LOGINLyla Simmons was taking her last breath. Her ex husband had finally killed her. Travis was the Beta of the Forest Moon Pack. As soon as he saw her, he knew she was his mate. He had to protect her. Together they would discover that love doesn't always mean pain. Sometimes it means being reborn.
View MoreKota besar yang di kelilingi oleh tembok tinggi di setiap sisi kota.
Kota sangat ramai dengan kebisingan serta berbagai aktivitas penduduknya. Setiap orang terus bergerak dengan tujuan mereka masing-masing. Ada yang menyuarakan dagangannya, berjalan-jalan sambil melihat sekitaran, pasangan yang saling bergandengan tangan, bahkan sampai anak-anak yang bermainan dengan tawa dan riang mereka. Kota ini dinamakan kota Daiqi, salah dari sekian banyak kota yang berada di dunia fana. Kota Daiqi memiliki populasi kurang lebih ratusan ribu penduduk, dan masih dalam masa berkembang.Fu Xinyi berjalan-jalan di keramaian kota sambil menggendong keranjang bambu. Melihat keranjang yang sudah lusuh dan kusam itu, tidak tau sudah berapa lama sejak pertama kali digunakan.Keranjang bambu berisikan berbagai tanaman-tanaman yang indah dan segar, sepertinya baru diambil baru-baru ini."Herbaaal, herbaal, masih segar dan baru, sangat bagus untuk membuat rempah-rempah makanan, juga bagus untuk membuat ramuan obat!"Dengan mengandalkan tongkat untuk meraba-raba sekitaran, Xinyi terus berteriak dengan suara kecilnya. Dia sudah terbiasa dengan keterbatasan ini, karena sudah dia lalui selama 14 tahun."Herb.....", "Apa ini masih baru.?"Ketika dia akan terus berteriak, sebuah suara ditengah keramaian mengganggu teriakannya. Orang yang melakukan itu adalah seorang wanita paruh baya yang memiliki sedikit kerutan di bagian matanya.Dengan tanggap Xinyi segera bicara "Iya, masih segar, dan baru dipenen pagi ini"Xinyi lanjut bicara sambil menurunkan keranjangnya "Ibu mau yang mana.?....."Setelah beberapa penawaran dan negosiasi, akhirnya wanita itu pergi sambil membawa beberapa tanaman herbal. Xinyi merasakan koin di tangannya dan bergumam "Sekarang sudah 5 koin, butuh 3 koin lagi untuk membeli 2 roti, aku harus cepat!"Xinyi tidak bisa tidak merasa khawatir mengingat neneknya yang masih terbaring sakit di rumah. Tumbuh-tumbuhan ini dipanen sendiri oleh neneknya, karena keterbatasan yang dia miliki, membuat dia tidak dapat mencari atau memanen tanaman sendiri.Jadi, sebagai ganti meringankan beban neneknya, dia lah yang bertugas untuk menjual semua tanaman ini. Ketika Xinyi akan menggendong keranjang dan berdiri kembali, tubuhnya ditabrak oleh sesuatu yang membuat dia dan keranjangnya jatuh.Orang yang menabrak adalah anak-anak. Anak itu menangis sambil mengusap matanya karena takut sudah membuat masalah."Apa kamu tidak apa-apa.?"Sambil meraba-raba sekitar, Xinyi mendekat ke arah suara tangisan anak itu. Tetapi, suara dengan nada yang tinggi mengejutkannya "Apa yang kamu lakukan!"Seorang wanita segera bergegas mengendong anak yang menangis "Yi Yi, jangan menangis, jangan menangis, tidak apa-apa"Dengan marah dia melihat Xinyi "di mana matamu ketika berjalan?!, kalau sampai dia terluka bagaimana?"Kemudian dia terkejut melihat Xinyi yang matanya ditutupi selendang putih tipis. merasa kata-katanya salah, wanita itu hanya pergi begitu saja sambil menenangkan anaknya yang masih menangis, bahkan sebelum pergi tidak ada rasa bersalah sedikitpun di wajahnya.Xinyi yang masih di tanah, meraba raba tongkatnya lalu memasukan bahan yang berserakan kembali ke dalam keranjang. Kata-kata kasar seperti sebelumnya bukan hal baru lagi bagi Xinyi, Dia sudah sering mendengar itu.Dengan bekal pengalaman hidup selama 14 tahun ini, dia sadar kalau dunia ini adalah dunia di mana yang lemah ditindas, yang kuat berkuasa. Itu dapat di ketahui dari beberapa orang sempat berhenti untuk melihat-lihat, tetapi tidak ada yang mengulurkan tangan untuk membantu.Setelah berdiri kembali, Xinyi segera bergerak lagi sambil menggendong keranjang bambunya. Beberapa jam kemudian, dia berhenti di sebuah toko. Toko dibangun dengan sederhana, dan tidak terlalu luas, tetapi memiliki kesan yang bersih dengan kesederhanaan.Seorang pria paruh baya yang berdiri dengan tangan terlipat, memperhatikan Xinyi "Oh!, Xinyi kecil, kamu datang?. Apa seperti biasanya?""Iya paman, dua roti kering" Xinyi tersenyum."Baik, Tunggu sebentar" Pria paruh baya itu segera pergi memilih roti dan membungkusnya.Pria paruh baya ini adalah Paman Feng, begitulah orang-orang dikota ini memanggilnya. Paman Feng adalah salah satu dari sedikit orang yang masih perhatian padanya, bahkan tidak ragu untuk mengulurkan tangan ketika orang lain membutuhkan bantuannya.Selain paman Fang, tidak sedikit juga orang-orang yang menjual roti kering dikota ini, dan Xinyi sudah mengunjungi setiap toko roti itu, tetapi selain ditipu, dia juga dihina dengan kata-kata yang kasar, bahkan diusir sebelum membuka mulutnya untuk bicara. Mereka menjauhi dia seolah-olah dia dapat merusak dagangan mereka.Xinyi menghela napas "Benar-benar berbeda dengan kehidupan sebelumnya"Yah, Xinyi sebenarnya bukan dari dunia ini, lebih tepatnya dia adalah seorang pria yang hidup sampai usia 24 tahun di dunia modern. Ketika akan berulang tahun ke 24, dia meninggal setelah terkena tembakan. Saat kesadarannya pulih, dia mengetahui kalau dia sudah berubah menjadi seorang bayi yang baru lahir!.Karena nasibnya yang baik, dia segera ditemukan oleh seorang wanita tua yang sedang mencari tanaman herbal ditengah hutan, jika tidak?, mungkin dia akan meninggal lagi.Pikiran pertama Xinyi setelah mendapatkan kesempatan kedua ini adalah hidupnya akan berjalan seperti biasanya, Tumbuh dan besar sambil mengandalkan ingatan orang dewasa, lalu menjalani kehidupan yang tenang hingga usia tua.Tetapi takdir berkata lain. Dia mengalami tragedi yang membuat dia kehilangan kedua matanya. Setelah mengingat kejadian 9 tahun lalu, dia segera mengertakkan gigi dengan penuh kebencian "Clan Han!"BooomSuara keras segera membangunkan Xinyi dari lamunannya, tidak hanya dia, bahkan suara keras itu juga membuat kebisingan di sekitar menjadi diam. Di sebuah toko kayu kecil runtuh, setelah tertimpa tubuh seorang pria dewasa yang jatuh.Semua orang yang bingung segera berkumpul untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan Xinyi dia hanya menajamkan telinganya untuk mendengarkan.Paman Fang juga keluar setelah mendengar suara barusan, lalu dia melihat ke arah Xinyi "Xinyi, kamu tunggu di sini, jangan ke mana-mana baik.?"Xinyi mengangguk, mengingat suara yang besar barusan seharusnya itu tidak terlalu jauh dari tempat dia berada, mungkin hanya beberapa meter saja.Di kerumunan, seorang pria paruh baya memberanikan diri untuk mendekat. Ketika akan mengulurkan tangannya, tekanan udara di sekitar langsung menjadi berat seketika, membuat semua orang kesulitan untuk bernafas, bahkan ada yang langsung pingsan di tanah.Sebuah suara dari kerumunan terdengar dengan nada ketakutan "Kul....tiva....tor!"Setelah mendengar ini, Xinyi tidak bisa tidak terkejut, karena dia sangat tahu seberapa menakutkannya kultivator itu apalagi bagi manusia fana seperti dia.Di bawah ketakutan semua orang, seorang pria yang tidak terlalu tua datang dari bangunan seberang. Salah satu tangannya menggenggam pedang, di mana sarung pedang itu di ukir dengan sangat indah.Pakaiannya dibuat dari kain sutra yang bagus, dengan beberapa motif dibeberapa bidangnya. Melihat manusia fana disekitaran yang ketakutan, pria itu mengejek dan berdengus kecil.Segera energi tak kasatmata menerbangkan semua orang dan menghancurkan segala hal di sekitarnya. Mereka yang paling dekat dengan pria itu yang mendapatkan dampak paling besar. Sedangkan yang cukup jauh sedikit lebih beruntung, hanya membatukan sesuap darah. Setidaknya nyawa masih diselamatkan.Perubahan situasi ini membuat semua orang ketakutan seketika, tetapi tidak ada dari mereka yang berani melarikan diri, jika mereka berteriak atau melarikan diri, nyawa sudah pasti melayang.Tekanan sebelumnya juga membuat Xinyi merasakan sesak dinafasnya, lalu berlutut satu kaki di tanah. Dengan tubuh yang gemetaran, dia segera berdiri kembali, dan melakukan hal yang sama dengan yang lainya, yaitu tidak bergerak sedikitpun.Ini adalah pelajaran yang dia ambil dari paman Feng ketika harus berhadapan dengan seorang Kultivator. "Berbahaya!, dunia ini benar-benar lebih berbahaya dari daripada dunia modern!"Kemudian Xinyi tidak bisa tidak mengingat Paman Feng "Aku harap tidak ada hal yang buruk terjadi!"-------------------------------
End Chapter
SageAfter we got back to Forest Moon, Noah and I went to the packhouse to find Alpha Jackson. When we entered his office, we found him sitting behind his desk going over what looked like a deed to a piece of property. Not our business, so I walked forward and pulled the papers out of my bra to give to the Alpha. He picked up the papers and scrutinized them."So, they have suddenly come into a very large amount of money with no record of where it came from and from who." He put the papers down. "Any problems getting in?""No, Alpha." Noah said. "But we did have problems when we were leaving."Jackson frowned. "What kind of problems?"Noah ran through the whole incident in his head for Jackson, showing him the confrontation and what I had done to her for daring to touch my man.When he was done with his mental pictures to the Alpha, Jackson nodded thoughtfully."I'm sorry, Alpha. It was my fault." I told him, keeping my head respectfully down.Jackson laughed harshly. "No, I can see wh
SageTwo days after the children had brought their thank you treasures to us, Jackson had approached us with a mission. Go to Red Moon and gather evidence but without anyone knowing we were there. That wouldn't be a problem. I was very good at being silent and stealthy.Now we were crouched behind a derelict building that used to be a school but was now boarded up and fading. The roof collapsing in on itself. This land was desolute. How had they let this pack get so bad? The people that we saw wandering slowly around Red Moon looked malnourished and as if they hadn't slept in weeks. Even the few pups that we could see were tiny and malnourished.Yet, the Alpha, Luna, and their daughter all lived a life of luxury. I knew what was happening here. I had seen it many times in the past when I had gone to traffickers houses and seen how the women and children were all mistreated and starving while the traffickers themselves were fat and happy.Made me sick then, and makes me double sick now
LylaIt had been a couple of weeks since the ceremony and Travis and I were still just as crazy for each other. Every night was bliss in bed and every day was bliss just being with him. I had gotten in the habit of going to the training grounds with him to watch him train the warriors. I loved watching his muscles ripple when he showed his students defensive moves. How could I not be attracted to that?"The children are coming from Sun Pack today." Janice who was sitting beside me in the viewing and family area said. "We're planning a fun day for the kids here so we've brought in a bouncy house, I think humans call it, and some ponies to ride. All the ladies are preparing food for on the... barbeque?" She looked at me for comfirmation.I laughed. "Yes, barbeque. Did you find anything online about it? It's all over in the human world. A tradition on certain holidays."Janice scrunched her nose up. "Really? From what you and Sage have told me about it, it sounds disgusting."I laughed a
TravisJackson had invited Lyla and I to dinner in the pack house and we were getting ready to leave, me dressed in a blue suit and tie and Lyla in a stunning black number that hugged her curves like it was painted on her. Her shoulders were bare and she had her hair done in a chic french twist.She was beautiful of course. We were going to this dinner to also meet with Alpha Mya who'd had a visit from Edward, Jessica, and Theresa. Whatever had happened there had Mya on high alert.As we entered the pack house, Jackson and Mya came out of his office. She was dressed in a red dress that swirled around her legs. Her hair was in a bun on top of her head. She turned to us as we entered and smiled."Travis." She nodded at me. "Lyla." She walked to Lyla and took her hands in her own. "I didn't get a chance to tell you congradulations on the bonding ceremony. You were so beautiful that day. I'm very happy for the two of you."Lyla hugged her. "Thank you. It was a wonderful ceremony."We sat
MyaI jumped up from behind my desk, startled. "They're coming here?" I said to my Beta James. "We have to move the humans. They can't be here when they arrive. Just their scent will provoke them."Red Moon's Alpha, Luna, and daughter were coming to Sun Pack. I could only assume they were looking f
LylaI felt different. Like I wasn't in my own body anymore. After Travis and I had left the pack house and returned to our party, I had this overwhelming desire to go out in the woods and just... run. I felt like I had the energy of ten men.It was an intoxicating feeling. I assumed it had somethi
TheresaI threw my phone at the wall where it shattered and fell to pieces on the floor. That new bitch they had at Forest Moon had ruined everything! Now I didn't have the merchandise and the money was starting to dry up again. I stamped my foot and flopped down on my frilly bed. Daddy had just t
LylaAfter we had seen the kids and spent some time with them after the gifts were distributed, we all went to another part of the hospital where the five women were being treated. Each had their own room and looked much better than they had the last time I'd seen them. The Women's Tribunal had bro
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.