Teilen

Chapter 9

last update Veröffentlichungsdatum: 19.02.2026 14:35:49

Serena baru saja keluar dari kamar Cassie, kakak Martin, karena sebuah insiden memalukan yang membuatnya harus berganti pakaian. Namun untungnya, Cassie berbaik hati menawarkan dress.

“Ikut denganku.” Martin langsung menggandeng tangan Serena, membuat perempuan itu terserentak kecil kemudian mengangguk ringan.

Tidak ada kata di antara mereka, hanya sebuah keheningan. Karena kemewahan mansion benar-benar diluar bayangan Serena. Mansion tampak megah namun tetap memancarkan kehangatan dengan kesan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 268

    Ciiit! Mobil langsung berdecit karena Alvin menginjak pedal rem dengan keras. Tidak ada mobil atau kucing yang harus dihindari, karena kejadian itu murni karena perbuatan Alvin yang terkejut. “Alvin!” Cassie setengah berteriak. “Kau gila?” Alvin mengerjap pelan, kemudian menghadap Cassie. “Maaf, kak. Aku terkejut jadi..” “Kau terkejut hanya karena aku tanya kau sudah memiliki kekasih?” tanya Cassie tidak percaya. Alvin mengangguk pelan. “Aku hanya terkejut jadi aku sangat bodoh dan—” “Karena kau menyukaiku?” tanya Cassie langsung to the point. Cassie bukan orang yang memendam dan lebih suka berterus terang daripada bingung sendiri. “Kau menyukaiku ‘kan?” Alvin menghela napas kemudian meremas stir mobilnya. “Ya, tapi seharusnya bukan seperti ini.” “Sebenarnya,” lirih Alvin. Kemudian melepaskan sabuk pengamannya dan menghadap Cassie. “Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu di acara perusahaan. Aku tidak berani mendekat karena kak Cassie adalah kakak sahabatk

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 267

    Seorang pria tengah minum sendiri di sebuah bar. Tidak ada yang bersamanya karena teman-temannya kini sudah sibuk dengan dunia masing-masing.Alvin memandang gelasnya yang sudah kosong. “Isaac, bocah kecil itu sudah memikirkan perempuan sampai diajak minum tidak mau.”“Alvin,” panggil seseorang.Alvin menoleh kemudian mengernyit dan setelah tahu langsung memasang senyumnya.“Halo, kak.” Alvin tersenyum pada Cassie yang berada di hadapannya.“Kenapa kau di sini sendiri?” tanya Cassie menatap sekitar. “Kau patah hati?” guraunya.Alvin berdiri kemudian menggeleng. “Tidak, aku hanya bosan dan tidak memiliki teman untuk aku ajak minum.”“Kak Cassie sendiri?” tanya Alvin.“Aku habis bertemu dengan temanku,” ucap Cassie, kemudian menatap Alvin karena menurutnya menyedihkan.“Kau sudah makan? Mau makan bersamaku?” tanya Cassie.Alvin mengangguk. “Hm, aku juga lapar. Mau ke bawah? Di sana ada restoran.”Cassie mengeleng. “Tidak, aku punya tempat rekomendasi untuk makan. Ayo ikut denganku.”Alv

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 266

    “Sayang kamu kenapa sibuk sekali?” Martin memeluk pinggang Serena dari belakang. menatap layar ponsel Serena yang masih menyala.“Apa? Kamu chat dengan Isaac?” Mata Martin langsung melotot melihat aplilkasi pesan teks di ponsel Serena.Tertulis jelas di sana nama ISAAC!“Apa yang kalian bicarakan.” Martin langsung menunduk dan melihat lebih dekat apa yang dibicarakan mereka berdua.“Aku hanya menyuruhnya menjemput Ava,” jawab Serena menunjukkan isi pesannya dengan Isaac.“Kenapa?” tanya Martin mengambil ponsel Serena, kemudian membacanya sampai akhirnya.“Ava menjenguk pria itu,” lirih Martin akhirnya mengerti.“Aku menyuruh Miko, tapi Miko tidak bisa jadi orang terakhir yang bisa aku mintai bantuan hanyalah Isaac,” lanjut Serena kemudian mengambil ponselnya kembali.“Tapi bukankah seharusnya itu bagus? Ava dan Isaac bisa bersama.” Marti menganggukan kepalanya dengan santai.“Tidak seperti bayangan kamu. Hubungan mereka rumit dan aku terpaksa meminta bantuan Isaac,” jelas Serena.“Tid

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 265

    “Kau ingin memberiku uang?” tanya Gunawan yang berada di balik kaca.Sedangkan di hadapannya adalah putrinya yang ia telantarkan. Mereka dipisahkan oleh tembok kaca yang begitu kokoh dan tebal.Dan mereka hanya bisa berhadapan dan saling berbicara tanpa bisa menyentuh.“Berapa?” tanya Ava berusaha tenang.Gunawan tertawa pelan. “Kalau kau ingin berbakti padaku berikan yang banya, karena kau aku bangkrut dan berada di sini.”“Kau pantas mendapatkannya,” ucap Ava. “Aku ke sini hanya ingin melihatmu menderita.”“Dasar kurang ajar!” umpat Gunawan terlihat marah dengan garis wajah yang sudah tua itu menegas.“Beri aku uang!” teriaknya mulai hilang kendali.Ava tertawa pelan. “Andai aku bisa memilih, aku lebih baik tidak punya ayah daripada punya ayah sepertimu. Dan jika aku bisa memilih aku lebih memilih tidak pernah bertemu denganmu.”“Kau benar-benar kurang ajar,” desis Gunawan mulai tidak terkendali mendengar ucapan Ava.“Aku sangat senang kau bangkrut dan dipenjara. Aku berharap kau me

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 264

    “Halo,” sapa Serena ketika masuk ke dalam kantornya.“Bu Serena!” Ava mendekat dan memeluk Serena dengan ceria.Sedangkan Liana, pengacara yang menggantikannya segera berdiri. “Selamat datang dan kembali ke kantormu.”Liana merupakan kenalan Martin.Karir Liana cemerlang di luar negeri dan kembali ke negeri ini ingin mendirikan kantor hukum sendiri. Tapi Martin segera menariknya untuk menggantikan Serena sementara.Dan rencananya ketika Serena sudah benar-benar sembuh, mereka akan mendirikan firma hukum sendiri.Liana memeluk Serena. “Maaf belum bisa menjengukmu sampai kau di sini,” ucapnya.Serena menggeleng. “Tidak masalah. Aku baik-baik saja sekarang.”“Ada yang ingin aku bicarakan, rencananya aku akan cuti bulan depan selama seminggu karena aku ingin mengantar anakku sekolah di sana,” ucap Liana.“Ya,” balas Serena mengangguk. “Kak Liana bisa pergi. Dia sudah kuliah?”“No, dia dapat beasiswa highschool di sana. Jadi aku dan suamiku ingin mengantarnya dan memastikan lingkungannya d

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 263

    2 bulan berlalu.Serena memutuskan untuk pergi ke kantor setelah sekian lama, tujuannya bukan untuk sepenuhnya kembali bekerja.Ia ingin melihat perkembangan kantornya secara langsung. Dan minggu depan mereka akan pindah ke gedung baru.Omset kantornya melesat, perkembang jauh lebih baik dan merekrut lebih banyak pengacara.Serena mengernyit pelan melihat beberapa orang berjaga di depan kantornya.“Bu Serena,” panggil Miko yang akhirnya mendekat. Dengan cengirannya yang khas ia tersenyum.“Ada apa ini? kenapa banyak orang yang berjaga di depan seperti ini?” tanya Serena menatap tiga orang yang berjaga di depan kantornya.“Martin tidak bilang apa-apa,” lirih Serena. “Seharusnya jika penjagaan dari Martin, mereka akan konfirmasi dulu padaku.”Senyum Miko luntur kemudian pandangan mereka beralih pada mobil yang baru saja berhenti.Keluarlah seorang pria paruh baya dengan tubuh yang tegap. Memakai setelan kemeja yang rapi.“Miko,” panggil bapak itu.“Iya, pa.” Miko mendekat, kemudian mena

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 59

    Serena segera menangkap tangan Esther dan menghempaskannya. “Tahan dirimu karena ini urusan klienku dan suaminya.”“Ayo bicara di rumah dan jangan membuat keributan di sini. Aku masih bekerja begitu dengan Esther.” Dylan mencoba meraih tangan Raina, tapi langsung ditepis begitu saja.“Untuk apa aku

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 58

    Beberapa jam yang lalu.“Saya tidak butuh pengacara yang pintar, tapi saya butuh pengacara yang gila,” ucap wanita yang duduk di hadapan Serena, tatapannya tajam dan bicaranya tegas.Namun Serena tidak bisa mencerna ucapan calon kliennya yang terakhir. “Gila? Menurut anda saya gila?”“Saya direkome

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 57

    Serena mengerjap, ia tidak bisa menolak karena kejadiannya terlalu cepat. Tiba-tiba tangannya panas karena terkena susu yang tumpah. Ia baru saja mengeluh namun Martin sudah berada di hadapannya.Martin mengambil alih susu itu dan menaruhnya di nakas samping. Kemudian mengambil jemari Serena yang t

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 56

    Entah kenapa hawa dingin di luar seperti menembus ke dalam mobil. Serena bersumpah bukan karena hawa dingin yang membuat dirinya menggigil. Tetapi Martin, pria itu diam dan menatap lurus ke depan, kedua bola mata yang begitu memfokuskan diri pada jalan raya.Sampai akhirnya mobil sampai di halaman

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status