That Was No Prince: She fooled the Lycanis

That Was No Prince: She fooled the Lycanis

last update최신 업데이트 : 2025-09-30
에:  D.L Sadiosa참여
언어: English
goodnovel18goodnovel
10
16 평가 순위. 16 리뷰
151챕터
2.6K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

For twenty-four years, Alpha Draegon longed for a son, but the Moon Goddess had other plans. When his wife bore a daughter, he defied fate and raised her as a boy, hiding her true identity from the world. On Valen’s eighteenth birthday, the feared Lycanis warriors descend upon their kingdom, demanding a male from every family—or war will follow. To protect her secret, Draegon prepares to offer himself in her place. But before dawn breaks, Valen is gone. She has surrendered herself to the Lycanis. Taken to the High Dark Mountain—a cursed land where no man has ever survived—Valen learns the terrifying truth. The Lycanis are on the brink of extinction, and the men taken captive are meant for one thing: to breed. The strongest among them will become warriors, the weakest will become slaves. To her horror, Valen is both strong and dangerously beautiful, making her the most desired among the Lycanis females. But one man’s attention is deadlier than all their King. A monstrous warrior feared by all, he chooses Valen as his personal guard, unwittingly drawn to the one person who holds his fate in her hands. Valen struggles to conceal the truth because he is bound by duty, tormented by forbidden dreams, and forced to endure his darkest indulgences. Yet, secrets have a way of unraveling. And when war erupts, a single spear thrust reveals the one truth that could change everything—Valen is no man. Now, the King must decide: will he cast her aside as a traitor, or will he claim the only soul that can soothe his madness?

더 보기

1화

INTRO/PROLOGUE

“Ethan?” Suara Kalaya terdengar dari lantai bawah. Ethan segera mengatur napas dan berusaha menormalkan ekspresinya sebelum menjawab.

“Iya?” Ia menjawab sambil turun ke ruang tamu. Kalaya sedang berdiri di depan cermin, memperbaiki riasannya. Ethan hanya meliriknya sekilas sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Kamu mau ikut ke acara makan malam nanti? Ada beberapa orang penting yang harus kita temui,” kata Kalaya tanpa menoleh.

Ethan menggeleng pelan. “Aku rasa aku butuh istirahat. Pindahan ini cukup melelahkan.”

Kalaya hanya mengangkat bahu tanpa memaksa. Ia sudah terbiasa dengan Ethan yang belakangan ini semakin sering menghindar dari acara-acara sosial. Baginya, itu tidak terlalu penting, selama ia tetap bisa menjalankan aktivitasnya tanpa terganggu.

Saat Kalaya pergi meninggalkannya sendirian di rumah, Ethan kembali ke ruang kerjanya. Ia membuka tirai jendela sedikit, sekadar untuk melihat apakah Leva masih di luar. Wanita itu kini duduk di teras rumahnya, menikmati segelas minuman sambil memandang ke kejauhan. Ethan menyadari bahwa ada sesuatu dalam dirinya yang tertarik pada cara Leva menikmati waktu perlahan, tanpa tergesa-gesa, seolah dunia ini tidak memaksanya untuk terus bergerak.

Ethan menutup jendela dengan napas berat, merasa hatinya bercampur antara rasa bersalah dan hasrat yang tak bisa ia jelaskan. Di dalam hatinya, ia tahu bahwa apa yang dirasakannya salah. Tetapi, ada sisi lain dari dirinya yang tidak bisa diabaikan, sisi yang mulai merindukan sesuatu yang selama ini hilang dari hidupnya.

Ethan duduk di kursi kerjanya, mencoba mengalihkan pikiran dengan membuka laptop dan menatap layar kosong. Tapi tidak ada ide yang muncul. Pikirannya masih tertuju pada Leva—bayangan wanita itu terus menghantui pikirannya. Cara ia tersenyum dengan santai, lekuk tubuhnya yang alami, dan aura bebas yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Ia menghela napas panjang, mencoba mengusir pikiran itu. Apa yang salah denganku? Aku sudah punya istri. Seharusnya aku tidak merasakan ini. Tetapi, perasaan itu tak bisa dibendung.

Jam menunjukkan pukul delapan malam ketika Ethan mendengar suara mobil Kalaya keluar dari garasi. Ia memandang keluar dari jendela, memastikan bahwa istrinya benar-benar pergi ke acara makan malam. Perasaan lega bercampur cemas mulai merayap dalam dirinya. Rumah besar itu kini terasa begitu sunyi, hanya ditemani suara angin malam yang berhembus pelan.

Ethan berjalan ke dapur untuk menuang segelas air, tetapi pandangannya kembali tertuju ke arah rumah Leva. Lampu teras masih menyala, dan melalui kaca jendela, ia bisa melihat siluet Leva bergerak di dalam rumahnya. Siluet itu tampak jelas, menunjukkan lekuk tubuhnya yang proporsional dan setiap gerakan yang halus.

Berhenti, Ethan. Jangan bodoh. Ia mencoba mengalihkan perhatian, tetapi langkahnya justru membawa dirinya ke pintu depan. Tangannya ragu sejenak di gagang pintu, lalu ia menarik napas dalam-dalam dan membukanya.

Udara malam terasa sejuk. Ethan berdiri di beranda, menatap ke arah rumah Leva yang masih menyala. Ia tidak punya alasan untuk berbicara dengannya, tetapi sesuatu dalam dirinya terus memanggil. Ia mencoba melawan dorongan itu, namun pintu depan rumah Leva tiba-tiba terbuka, dan wanita itu melangkah keluar.

Leva mengenakan gaun santai berwarna biru muda, panjangnya hanya sampai di atas lutut, memamerkan kulitnya yang cerah di bawah lampu teras. Rambutnya diikat asal-asalan, memberikan kesan santai namun tetap memesona. Ia membawa secangkir teh hangat, lalu duduk di kursi rotan di terasnya.

Ethan tahu ia harus masuk kembali ke dalam rumah sebelum ketahuan. Tapi Leva tampak menyadari kehadirannya. Pandangan mereka bertemu sejenak, dan Ethan merasa seperti tersengat.

“Selamat malam,” sapa Leva dengan senyum tipis. Suaranya lembut, namun cukup jelas untuk mencapai Ethan.

“Oh, selamat malam,” jawab Ethan, berusaha terdengar santai. Ia mendekati pagar depan rumahnya, memberikan kesan bahwa ia hanya ingin menghirup udara segar.

“Kamu tetangga baru, ya?” tanya Leva. “Aku Leva.”

“Iya, aku Ethan. Baru pindah tadi pagi.” Ia mencoba tersenyum, meskipun merasa gugup.

Leva mengangguk sambil menyesap tehnya. “Bagaimana? Sudah terbiasa dengan tempat ini?”

Ethan mengangkat bahu. “Rumahnya bagus, tapi masih banyak yang harus diurus. Dan… rasanya agak sunyi.”

“Sunyi itu bagus, kan? Kadang kita butuh waktu sendiri,” jawab Leva sambil memiringkan kepala, memandang Ethan dengan tatapan tenang.

Kalimat itu membuat Ethan terdiam. Waktu sendiri. Kalaya tidak pernah memberinya itu, tidak secara emosional, tidak secara fisik. Leva seolah berbicara langsung ke dalam hatinya.

“Ya, mungkin kamu benar,” katanya akhirnya.

Leva tersenyum lagi, lalu berdiri. “Aku baru selesai unpacking. Kalau butuh sesuatu, kamu tahu di mana mencariku.” Ia berbalik dan masuk ke rumahnya tanpa menunggu jawaban.

Ethan menatap pintu rumah Leva yang perlahan tertutup, merasakan kehangatan yang aneh di dadanya. Tidak ada apa-apa dalam percakapan mereka yang seharusnya membuatnya merasa seperti ini. Itu hanya obrolan tetangga biasa. Tapi Leva memiliki sesuatu, sesuatu yang tidak bisa Ethan temukan lagi dalam hubungannya dengan Kalaya.

Malam itu, Ethan kembali ke dalam rumahnya, tapi pikirannya tidak bisa berhenti memutar ulang senyum Leva dan cara suaranya meluncur begitu lembut di telinganya. Ia berbaring di tempat tidur, tapi matanya menatap langit-langit, kosong.

Di sisi lain, Kalaya belum pulang, seperti biasa. Rumah yang besar dan megah itu terasa semakin dingin dan sunyi, meskipun hati Ethan justru bergolak hebat. Aku harus berhenti memikirkan ini. Ini hanya fase. Aku hanya lelah. Tapi dalam hatinya, ia tahu itu lebih dari sekadar kelelahan.

Itu adalah awal dari sesuatu yang belum ia pahami, sesuatu yang berbahaya.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

리뷰더 하기

lulu
lulu
worst ending ever how could u do this to us author
2025-12-17 20:05:28
3
1
Vhee💋
Vhee💋
Interesting read. I love it
2025-10-25 03:48:22
1
0
Milly
Milly
151 24-10-25
2025-10-25 01:41:53
1
0
Littlecute00
Littlecute00
why would you end this book like that author it was so good why did you have to ruin it
2025-10-16 22:52:53
3
0
Milly
Milly
The story is great. Still at chapter 13 and hope it will continue like that.
2025-10-16 05:23:05
3
1
151 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status