ホーム / Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 44: Tuan Muda Sedang Diculik Raja

共有

Chapter 44: Tuan Muda Sedang Diculik Raja

last update 公開日: 2026-01-05 00:34:14

“Aku tak mengerti masalahmu, sungguh.”

“Kalau begitu kau bisa memikirkannya bukan, apa masalahmu denganku Frederitch?”

Friday memandang Wanita itu dingin. “Sikapmu yang membebaskanku, menolongku, dan membantuku bukanlah cuma-cuma, bukan?" terka Friday pada Wanita yang duduk disebelahnya itu.

Wanita dengan perangai yang elegan, duduk dengan menegak segelas cairan merah. “Kau cerdas, Fredericth. Tak diragukan dari tunanganku," ledek Wanita itu menatap Friday aka Frederitch Drew Raymond dengan ke
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 100 : Tempat yang Kau Sentuh

    “Benar sekali, aku dan Fred akan menemui Liriel kemudian kalian berdua sebaiknya mengawasi gerak gerik Alphonse,” ucap Valyria.“Bagaimana caranya?” tanya Panacea.“Oh di dunia ini Alphonse adalah Richard, dia dosen dikampusku, untuk melihat Kuliah Tamu yang akan diadakan mala mini di Gedung Auditorium, tenanglah acara ini untuk umum jadi kalian bisa masuk,” ucap Valyria mulai Menyusun strategi.Tiba-tiba kepala Valyria terasa sakit dan terbesit penggalan ingatan Valyria itu lagi. Valyria teringat jika Frederitch saat ini sedang koma bahkan Narendra sampai harus mempersiapkan tubuh ini untuknya, lantas jika kehebohan di dunia ini usai bagaimana dengan nasib dari suami terkasihnya ini?“Val, mari kita istirahat dulu,” ucap Fredericth sambil menyentuh dahi Valyria.Panacea mengangguk setuju karena reaksi Valyria yang tiba-tiba tegang itu sangat ganjil. “Tuan Muda, kita bisa lanjutkan besok, jangan memaksakan dirimu,” ujar Panacea juga.Frederitch langsung menggendong tubuh Valyria untuk

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 99 : Orang-orang yang Melintasi Bayangan

    Suara pintu berdecit terbuka menampaki seorang Pemuda Berambut hitam Panjang diikat ekor kuda melangkah masuk. Didalam ruang kerja itu hanya tampak seorang Pria tengah berkutat dengan laptop kemudian mendecak sebal. “Nona Valyria, Anda belum mengumpulkan kerangka proposal sama sekali,” ucap Pria itu belum menyadari kedatangan Si Pria Berambut hitam.“Sire, akhirnya aku bertemu denganmu setelah bersusah payah mencarimu,” ucap Pria berambut Panjang itu.“Siapa kau?” decak Si Pria berkacamata.“Anda itu Alphonse Caleum, nah … kita akhiri basa-basi ini Tuanku,” ucap Lyn Sander yang berhasil menemui Richard atau reinkarnasi Alphonse.“Keluar dari ruanganku!” bentak Richard.“Memoria animae… aperi veritatem,” ucap Lyn Sander terlanjur merapalkan mantera lebih dulu.************************Valyria memandangi seisi ruang kerja milik Narendra. Kini ia sudah Bersama Frederitch berada didalam ruangan itu lebih dulu sembari menunggu kedatangan William dan Tarra. Valyria meletakkan buku clandesti

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 98 : Reuni

    "Jadi, aku memang suamimu?" Frederitch bertanya sembari menyambar tangan Valyria untuk ia genggam. "Ya Tuhan, jadi selama ini ... semua keanehan dan keraguanku bukanlah sesuatu yang salah, aku memang kekasihmu!" Frederitch tampak bersuka-cita berucap pada Wanita yang tertegun dihadapannya itu. Valyria mengangguk pelan dengan wajah memerah malu. "Aku bersyukur kau tidak bereaksi defensif terhadapku usai aku memberitahu hal ini padamu," ucap Valyria. "Demi Tuhan aku memang masih bingung tapi aku senang kau tidak menolak perasaanku," sahut Frederitch cukup lantang. Suara Frederitch itu membuat seisi Cafe memandanginya tapi kebanyakan Para Wanita kagum karena sosok rupawan seperti Frederitch tak perduli mengakui cintanya pada Valyria. Valyria mendeham sejenak. Kemudian ikut menggengam tangan Frederitch yang besar dan hangat itu. "Frederitch aku butuh bantuanmu untuk badai yang akan datang lagi," ucap Valyria. "Katakan," perintah Frederitch kini kembali serius dan tenang. "Aku butuh

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 97 : Perang Akan Dimulai

    "Harlan, mau kemana?" tanya Liriel pada Harlan yang membawa kopernya. Harlan terdiam sejenak, sikapnya pada Liriel jadi dingin beberapa hari ini usai mengetahui kedekatan Liriel dengan teman lamanya, Albert. "Aku ingin menenangkan pikiranku sejenak, jaga dirimu dan anak kita nanti aku akan sesekali kemari," ucap Harlan. "Tidak! kau tak berhak meninggalkanku!" teriak Liriel. "Kau juga tak berhak mengkhianatiku Liriel!" bentak Harlan. Liriel langsung terdiam usai dibentak oleh Harlan. Ia hanya bisa memandangi pasrah suaminya yang berjalan keluar dari rumah kecil ini. Liriel langsung menaruh dendam pada Valyria karena berhasil menerka semuanya. Alih-alih menyesali perbuatannya, Liriel langsung bergegas kekamarnya setelah itu mengobrak-abrik nakas meja. Ia mengambil berkas-berkas kertas yang ada disana. Liriel meraih ponsel genggamnya kemudian tampak menghubungi nomor seseorang. "Benar ini aku, dokter Liriel, aku menerima tawaran kerja samamu," ucap Liriel. Ia menatap tajam sejenak.

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 96 : Tuan Muda di Dunia Modern

    Hal pertama yang Valyria lakukan setelah keluar dari Rumah Sakit adalah menghubungi Pengacaranya dan membuat jadwal persidangan untuk memindahkan aset dan kekayaan keluarga Kinaru kembali padanya. Valyria sudah cukup dibohongi oleh Paman dan Bibinya itu. Valyria ingin mengambil kembali kenangan dari Orang Tuanya. "Kurasa barang Tuan Muda hanya ini saja," ucap Tarra yang habis membantu mengemasi barang-barang Valyria di ruang perawatan sementara Valyria baru selesai menelpon Pengacaranya. Valyria mengangguk. "Aku akan pergi pulang, sebelum Frederitch datang menjemputku," ucap Valyria."Memangnya kenapa jika aku menjemputmu?" celetuk Frederitch yang sudah ada diambang pintu. Valyria menghela napas cukup panjang. Dia hanya tak mau berdebat dengan sikap protektif Frederitch. "Aku sudah sembuh biarkan aku kembali pulang untuk mengurus hidupku lagi," ucap Valyria pasrah. "Aku paham, biarkan aku mengantarmu pulang." Frederitch berucap sembari mendekap tubuh Valyria yang lebih kecil darin

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 95 : Orang dari Mimpi

    "Anda pasienku, Nona Valyria Soga Kinaru, meski wajah Anda sangat familiar." Dokter itu menjawab. "Maafkan aku Dokter Will, Valyria dalam masa sulit," sahut Tarra tak nyaman sambil meraih pergelangan tangan Valyria. "Ayo, aku antar kembali ke kamarmu," ajak Tarra. "Wajahku bukan kebetulan kau kenal Dokter," ucap Valyria.Sang Dokter tertegun mendengar ucapan Valyria, ia sempat menatap kedua mata kenari Valyria yang menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Dokter itu menghela napas kemudian berjalan menuju koridor rumah sakit. Ia meraih ponsel genggamnya kemudian menelpon seseorang. "Direktur sudah tiada, ketahuilah posisimu yang penting untuk Rumah Sakit ini jadi besok kami akan mulai mengadakan rapat, kau harus hadir Frederitch," ucap Dokter William pada ponselnya. "Aku tahu itu, jadi bagaimana keadaan permaisuriku saat ini Will?" Dokter William menghela napas sejenak. "Frederitch, keadaannya lebih stabil, kenapa kau baru bilang jika sudah menikah?" "Keadaannya sulit untuk

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 62: Keberadaan Terdahulu

    "Ah, maafkan aku."Ellis mendadak murung, ia mulai bosan kerap kali disangka sebagai Valerin Grayii. “Aku tahu, pasti ujung-ujungnya begini.” Ellis berucap sambil beranjak berdiri, menatap seluruh rumah kosong ini sebagai pengalihannya.“Aku memang tak tahu ini dimana, tapi aku merasa tak asing den

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 62 : Ksatria yang Tersesat

    “Jangan ada yang menghidupkan pematik api! Apapun rencana kalian terhadap Sang Raja, Dust Bones tidak akan kalah!”Alphonse mendengar suara lantang Ellis, sontak Alphonse membulatkan kedua mata emeraldnya. “Kenapa kita keluar jalur? Ellis?” tanya Alphonse cemas pada jendela keretanya.Salah seorang

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 61 : Penyergapan Dadakan

    Wanita itu menghela napas. “Permaisuri jatuh sakit, karena mereka semua baru tahu mengenai kehamilan kedua permaisuri," ujar penasehat Louisa.Kedua lutut Ellis mendadak lemas, perasaan perihnya sampai menusuk dada. “B-baik penasehat Louisa.” Ellis berusaha tegar, pada kedua mata yang kapan saja bi

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 60: Ksatria Sakit Hati

    Auguste dan Angelise kini berjalan dikoridor istana, keduanya sama-sama terdiam usai terkejut bertemu dengan sosok yang mirip dengan Valerin Grayii. Sampai Auguste sontak berucap sendiri. “Apa-apaan wajah itu? Jelas mirip dengan buronan kita,” celetuk Angelise.Aguste yang berjalan disamping Angeli

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status