Share

Membawanya

Author: Sayonk
last update publish date: 2026-05-29 08:40:01

Kaisar Raymond melirik Duke Alerix. Ia merasa khawatir karena Helena akan di pertemukan oleh penjahat yang memang musuhnya. Awalnya ia tidak percaya namun karena mendengarkan perkataan Duke Alerix ia memiliki sedikit kepercayaan di hatinya.

Ternyata di hadapannya bukanlah istrinya yang asli.

"Ehem, Ratu datang dari mana saja? Tidak baik keluar tanpa pengawal. Jangan sampai merepotkan aku sehingga turun tangan sendiri," ucap Kaisar Raymond mengubah ekspresi wajahnya.

Aku mati pun bersyukur. Setidaknya aku akan pergi dari dunia memuakkan ini batin Ratu Estelle.

"Baginda sepertinya hidup dan mati ku bukan urusan anda." Ratu Estelle kembali menjawab dengan nada ketus.

Kaisar Raymond mengepalkan kedua tangannya. Wanita di hadapannya sudah berani membantah dan tidak menunduk padanya. Baginya, ini adalah penghinaan terbesarnya.

Ratu Estelle melangkah pergi tanpa memasang senyum lagi. Kaisar Raymond perlahan menoleh ke arah punggung Ratu Estelle. Dia seolah sudah tidak menganggapnya lagi.

"Duke, aku harus pergi." Kaisar Raymond pergi dengan pengawalnya ke tempat Helena.

Duke Alerix hanya diam saja namun ia tidak berniat pergi. Ternyata seperti inilah kehidupan Ratu Estelle. Tanpa pengawal yang memperhatikannya dan tanpa dayang lainnya.

Entah dorongan dari mana hatinya ingin menemui Ratu Estelle. "Aku harus menemuinya." Ia ingin berbicara dengannya.

Kini Duke Alerix berada di ruang kerja Ratu Estelle. Menatap Ratu Estelle yang sedang menyereput tehnya.

Merasa di tatap saja Ratu Estelle angkat bicara. "Jika tidak ada kepentingan saya mau istirahat Duke."

Duke Alerix sadar, ia ingin berbicara. Ternyata seperti inilah saat Ratu Estelle melawan perkataannya. Ada ketidaknyamanan di hatinya.

"Ratu, saya melihat anda bukan seperti Ratu yang dulu."

Ratu Estelle merasa kasihan pada dirinya. Perubahannya tidak di sukai, begitu pun dulu juga tidak di sukai.

"Anda terlambat Duke. Ratu Estelle yang dulu telah mati. Kini hanya Ratu Estelle yang berubah."

Entah bagaimana caranya Ratu Estelle hingga ia merasuki tubuh Ratu Estelle. Mungkin Ratu Estelle yang asli telah mati. Kaulah dan Kaisar itu yang membunuhnya mana mungkin aku tidak membenci mu batin Ratu Estelle.

Duke Alerix menganga, ia tidak sanggup berbicara lagi. Artinya putrinya sudah meninggal.

"Ratu saya permisi," ucap Duke Alerix terburu-buru. Merasakan sesak di hatinya. Ia sangat kasihan pada Ratu Estelle.

....

Dalam hitungan menit, Kaisar Raymond pun sampai dan ia melihat sendiri bahwa Helena hampir di bunuh oleh seorang pembunuh berjubah hitam. Untungnya ia dan satu pengawalnya tepat waktu.

"Hentikan! Sedikit saja kalian menyentuhnya aku tidak akan mengampuni kalian." Teriak Kaisar Raymond.

Benar saja yang di katakan oleh Ratu. Ad pembunuh yang ingin membunuh Helena.

Lima orang berjubah hitam itu menoleh ke arah Kaisar Rayond. Seorang dari mereka langsung melangkah mendekati Kaisar Raymond.

"Benar saja, kau datang tepat waktu."

Dalam hitungan detik, Lima jubah hitam itu menyerang Kaisar Raymond bersamaan.

Kaisar Raymond menangkis namun sayangnya Lima orang berjubah hitam itu tetap kalah.

Kaisar Raymond menyisakan satu orang. "Siapa yang menyuruh kalian?"

Pria itu tersenyum, lalu dia menekan racun di dalam mulutnya dan muntah darah.

"Yang Mulia Kaisar dia .." Pangawal itu memeriksa denyut nadinya dan menatap Kaisar Raymond.

Helena yang berada tak jauh dari tempat itu. Dia merasakan ketakutan lalu berlari dan memeluk Kaisar Raymond.

"Yang Mulia."

Helena menangis tersedu-sedu. Dia sangat ketakutan.

Kaisar Raymond mengusap punggung Helena. "Tidak terjadi apa-apa. Tidak perlu takut."

Kaisar Raymond menenangkan namun ia semakin penasaran dengan Ratu Estelle. Entah berapa banyak lagi rahasia Ratu Estelle.

"Ray aku ingin tinggal di istana. Aku sangat takut di sini," ucap Helena. Selalu saja ada pembunuh yang ingin membunuhnya. Ia tidak ingin jauh dari Kaisar Raymond kekasihhya.

Kaisar Raymond terdiam sejenak. Membawa Helena sama saja ia mengatakan bahwa ia akan mengambil Helena menjadi Selirnya. Dan itu, tentu saja akan membuat Ratu Estelle marah apa lagi menjadi bahan perbincangan. Tetapi, keselamatan Helena lebih penting dari apa pun.

"Apa kau tidak mau membawa ku?" Tanya Helene sambil menatap Kaisar Raymond dengan penuh cinta. "Jika mengganggu mu aku tidak.. "

"Bukan begitu, tapi keadaan istana masih genting. Aku tidak bisa membawa mu saat ini."

Helena menunduk, ia tau Ratu Estelle terkenal jahat dan juga tidak mendapatkan kasih sayang dari Kaisar Raymond. Pastinya istana sudah tau.

"Apa kau takut Ratu Estelle? Kau tidak mencintai ku lagi. Apa kau ingin melihat ku di bunuh oleh orang seperti tadi?"

"Tidak." Tegas Kaisar Raymond. "Baiklah aku akan membawa mu." Kaisar Raymond terpaksa melakukannya.

Dia harus menjelaskan pada Ratu Estelle nanti masalah Helena. "Baiklah malam ini ikut aku."

Tidak ada pilihan lain. Ia tidak ingin Helena terluka namun ia merasa bimbang, ia tidak yakin keputusannya saat ini.

Helena tersenyum, dia merasa senang dan semakin mencintai Kaisar Raymond. Ia ingin bersama dengan Kaisar Raymond apa pun yang terjadi. Sekalipun ia harus melakukan hal kejam, ia akan lakukan demi Kaisar Raymond.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Kembali Kekaisaran

    Suasana ruangan sunyi dan senyap. Beberapa bangsawan hanya diam dan berharap orang yang terbujur kaku di peti itu bisa tenang di alam sana. Duke Alerix dan Jenderal Alex membisu. Mereka hanya memandang wanita yang bagaikan tertidur pulas. "Ibu maafkan aku." Jenderal Alex merasa bersalah. Selama menjadi anaknya. Ia tidak pernah membahagiakan ibunya. "Arabella maafkan aku yang membohongi mu. Aku berharap kau tenang di sana. Maafkan aku, maafkan aku Arabella." Pemakaman berjalan dengan lancar. Kini Jenderal Alex dan Duke Alerix menatap batu nisan itu. Sejenak mereka mengingat saat-saat bersama dengan Duchess Arabella. "Ayah ibu berpesan pada ku. Dia ingin meminta maaf langsung pada Putri Estelle. Jika permintaan maafnya tidak sampai. Dia menyuruh ku untuk meminta maaf langsung dan menjaga Putri Estelle. Dia berharap ayah memaafkannya karena sudah menutup mata pada perasaan ayah." "Ayah juga bersalah. Mungkin kita memang sama-sama bersalah." Jenderal Alex pun memeluk Duke Al

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Duchess meninggal

    Sementara di tempat lain. Duke Alerix bahkan tidak menghadiri pernikahan Ratu Estelle karena ia terpaksa kembali ke kediaman Duke saat ada surat mengatakan bahwa Duchess Arabella sakit. Duke Alerix pun bergegas, tentunya dia mendapatkan izin dari Ratu Estelle. Ia juga ingin menyelesaikan permasalahan keluarganya. "Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Duke Alerix pada seorang dokter. Saat ini dokter itu berbicara dengan Jenderal Alex. "Ayah kau datang? maaf membuat mu datang. Dokter aku akan berbicara dengan ayah ku," ucap Alex. Dokter itu pun pamit pergi. Kini tinggalah Duke Alerix dan Jenderal Alex. "Ayah, maaf aku mengganggu mu. Padahal adik katanya menyelenggarakan pernikahan. Seharusnya anda menemaninya." Duke Alerix juga merasa bersalah. Seharusnya ia menemani Ratu Estelle. Tetapi karena surat itu, ia juga tidak bisa mengabaikannya. "Estelle mengizinkan ku bertemu dengan ibu mu. Seandainya saja tidak di izinkan aku juga tidak akan datang." Tutur Duke Alerix. "Aku ak

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Kepergian Henry, David dan Kaisar Raymond

    Di sisi lain. Helena menatap luar jendela. Keberadaannya kini tidak di ketahui oleh siapa pun. Bahkan Kaisar Raymond tidak tau. Dalam hidupnya orang yang di cintainya mengkhianatinya sedangkan orang yang ia abaikan cintanya menolongnya. Jika ada kehidupan lagi, ia ingin mencintai David dan menerimanya dari pada harus menerima dan mencintai Kaisar Raymond. Ingin sekali ia bertemu dengan David. Hatinya merindukannya. Ia harus membesarkan anaknya. Ia harus membuat wanita murahan seperti Estelle membayarnya. Ia akan mengasah anaknya menjadi benda yang tajam.. "Keinginan mu untuk Estelle bahagia aku akan membiarkannya. Hanya sementara. Aku tidak akan membiarkannya bahagia terlalu lama. David, suatu saat kita bertemu. Anak ini akan menjadi anak mu." Helena memejamkan kedua matanya hingga air mata itu menetes di sudut kedua matanya. Di kamar Kaisar Raymond. Suasana menjadi suram, dia meminta beberapa anggur untuk membuat hatinya yang sedih sedikit tenang. Setidaknya dengan inil

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Malam pertama

    Kaisar Raymond menatap Ratu Estelle begitu dalam. Begitu terlihat wajah sedihnya. Hanya dalam beberapa bulan Ratu Estelle benar-benar menikah dengan orang lain. Bahkan ia harus datang ke perbikahan mantannya sendiri. "Yah, ini hanya sementara." Dia hanya menguatkan hatinya yang retak. Mencoba mengingat ucapan David bahwa ia masih memiliki kesemoatan. Acara pun berlanjut dengan nikmat. Para bangsawan begitu senang dengan pernikahan Ratu Estelle dan Alberto. Mereka berharap kedepannya Kerajaan Elaire semakin maju. Setelah acara, Alberto mendatangi David dan Henry. David dan Henry memeluk erat Alberto. "Al jangan membuatnya sedih. Aku tidak akan memaafkan mu," ucap Henry dengan air mata menggenang. "Benar, kalau kau sampai membuat Ratu Estelle bersedih. Aku juga akan melawan mu." David menyela. David dan Henry meneteskan air matanya. Lalu mereka bertiga berpelukan. Kaisar Raymond melihat Alberto menjauh dari Ratu Estelle. Dia melihat Ratu Estelle yang sedang berbincang d

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Pernikahan Ratu Estelle

    Mendengarkan suara langkah kaki Ratu Estelle menatap pria yang baru saja kembali ke kamarnya. Dia menggunakan jubah hitam dan tidak menyadari dirinya yang hanya berada beberapa jarak saja. "Kau datang dari mana David?" Deg David seketika menoleh, suasana remang-remang itu membuat pria itu tertuju pada satu arah. Berada di dekat jendela dan terlihat angin melambaikan gorden putih itu. "Putri." Jantung David berdetak kencang. Setiap hembusan nafasnya seolah mengucapkan nama Ratu Estelle. Wajah cantik di terpa oleh cahaya bulan yang menyinari dari luar jendela. Terlihat ada beberapa cahaya keemasan kecil-kecil yang keluar memancar dari wajahnya. "Putri membuat ku terkejut." Ratu Estelle menepuk satu tangannya. Lampu di ruangan itu pun hidup. Ana masuk lalu keluar lagi setelah menghidupkan lampu. Kini keduanya saling tatap. Ratu Estelle duduk di sofa putih itu. Dia menunggu David untuk ikut duduk. "Aku ingin mempercepat pernikahan ku. Bagaimana menurut mu David?"

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Obat penggugur kandungan

    David keluar dari ruang pribadinya. Dia terkejut melihat putri Estelle yang berdiri di depan pintu. "Putri." David menunduk. Ia tidak mungkin mengatakan sejujurnya. Kalau ia mengatakan bahwa ia membantu Helena pastinya Ratu Estelle tidak akan senang. Dia mungkin akan salah paham padanya. "Aku penasaran apa yang Helena katakan pada mu? apa dia mengancam mu?" Mengingat bagaimana Helena melakukannya pada Henry pasti dia akan melakukannya juga pada David. "Putri tenang saja. Ancaman Helena tidak akan mempan pada ku." "David, aku tidak akan memaafkan mu jika mengecewakan Putri." Ancam Alberto. "Benar, aku tidak akan tinggal diam." Henry menimpali. "Baiklah, aku pergi dulu." Ia berharap David tidak bohong. "Al apa kamu bisa menyelidikinya. Aku rasa ada kebohongan di antara mereka." .... Kaisar Raymond sekatika melebarkan kedua matanya. Perkataan pengawal di hadapannya mengguncang tubuhnya. Ia tidak pernah menyentuh Helena. Wanita itu hamil bukan darinya. "Helena dia hamil? dia b

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Bukan Wanita Mandul

    "Walaupun gelang ini pemberian Yang Mulia. Aku merasa senang karena bisa memberikannya pada Yang Mulia Ratu." Ana melirik Ratu Estelle, dia pun mengambilnya dari dayang Mia. "Yang Mulia, saya senang anda menerima saya sebagai sahabat dan nantinya sebagai Selir Baginda Kaisar. Saya merasa sang

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Gelang Bekas

    Ana tergesa-gesa membawa kabar buruk. Dia baru saja melihat dengan kedua matanya sendiri bahwa Kaisar Raymond membawa seorang wanita. Kaisar Raymond hanya menatapnya tanpa sepatah kata apa pun. Ana merasakan dadanya sesak seperti melihat bagaimana reaksi Ratu Estelle nanti. Pasti sangat menyakiti

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Membencinya

    Deg Ratu Estelle merasakan dadanya terasa panas. Dengan nyeri yang seakan menghambatnya untuk bernafas. Untunglah Ana menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai. Dia tertegun dengan ucapan Kaisar Raymond yang menyuruh istrinya meninggal hanya demi wanita lain. Tidak pernah ia melihat pria sek

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Kematian Seperti Apa

    Ratu Estelle mengetuk dahinya. Ia ingat, ia pernah mengadopsi seorang anak namun Kaisar Raymond tidak mau. Kaisar Raymond tidak ingin membuat keturunannya nanti di halangi oleh anak itu. Padahal niat hati Estelle begitu tulus. Dia ingin membesarkan anak itu dengan baik dan menjauhkannya dari takh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status