ログインMalam itu, Grand Ballroom Hotel Hargens disulap menjadi lautan kemewahan. Lampu-lampu kristal raksasa memancarkan pendar keemasan, memantul apik pada deretan gelas sampanye dan perhiasan miliaran rupiah milik para elit Jakarta.
Ini adalah malam penobatan bagi Clarissa. Malam di mana ia akan diresmikan sebagai "Malaikat Keluarga Hargens", sosok muda yang dicitrakan memiliki kepedulian sosial tanpa batas. Di sudut ruangan yang agak temaram, Calvin Hargens berdiri tenang. JJiwa di Dalam KacaRuangan itu dingin, suhunya hampir membeku. Tidak ada tabung organ atau pasien di sini. Ruangan itu dipenuhi oleh deretan server raksasa yang berkedip-kedip, dan di tengahnya, terdapat sebuah tabung silinder besar berisi cairan biru yang bercahaya. Di dalam cairan itu, melayang sebuah struktur kristal rumit yang terhubung dengan ribuan serta optik.Kylie mendekati konsol utama. Ia mulai mengetik, mencari data tentang dirinya.Layar monitor raksasa di dinding menyala.SUBJEK: KYLIE SLAVONIA (STATUS: TRANSFER SELESAI)WADAH: KYARA ARDENNES (STATUS: SINKRONISASI 98%)Kylie membaca data itu dengan tangan gemetar. Ternyata benar. Mereka sengaja menabrak Kylie karena gelombang otaknya cocok dengan tubuh Kyara. Tapi kenapa?Kylie mengetik lagi, mencari data tentang pemilik tubuh asli ini.SEARCH: KYARA ARDENNES (ORIGINAL CONSCIOUSNESS)Layar berkedip merah, lalu menampilkan sebuah file yang terkunci.STATUS: DISIMPAN / DORM
Kabut di Kaki Gunung GedeMalam di Sukabumi tidak seperti malam di Jakarta. Di sini, kegelapan terasa lebih pekat, seolah hutan-hutan pinus di kaki Gunung Gede menyimpan napas purba yang enggan diganggu. Kabut tebal turun perlahan, menyelimuti jalanan aspal yang berkelok-kelok, membatasi jarak pandang hanya sejauh beberapa meter.Sebuah truk boks logistik berwarna putih melaju pelan menembus kabut itu. Di badannya tertulis "MEDIKA LOGISTIK"—sebuah perusahaan cangkang yang digunakan Lazarus untuk memasok kebutuhan fasilitas mereka.Di balik kemudi, Bimo mengenakan seragam kurir berwarna biru muda, lengkap dengan topi yang menutupi sebagian wajahnya. Di sampingnya, Kylie duduk tegak. Ia mengenakan seragam yang sama, rambutnya disembunyikan di balik topi, dan wajahnya tanpa riasan—hanya masker medis yang menutupi separuh wajahnya."Suhu udara turun drastis," gumam Bimo, matanya awas menatap jalanan yang licin. "Menurut data satelit, pintu masuk fasilitas itu ada dua
Pena yang Lebih Tajam dari BelatiPagi hari setelah kejatuhan Menteri Wirawan, Jakarta gempar. Tajuk utama di seluruh media massa menampilkan foto sang Menteri yang tampak lunglai saat dievakuasi dari ruang cerutu kedutaan. Skandal korupsi, pencucian uang, hingga keterlibatan dalam eksperimen ilegal menyebar seperti api yang disiram bensin.Namun, di sebuah sudut kafe yang remang-remang di jantung kota, seorang pria bernama Bimo tidak tertarik pada narasi arus utama. Di hadapannya, tertumpuk puluhan foto Kyara Ardennes—dulu dan sekarang.Bimo adalah wartawan investigasi kawakan yang dikenal sebagai "Anjing Pelacak". Ia tidak mengejar uang; ia mengejar kebenaran yang tidak masuk akal."Ada yang salah," gumam Bimo sambil menyesap kopi pahitnya. Ia membandingkan foto Kyara setahun lalu—saat ia tampak ketakutan di samping Calvin—dengan foto Kyara semalam saat keluar dari kedutaan. "Sorot mata tidak bisa dioperasi plastik. Gestur tubuh tidak bisa dibeli dengan uang."
Kesunyian di Ruang CerutuKylie melepaskan diri dari pelukan Calvin. Ia memberikan isyarat mata yang berarti, "Urus para pengawal di luar, aku yang akan menangani ular itu."Ia menyelinap di antara kerumunan dengan gerakan yang hampir tak terlihat, seolah ia adalah bayangan yang menyatu dengan dinding. Ia menaiki tangga melalui jalur pelayan yang sepi.Di depan ruang cerutu, dua pengawal bertubuh kekar berdiri sigap. Namun, sebelum mereka sempat menyadari keberadaan Kylie, dua buah belati kecil yang disembunyikan di balik paha Kylie meluncur tepat ke arah pundak mereka. Bukan untuk membunuh, tapi untuk melumpuhkan saraf gerak mereka seketika.Pluk. Pluk.Kedua pria itu jatuh terduduk, tubuh mereka kaku, mata mereka melotot ketakutan namun mulut mereka tak mampu bersuara.Kylie membuka pintu ruang cerutu dengan sangat tenang.Di dalam, Menteri Wirawan sedang mengelap jasnya dengan gusar. Ia menoleh saat mendengar pintu terbuka. Ia tertegun melihat i
Perangkap yang Terbuka"Menarik, bukan?"Sebuah suara terdengar dari pengeras suara di sudut ruangan. Kylie tidak mendengarnya, tapi ia merasakan getaran suara yang frekuensinya sangat kuat. Ia segera berbalik, karambitnya sudah siap di tangan.Seorang pria paruh baya dengan jas laboratorium putih masuk ke ruangan, dikawal oleh sepuluh tentara bayaran bersenjata lengkap. Pria itu adalah Dr. Aris, kepala peneliti Proyek Lazarus.Dr. Aris memegang sebuah tablet yang menampilkan gelombang otak Kylie secara real-time. "Jangan menyerang, Nyonya Hargens. Atau harus kupanggil Kylie? Kau adalah keajaiban medis yang kami cari. Perpindahan jiwa tanpa bantuan mesin adalah sesuatu yang seharusnya mustahil."Kylie menatapnya dengan penuh kebencian. Ia tahu pria ini sedang bicara, meski ia tidak bisa membaca gerak bibirnya secara sempurna karena Dr. Aris memakai masker medis.Kylie tidak menunggu. Ia menendang meja di depannya ke arah para penjaga, menciptakan kekaca
Kelahiran Sang Pembunuh SunyiMalam itu, setelah insiden di Gudang 404, kediaman Hargens tidak lagi menjadi tempat istirahat. Rumah itu berubah menjadi pusat komando yang mencekam. Lampu-lampu kristal di ruang kerja utama dimatikan, digantikan oleh jajaran monitor komputer yang berpendar biru, menampilkan data aliran dana global dan satelit pemantau.Kylie berdiri di tengah ruangan. Ia telah membersihkan debu dan darah dari tubuhnya. Kini, ia mengenakan pakaian taktis serba hitam yang membalut tubuhnya dengan ketat, memberikan siluet yang tajam dan berbahaya. Di pinggangnya, tersampit belati karambit ganda—senjata tradisional yang ia pelajari secara otodidak saat dulu harus bertahan hidup di jalanan Jakarta yang keras.Calvin duduk di kursi kebesarannya, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia baru saja memerintahkan Rian untuk memindahkan dana sebesar lima ratus miliar rupiah ke rekening rahasia yang hanya bisa diakses oleh Kylie."Kau yakin den







