamu bajingan yang sangat licik!" Lord Sterling berdiri dari kursi besarnya, dengan wajah yang memerah karena amarah yang membuncah. Pria paruh baya itu memukul meja dengan keras. Brak! "Cukup! Kevin, Julian, Valerie! Berani-beraninya kalian membawa berkas sampah dan rekaman konspirasi busuk ini ke hadapanku! Tindakan kalian adalah penghinaan be

  • Terperangkap ambisi kakak tiri   Bab 92

    Bab 92 Valerie menaikkan sebelah alisnya, sifat aslinya seketika keluar saat tau mereka memiliki musuh yang sama. "Jadi kamu juga korban dari kelicikkan Arkan? Benar, aku Valerie. Arkan baru saja mengancam akan memutus saham papaku hanya demi melindungi hasil kerja Nara yang sok pintar itu!" ujar Valerie dengan mukanya yang terlihat angkuh. "Kalian berdua terlalu berisik, dua orang amatir berkumpul dan mencoba untuk membentuk kekuatan." tiba-tiba datang seseorang yang menyela pembicaraan mereka, ia berjalan dengan langkah yang begitu tenang dan juga ekspresi yang terlihat begitu angkuh. Seorang pria muda bertubuh tegap dengan jas hitam kasual melangkah mendekat. Tatapan matanya memancarkan aura dingin dan kelicikan yang sangat pekat. Pria itu adalah Kevin. Julian mengerutkan kening, menatap pria asing itu penuh curiga. "Siapa kamu? Jangan asal ikut campur," celetuk Julian dengan raut wajah tidak sukanya. "Namaku Kevin," pria itu menarik kursi dan langsung duduk di antara Jul

  • Terperangkap ambisi kakak tiri   Bab 91

    Bab 91 Nara mendongak, menatap lurus ke dalam mata Valerie dengan sikap yang begitu tenang. "Jika Arkan butuh sokongan dari papamu, pasti dia sudah menikahimu sejak dua tahun lalu, Valerie. Tapi faktanya, dia memindahkan seluruh sistem operasional tim ke Den Haag, hanya untuk tetap berada di dekatku. Posisiku sebagai Senior Partner dan istrinya tidak akan pernah bisa kamu geser hanya dengan bermodalkan sikap manja dan saham milik keluargamu itu." Valerie menegang, wajah cantiknya seketika memerah karena menahan amarah akibat mendapatkan serangan balik dari Nara, dengan kata-kata yang begitu menusuk. "Kita lihat saja nanti, Kak Nara. Di kantor besok, aku akan memastikan Arkan akan sadar, siapa sebenarnya wanita yang paling menguntungkan untuk masa depannya." Valerie menunjukkan sifat aslinya yang bermuka dua untuk menjatuhkan Nara, namun ia belum tau seberapa tajam dan kuatnya benteng pertahanan dari seorang Nara Anindita. Pagi harinya di kantor hukum gabungan Den Haag, Nara ba

  • Terperangkap ambisi kakak tiri   Bab 90

    Bab 90 "Laporan faksi Paris itu cacat hukum!" potong Nara cepat dengan suara lantang. "Silakan buka lampiran internasional halaman tiga! Kantor gabungan kami dilindungi oleh Perjanjian Imunitas Zonasi Uni Eropa Pasal Lima. Seluruh bangunan fisik yang terafiliasi dengan Mahkamah Internasional memiliki kekebalan operasional secara penuh dari aturan zonasi lokal! Tindakanmu yang membawa surat pembekuan ini, termasuk pada pelanggaran berat!" Seketika wajah Mr.Visser memucat, matanya membelalak menatap Nara. "Pasal ... Pasal Lima?" "Tepat sekali, Mr.Visser," sahut Arkan tegas, ia melangkah satu langkah lagi hingga tubuh besarnya mengurung pandangan pria paruh baya itu. "Jika dalam waktu tiga puluh detik kamu tidak membawa surat sampah itu keluar dari apartemenku, aku sendiri yang akan melayangkan gugatan ganti rugi sebesar lima juta Euro atas pencemaran nama baik ke mejamu sore ini. Pilih dengan bijak!" Dua petugas keamanan di belakang Mr.Visser langsung mundur teratur, sementara Mr

  • Terperangkap ambisi kakak tiri   Bab 89

    Bab 89 Keesokan harinya, suasana terasa begitu tenang. Kantor hukum gabungan, yang baru saja diresmikan di pusat kota Den Haag tampak berdiri dengan megah. Nara melangkah masuk ke ruang rapat utama dengan begitu percaya diri. Di ujung meja rapat, lima orang analis senior gabungan dari London dan Belanda sudah duduk rapi. Sementara itu, Arkan memilih duduk santai di kursi pengawas yang berada di sudut ruangan, sambil melipat tangannya di dada dengan setelan jas hitamnya yang tampak sempurna. Nara mengetuk pulpennya ke meja, membuka rapat dengan sapaan dan sikap yang lugas. "Selamat pagi, semuanya. Terima kasih sudah hadir. Hari ini kita tidak lagi membahas faksi Paris, karena posisi wewenang kita sudah diresmikan kemarin. Fokus kita hari ini adalah merancang draf ekspansi bisnis logistik ke Asia Tenggara." Thomas, yang ikut diboyong dari London, langsung mengangkat tangan. "Nyonya Dewangga, tim kami sudah menyiapkan analisis awal untuk pasar Indonesia. Namun, apakah regulasi d

  • Terperangkap ambisi kakak tiri   Bab 88

    Bab 88 Nara menyandarkan kepalanya di dada bidang Arkan yang berdegup kencang, menghirup aroma maskulin suaminya yang selalu memberikan rasa aman. "Lalu ... apa yang harus kita lakukan besok pagi di Istana Perdamaian? Aku tidak bisa membatalkan pertemuan begitu saja tanpa ada alasan yang jelas." Arkan tersenyum tipis, sebuah senyum yang menyimpan banyak arti. Ia mengecup puncak kepala Nara dengan lembut. "Kita tidak akan membatalkannya, Nara. Besok pagi, kamu tetap akan datang dan menandatangi kontrak itu." Nara mendongak dan menatap dengan tatapan bingung. "Tapi bukankah itu jebakan?" "Akan menjadi jebakan kalau kamu berdiri sendiri," bisik Arkan tepat di depan bibir Nara, membuat jantung Nara kembali berpacu liar. "Satu jam yang lalu, aku sudah membeli aset untuk kantor hukum baru di pusat kota Den Haag. Besok pagi, Lord Sterling akan mengumumkan bahwa, seluruh operasional utama firma London resmi dipindahkan ke Belanda selama enam bulan ke depan. Faksi Paris ingin memisahk

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status