Share

Membencinya

Author: Sayonk
last update publish date: 2026-05-28 15:38:58

Deg

Ratu Estelle merasakan dadanya terasa panas. Dengan nyeri yang seakan menghambatnya untuk bernafas. Untunglah Ana menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai. Dia tertegun dengan ucapan Kaisar Raymond yang menyuruh istrinya meninggal hanya demi wanita lain. Tidak pernah ia melihat pria sekejam Kaisar Raymond.

"Ada apa ini? sakit ini lagi. Pasti Ratu Estelle yang asli merasakan sakit ini setiap harinya. Kaisar Raymond aku sangat ingin menghajar wajah mu." Geramnya.

Ana menghapus air matanya. Hanya kali ini Ratu Estelle tidak mengamuk di ruangannya. Biasanya dia akan melampiaskan pada barang-barangnya.

"Yang Mulia Ratu sebaiknya kita pergi. Yang Mulia butuh udara segar." Ajak Ana. Setidaknya suasana hati dan perasaannya bisa tenang.

"Kasihan sekali Yang Mulia. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang Yang Mulia Kaisar," ucap seorang dayang.

"Yang Mulia Kaisar tau bahwa Yang Mulia Ratu tidak menarik."

Ana yang mendengarnya pun hendak berdiri dan memberikan hukuman.

"Tidak Ana, biarkan saja." Ratu Estelle menahan lengan Ana agar tidak membuat keributan. Dengan begini ia bisa memahami situasi bahwa kehidupan Ratu Estelle di istana di penuhi dengan orang yang membencinya.

Kehidupan yang kejam ini, pantas saja Ratu Estelle meninggal karena kesedihan yang mendalam. Kali ini, ia hidup di tubuh Ratu Estelle. Ia tidak akan meninggal seperti Ratu Estelle.

....

Duke Alerix sampai dengan cepat. Dia melihat istrinya hendak menyantap sebuah kue di taman dengan di temani oleh pelayannya.

"Tunggu," ucap Duke Alerix.

Dia mengambil kue di tangan Duchess Arabella.

"Duke ada apa?" Tanya Duchess Arabella terlihat bingung.

Duke Alerix memerintahkan pengawal pribadinya Edwin untuk mengecek semua makanan di hadapan Duchess Arabella.

Duke Alerix duduk di samping Duchess Arabella. Tidak mungkin ia mengatakan hal konyol tadi. "Aku hanya berjaga-jaga saja. Musuh kita sangat banyak. Siapa tau ada yang menyusup."

"Tuan Duke di makanan Nyonya Duchess memang ada racun. Dan racun ini merupakan racun es."

Duke Alerix mengepalkan kedua tangannya. Ucapan Estelle memang bener. Ia menebak Estelle bisa melihat masa depan. Tapi ia tidak akan percaya terlalu mudah. Ia harus kembali mengetesnya lagi.

Duchess Arabella dan pelayan di sampingnya juga terkejut. Entah mengapa racun di makanan itu bisa lolos. Padahal penjagaan mereka begitu ketat.

"Duke aku tidak tau kalau seperti ini. Lalu bagaimana dengan Ratu Estelle. Apa dia baik-baik saja? Musuh di sini saja bisa lolos dengan mudah."

Duke Alerix tersenyum. "Kau tidak perlu khawatir. Istana tidak mudah di lalui." Ia harus menemui Kaisar Raymond "Aku ke istana dulu."

Duchess Arabella mengangguk. Dia menatap punggung Duke Alerix yang perlahan jauh dengan langkah tergesa-gesa.

Sementara itu, Ratu Estelle sedang menuju di sebuah rumah sederhana di hutan. Dia menatap rumah sederhana yang begitu sejuk.

"Jadi di sini tempat dia tinggal." Ratu Estelle turun dari sebuah kereta. Dia melangkah dengan di ekori oleh Pelayan Ana.

Seorang pria berumur 12 tahun. Dia tersenyum dan membungkuk hormat. "Salam hormat Ratu."

Ratu Estelle membantu Asher berdiri. "Jangan seperti ini. Sudah berapa kali aku katakan." Estelle mengusap pucuk kepala Asher. Suatu saat nanti Asher menjadi pengawal bayangannya.

Asher aku tidak ingin kau meninggal karena aku. Kelak kita menjalani hidup berdua saja. Kita tidak perlu berada di dekat istana, dekat dengan orang istana.

Asher mengerutkan keningnya. Dia akan meninggal, tapi anehnya wanita di hadapannya tidak membuka mulutnya dan ia bisa mendengarkan suara hatinya.

"Kakak sebaiknya istirahat dulu. Aku akan membuatkan kue kesukaan Kakak," ucap Asher. Ia ingin berbicara dengan Ana.

Ratu Estelle mencubit pipi Asher. "Kau memang adik yang baik."

Ratu Estelle pun pergi. Dia menuju ke dalam rumah itu. Asher menatap Ana dengan wajah serius.

"Ana apa kau bisa mendengarkan sebuah suara?"

Ana mengerutkan keningnya dan ia mengangguk. Ia bisa menebak bahwa Asher juga mendengarkan isi hati Ratu Estelle.

"Iya Asher. Aku juga mendengarkannya. Sejak bangun Ratu Estelle berbicara di dalam hatinya aku bisa mendengarkannya. Hanya saja aku berharap Baginda Kaisar tidak mengetahuinya atau tidak mendengarkannya." Ia sangat takut karena ucapan Estelle memaki Kaisar Raymond.

"Dan kau percaya suara itu?"

"Aku masih bingung. Tadi Duke Alerix menemui Baginda Kaisar dan Ratu Estelle mengatakan di dalam hatinya bahwa akan ada orang yang meracuni istrinya. Jadi Duke Alerix buru-buru mengeceknya sendiri. Kalau benar berarti Ratu Estelle bisa melihat masa depan."

Asher mengangguk, ia paham ucapan Ana. "Baiklah, tugas kita hanya menjaga Ratu Estelle."

"Kau harus berhati-hati. Aku takut ucapan Ratu Estelle benar. Dia hanya memiliki mu."

Asher tersenyum. "Baik, ayo kita masuk."

Ratu Estelle membaca buku dan sudah sekian menitnya ia menunggu kue buatan Asher. Dan yang di tunggu-tunggu pun tiba. Harum aroma kue itu menyerbu masuk ke dalam hidungnya. Ia langsung menyantap kue itu.

"Asher, Ana ayo duduk kita makan bersama. Ana jangan sungkan."

Ana tersenyum, mereka pun makan dengan nikmat di selangi dengan obrolan hangat.

Sementara itu, dari jauh seorang pengawal bayangan menatap kehangatan mereka. Ratu Estelle justru terlihat beda, lebih ceria, lebih hangat dan wajahnya tidak lagi ada kesedihan. Biasanya Ratu Estelle berbagi kesedihan dengan Asher dengan menceritakan Kaisar Raymond dan kali ini tidak lagi.

"Apa itu Ratu Estelle?"

Pria itu langsung menghilang bagaikan angin. Dia kembali menuju istana untuk Tuannya.

Ratu Estelle kembali tepat sore harinya, dia menatap Duke Alerix dan Kaisar Raymond yang berpapasan dengannya. Dia merasa sial karena selalu berpapasan dengan mereka.

Pasti dia sedang mau menemui Helena. Oh iya malam ini pasti terjadi sesuatu pada Helena. Karena Helena dekat dengan Kaisar Raymond sudah pasti dia yang menjadi target musuh Kaisar Kulkas ini. Untunglah aku tidak terlalu dekat dengan mereka.

"Ratu Estelle datang dariman saja kamu? Lihat, ini jam berapa. Kau bahkan keluyuran di luar istana dan meninggalkan pekerjaan mu."

Ratu Estelle tertawa lepas. "Anda pikir saya badut anda. Saya tidak akan melakukannya. Suruh Helena saja. Saya tidak mau melakukannya."

Dulu aku mencintai mu, mengemis kasih sayang semua orang, tapi tidak kali ini. Aku membenci kalian batin Ratu Estelle.

Duke Alerix tertegun. Seperti inilah kehidupan putrinya di istana. Di abaikan oleh Kaisar Raymond. Ia kira Kaisar Raymond sedikit saja berbuat baik pada Ratu Estelle.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Obat penggugur kandungan

    David keluar dari ruang pribadinya. Dia terkejut melihat putri Estelle yang berdiri di depan pintu. "Putri." David menunduk. Ia tidak mungkin mengatakan sejujurnya. Kalau ia mengatakan bahwa ia membantu Helena pastinya Ratu Estelle tidak akan senang. Dia mungkin akan salah paham padanya. "Aku penasaran apa yang Helena katakan pada mu? apa dia mengancam mu?" Mengingat bagaimana Helena melakukannya pada Henry pasti dia akan melakukannya juga pada David. "Putri tenang saja. Ancaman Helena tidak akan mempan pada ku." "David, aku tidak akan memaafkan mu jika mengecewakan Putri." Ancam Alberto. "Benar, aku tidak akan tinggal diam." Henry menimpali. "Baiklah, aku pergi dulu." Ia berharap David tidak bohong. "Al apa kamu bisa menyelidikinya. Aku rasa ada kebohongan di antara mereka." .... Kaisar Raymond sekatika melebarkan kedua matanya. Perkataan pengawal di hadapannya mengguncang tubuhnya. Ia tidak pernah menyentuh Helena. Wanita itu hamil bukan darinya. "Helena dia hamil? dia b

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Surat dari helena

    Dalam sekejap dunia Helena menjadi hancur. Ia hamil tentu saja bukan dengan Kaisar Raymond. Semua rencananya hancur gara-gara Ratu Estelle. Seharusnya ia dulu membunuhnya saja. "Aku, aku hamil? Tolong katakan pada Yang Mulia bahwa aku hamil." Dokter pria muda itu mengerutkan keningnya di balik kaca matanya. Ia curiga anak kendungnya anak Kaisar Raymond. "Aku akan mengatakannya pada Yang Mulia." "Tolong katakan juga pada David. Maksud ku Ketua Penyihir. Dia sahabat ku. Dia pasti mengkhawatirkan aku." Dokter pria itu menghela nafas. Wanita di hadapannya mungkin tidak tau bahwa David dinyatakan berkhianat. "Apa kau tidak tau. Tuan David telah berkhianat dan dia telah memutuskan keluar dari menara sihir. Dia kini berada di kerajaan Elaire. Mantan ratu ternyata anak mendiang Ratu Eleona. Sekarang Yang Mulia ingin membawa mantan ratu pulang. Jika mantan ratu menolak maka Yang Mulia akan melawannya dengan peperangan." Helena begitu terkejut, David ternyata melepaskan persahabatann

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Helena hamil

    David menatap Ratu Estelle dari jauh. Ia takut Ratu Estelle terluka jadi ia memilih untuk menemui Kaisar Raymond. Akhirnya dia sampai di kekaisaran. Kini dia bertemu dengan Kaisar Raymond. "Kau datang setelah menjadi pengkhianat." Kaisar Raymond menyindir. Ia sangat membenci David yang tidak mendukungnya. "Kau pengkhianat David." David menunduk, dia membungkuk hormat lalu mengangkat wajahnya. Di tatapnya penguasa yang selalu ia hormati. "Yang Mulia jika anda memang menyukai mantan Ratu. Anda tidak mungkin melukainya." "Tentu saja David. Aku tidak ingin melukai Ratu." David tidak mengerti dengan ucapan Kaisar Raymond. Mengatakan cinta, tapi ingin menyakiti. "Apa anda ingin mengulang kesalahan yang sama?" Kaisar Raymond terdiam. Ia tidak mau mengulang kesalahan itu, tapi satu-satunya cara memberikan gertakan pada mantan ratu. "Bagaimana kalau seandainya mantan ratu memilih pergi selama-lamanya dari pada menikah dengan Yang Mulia?" Seketika Kaisar Raymond melebarkan ke

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Siap berperang

    Setelah kemarahan Duke Alerix, Raja Edgar dan Ratu Estelle. Kini istana diam dalam keheningan. Rumor telah menyebar jika Ratu Estelle menolak kembali menjadi ratu maka akan terjadi peperangan. Ada beberapa bangsawan setuju dan ada beberapa bangsawan yang kurang setuju dan pada akhirnya setuju. Mereka tidak ingin di kuasai oleh kekiasaran dab bertindak semena-semena. Selama ini kekaisaran tidak menghargai orang. Siluman saja di buat budak. Kini mereka percaya bahwa Ratu Estelle bisa mengalahkan Kaisar Raymond. Dengan bantuan, Duke Alerix, Raja Henry, Penyihir David dan Alberto. Sedangkan Duchess Anabella dan Jenderal Alex kembali ke kediamannya. Duchess Anabella belum menerima keinginan Duke Alerix yang membela Ratu Estelle. Hatinya bagaikan di tancap duri namun masih berfungsi. Rasa sakitnya terus mencubit seluruh tubuhnya. Duchess Anabella merasa dirinya tidak seberuntung orang lain. Seorang pria yang melakukan apa pun demi wanitanya."Ibu, apa anda baik-baik saja?" tanya J

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Duke Alerix meminta bercerai

    "Duchess Anabella apa kau bisa menjelaskan semua ini?" Sangat sulit ia mendapatkan maaf dari putrinya lalu istirnya menambah lagi masalah. "Kenapa?" Duchess Anabella mengangkat wajahnya. "Dia anak wanita yang kau kagumi diam-diam. Kau mencintainya, tapi kau malu mengakuinya." Duke Alerix tidak bisa menyalahkan Duchess Anabella. Ia tidak ingin melimpahkan kesalahannya. "Aku sudah menahannya demi dirimu. Jadi aku mohon jangan lukai perasaan Estelle. Dulu aku bodoh karena mengabaikannya. Sekarang aku menyesalinya. Aku menepis semua perasaan ku agar tidak menyakiti mu." "Aku menolak keras perasaan itu. Jadi jangan menyakiti Estelle. Tolong hargai perasaan ku sebagaimana aku menghargai perasaan mu dulu. Pergilah, aku harus menyelesaikannya. Bahkan jika aku berlutut seumur hidup ku tak akan mampu mengganti pengorbanannya." Duchess Anabella menangis tersedu-sedu. Sekalipun menjadi kekasihnya yang telah tiada, tapi justru ia sangat cemburu karena cinta itu tidak berubah. Duke Aleri

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Bukan keinginannya

    "Ibu anda harus menahannya." Jenderal Alex tidak ingin Duchess Anabella bersitegang dengan Ratu Estelle. Semenjak tau Duke Alerix berada di makam Ratu Eleona. Ibunya sangat marah. "Aku senang kau bertemu dengan keluarga mu." Duchess Anabella tersenyum tipis. "Dimana suami ku?" Melihat wajah Duchess Anabella. Ratu Estelle merasakan bahwa wanita di hadapannya pasti kesal padanya. "Ada di pemakaman ibu ku." "Anda sungguh anak berbakti." Sindir Duchess Anabella. "Anda menyindir saya Duchess Anabella. Apa yang di lakukan pada saya seharusnya memang bertanggung jawab." "Keluarga Duke membesarkan mu dengan baik?" Ratu Estelle tertawa, sungguh ironis jika dikatakan membesarkannya dengan baik. "Penghinaan, cacian, kelaparan, apa itu membesarkan dengan baik?" "Dia ayah mu, tidak sepatutnya kau menyuruhnya bersujud." Aku jadi curiga batin Ratu Estelle. Ratu Estelle tidak akan sanggup jika ada orang yang menghina ibunya. Siapa pun itu, ia tidak terima. "Apa anda cemburu sama ora

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Bukan Wanita Mandul

    "Walaupun gelang ini pemberian Yang Mulia. Aku merasa senang karena bisa memberikannya pada Yang Mulia Ratu." Ana melirik Ratu Estelle, dia pun mengambilnya dari dayang Mia. "Yang Mulia, saya senang anda menerima saya sebagai sahabat dan nantinya sebagai Selir Baginda Kaisar. Saya merasa sang

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Gelang Bekas

    Ana tergesa-gesa membawa kabar buruk. Dia baru saja melihat dengan kedua matanya sendiri bahwa Kaisar Raymond membawa seorang wanita. Kaisar Raymond hanya menatapnya tanpa sepatah kata apa pun. Ana merasakan dadanya sesak seperti melihat bagaimana reaksi Ratu Estelle nanti. Pasti sangat menyakiti

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Membawanya

    Kaisar Raymond melirik Duke Alerix. Ia merasa khawatir karena Helena akan di pertemukan oleh penjahat yang memang musuhnya. Awalnya ia tidak percaya namun karena mendengarkan perkataan Duke Alerix ia memiliki sedikit kepercayaan di hatinya. Ternyata di hadapannya bukanlah istrinya yang asli. "Eh

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Rencana Bercerai

    "Ratu Estelle, aku sudah memberikan kenyamanan. Keinginan mu menjadi Ratu sudah aku penuhi, tapi kenapa kau mengusik wanita ku." Teriak Kaisar Raymond menggelagar di ruangan itu. Suasana begitu mencekam seolah akan mematikan siapa pun yang berada di ruangan itu.Ratu Estelle tersenyum miris. "Aku m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status