Share

289. Berciuman

Author: Lil Seven
last update Last Updated: 2026-02-06 23:24:10

Aaron menghembuskan napas panjang. Sejenak, seolah ia lupa ada dunia di luar ruangan itu—ancaman, peretasan, rencana darurat. Yang tersisa hanya diam, dan kehadiranku di sampingnya.

Aku masih menggenggam lengannya. Tidak kuat. Tidak menahan. Hanya cukup untuk berkata, aku di sini.

“Aku cuma sebentar,” ulangnya lagi, suaranya rendah. Kali ini bukan perintah—lebih seperti permintaan izin pada dirinya sendiri.

Ia menarik kursi dan duduk. Punggungnya bersandar, kepala menengadah ke langit-langi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   379. Kuhancurkan Keluargamu

    "Aku tidak se sabar itu," tandas Aaron, menatap Maria dengan ekspresi malas.Maria tampak benar-benar terpaku, beberapa detik berlalu tanpa suara. Seolah kata-kata Aaron barusan belum sepenuhnya diproses oleh pikirannya. “Kamu pikir keluargamu sekuat apa?” “Aku bahkan bisa menghancurkannya sekarang juga.” Wajah Maria sempat kehilangan warna saat mendengar ancaman Aaron tersebut. Namun hanya sebentar, karena keangkuhan yang selama ini ia banggakan kembali muncul.Maria perlahan mengangkat dagunya, matanya menatap Aaron dengan rasa meremehkan yang jelas, lalu ia tertawa pendek. “Benarkah?” tanyanya. Nada suaranya terdengar mengejek. “Aaron, kamu benar-benar pandai berbicara," balasnya sambil menyilangkan tangan di dada. “Namun kamu sepertinya lupa satu hal.” Aaron tidak menjawab dan Maria melanjutkan dengan nada dingin. “Perusahaan ini.” Ia menoleh sebentar ke sekeliling ruangan, lalu kembali menatap Aaron. “Tidak akan pernah berdiri tanpa investasi ayahku.” Drake yang dudu

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   378. Macam-macam Dengan Aaron?

    Ruangan itu langsung terasa lebih dingin saat nada Maria menunggu, Aaron menatap Maria beberapa detik dan menjawab acuh tak acuh. “Aku tidak peduli.” Kalimat itu terdengar begitu ringan. Begitu datar. Namun justru itulah yang membuat wajah Maria berubah semakin buruk. “Kamu tidak peduli?” ulangnya pelan. Aaron kembali menunduk pada dokumen di mejanya seolah pembicaraan ini tidak penting. “Kalau hanya itu yang ingin kamu katakan, kamu bisa keluar.” Drake di sofa menahan senyum, ia sengaja menghentikan pekerjaan dan menikmati pemandangan di depannya seperti sedang menonton drama. Maria tertawa pendek, bertanya dengan ekspresi tak percaya, “Keluar?” Ia menepuk meja Aaron dengan telapak tangannya, “Setelah kamu mempermalukanku seperti ini? Kamu menyuruh aku keluar?!" Aaron akhirnya mengangkat mata, tatapannya dingin. “Aku tidak ingat melakukan apa pun padamu.” Maria hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Kamu makan malam dengan wanita itu.” Aaron tidak me

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   377. Mengadu ke Aaron

    Keesokan paginya suasana kantor terasa sedikit berbeda, bukan karena pekerjaan. Melainkan karena kabar yang beredar semalaman. Aaron terlihat meninggalkan kantor bersama Sherry tadi malam, tidak ada yang tahu mereka pergi ke mana. Namun fakta itu saja sudah cukup membuat gosip menyebar ke seluruh lantai operasional. Sherry sendiri datang lebih awal seperti biasa, ia duduk di mejanya dengan secangkir kopi dan mulai membuka komputer. Beberapa staf meliriknya diam-diam.Namun tidak ada yang berani bertanya langsung dan Sherry pura-pura tidak menyadari semua itu, ia hanya fokus bekerja. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama, saat suara sepatu hak tinggi kembali terdengar. Seluruh ruangan langsung tegang. Maria datang lagi. Hari ini ekspresinya berbeda dari biasanya. Lebih dingin, lebih tajam, seakan-akan sedang memendam amarah yang begitu besar. Ia langsung berjalan ke meja Sherry dan berkata sinis, “Kamu datang lebih pagi.” “Saya selalu datang jam yang sama," jawab S

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   376. Es Yang Mencair

    Aaron masih berdiri di depannya, memegang map laporan tadi. “Apa yang dia bilang?” ulangnya pelan. Sherry menatapnya beberapa detik. Lalu entah kenapa, semua kelelahan yang ia tahan sejak pagi tiba-tiba terasa naik ke tenggorokannya. “Apa lagi yang harus dia bilang?” Nada suaranya terdengar datar… tapi jelas ada sedikit kesal di sana. Aaron mengerutkan kening, tampak sangat tak nyaman, sedangkan Sherry menutup map di depannya pelan. “Dia bilang dia istrimu.” Aaron tidak langsung menjawab saat mendengar ucapan Sherry, sehingga Sherry melanjutkan, kali ini sedikit lebih cepat. “Istri tersembunyi.” Aaron tetap diam, Sherry menatap meja sebentar. Lalu tanpa sadar bibirnya sedikit mengerucut. “Dia juga bilang dia bisa memecatku kapan saja.” Aaron menyipitkan mata dan Sherry menambahkan pelan, “Dia menjatuhkan dokumenku kemarin.” Aaron menatapnya tajam. Namun Sherry belum selesai, ia menatap tumpukan map di mejanya dengan wajah sedikit murung. “Dan dia menyuruhku menyelesai

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   375. Istri Palsu

    Drake menatap Aaron beberapa detik sebelum menjawab. Ekspresinya sedikit ragu, seolah sedang memutuskan apakah ia harus mengatakan semuanya atau tidak. “Saya dengar Maria sering datang ke lantai operasional, Tuan," lapornya, yang membuat Aaron langsung mengerutkan kening. “Maria?” Nada suaranya terdengar dingin dan Drake mengangguk. “Iya.”Maria adalah putri salah satu investor terbesar Aaron, sifatnya yang kekanak-kanakan dan mau menang sendiri sering menyusahkan staff lain. Aaron menghela napas panjang dan mematikan layar tabletnya. “Dan sepertinya dia cukup… aktif di sana," ucap Drake yang membuat Aaron menatapnya tajam. “Aktif bagaimana?” Drake menghela napas pendek dan menjawab, “Dia memberi Sherry banyak pekerjaan.” Aaron tidak bereaksi sehingga Drake menambahkan pelan, “Dan menjatuhkan dokumen di lantai kemarin.” Rahang Aaron langsung menegang. Namun wajahnya tetap tanpa ekspresi, tapi Drake memperhatikannya. “Saya kira Anda harus tahu ini, Tuan," tutupnya. Aaron a

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   374. Melawan

    Maria rupanya benar-benar berambisi untuk mengganggu Sherry dan membuat gadis itu tak betah bekerja di perusahaan Aaron. Seperti pagi ini, Sherry baru saja tiba di meja kerjanya ketika seorang staf dari bagian administrasi menghampirinya dengan ekspresi canggung. “Sherry… ini untukmu," ucapnya sambil menyerahkan setumpuk map tebal sehingga Sherry mengernyit. “Ini apa?” tanyanya, sambil membuka map itu sedikit. Isinya penuh data, sangat banyak. “Rekap pengiriman tiga bulan terakhir.” “Bukankah ini pekerjaan tim logistik?” tanya Sherry lagi, yang membuat staf itu menggaruk tengkuknya. “Iya… tapi… Nyonya Maria bilang kamu yang harus mengerjakannya.” Beberapa orang di ruangan langsung pura-pura sibuk ketika Sherry menoleh, semua orang tahu apa yang terjadi tapi tidak ada yang berani melawan. Sherry menarik napas pelan dan menjawab, “Baik.” Setelah ia menerima map itu, staf tadi terlihat lega lalu cepat-cepat pergi. Belum sampai lima menit Sherry membuka dokumen itu… Suara sepat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status