Mag-log inKesunyian di Ruang Cerutu
Kylie melepaskan diri dari pelukan Calvin. Ia memberikan isyarat mata yang berarti, "Urus para pengawal di luar, aku yang akan menangani ular itu."Ia menyelinap di antara kerumunan dengan gerakan yang hampir tak terlihat, seolah ia adalah bayangan yang menyatu dengan dinding. Ia menaiki tangga melalui jalur pelayan yang sepi.Di depan ruang cerutu, dua pengawal bertubuh kekar berdiri sigap. Namun, sebelum mereka sempat menyadari keberadaan Kylie, duaKesunyian di Ruang CerutuKylie melepaskan diri dari pelukan Calvin. Ia memberikan isyarat mata yang berarti, "Urus para pengawal di luar, aku yang akan menangani ular itu."Ia menyelinap di antara kerumunan dengan gerakan yang hampir tak terlihat, seolah ia adalah bayangan yang menyatu dengan dinding. Ia menaiki tangga melalui jalur pelayan yang sepi.Di depan ruang cerutu, dua pengawal bertubuh kekar berdiri sigap. Namun, sebelum mereka sempat menyadari keberadaan Kylie, dua buah belati kecil yang disembunyikan di balik paha Kylie meluncur tepat ke arah pundak mereka. Bukan untuk membunuh, tapi untuk melumpuhkan saraf gerak mereka seketika.Pluk. Pluk.Kedua pria itu jatuh terduduk, tubuh mereka kaku, mata mereka melotot ketakutan namun mulut mereka tak mampu bersuara.Kylie membuka pintu ruang cerutu dengan sangat tenang.Di dalam, Menteri Wirawan sedang mengelap jasnya dengan gusar. Ia menoleh saat mendengar pintu terbuka. Ia tertegun melihat i
Perangkap yang Terbuka"Menarik, bukan?"Sebuah suara terdengar dari pengeras suara di sudut ruangan. Kylie tidak mendengarnya, tapi ia merasakan getaran suara yang frekuensinya sangat kuat. Ia segera berbalik, karambitnya sudah siap di tangan.Seorang pria paruh baya dengan jas laboratorium putih masuk ke ruangan, dikawal oleh sepuluh tentara bayaran bersenjata lengkap. Pria itu adalah Dr. Aris, kepala peneliti Proyek Lazarus.Dr. Aris memegang sebuah tablet yang menampilkan gelombang otak Kylie secara real-time. "Jangan menyerang, Nyonya Hargens. Atau harus kupanggil Kylie? Kau adalah keajaiban medis yang kami cari. Perpindahan jiwa tanpa bantuan mesin adalah sesuatu yang seharusnya mustahil."Kylie menatapnya dengan penuh kebencian. Ia tahu pria ini sedang bicara, meski ia tidak bisa membaca gerak bibirnya secara sempurna karena Dr. Aris memakai masker medis.Kylie tidak menunggu. Ia menendang meja di depannya ke arah para penjaga, menciptakan kekaca
Kelahiran Sang Pembunuh SunyiMalam itu, setelah insiden di Gudang 404, kediaman Hargens tidak lagi menjadi tempat istirahat. Rumah itu berubah menjadi pusat komando yang mencekam. Lampu-lampu kristal di ruang kerja utama dimatikan, digantikan oleh jajaran monitor komputer yang berpendar biru, menampilkan data aliran dana global dan satelit pemantau.Kylie berdiri di tengah ruangan. Ia telah membersihkan debu dan darah dari tubuhnya. Kini, ia mengenakan pakaian taktis serba hitam yang membalut tubuhnya dengan ketat, memberikan siluet yang tajam dan berbahaya. Di pinggangnya, tersampit belati karambit ganda—senjata tradisional yang ia pelajari secara otodidak saat dulu harus bertahan hidup di jalanan Jakarta yang keras.Calvin duduk di kursi kebesarannya, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia baru saja memerintahkan Rian untuk memindahkan dana sebesar lima ratus miliar rupiah ke rekening rahasia yang hanya bisa diakses oleh Kylie."Kau yakin den
Tarian Darah di Gudang 404Calvin segera mengarahkan pistolnya ke arah Bara. "Aku tidak tahu siapa kau, dan aku tidak peduli seberapa gila halusinasimu. Kau menyentuh asetku dan mengancam istriku. Itu berarti hukuman mati."Bara tertawa terbahak-bahak, memperlihatkan giginya yang tidak rata. "Istrimu? Kau menikahi berlian yang paling tajam di jalanan, Tuan Mafia. Tapi dia bukan milikmu. Dia punya utang padaku yang belum lunas."Tanpa peringatan, tiga orang anak buah Bara muncul dari atas kontainer, menjatuhkan diri dengan jaring besi. Calvin terpaksa menghindar dan melepaskan tembakan.BANG! BANG!Pertempuran pecah. Calvin tertahan oleh anak buah Bara yang menggunakan taktik gerilya di antara peti-peti kayu.Sementara itu, Bara melompat ke arah Kylie. "Ayo, Mata Kucing! Tunjukkan padaku apakah gaun mahal itu membuatmu lemah!"Kylie tidak punya waktu untuk menjelaskan atau menggunakan ponselnya. Ia melempar tas tangannya ke wajah Bara untuk mengalih
Amis Laut dan Bayangan MautLangit Jakarta Utara berubah menjadi kelabu besi saat mobil Rolls Royce milik Calvin membelah kawasan industri pelabuhan yang gersang. Aroma amis air laut yang payau bercampur dengan bau karat kontainer memenuhi udara yang panas dan lembap.Calvin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tidak wajar. Tangannya mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Di sampingnya, Kylie duduk tenang, namun tangannya diam-diam memeriksa sepatu hak tingginya—ia memastikan bahwa sepatu itu bisa dilepas dengan cepat jika ia harus berlari atau menendang."Tetap di belakangku saat kita sampai," perintah Calvin tanpa menoleh. Suaranya rendah, penuh otoritas yang tak terbantahkan. "Ini bukan lagi sekadar drama keluarga, Kyara. Ini adalah wilayah di mana nyawa tidak lebih berharga daripada debu."Kylie hanya melirik suaminya. Ia mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu dengan tenang.[Aku bukan tawananmu, Calvin. Aku adalah istrimu. Dan ji
Kantor pusat Silent Express bukanlah menara kaca steril yang menjulang di kawasan bisnis elit. Kylie sengaja memilih sebuah gudang tua bernuansa industrial modern di sudut sibuk Jakarta Utara. Dinding bata ekspos, pipa-pipa besi hitam yang melintang di langit-langit, dan konsep ruang kerja terbuka (open space) sengaja dirancang untuk meruntuhkan batasan hierarki yang kaku.Di lobi utama, sebuah mural besar membentang di dinding: lukisan seorang kurir wanita dengan sayap malaikat yang merentang di atas aspal—sebuah monumen rahasia untuk mengenang dirinya di masa lalu.Kylie melangkah masuk, disambut oleh deru aktivitas pagi. Para karyawan—sebagian besar di antaranya adalah penyandang disabilitas rungu yang direkrutnya secara khusus—berhenti sejenak untuk menyapanya dengan lambaian tangan dan isyarat hormat.(Pagi, Bu Boss!) sapa salah satu kurir muda dengan senyum lebar.Kylie membalasnya dengan anggukan ramah dan isyarat tangannya yang luwes. (Pagi. Jaga keselama







