Share

Topeng Sang Dokter
Topeng Sang Dokter
Penulis: Star Harvest

Bab 1

Penulis: Star Harvest
“Sayang, aku geli sekali, cepat bantu aku….”

Aku merasakan aliran panas kembali bergejolak di dalam tubuhku. Hasrat tersembunyi ini mendadak tak terbendung saat aku menyentuh tubuh pacarku yang merupakan anggota tim basket di kampus.

Dalam sekejap, celana dalamku sudah basah kuyup.

Rasa geli yang menyiksa itu membuatku tak tahan, hingga diriku hanya bisa memohon melalui tatapan mata agar pacarku mau bermain sekali lagi denganku.

“Dasar genit, seharian hanya mikirin ini saja.”

Dia mendorongku dengan kasar sambil menghela napas terengah-engah.

“Ini sudah dua kali, aku nggak sanggup kalau mau lanjut lagi. Begini saja, aku bantu kamu pakai mainan, ya.”

Menggunakan mainan terasa tidak nyaman bagiku dan tak bisa menuntaskan rasa geli ini.

Target utamaku tetap pacarku, jadi aku tak peduli dan terus menempelkan tubuhku padanya.

Rok pendek hitam yang kupakai sangat pendek dengan bahan yang tipis. Sambil menempel padanya, aku terus meliukkan tubuh dan bergesekan dengannya, mencoba memancing reaksinya.

Namun, ekspresi pacarku tidak terlihat menikmati, malah terlihat agak aneh.

“Sayang, tunggu sebentar. Aku punya kejutan untukmu, cepat tutup matamu.”

Setelah membisikkan itu di telingaku, dia memutar tubuhku dan meremas bokongku yang montok.

Di tengah rasa berharapku, dia mendorong pintu bilik kamar mandi dan pergi.

Kami sedang berada di ruang ganti basket kampus.

Tadi saat dia bermain basket, melihat keringatnya bercucuran dalam seragam tim membuat hasratku meledak. Begitu dia selesai bermain, aku segera menariknya ke kamar mandi untuk melampiaskannya.

Tidak cukup sekali saja, aku pun meminta dua kali.

Aku masih menginginkannya lagi, tapi stamina pacarku sudah habis.

Beberapa hari terakhir ini, gairahku memang sedang memuncak, sepertinya tenaga pacarku benar-benar sudah kukuras habis.

Meski begitu, dia tetap berusaha mengimbangiku. Hal itu membuat hatiku terasa hangat.

Saat sedang melamunkan itu, terdengar suara pintu di belakangku terbuka kembali.

Cepat sekali pacarku siap-siap, entah kejutan apa yang dia bawakan.

Mungkinkah dia akan membuatku melayang ke langit?

Dalam imajinasiku, sebuah tangan besar yang hangat menempel di belakangku, meremas bokongku berkali-kali.

Tak lama kemudian, tubuh yang panas mulai merapat ke tubuhku.

Bagian yang keras itu sangat kusukai.

Hasratku yang sudah hampir meledak, membuat gejolak panas di dalam tubuhku tak bisa lagi ditekan.

Aku terus meliukkan bokongku yang montok, menyambut sentuhan tangan besar itu.

Tangan itu tampak tidak sabar, merayap masuk ke dalam rok pendek hitamku dan mencengkeram celana dalamku yang sudah basah.

“Benar-benar nggak disangka, ternyata Reli, si primadona kampus nakal sekali. Celana dalammu sampai basah begini, pantas saja Robert menyuruhku untuk bermain-main denganmu.

Ternyata pria di belakangku bukan pacarku!

Sambil melontarkan kata-kata kotor, tangan besarnya yang berada di balik rok menarik celana dalamku.

Aku merasakan sensasi dingin yang tiba-tiba di bagian bawah, lalu menoleh dengan panik.

“Kamu… kamu bukan Robert? Andri?”

Aku sangat terkejut saat melihat orang di belakangku adalah Andri.

Wajahnya berada tepat di depan wajahku saat diriku menoleh.

“Apain pura-pura? Bukannya kamu memang menginginkannya? Bukannya kamu mau menghilangkan rasa geli itu? Pacarmu nggak sanggup, jadi biar aku saja yang membantumu.”

Tangan lainnya merangkul pinggangku, memelukku dengan paksa dan memosisikan tubuhku menungging di hadapannya.

Dia menarik celana dalamku yang basah itu hingga setengah terlepas.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Topeng Sang Dokter   Bab 8

    Suara rintihan lembut wanita dari film dewasa bergema di seluruh aula. Aku pun membuka mata dengan penuh keheranan.Ternyata, layar besar itu sedang memutar film dewasa.Jack terpaku, “Kok videonya jadi ini, sih?!”Seketika, suara tawa dalam aula pesta meledak.“Dia malah memutar koleksi film pribadinya sendiri? Berani-beraninya mencoba memfitnah Keluarga Halim!”“Konyol sekali, kok orang seperti dia bisa masuk ke sini?”Di tengah kebingunganku, aku mendengar Robert berbisik di telingaku.“Sayang, video-video itu sudah kutukar. Aku tahu kamu melakukannya karena terpaksa. Aku nggak akan menyalahkanmu, yang salah itu penyakitmu.”Aku menatap Robert dengan mata terbelalak, ternyata dia sudah tahu semuanya.Meskipun tahu aku telah mengkhianatinya, dia tetap melindungiku dan menjaga reputasiku.Hatiku terasa sangat hangat dan tak bisa menahan senyuman di wajah.Namun, ayah Robert malah tak bisa tertawa, wajahnya sangat muram. Dia memanggil beberapa petugas keamanan untuk menahan Jack.Jack

  • Topeng Sang Dokter   Bab 7

    Terima saja dulu lamarannya, jika nanti dia menyesal setelah tahu kebenarannya, aku tidak akan memaksanya.Robert sangat bahagia, dia menggendong dan memutarku beberapa kali.Setelah teman-teman yang lain pergi, dia memelukku dengan erat.“Reli, besok keluargaku akan mengadakan pesta. Aku mau membawamu ke sana dan memperkenalkanmu secara resmi pada keluargaku.”Semakin baik dia memperlakukanku, semakin besar rasa bersalah yang kupikul.Aku ingin sekali menceritakan semuanya tentang Dokter Jack, tapi melihat betapa bahagianya dia, aku tak tega.Akhirnya, aku menelan kembali kata-kataku.Keesokan harinya, Robert sengaja membawaku membeli gaun pesta dan ke salon kecantikan.Aku berkali-kali ingin bicara jujur, tapi pada akhirnya tetap tak punya keberanian untuk memulai.Malam pun tiba, aku pergi ke rumahnya.Sebelumnya, aku hanya tahu dia dari keluarga berada, tapi tak menyangka dia sekaya ini.Pesta itu diadakan di rumahnya sendiri.Di vila yang megah dan mewah itu, orang-orang berlalu l

  • Topeng Sang Dokter   Bab 6

    Aku tahu apa yang kulakukan ini salah, tapi hasrat ini membuatku tak bisa mengendalikan diri sama sekali.Dokter Jack sempat terdiam sejenak, tapi dia segera tersadar dan mulai membalas ciumanku, bahkan semakin dalam….Saat dia membaringkanku di atas bebatuan taman, aku sudah kehilangan seluruh akal sehatku. Yang kuinginkan hanyalah bersenang-senang dengannya.Kali ini, tidak ada paksaan sama sekali. Semuanya kulakukan atas kemauanku sendiri.Aku merasa sangat puas.Kenyamanan yang tak bisa kudapatkan dari Robert, berhasil kutemukan pada Dokter Jack.Hasratku baru benar-benar reda saat hari sudah menjelang malam. Dokter Jack ingin mengantarku kembali ke asrama, tapi aku menolak, karena takut tidak enak jika dilihat orang lain. Akhirnya, aku pun kembali ke asrama sendirian.Tadi saat dorongan itu datang, aku tak memedulikan apapun. Namun sekarang, setelah pikiranku jernih, rasa bersalah terhadap pacarku semakin dalam.Meskipun tujuanku adalah untuk mengobati penyakit, aku tetap saja su

  • Topeng Sang Dokter   Bab 5

    Tak lama kemudian, aku menerima sebuah pesan singkat.Pesan itu mengajakku bertemu di area taman kampus sore ini.Baru setengah hari berlalu, ternyata Dokter Jack sudah mulai mengajakku bertemu.Hatiku merasa sangat menderita, tapi aku tak berani tidak pergi.Setelah berpikir sejenak, aku memutuskan untuk bicara jujur pada Dokter Jack. Aku ingin menegaskan bahwa diriku tak mau mengkhianati Robert dan apa yang terjadi sebelumnya bukanlah keinginanku.Aku mau tahu apa yang dia inginkan agar mau melepaskanku.Jika dia menolak, aku akan berteriak sekencang mungkin untuk memancing perhatian orang lain.Aku yakin dia juga tak ingin reputasinya hancur.Setelah memantapkan hati, aku pergi ke taman sendirian tanpa kasih tahu Robert.Namun sesampainya di sana, aku malah melihat seseorang yang sangat tak terduga.Andri!Begitu melihatku, matanya langsung berbinar. Dia menyeretku paksa ke balik bebatuan besar. “Sudah kuduga kamu memang wanita murahan, baru dikirim pesan singkat saja langsung data

  • Topeng Sang Dokter   Bab 4

    Aku nyaris berteriak kencang.Benar-benar terlalu kuat!Ukurannya jauh lebih besar daripada mainan tadi.Pacarku masih ada di luar pintu dan sisa-sisa akal sehat memaksaku untuk menolak Dokter Jack.Namun, semakin aku menggerakkan tubuh, semakin terasa betapa luar biasanya bakat alami Dokter Jack.Hasratku tak terbendung lagi dan tubuhku malah berinisiatif menempel ke arahnya.Senyuman dingin terukir di sudut bibir Dokter Jack, sementara tubuhnya yang panas sudah sepenuhnya menghadap ke arahku.“Jangan… jangan….”Mulutku berkata jangan, tapi hatiku sungguh sangat menginginkannya.Aku berpikir setelah menjalani pengobatan dengan Dokter Jack, mungkin penyakit anehku ini benar-benar bisa sembuh total. Dengan begitu, aku bisa kembali hidup normal dengan pacarku.Apalagi, aku juga bisa merasakan sehebat apa kekuatan Dokter Jack yang punya modal sebesar itu. Aku benar-benar ingin menikmatinya.Aku menunggingkan bokongku tinggi-tinggi, bersiap menyambut Dokter Jack sepenuhnya.Melihat aksiku,

  • Topeng Sang Dokter   Bab 3

    “Aku masih ada urusan, kalian sudah boleh pergi.”Beberapa mahasiswi itu pergi dengan berat hati. Sebelum benar-benar menjauh, mereka berkali-kali menoleh untuk menatap sang dokter.Setelah mereka pergi, pacarku mendorongku mendekat ke arah dokter tersebut.“Kak Jack, kupercayakan kesembuhan pacarku padamu.”Dokter itu memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah, lalu mengangguk.“Nggak masalah, ayo ikut aku ke dalam. Biar kuperiksa dulu.”Tanpa diragukan lagi, pacarku pasti sudah menjelaskan semuanya pada dokter sebelumnya. Wajahku langsung memerah karena malu, penyakit ini benar-benar memalukan bagi diriku.Di depan dokter setampan ini, ada dorongan dalam diriku ingin berbalik dan berlari pergi.Namun anehnya, tubuhku malah melangkah mengikutinya masuk ke dalam ruangan.Begitu aku duduk di kursi, Dokter Jack menutup pintu dan berjalan mendekatiku selangkah demi selangkah.Aku tak berani mendongak, tapi saat pandanganku turun ke bawah, mataku mendadak terpaku.Meski dalam keada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status