แชร์

16

ผู้เขียน: Kholifah shafa
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-16 20:02:40

Perangkap yang Terbuka

​"Menarik, bukan?"

​Sebuah suara terdengar dari pengeras suara di sudut ruangan. Kylie tidak mendengarnya, tapi ia merasakan getaran suara yang frekuensinya sangat kuat. Ia segera berbalik, karambitnya sudah siap di tangan.

​Seorang pria paruh baya dengan jas laboratorium putih masuk ke ruangan, dikawal oleh sepuluh tentara bayaran bersenjata lengkap. Pria itu adalah Dr. Aris, kepala peneliti Proyek Lazarus.

​Dr. Aris memegang sebuah tablet yang menampil
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia   19

    Kabut di Kaki Gunung Gede​Malam di Sukabumi tidak seperti malam di Jakarta. Di sini, kegelapan terasa lebih pekat, seolah hutan-hutan pinus di kaki Gunung Gede menyimpan napas purba yang enggan diganggu. Kabut tebal turun perlahan, menyelimuti jalanan aspal yang berkelok-kelok, membatasi jarak pandang hanya sejauh beberapa meter.​Sebuah truk boks logistik berwarna putih melaju pelan menembus kabut itu. Di badannya tertulis "MEDIKA LOGISTIK"—sebuah perusahaan cangkang yang digunakan Lazarus untuk memasok kebutuhan fasilitas mereka.​Di balik kemudi, Bimo mengenakan seragam kurir berwarna biru muda, lengkap dengan topi yang menutupi sebagian wajahnya. Di sampingnya, Kylie duduk tegak. Ia mengenakan seragam yang sama, rambutnya disembunyikan di balik topi, dan wajahnya tanpa riasan—hanya masker medis yang menutupi separuh wajahnya.​"Suhu udara turun drastis," gumam Bimo, matanya awas menatap jalanan yang licin. "Menurut data satelit, pintu masuk fasilitas itu ada dua

  • Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia   18

    Pena yang Lebih Tajam dari Belati​Pagi hari setelah kejatuhan Menteri Wirawan, Jakarta gempar. Tajuk utama di seluruh media massa menampilkan foto sang Menteri yang tampak lunglai saat dievakuasi dari ruang cerutu kedutaan. Skandal korupsi, pencucian uang, hingga keterlibatan dalam eksperimen ilegal menyebar seperti api yang disiram bensin.​Namun, di sebuah sudut kafe yang remang-remang di jantung kota, seorang pria bernama Bimo tidak tertarik pada narasi arus utama. Di hadapannya, tertumpuk puluhan foto Kyara Ardennes—dulu dan sekarang.​Bimo adalah wartawan investigasi kawakan yang dikenal sebagai "Anjing Pelacak". Ia tidak mengejar uang; ia mengejar kebenaran yang tidak masuk akal.​"Ada yang salah," gumam Bimo sambil menyesap kopi pahitnya. Ia membandingkan foto Kyara setahun lalu—saat ia tampak ketakutan di samping Calvin—dengan foto Kyara semalam saat keluar dari kedutaan. "Sorot mata tidak bisa dioperasi plastik. Gestur tubuh tidak bisa dibeli dengan uang."

  • Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia   17

    Kesunyian di Ruang Cerutu​Kylie melepaskan diri dari pelukan Calvin. Ia memberikan isyarat mata yang berarti, "Urus para pengawal di luar, aku yang akan menangani ular itu."​Ia menyelinap di antara kerumunan dengan gerakan yang hampir tak terlihat, seolah ia adalah bayangan yang menyatu dengan dinding. Ia menaiki tangga melalui jalur pelayan yang sepi.​Di depan ruang cerutu, dua pengawal bertubuh kekar berdiri sigap. Namun, sebelum mereka sempat menyadari keberadaan Kylie, dua buah belati kecil yang disembunyikan di balik paha Kylie meluncur tepat ke arah pundak mereka. Bukan untuk membunuh, tapi untuk melumpuhkan saraf gerak mereka seketika.​Pluk. Pluk.​Kedua pria itu jatuh terduduk, tubuh mereka kaku, mata mereka melotot ketakutan namun mulut mereka tak mampu bersuara.​Kylie membuka pintu ruang cerutu dengan sangat tenang.​Di dalam, Menteri Wirawan sedang mengelap jasnya dengan gusar. Ia menoleh saat mendengar pintu terbuka. Ia tertegun melihat i

  • Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia   16

    Perangkap yang Terbuka​"Menarik, bukan?"​Sebuah suara terdengar dari pengeras suara di sudut ruangan. Kylie tidak mendengarnya, tapi ia merasakan getaran suara yang frekuensinya sangat kuat. Ia segera berbalik, karambitnya sudah siap di tangan.​Seorang pria paruh baya dengan jas laboratorium putih masuk ke ruangan, dikawal oleh sepuluh tentara bayaran bersenjata lengkap. Pria itu adalah Dr. Aris, kepala peneliti Proyek Lazarus.​Dr. Aris memegang sebuah tablet yang menampilkan gelombang otak Kylie secara real-time. "Jangan menyerang, Nyonya Hargens. Atau harus kupanggil Kylie? Kau adalah keajaiban medis yang kami cari. Perpindahan jiwa tanpa bantuan mesin adalah sesuatu yang seharusnya mustahil."​Kylie menatapnya dengan penuh kebencian. Ia tahu pria ini sedang bicara, meski ia tidak bisa membaca gerak bibirnya secara sempurna karena Dr. Aris memakai masker medis.​Kylie tidak menunggu. Ia menendang meja di depannya ke arah para penjaga, menciptakan kekaca

  • Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia   15

    Kelahiran Sang Pembunuh Sunyi​Malam itu, setelah insiden di Gudang 404, kediaman Hargens tidak lagi menjadi tempat istirahat. Rumah itu berubah menjadi pusat komando yang mencekam. Lampu-lampu kristal di ruang kerja utama dimatikan, digantikan oleh jajaran monitor komputer yang berpendar biru, menampilkan data aliran dana global dan satelit pemantau.​Kylie berdiri di tengah ruangan. Ia telah membersihkan debu dan darah dari tubuhnya. Kini, ia mengenakan pakaian taktis serba hitam yang membalut tubuhnya dengan ketat, memberikan siluet yang tajam dan berbahaya. Di pinggangnya, tersampit belati karambit ganda—senjata tradisional yang ia pelajari secara otodidak saat dulu harus bertahan hidup di jalanan Jakarta yang keras.​Calvin duduk di kursi kebesarannya, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia baru saja memerintahkan Rian untuk memindahkan dana sebesar lima ratus miliar rupiah ke rekening rahasia yang hanya bisa diakses oleh Kylie.​"Kau yakin den

  • Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia   14

    Tarian Darah di Gudang 404​Calvin segera mengarahkan pistolnya ke arah Bara. "Aku tidak tahu siapa kau, dan aku tidak peduli seberapa gila halusinasimu. Kau menyentuh asetku dan mengancam istriku. Itu berarti hukuman mati."​Bara tertawa terbahak-bahak, memperlihatkan giginya yang tidak rata. "Istrimu? Kau menikahi berlian yang paling tajam di jalanan, Tuan Mafia. Tapi dia bukan milikmu. Dia punya utang padaku yang belum lunas."​Tanpa peringatan, tiga orang anak buah Bara muncul dari atas kontainer, menjatuhkan diri dengan jaring besi. Calvin terpaksa menghindar dan melepaskan tembakan.​BANG! BANG!​Pertempuran pecah. Calvin tertahan oleh anak buah Bara yang menggunakan taktik gerilya di antara peti-peti kayu.​Sementara itu, Bara melompat ke arah Kylie. "Ayo, Mata Kucing! Tunjukkan padaku apakah gaun mahal itu membuatmu lemah!"​Kylie tidak punya waktu untuk menjelaskan atau menggunakan ponselnya. Ia melempar tas tangannya ke wajah Bara untuk mengalih

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status