LOGINMaddox is an aggressive , grumpy, violent Alpha .A cursed alpha who is an abomination to the werewolf species broken Inside and considers himself mateless,but as soon as he sets his eyes on Bloom a human girl who is full of Sunshine and eagerness. Does he change his mind about having a mate?
View MoreāJena, kamu sudah punya kekasih?ā
"Uhuk!"
Jenala tersedak ludahnya sendiri, perempuan itu menggeleng seraya menatap ke arah dua tantenya. Sekarang ia merasa diserang dari berbagai arah.
"Sayang sekali, Briana saja mau dilamar oleh kekasihnya. Kamu tidak mau mengikuti saran dari tente saja?"
Kedua tantenya itu menatap tubuh Jenala dari ujung kepala hingga kaki. Jenala tahu, tante-tantenya itu pasti ingin membahas penampilannya yang dinilai ākurang menjualā. Tubuh mungil, kulit yang dinilai tidak seputih para bintang iklan sabun di televisi.
Jenala mengibaskan kedua tangannya. "Tidak Tante, lagian kulit Jenala bagus, kok. Sehat juga. Tidak perlu putih untuk menjadi cantik." Jenala langsung mengambil sifat defensif. Ia tak mau terpengaruh oleh pernyataan tentenya.
"Tapi, para sepupu kamu sudah mau bertunangan. Hanya Kamu saja yang tertinggal."
Meski hatinya sudah panas karena serangan-serangan dari tantenya, Jenala tetap memaksakan sebuah senyum. āTenang saja, Tante. Besok juga aku mau ketemu calon suamiku, kok.ā
Jenala berbohong! Jangankan punya calon suami, calon kekasih pun tidak ada. Namun, celotehan spontan darinya justru disambut heboh hingga terdengar sampai ke telinga papanya.
āBenar yang dikatakan tantemu, Jena?ā Jenala tergugu di hadapan papanya. Saking takut ketahuan berbohong, ia hanya bisa menganggukkan kepala.āBagus. Besok bawa ke rumah. Papa ingin melihat, seperti apa lelaki yang berhasil mendapatkan hati anak Papa yang cantik ini.ā
Glek. Jenala menelan ludahnya. Kebohongan yang tadi ia ciptakan agar lolos dari ledekan para tante justru mengantarnya pada sebuah masalah baru. Akhirnya, sepanjang acara keluarga itu, Jenala lebih banyak berdiam diri, sambil memainkan ponselnya.
Tidak beberapa lama, saat men-scroll sosial media, terbesit ide cemerlang menghampirinya.
Zaman sekarang, mencari apa pun semudah menjentikkan jari, kan? Untuk itu, Jenala pun demikian. Ia menggulirkan jemarinya usai mengunduh sebuah aplikasi kencan.
Setelah mengisi profil, Jenala memilah profil lelaki yang sekiranya menarik hati. Hingga tiba di sebuah profil dengan nama āDominico Javierā. Nama yang sepertinya tidak asing, tetapi Jenala tidak mengingat di mana ia pernah mengenal nama itu.
****
[Bisa kita bertemu? Saya akan mengirimkan lokasi restorannya.]
Jenala refleks melempar ponselnya ke atas kasur karena terlalu kaget menerima sebuah pesan kilat dari Dominico Javierāpria asing yang baru dikenalnya di jejaring pencarian jodoh.
Padahal, baru beberapa detik perempuan itu swipe right profil milik Dominico. Ia akui, memang, setelah melihat tubuh atletis pria itu yang membelakangi kamera, jiwa kejombloan Jenala meronta-ronta. Jadi, tanpa sadar, dia memencet tombol pesan, dan secara otomatis terkirim stiker perkenalan.
Gilanya, ia bahkan mengaku untuk siap menikah dan direspons cepat oleh pria itu. āApa semua om-om itu nge-gas begini, ya?ā gumam Jelana tanpa sadar.
Melihat Dominico yang tampak masih online dan menunggu jawaban, Jenala sadar jika dia tidak lagi punya banyak waktu. Pria itu bisa saja melaporkan akunnya, hingga diblokir oleh aplikasi ini.
Jadi, satu-satunya jalan tercepat adalah menyetujui priai asing tersebut untuk bertemu.
Lovina. [Baik, tunggu saya besok sore. Sepulang kerja saya langsung menemui kamu.]
Keesokan harinya, setelah pulang bekerja Jenala langsung menuju restoran yang telah mereka sepakati usai sebelumnya menyempatkan diri pergi ke salon.
Jenala melangkah takut-takut. Lalu, ia mengambil duduk perlahan pada kursi yang ditunjukkan pelayan tadi usai mendengar nama si pemesan. Perasaan Jenala semakin tak menentu kala pria itu tak kunjung membalas pesan yang Jenala kirim beberapa menit yang lalu.
Sudah sepuluh menit berlalu, tetapi belum ada tanda-tanda kedatangan teman kencannya, membuat Jenala seketika ragu. Pikiran buruk sempat berputar di benaknya. Sebelum terlambat, mungkin ini saatnya ia mengurungkan diri untuk bertemu dengan calon suami instannya.
Namun, ketika Jenala baru saja membulatkan tekad untuk pergi, seorang pria bertubuh tinggi berhenti di hadapannya. "Hai, sorry telat. Tadi ada pekerjaan mendadak." Suara serak nan dalam itu menyadarkan Jenala dari lamunannya, seketika ia langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Jenala?!"
Jenala ternganga, bahkan lututnya bergetar saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"O-om Abimana...." Jenala ingin menangis sekarang juga! Jangan bilang sahabat papanya adalah teman kencannya sendiri?! "Om Abimana, ke-kenapa ada di sini?" tanya Jenala takut-takut.
Abimana terdiam, netra hazelnya menyorot Jenala dalam, bibir kemerahan yang sedikit tebal itu terbuka secara perlahan. "Saya akan bertemu J. Lovina. Dan kamu, mengapa ada di meja yang saya reservasi?"
āTamatlah riwayatmu, Jenala!ā Dengan takut-takut, Jenala berujar. "Sa-saya J. Lovina. Jangan katakan jika Om Abimana adalah Dominico Javier?"
Pria itu tak menjawab, justru dia mengambil duduk di hadapan Jenala. Dalam hati, Jenala memaki dirinya sendiri yang abai pada nama teman kencannya. āJavierā! Jelas-jelas nama itu adalah nama belakang sahabat papanya sendiri. Bagaimana bisa dia lupa?
Berbeda dengan Jenala yang masih kikuk luar biasa, Abimana melepas mantelnya, menyisakan kaos putih yang mencetak tubuh bak model itu. Dia mungkin tidak sadar, kalau di hadapannya, Jelena meneguk ludahnya kasar melihat sesosok Dewa Yunani sedekat ini dengannya.
"Sebelum kita memulai obrolan, kita pesan makan terlebih dahulu. Karena saya sudah lapar."
Entah bagaimana Jenala seharusnya bersikap. Bersyukur karena pria yang ditemuinya ternyata sudah ia kenal lama, atau justru meratapi nasibnya karena sudah dapat dipastikan kencannya kali ini gagal.
Setelah memesan makanan, Abimana terlihat mengatur nafasnya dalam-dalam. Pria itu menatap Jenala intens, membuat Jenala merona seketika.
"Jenala," bisik Abimana. "Saya tidak menyangka jika kamu bermain di web dewasa."
Jenala melotot tak terima. "Saya juga tidak menyangka Om Abimana mencari jodoh ditempat begituan!" sindir Jenala cepat.
Abimana menaikkan sudut bibirnya, dan itu semakin membuatnya terlihat seksi. "Saya terpaksa."
Jenala menyahut tidak mau kalah. "Saya juga terpaksa!"
"Oh ya? Bukankah kamu sudah mempunyai calon suami?" ejek Abimana. Dia masih mengingat ketika papanya Jenala mengumumkan lewat grub bahwa sang putri akan menikah.
Jenala gelagapan, salahkan saja mulutnya yang berbicara sembarangan. "Sa-saya berbohong. Saya capek ditanya terus, ja-jadi mengucapkan hal yang tidak-tidak."
Abimana mengulum senyum. "Ah, begitu rupanya." Berdehem singkat, pria itu mengalihkan pandangan ke sekitar, sebelum memfokuskan kembali atensinya pada gadis berwajah manis di hadapannya. āKita punya kepentingan yang sama. Jika kamu mau, kita bisa jadi partner.ā
Jenala menelan ludah susah payah, kini otaknya sibuk mencerna kata-kata yang keluar dari bibir pria menawan itu. "Partner? Maksud Om, kita akan menjadi sepasang kekasih?"
Abimana tersenyum tipis. Matanya masih lekat menatap perempuan berwajah manis di hadapannya. āKekasih? Bukankah kamu bilang ingin mencari calon suami?ā Alis pria itu naik kala mengucapkan kalimat terakhirnya. āLagipula, apa di usia saya masih cocok untuk main-main, Jenala?ā
Five years later. Charlotte pov Where are you going with Gigi it's 6am on a Sunday ,are you trying to hack someone, " Harper yawns as she looks at me "Of course not H ,I'm staying healthy unlike you ..." "Yeah but don't take Gigi along ," "Yeah you can ,listen to some music or shit like that but you are not taking Gigi she doesn't even love you,"she speaks without a care in the world. "Of course she does!"I feign hurt. "Well watch ,"She replies smugly, " " Sweet Gigi come and spend a day with mummy "She grabs a dog biscuit and waves it Infront of the poor pug.Gigi hurries over to Harper and eats the dog biscuits while snuggling next to her . "No amount of treats will take Gigi from me ,you can bet that.come here Gigi !"I yell. Gigi just stares at me like a stranger .what kind of betraya
Knox pov "Mate ! "my wolf shouts and the alarm goes off in my head. Her mindlink is off which is really weird because lately she has been tasting her mind link with me the whole day. Telling me every single thing that is happening to me. "She must be in trouble right now , "I growl to my wolf and immediately start turning away from Reese. "Where are you going? "Reese asks me as I turn my back to the other side if the forest. "I need to find your luna . Take care of the rest if the bodies and mnd link for back up, "I order her. "What happened ? "she stutters as she looks at me with a straight face. "Now is the not the time Reese . Just do what I tell you ! "I bark at her. "Okay alpha , "she replies with a curt nod and proceeds to deal with the dead bodies in front of her. Once I leave pack grounds . My clothes rip to shreds once I shift into my wolf. I don't know what the fuck is happening but I sprint to the pack house to look her and make sure she is safe. "H! "I
Charlotte pov "I think your father would find it acceptable that I should stay any longer so I have to go , "she smiles as she hugs me tightly. I can't believe my mother decided to leave on the day of my luna ceremony . But I do understand that my father will physically come and grab my mother . The mate bond is something so strong that even when two wolves are old with grey hair they are still bound to each other. This morning has been filled with so much anxiety. I don't know what's wrong with me but I feel like something isn't right and it's killing me. I haven't told anyone this but I have a bad feeling about today. "I know mum . I'm just going to miss you , "I snap myself from the thoughts I have right now. "Well when you have your first baby . I will be right here , "she answers with a huge grin on her face. "Oh mum stop , "I beat her arm playfully. "Well I'm just kidding , "she laughs with a loud voice and instantly gives me a straight face, "No I am not, " "Mum y
Charlotte pov I feel extremely uncomfortable and weird right how. I look at him and contemplate on what to do next. He grabs my arm and looks at me like he is about to do something that he knows he might regret . He shuts his eyes really tight and directs his hand to his chest. My heart skips a beat when I realize what he is about to do. "Knox , "I clear my throat and he opens his eyes revealing his dark blue eyes. "I don't want to change my mind Lottie. I can't tell you how exactly it started but I can let you feel it , "he speaks as he looks at me. "Are you sure about this ? "I ask as I look at him apprehensively. "When have I not being sure about something . I want you to feel the -"he pauses and takes a breath and fails to finish his sentence. He squeezes my hand gently and lifts up my hand . I wait p
Knox pov Another double fuck for what is about to happen. Harper looks at me tentatively as she bites her fingers nervously . She looks petrified like something is wrong . I don't pay attention to her for a while but that look on her face is irritating me so I end up asking her what's wrong. "Har
Knox pov Flash back "124!" "125 ! "My father screams again and the spit flying out of his mouth ends up landing on my face . I groan as the pain of the push-ups makes me exhausted. I can't do this anymore . I'm exhausted and tired. I'm only just 9 ye
Charlotte pov The kiss is so unexpected and raw .A low growl rumbles from his throat making his chest vibrate which sends waves of tingles straight to my pleasure core.I can already feel my panties getting completely wet and soaked. My wolf purrs as I grab his massive chest and unconsciously sniff
Reese pov I turn my head to face the wall . I'm better now because of the numbing pain . That bitch really thought she would kill me. I scoff and laugh at myself as I think about how someone so small and fat could have the chance to actually kill me. Maybe one of these days I might jus






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ratings
reviewsMore