تسجيل الدخولDi sisi lain. Helena menatap luar jendela. Keberadaannya kini tidak di ketahui oleh siapa pun. Bahkan Kaisar Raymond tidak tau. Dalam hidupnya orang yang di cintainya mengkhianatinya sedangkan orang yang ia abaikan cintanya menolongnya. Jika ada kehidupan lagi, ia ingin mencintai David dan menerimanya dari pada harus menerima dan mencintai Kaisar Raymond. Ingin sekali ia bertemu dengan David. Hatinya merindukannya. Ia harus membesarkan anaknya. Ia harus membuat wanita murahan seperti Estelle membayarnya. Ia akan mengasah anaknya menjadi benda yang tajam.. "Keinginan mu untuk Estelle bahagia aku akan membiarkannya. Hanya sementara. Aku tidak akan membiarkannya bahagia terlalu lama. David, suatu saat kita bertemu. Anak ini akan menjadi anak mu." Helena memejamkan kedua matanya hingga air mata itu menetes di sudut kedua matanya. Di kamar Kaisar Raymond. Suasana menjadi suram, dia meminta beberapa anggur untuk membuat hatinya yang sedih sedikit tenang. Setidaknya dengan inil
Kaisar Raymond menatap Ratu Estelle begitu dalam. Begitu terlihat wajah sedihnya. Hanya dalam beberapa bulan Ratu Estelle benar-benar menikah dengan orang lain. Bahkan ia harus datang ke perbikahan mantannya sendiri. "Yah, ini hanya sementara." Dia hanya menguatkan hatinya yang retak. Mencoba mengingat ucapan David bahwa ia masih memiliki kesemoatan. Acara pun berlanjut dengan nikmat. Para bangsawan begitu senang dengan pernikahan Ratu Estelle dan Alberto. Mereka berharap kedepannya Kerajaan Elaire semakin maju. Setelah acara, Alberto mendatangi David dan Henry. David dan Henry memeluk erat Alberto. "Al jangan membuatnya sedih. Aku tidak akan memaafkan mu," ucap Henry dengan air mata menggenang. "Benar, kalau kau sampai membuat Ratu Estelle bersedih. Aku juga akan melawan mu." David menyela. David dan Henry meneteskan air matanya. Lalu mereka bertiga berpelukan. Kaisar Raymond melihat Alberto menjauh dari Ratu Estelle. Dia melihat Ratu Estelle yang sedang berbincang d
Mendengarkan suara langkah kaki Ratu Estelle menatap pria yang baru saja kembali ke kamarnya. Dia menggunakan jubah hitam dan tidak menyadari dirinya yang hanya berada beberapa jarak saja. "Kau datang dari mana David?" Deg David seketika menoleh, suasana remang-remang itu membuat pria itu tertuju pada satu arah. Berada di dekat jendela dan terlihat angin melambaikan gorden putih itu. "Putri." Jantung David berdetak kencang. Setiap hembusan nafasnya seolah mengucapkan nama Ratu Estelle. Wajah cantik di terpa oleh cahaya bulan yang menyinari dari luar jendela. Terlihat ada beberapa cahaya keemasan kecil-kecil yang keluar memancar dari wajahnya. "Putri membuat ku terkejut." Ratu Estelle menepuk satu tangannya. Lampu di ruangan itu pun hidup. Ana masuk lalu keluar lagi setelah menghidupkan lampu. Kini keduanya saling tatap. Ratu Estelle duduk di sofa putih itu. Dia menunggu David untuk ikut duduk. "Aku ingin mempercepat pernikahan ku. Bagaimana menurut mu David?"
David keluar dari ruang pribadinya. Dia terkejut melihat putri Estelle yang berdiri di depan pintu. "Putri." David menunduk. Ia tidak mungkin mengatakan sejujurnya. Kalau ia mengatakan bahwa ia membantu Helena pastinya Ratu Estelle tidak akan senang. Dia mungkin akan salah paham padanya. "Aku penasaran apa yang Helena katakan pada mu? apa dia mengancam mu?" Mengingat bagaimana Helena melakukannya pada Henry pasti dia akan melakukannya juga pada David. "Putri tenang saja. Ancaman Helena tidak akan mempan pada ku." "David, aku tidak akan memaafkan mu jika mengecewakan Putri." Ancam Alberto. "Benar, aku tidak akan tinggal diam." Henry menimpali. "Baiklah, aku pergi dulu." Ia berharap David tidak bohong. "Al apa kamu bisa menyelidikinya. Aku rasa ada kebohongan di antara mereka." .... Kaisar Raymond sekatika melebarkan kedua matanya. Perkataan pengawal di hadapannya mengguncang tubuhnya. Ia tidak pernah menyentuh Helena. Wanita itu hamil bukan darinya. "Helena dia hamil? dia b
Dalam sekejap dunia Helena menjadi hancur. Ia hamil tentu saja bukan dengan Kaisar Raymond. Semua rencananya hancur gara-gara Ratu Estelle. Seharusnya ia dulu membunuhnya saja. "Aku, aku hamil? Tolong katakan pada Yang Mulia bahwa aku hamil." Dokter pria muda itu mengerutkan keningnya di balik kaca matanya. Ia curiga anak kendungnya anak Kaisar Raymond. "Aku akan mengatakannya pada Yang Mulia." "Tolong katakan juga pada David. Maksud ku Ketua Penyihir. Dia sahabat ku. Dia pasti mengkhawatirkan aku." Dokter pria itu menghela nafas. Wanita di hadapannya mungkin tidak tau bahwa David dinyatakan berkhianat. "Apa kau tidak tau. Tuan David telah berkhianat dan dia telah memutuskan keluar dari menara sihir. Dia kini berada di kerajaan Elaire. Mantan ratu ternyata anak mendiang Ratu Eleona. Sekarang Yang Mulia ingin membawa mantan ratu pulang. Jika mantan ratu menolak maka Yang Mulia akan melawannya dengan peperangan." Helena begitu terkejut, David ternyata melepaskan persahabatann
David menatap Ratu Estelle dari jauh. Ia takut Ratu Estelle terluka jadi ia memilih untuk menemui Kaisar Raymond. Akhirnya dia sampai di kekaisaran. Kini dia bertemu dengan Kaisar Raymond. "Kau datang setelah menjadi pengkhianat." Kaisar Raymond menyindir. Ia sangat membenci David yang tidak mendukungnya. "Kau pengkhianat David." David menunduk, dia membungkuk hormat lalu mengangkat wajahnya. Di tatapnya penguasa yang selalu ia hormati. "Yang Mulia jika anda memang menyukai mantan Ratu. Anda tidak mungkin melukainya." "Tentu saja David. Aku tidak ingin melukai Ratu." David tidak mengerti dengan ucapan Kaisar Raymond. Mengatakan cinta, tapi ingin menyakiti. "Apa anda ingin mengulang kesalahan yang sama?" Kaisar Raymond terdiam. Ia tidak mau mengulang kesalahan itu, tapi satu-satunya cara memberikan gertakan pada mantan ratu. "Bagaimana kalau seandainya mantan ratu memilih pergi selama-lamanya dari pada menikah dengan Yang Mulia?" Seketika Kaisar Raymond melebarkan ke
Ratu Estelle mengetuk dahinya. Ia ingat, ia pernah mengadopsi seorang anak namun Kaisar Raymond tidak mau. Kaisar Raymond tidak ingin membuat keturunannya nanti di halangi oleh anak itu. Padahal niat hati Estelle begitu tulus. Dia ingin membesarkan anak itu dengan baik dan menjauhkannya dari takh
"Ratu Estelle, aku sudah memberikan kenyamanan. Keinginan mu menjadi Ratu sudah aku penuhi, tapi kenapa kau mengusik wanita ku." Teriak Kaisar Raymond menggelagar di ruangan itu. Suasana begitu mencekam seolah akan mematikan siapa pun yang berada di ruangan itu.Ratu Estelle tersenyum miris. "Aku m
Kaisar Raymond melirik Duke Alerix. Ia merasa khawatir karena Helena akan di pertemukan oleh penjahat yang memang musuhnya. Awalnya ia tidak percaya namun karena mendengarkan perkataan Duke Alerix ia memiliki sedikit kepercayaan di hatinya. Ternyata di hadapannya bukanlah istrinya yang asli. "Eh
Deg Ratu Estelle merasakan dadanya terasa panas. Dengan nyeri yang seakan menghambatnya untuk bernafas. Untunglah Ana menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai. Dia tertegun dengan ucapan Kaisar Raymond yang menyuruh istrinya meninggal hanya demi wanita lain. Tidak pernah ia melihat pria sek







