LOGIN“Kak… sayang, puaskan aku.” “Sial! Kamu belajar dari mana? Kok tiba-tiba jadi begitu jago?” Di dalam bioskop, aku menyamar jadi kakakku. Tangan kakak ipar sudah menyelinap ke balik rokku dan meraba-rabanya. Reaksiku yang begitu sensitif membuat wajah kakak ipar memerah karena bergairah. Tanpa membuang waktu, dia langsung melorotkan celananya. Benda miliknya yang besar itu memantul keluar. Dia menggendong dan mendudukanku di pangkuannya, rasa membaranya menembus tubuhku. Tubuhku gemetar, aku memekik tertahan dan mencapai klimaks. Detik berikutnya, aku mendengar suara cemas kakak ipar, “Jangan bergerak! Ada orang yang melihat ke arah kita!”
View MoreKakak masih terus merekam di sampingku, dia benar-benar berniat menggunakan video ini untuk mengancamku!Tepat saat kesucianku nyaris tak terselamatkan, terdengar suara gedoran pintu yang sangat keras dari luar.“Buka pintunya! Bayar hutang kalian!”Seketika, wajah kakak ipar dan kakak berubah.Kakak ipar bahkan tidak memedulikanku lagi, dia langsung berdiri dan membentak kakak, “Kok penagih hutang bisa sampai ke sini? Kamu membocorkan alamatnya?”Kakak buru-buru membantah, “Sudah pasti bukan aku.”Mereka berdua saling bertatapan, seolah menyadari sesuatu, lalu serentak menatapku.“Ini pasti perbuatanmu?!” teriak kakak.Aku menatapnya dengan tatapan penuh hinaan.Aku sudah tahu sifatnya, mana mungkin diriku tak bersiap-siap?Begitu efek obat mulai bekerja dan merasa ada yang tidak beres, aku mengirim pesan meminta pertolongan.Namun, aku juga tak menyangka para penagih hutang gadungan ini datang secepat itu.Tentu saja aku tak menghubungi penagih hutang yang asli. Ini rumahku sendiri,
Kakak tak menyangka sama sekali kalau aku akan menolak. Matanya terbelalak, menatapku dengan tidak percaya.“Kamu bercanda?! Kamu begitu liar, mana mungkin bisa tahan?”Wajahku langsung memuram.“Kak, kalau kamu masih nggak peduli pada hubungan kakak adik kita, aku akan bongkar masalah ini di depan kakak ipar! Kita lihat saja, mungkinkah dia mencampakkanmu demi mendekatiku?!”“Dalam urusan cinta dan gairah, aku jauh lebih cocok dengannya daripada kamu. Aku juga punya uang lebih banyak darimu. Entah itu bantuan untuk karirnya atau urusan ranjang, aku bisa memberi lebih banyak dari kamu.”Mendengar kata-kataku yang begitu blak-blakan, tubuh kakak gemetar sangking marahnya. Dia menunjukku, butuh waktu lama baginya untuk bisa menggeram,“Bagus! Kamu sudah berani sekarang! Kita lihat saja bagaimana kamu melewati masa-masa saat menginginkannya!”Dia keluar dengan penuh amarah, tapi tak berani mengetuk pintu kamar sebelah.Instingku mengatakan bahwa kakak tidak akan menyerah begitu saja.Baga
“Aaa! Sakit! Sayang, aku sudah nggak sanggup, kita berhenti saja, ya?”Mainanku baru saja menyala, langsung terdengar suara kakak memohon ampun.Sambil menggunakan mainan itu untuk meredakan rasa tidak nyaman di tubuh, telingaku tetap sigap mendengarkan.Harus kuakui, sensasi seperti ini sangat merangsang dan menambah kenikmatan yang kurasakan.Di sebelah, awalnya kakak ipar masih berusaha membujuk dengan sabar. Tapi, setelah beberapa kalimat dan melihat kakak tetap tidak mau melanjutkan, dia pun meledak.“Urusan bisnis kamu nggak bisa membantuku, kewajiban sebagai istri pun kamu banyak alasan. Kok kamu jadi begitu nggak berguna? Awas! Aku mau keluar cari wanita lain saja, daripada mati menahan nafsu!”Aku mengerutkan kening saat mendengarnya, perasaanku jadi tidak enak.Meskipun hubunganku dengan kakak tidak baik, aku tetap tidak suka mendengar kakak ipar merendahkannya seperti itu.Padahal dulu kakak sama sepertiku, punya rumah sendiri hasil pemberian orang tua kami sebagai harta seb
Pengalaman mendebarkan bersama kakak ipar kali ini, ternyata sanggup membuat tubuhku yang biasanya penuh gairah menjadi tenang selama dua hari.Aku merasa agak senang.Sepertinya selama ini aku selalu merasa haus karena tubuhku memang tak pernah benar-benar kenyang.Sekarang setelah dipuaskan habis-habisan, aku malah tidak merasa sehaus biasanya.Awalnya aku sempat agak kecewa karena kakak ipar kurang punya sikap tanggung jawab sebagai pria dan berniat tidak mau lagi menyamar menjadi kakak untuk melayaninya.Namun, penemuan ini membuat pikiranku berubah lagi.Rasanya sangat luar biasa bisa memiliki kondisi tubuh yang normal. Selama dua hari ini, aku bahkan berani keluar rumah di siang hari untuk mencari udara segar.Meskipun banyak pria yang melemparkan tatapan panas ke arah lekuk tubuhku, aku hanya merasa agak bangga di dalam hati. Tubuhku tidak lagi dipenuhi dorongan kuat seperti sebelumnya. Kalau aku bisa seperti ini setiap hari, bukankah itu artinya aku bisa menjadi orang normal d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.