Share

Chapter 56: Bunga yang Mekar

last update publish date: 2026-01-20 13:52:07

“Tidak ada hal yang perlu kukatakan kepadamu, karena aku tahu semua niat busukmu," ucap Valerin Grayii kepada Alphonse.

"Jika begitu ... apa dengan kebusukan yang kau maksud Earl?" tanya Alphonse dengan tatapan dinginnya.

Sang Earl of Hortensiaburg, menatap sang king of DustBones tak bergeming. “Kau ingin aku mengendalikan mereka semua ini bukan? Sebelum itu katakan apa wabah semakin buruk ini juga ulahmu?” tanya Valerin. Dia juga mengepalkan kedua tangannya, tindakan Alphonse Caleum yang baru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 83 : Pertarungan di Boerhavia

    “Bawa aku bersamamu ke Boerhavia!” teriak Ellis dengan lantang. Teriakan Ellis seolah mantera bagi Boerhavia. Mereka berdua langsung berpindah ke Boerhavia saat itu juga. Boerhavia adalah tempat kehancuran, isinya hanyalah puing-puing sisa bangunan fasilitas penelitian dengan langit merah padam sebagai latarnya. Ellis terdiam memandangi perubahan disekelilingnya setelah itu beralih menatap Frederitch yang malah sedang waspada. “Apakah ini Boerhavia?” tanya Ellis. “Benar, inilah Boerhavia, selamat datang dalam dimensi kehancuran … disini tidak ada kehidupan kecuali energi jahat yang melimpah ruah, Obscure hanya percikan dari tempat ini,” jawab Frederitch sembari mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya. Ellis hanya terdiam memandangi tempat yang menyeramkan ini. Ia tak habis pikir jika tempat mengerikan ini adalah hasil dari perbuatan Liriel dimasa lalu. Srrrryash! Bunyi tebasan pedang dari Frederitch yang berdiri didepan Ellis. “Waspadalah, tempat ini adalah kumpulan Obscure ti

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 82 : Selamat Jalan dokter Louisa

    "Aku juga mengenalmu dengan baik sejak kita berada di Akademi, aku, kau, Valerin dan Frederitch, tapi ... Valerin yang kita tahu saat ini bukanlah Pria yang pernah kau cintai dulu, dokter," ucap Alphonse sembari menarik pedang dari sarung pedang milik Matthias yang ada didekatnya kemudian menghunuskan pedang itu pada dokter Louisa. dokter Louisa langsung sekarat. Ia masih berdiri melihat cairan merah yang merembah luah dari perutnya itu. Kemudian ia terkapar jatuh tak sadarkan diri. "Tekadku sudah bulat, setelah kutaklukkan Boerhavia maka Dust Bones akan jadi Kerajaan yang tak tertandingi!" bentak Alphonse. Sebelumnya …“Louisa, kau tahu bukan jika Yang Mulia hendak memasuki wilayah terlarang?” Pria Paruh Baya berambut putih oleh uban itu mendekati seorang Wanita yang sedang berdiri di Benteng Kerajaan Dust Bones.Malam hari ini udara tak hanya dingin namun sepi. Wanita berambut hitam Panjang itu hanya bisa diam mematung mengabaikan Jenderal Cyprus yang menghampirinya. “Apa yang

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 81 : Raja Tirani

    "Aku benar-benar tak percaya dengan kabar ini, bagaimana bisa selama ini Pengkhianat Kerajaan bisa hidup bersama dengan kita Yang Mulia? terlebih sekarang dia menjadi Permaisuri di Craver Rose, sungguh licik," ucap Mathias yang baru memasuki ruang rapat di Istana Kerjaan Dust Bones.Mathias tak lagi menyembunyikan raut wajah bencinya itu terhadap Ellis. Ia duduk dengan wajah masam kemudian melipat kedua tangan didada bahkan Pria itu belum melepaskan baju zirahnya. Ia menatap Raja Dust Bones yang hanya diam mematung itu. "Jangan katakan Yang Mulia selama ini sudah tahu itu?" terka Mathias. "Matthias, jaga ucapanmu pada Yang Mulia," tegur Jenderal Cyprus. Matthias menggeleng sembari menghela napas. "Anda tahu betapa bencinya aku dengan Earl Grayii, dia alasan seluruh keluargaku lenyap karena Obscure," celetuk Matthias. "Itu benar tapi Earl Grayii berkat Earl Grayii yang muncul di peperangan dengan Brunia tempo waktu lalu, wabah di medan perang berhenti dan tak menyebar masuk ke wil

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 80 : Lentera Doa Berkabung

    Mentari pagi menyingsing, Ellis terbangun karena berkas cahaya yang menyelinap masuk diantara celah jendela. Ia tak mendapati Suaminya di ranjang Kasur. Ellis langsung beranjak berdiri untuk mencari Si Rambut Pirang itu.Seisi Kastil sudah Ellis telusuri. Ia berjalan pelan dengan gaun tidur dan kain menutupi kedua bahu telanjangnya. Hari masih pagi meski matahari sudah menaik. Suaminya itu memang vampir tapi Frederitch lebih manusia dari manusia itu sendiri.“Apa Frederitch tidak meninggalkan pesan padamu Panacea?” tanya Ellis cemas.Panacea menggeleng. “Tidak, Tuan Muda.”Ellis langsung beranjak ke kamarnya. Ia langsung mengganti pakaian. Kemudian keluar terburu-buru. “Aku titip Vila ini padamu Panacea, jika Frederitch muncul sebelum aku tiba katakanlah gunakan link untuk memanggilku,” ucap Ellis sembari beranjak pergi.Panacea bahkan tak sempat untuk mencegahnya karena Ellis keburu pergi. Helaan napas Panacea terdengar cukup Panjang saat itu. “Bagaimana bisa kukatakan jika Yang Muli

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 79 : Pernikahan Putih

    "Bersulang untuk pernikahan yang mulia Frederitch dan yang mulia Ellis!" William berseru sembari mengangkat gelasnya."Bersulang!" Semua tamu undangan pun bersuka cita seraya bersulang atas pernikahan Frederitch dan Ellis."Ah, betapa cantiknya Tuan Muda," ucap Panacea terkagum-kagum melihat Ellis yang berdampingan dengan Frederitch itu.Pesta pernikahan ini hanya digelar di Kuil Bulan dan pesta kecil yang diadakan dihalaman Kuil itu pula. Ini semua permintaan Ellis karena ia ingin pernikahan ini sederhana dan dihadiri orang-orang yang dikasihinya, tak lupa juga Mantan Raja Dust Bones meski Putri Primavera tampak absen.Sepasang pengantin baru itu duduk di kursi, tepat di atas altar dengan pakaian serba putih. Pengantin pria yang tampan juga mengangkat gelasnya dan pengantin wanita yang cantik sedang tertunduk malu.Tatapan teduh Frederitch melirik Ellis. "Kenapa Ellis?" tanyanya.Ellis hanya gugup dengan pernikahan ini karena akhir bahagia yang terasa tak nyata sedang ia terima. "A-a

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 78 : Hidup Bersama

    "Kenapa kau baru katakan itu Na?!" jerit Ellis yang kesadarannya bercampur dengan Liriel. "Sudah kukatakan, aku rela jadi apapun untukmu, aku selamatkan keturunanmu, dan aku penjarakan ragamu bersama Albert di Boerhavia, semua demi kau!" bentak Frederitch dengan kedua mata merah lembayungnya yang menyalang. Sama halnya dengan Ellis, Frederitch kala ini sedang terpengaruh oleh Leluhurnya, Narendra.BRAKKKKK! Sebuah tangan memukul tengkuk Ellis dengan cepat sehingga Ellis langsung tak sadarkan diri. Seseorang langsung meraih tubuh Ellis yang pingsan itu setelahnya ia meniupkan taburan serbuk putih pada Frederitch yang langsung membuat Frederitch kembali pada dirinya. "Sungguh? akulah orang yang harusnya paling murka akibat perlakuan kalian berdua, kalian jelas-jelas sudah mencuri permata paling berharga dari Suku Gandaria dan sekarang malah aku yang harus mengurusi pertengkaran pasangan ini," omel Panacea panjang lebar. Dialah orang yang muncul untuk melumpuhkan Ellis dan menyadarka

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 77 : Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan

    "B-bagaimana bisa?""Oh Yang Mulia, Anda pura-pura tak tahu tetapi aku tahu, leluhurmu pasti menceritakan kisah lama bagaimana bangsa kalian bisa ada, bukan?" Semua orang di ruang makan itu terpukau saat Ellis melepaskan sanggul rambutnya yang langsung berubah berwarna perak. Ellis sudah tahu semu

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 76 : Seseorang yang Menyembuhkan

    Kedua mata Ellis perlahan-lahan terbuka. Hal pertama yang ia lihat adalah Frederitch yang sedang memengangi tangannya sembari tertidur dengan posisi terduduk di kursi yang ada disamping pinggiran ranjang kasur. "Frederitch," ucap Ellis bersuara parau memanggil Pria itu. Frederitch langsung terper

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 75 : Dongeng Putri Tidur

    Frederitch jalan tak perduli melintasi Panacea. “Dia akan dalam lindunganku,” ucap Frederitch lagi.Keputusan Fredericth adalah membawa serta Ellis yang sudah mendapatkan ingatannya sebagai Valerin ke Crave Rose. Ellis berada dalam ambang batas koma usai menghabiskan seluruh energinya untuk menarik

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 74 : Dongeng 1000 Malam

    “Kau berbicara terlalu kuat, bagaimana jika orang tahu identitas aslimu, Narendra Marcel?” ketus Liriel seraya menyeka air matanya sendiri. Narendra terkekeh dengan ucapan Liriel. “Haha, kau bercanda saja, vampire sepertiku sudah berpengalaman. Sebaiknya kau istirahat saja, kalau begitu Yuta bisa t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status