Home / Romansa / Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi! / Bab 99: Detak yang Berbeda

Share

Bab 99: Detak yang Berbeda

Author: Noona Aurora
last update publish date: 2026-10-20 15:41:46

"Tidak apa-apa," jawab Damian pelan, senyum tipis terukir di bibirnya. "Aku hanya senang."

Sienna terdiam sejenak, wajahnya kembali merona mendengar jawaban jujur itu. Dia buru-buru mengalihkan pandangan kembali ke luar jendela, meski senyum kecil tidak bisa dia sembunyikan.

Sebelum meninggalkan taman bermain, mereka berhenti di depan sebuah photo booth kecil yang berdiri di sudut area permainan. Sienna menarik Damian masuk ke dalam bilik itu, keduanya masih memakai bando bertelinga hewan yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 100: Makan Malam Keluarga

    Damian baru saja melajukan mobilnya beberapa ratus meter dari rumah Sienna ketika ponsel yang sejak tadi dia tinggalkan di dashboard bergetar nyaring. Dia meliriknya sekilas, mendapati nama Beatrice terpampang di layar.Damian meraih ponsel itu dan menjawab panggilan tersebut sambil tetap fokus pada jalanan."Ya, Ma?" sapa Damian singkat."Damian!" Suara Beatrice terdengar tinggi dari seberang telepon, penuh kekesalan yang tertahan. "Ke mana saja kamu seharian ini? Mama sudah menelepon berkali-kali, mengirim pesan berulang-ulang, tapi kamu sama sekali tidak membalasnya!"Damian sengaja meninggalkan ponselnya di dalam mobil sepanjang hari ini, tidak ingin ada gangguan apa pun yang bisa merusak waktunya bersama Sienna. Namun, dia tidak berniat menjelaskan alasan itu pada ibunya."Ada apa, Ma?" tanya Damian datar, mengalihkan topik tanpa menjawab pertanyaan itu.Beatrice menghela napas kesal di seberang telepon, namun akhirnya melanjutkan. "Datanglah ke rumah utama sekarang. Kami sudah

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 99: Detak yang Berbeda

    "Tidak apa-apa," jawab Damian pelan, senyum tipis terukir di bibirnya. "Aku hanya senang."Sienna terdiam sejenak, wajahnya kembali merona mendengar jawaban jujur itu. Dia buru-buru mengalihkan pandangan kembali ke luar jendela, meski senyum kecil tidak bisa dia sembunyikan.Sebelum meninggalkan taman bermain, mereka berhenti di depan sebuah photo booth kecil yang berdiri di sudut area permainan. Sienna menarik Damian masuk ke dalam bilik itu, keduanya masih memakai bando bertelinga hewan yang tadi mereka beli."Ayo foto," ajak Sienna riang, mengatur posisi duduk mereka berdua agar pas dalam bingkai kamera.Damian duduk canggung di sebelah Sienna, namun tidak menolak sedikit pun. Begitu hitungan mundur kamera dimulai, Sienna tersenyum lebar menghadap lensa, sementara Damian—meski awalnya terlihat kaku—akhirnya ikut tersenyum tulus, sesuatu yang jarang sekali terekam dalam bingkai foto mana pun sepanjang hidupnya.Klik.Beberapa kali jepretan terus berlanjut, menangkap berbagai ekspre

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 98: Bando Kelinci

    Sienna menarik tangannya kembali, membatalkan niatnya. "Tidak jadi," gumamnya cepat, dia berniat mengembalikan bando itu ke tempatnya lagi.Namun, sebelum dia sempat benar-benar menariknya menjauh, jemari Damian sudah lebih dulu menahan pergelangan tangan Sienna.Sienna tersentak, menatap Damian dengan mata membola. “Damian.” "Untuk aku?" tanya Damian, suaranya tenang namun ada rasa penasaran yang tersirat jelas."Kamu tidak suka hal-hal seperti ini," ucap Sienna cepat, mencoba berkilah. "Jadi tidak usah.""Apa kamu suka?" tanya Damian, tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Sienna. “Jika aku memakainya, apa kamu suka?”Sienna kembali tersentak mendengar pertanyaan itu. "Aku hanya merasa bandonya lucu," jawabnya jujur, sedikit gugup. “Kalau kita pakai bersama, pasti cocok.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Damian membungkukkan kepalanya, memberi jarak yang cukup agar Sienna bisa menjangkau kepalanya dengan mudah.Sienna terpaku sejenak, benar-benar tidak menyangka Damian Blackwel

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 97: Taman Bermain

    Sienna memperhatikan Damian yang masih terdiam, sorot matanya menyimpan sesuatu yang sepertinya sudah dia temukan. "Kamu memikirkan apa?" tanya Sienna penasaran. "Apa kamu sudah dapat bayangan ke mana kamu ingin pergi atau hal apa yang ingin kamu lakukan?"Damian ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Lebih baik lupakan saja," ucapnya, mengalihkan pandangan kembali ke jalanan."Lupakan apa?" Sienna semakin penasaran, menatap Damian lekat-lekat. Damian tetap diam.Sienna memperhatikan raut wajah Damian yang tampak canggung, pipinya bahkan sedikit memerah seperti menahan malu. Melihat reaksi yang begitu tidak biasa dari pria yang selama ini selalu tampil percaya diri itu, rasa ingin tahu Sienna justru semakin membesar."Ayo katakan saja," desak Sienna, tidak mau menyerah begitu saja. “Asal bukan hal yang memalukan, tidak ada salahnya kamu utarakan.”Damian menghela napas panjang, benar-benar terpojok oleh desakan itu. Akhirnya, dengan sedikit ragu, dia menjawab, "Taman bermain."Sienna

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 96: Jalan Berdua

    Ekspresi Damian seketika berubah datar mendengar nama itu disebutkan. "Untuk apa dia kemari? Dan apa yang dia katakan?""Nona Vivian bilang ingin merayakan ulang tahun Tuan," jawab Joana hati-hati, memperhatikan raut wajah Damian yang tidak menunjukkan reaksi berlebihan. "Tapi karena Tuan tidak ada di rumah dan beliau tidak tahu Tuan pergi ke mana, Nona Vivian pergi dengan raut agak kesal."Damian terdiam sejenak. Ingatannya melintas pada deretan panggilan tak terjawab dan pesan-pesan yang masuk semalam ke ponselnya—semuanya dari Vivian. Namun, dia sengaja mengabaikannya begitu saja, terlalu sibuk dengan kekacauan pikirannya sendiri saat itu. Terlalu sibuk mengurus hubungannya dengan Sienna."Kalau lain kali dia datang mencariku," ucap Damian pelan, suaranya tenang namun tegas, "meski kamu tahu di mana aku, katakan saja kamu tidak tahu."Joana mengangguk patuh tanpa banyak bertanya. "Baik, Tuan."“Kalau begitu aku pergi dulu.” Damian bersiap melangkah, tapi kembali berhenti karena Joa

  • Tuan CEO, Istri Kontrakmu Pergi!   Bab 95: Rasanya Beda

    Sienna tersentak mendengar ucapan Joana. Pikirannya langsung menangkap arah kalimat itu—wanita tua ini pasti mengira dia benar-benar akan pindah kembali ke rumah ini, kembali menjadi bagian dari kehidupan Damian seperti dulu."Aku hanya mengantar Damian pulang, Bi," ucap Sienna cepat, mencoba meluruskan kesalahpahaman itu. Dia tersenyum kecil, menambahkan, "Tapi aku juga senang bisa bertemu Bibi lagi."Joana tampak sedikit terkejut mendengar penjelasan itu, senyumnya sempat memudar sesaat sebelum dia kembali memaksakan diri tersenyum, meski ada kekecewaan samar yang tidak sepenuhnya bisa dia sembunyikan."Oh, begitu ya," ucap Joana pelan, suaranya sedikit menurun. Namun tak lama, dia kembali menatap Sienna dengan sorot penuh harap, senyumnya begitu lebar. "Saya sungguh berharap Nyonya bisa kembali ke sini. Rasanya begitu sepi tidak ada Nyonya di sini."Sienna terdiam, tidak tahu harus merespon apa, bahkan kedua sudut bibirnya sampai terangkat canggung. Joana melanjutkan bicara, kali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status