Share

Bab 35: Tak Percaya

Author: Noona Aurora
last update publish date: 2026-09-19 14:13:21

Nyonya Stevani merogoh tas tangannya, mengeluarkan sebuah kartu nama beraksen hitam elegan dengan cetakan tulisan emas yang berkilau di bawah lampu ruang tamu. Dia mengulurkan kartu tersebut ke arah Sienna.

"Nama pemilik barunya adalah Damian Blackwell," jawab Nyonya Stevani santai tanpa beban. "Pria itu mengutus asisten pribadinya tadi pagi untuk menyelesaikan seluruh transaksi secara tunai. Jadi, urusan perpanjangan sewa, biaya, atau keberlanjutan panti ini... silakan kamu urus langsung denga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 35: Tak Percaya

    Nyonya Stevani merogoh tas tangannya, mengeluarkan sebuah kartu nama beraksen hitam elegan dengan cetakan tulisan emas yang berkilau di bawah lampu ruang tamu. Dia mengulurkan kartu tersebut ke arah Sienna."Nama pemilik barunya adalah Damian Blackwell," jawab Nyonya Stevani santai tanpa beban. "Pria itu mengutus asisten pribadinya tadi pagi untuk menyelesaikan seluruh transaksi secara tunai. Jadi, urusan perpanjangan sewa, biaya, atau keberlanjutan panti ini... silakan kamu urus langsung dengannya."Deg.Sienna membeku. Nama itu bergaung begitu keras di dalam dadanya, membuat sekujur tubuhnya mendadak kaku. Jemarinya yang memegang kartu nama itu bergetar halus saat matanya membaca deretan huruf bertuliskan Blackwell Group.‘Damian? Kenapa Damian mendadak membeli panti asuhan ini?’ batin Sienna bingung.Berbagai spekulasi berputar liar di dalam kepala Sienna. Rasa bingung, curiga, dan panik berbaur menjadi satu gejolak yang membakar benaknya. Apakah pria itu sengaja membeli panti asu

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 34: Pemilik Baru

    Sienna melangkah tergesa-gesa memasuki pagar besi panti asuhan yang sedikit berkarat. Langkah kakinya yang semula memburu mendadak melambat saat matanya menangkap keceriaan beberapa anak kecil yang sedang berlarian mengejar bola di halaman depan."Sienna datang!" seru salah satu anak laki-laki bertubuh mungil seraya melambaikan tangannya gembira.Sienna mengulas senyum paling hangat yang dia miliki, berusaha keras menyembunyikan kepanikan yang sejak tadi bergulat di dalam dadanya. Dia berjongkok sejenak, mengusap lembut kepala anak itu. "Pagi, Sayang. Mainnya hati-hati, ya?"Anak-anak yang mengerumuni Sienna mengangguk, lalu mereka kembali berhamburan untuk bermain lagi.Setelah menyapa anak-anak, Sienna segera memutar langkah masuk ke dalam bangunan panti. Dia menyusuri lorong yang agak temaram menuju kamar pengurus di lantai dasar.Klek.Sienna mendorong pintu kamar. Di sana, Naomi sedang duduk di tepi ranjang dengan jemari yang saling bertaut kaku. Wajah wanita muda itu tampak san

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 33: Perhitungan dan Keputusan

    Di dalam mobil Julian.Keheningan menyelimuti kabin sedan putih yang sedang membelah jalanan malam yang sepi. Julian mengendalikan kemudi dengan tenang, sampai dia menoleh sekilas ke arah Sienna duduk, lalu mencoba memecah keheningan di antara mereka."Sienna... apa kamu baru saja keluar dari klub malam itu?" tanya Julian santai. Dia sekilas melirik lagi ke Sienna setelah bicara.Sienna tersentak kaget. Matanya melebar menatap Julian yang kembali fokus ke jalanan. Sienna tidak bisa bohong, tetapi dia juga tak bisa langsung jujur. "A-apa? Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?" Sienna lebih dulu memastikan. Dia mencoba tersenyum untuk menutupi kegugupannya.Julian tersenyum kecil mendengar nada suara Sienna yang dia ketahui tak jujur tetapi juga tak bohong. "Hanya menebak. Aroma alkohol samar dan asap rokok cukup tercium di baju dan rambutmu saat masuk ke mobil."Sienna langsung mencium lengannya, dia baru sadar jika bau-bau di dalam klub memang menempel di tubuhnya.Sienna menggigi

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 32: Jejak yang Memicu Amarah

    Sienna melangkah keluar dari pintu belakang klub malam dengan bahu yang terkulai lelah. Udara malam yang dingin langsung menyapa kulitnya, membuat wanita itu merapatkan kemejanya. Dia melangkah menuju sebuah bangku di trotoar pinggir jalan yang sepi, lalu mendudukkan dirinya di sana berteman cahaya lampu jalan yang temaram.Sienna membuka telapak tangannya, menatap lembaran uang tunai yang tadi diserahkan oleh sang manajer. Alisnya bertaut erat. Dia baru menyadari jika jumlah uang di tangannya terlalu besar jika dibandingkan dengan dua jam kerja yang baru saja dia jalani.‘Ini terlalu banyak…,’ batin Sienna cemas sambil menghitung ulang uang yang ada di tangannya.Benar, jumlah uangnya memang terlalu banyak.Sienna sempat berdiri dan berniat melangkah kembali ke dalam klub untuk mengembalikan kelebihannya. Namun, gerakan kakinya mendadak terhenti. Dia teringat ucapan manajer soal sistem komisi dari penjualan botol wine mahal di ruang VIP tadi."Mungkin ini komisi dari dua botol mah

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 31: Tidak Terima

    Mendengar Sienna memangilnya dengan nama lengkap dan formal, entah kenapa rasanya menghantam egonya.Dada Damian naik turun memburu. Tatapan matanya yang pekat merujuk lurus ke manik mata Sienna, mengurung wanita itu rapat-rapat di antara dinding dingin dan kungkungan kedua lengannya."Apa yang sedang kamu lakukan di tempat murahan seperti ini, Sienna?" bisik Damian, nada suaranya rendah namun penuh dengan hinaan yang menusuk.Sienna mengeratkan giginya mendengar ucapan Damian. Namun, sebelum dia menjawab, Damian sudah lebih dulu kembali bicara."Pengantar minuman? Apa kamu sudah sangat miskin dan begitu terdesak butuh uang sampai harus merendahkan dirimu di sini?" Suara Damian pelan tetapi begitu tajam menusuk.Sienna mengepalkan tangannya di samping tubuh, mencoba menahan gejolak rasa terkejut dan gemetar di dadanya. Apalagi mendengar ucapan Damian yang seolah menghina kondisinya saat ini.Damian menyunggingkan senyum miring yang sarat akan kesombongan. "Kenapa? Kalau kamu butuh uan

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 30 Kenapa Bertemu di Sini?

    Beberapa puluh menit sebelum pintu ruang VIP 01.Damian duduk di sofa dengan tenang. Di sekeliling meja kaca yang dipenuhi gelas-gelas kristal, beberapa rekan bisnis eksekutifnya saling bertukar kelakar hangat seraya membahas kelanjutan proyek ekspansi pelabuhan. Damian hanya menanggapi seadanya, sesekali menyesap minuman beralkohol tinggi di tangannya dengan raut wajah yang tetap kaku dan tak tersentuh.Hingga kemudian, pintu ruangan terdorong pelan."Permisi, saya mengantarkan pesanan minuman..."Suara lembut yang sangat familier itu bergaung halus memotong alunan musik lembut di dalam ruangan. Tatapan Damian terangkat ke arah sumber suara dan detik itu juga, gerakan tangannya yang memegang gelas membeku seketika.Mata tajam Damian terkunci pada sosok wanita yang berdiri kaku di ambang pintu.Sienna.Penampilan wanita itu kini jauh berbeda dari saat Damian melihat Sienna di mall tadi siang. Sekarang, Sienna memakai seragam kemeja hitam yang pas membalut tubuhnya, dipadu celana k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status