Compartir

Chapter 9

Autor: Iamyourhappy
last update Fecha de publicación: 2026-02-19 14:35:49

Serena baru saja keluar dari kamar Cassie, kakak Martin, karena sebuah insiden memalukan yang membuatnya harus berganti pakaian. Namun untungnya, Cassie berbaik hati menawarkan dress.

“Ikut denganku.” Martin langsung menggandeng tangan Serena, membuat perempuan itu terserentak kecil kemudian mengangguk ringan.

Tidak ada kata di antara mereka, hanya sebuah keheningan. Karena kemewahan mansion benar-benar diluar bayangan Serena. Mansion tampak megah namun tetap memancarkan kehangatan dengan kesan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 264

    “Halo,” sapa Serena ketika masuk ke dalam kantornya.“Bu Serena!” Ava mendekat dan memeluk Serena dengan ceria.Sedangkan Liana, pengacara yang menggantikannya segera berdiri. “Selamat datang dan kembali ke kantormu.”Liana merupakan kenalan Martin.Karir Liana cemerlang di luar negeri dan kembali ke negeri ini ingin mendirikan kantor hukum sendiri. Tapi Martin segera menariknya untuk menggantikan Serena sementara.Dan rencananya ketika Serena sudah benar-benar sembuh, mereka akan mendirikan firma hukum sendiri.Liana memeluk Serena. “Maaf belum bisa menjengukmu sampai kau di sini,” ucapnya.Serena menggeleng. “Tidak masalah. Aku baik-baik saja sekarang.”“Ada yang ingin aku bicarakan, rencananya aku akan cuti bulan depan selama seminggu karena aku ingin mengantar anakku sekolah di sana,” ucap Liana.“Ya,” balas Serena mengangguk. “Kak Liana bisa pergi. Dia sudah kuliah?”“No, dia dapat beasiswa highschool di sana. Jadi aku dan suamiku ingin mengantarnya dan memastikan lingkungannya d

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 263

    2 bulan berlalu.Serena memutuskan untuk pergi ke kantor setelah sekian lama, tujuannya bukan untuk sepenuhnya kembali bekerja.Ia ingin melihat perkembangan kantornya secara langsung. Dan minggu depan mereka akan pindah ke gedung baru.Omset kantornya melesat, perkembang jauh lebih baik dan merekrut lebih banyak pengacara.Serena mengernyit pelan melihat beberapa orang berjaga di depan kantornya.“Bu Serena,” panggil Miko yang akhirnya mendekat. Dengan cengirannya yang khas ia tersenyum.“Ada apa ini? kenapa banyak orang yang berjaga di depan seperti ini?” tanya Serena menatap tiga orang yang berjaga di depan kantornya.“Martin tidak bilang apa-apa,” lirih Serena. “Seharusnya jika penjagaan dari Martin, mereka akan konfirmasi dulu padaku.”Senyum Miko luntur kemudian pandangan mereka beralih pada mobil yang baru saja berhenti.Keluarlah seorang pria paruh baya dengan tubuh yang tegap. Memakai setelan kemeja yang rapi.“Miko,” panggil bapak itu.“Iya, pa.” Miko mendekat, kemudian mena

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 262

    Serena dan Martin turun bersama. Lalu Serena terdiam di tempat seperti memastikan sesuatu pada dua orang yang sekarang berada di hadapannya.Ava terkekeh pelan, kemudian mendekat dan memeluk Serena. “Good morning, bu Serena.”Serena menggeleng pelan. “Sudah terlalu siang, Ava.”Ava mundur sembari tertawa, kemudian meraih kantong belanjaan yang di bawa oleh Isaac.“Dari kami,” ucap Ava semakin menambah gelengan pada kepala Serena.“Kami?” ulang Serena memastikan.“Iya, kami, kak.” Isaac menjawab sembari tersenyum dengan sangat manis. “Kami datang berdua untuk menjenguk kalian.”Martin memandang Isaac, pemandangan yang aneh. Tapi ia segera merangkul bahu Isaac.“Ayo kalian pasti ingin bertemu dengan Mathias.” Martin mengajak mereka untuk pergi ke kamar Mathias.“Katakan apa yang terjadi?” tanya Serena mendesak Ava. “Kamu berkencan dengan Isaac?”Seperti kakak yang ingin tahu hubungan kencan adiknya. Serena terdengar khawatir namun juga protektif.“Belum sejauh itu,” balas Ava. “Karena s

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 261

    1 minggu berlalu dan Serena akhirnya pulang.Menggendong Mathias yang berada di tangannya. “Kita pulang,” ucapnya pelan.Serena memandang anaknya yang begitu manis. “Bukankah hidungnya mirip kamu ya?”Martin tersenyum. “Sudah pasti. Lihat wajahnya, nanti pasti akan lebih mirip aku.”Serena mengerucutkan bibirnya. “Mommy tidak kebagian apa-apa ya?” tanyanya pada Mathias yang menggeliat kecil di dalam gendongannya.Martin tertawa pelan. “Nanti sifatnya akan sehangat dirimu.”“Ooo…” Serena menyandarkan tubuhnya pada bahu suaminya. “Jangan pendiam dan sok dingin seperti Dad ya?”“Aku pendiam? Aku sok dingin?” ulang Martin.Serena terkekeh pelan dan berjalan cepat sembari menggendong Mathias menjauh dari Martin.Menaiki tangga dengan cepat.“Sayang! Pelan-pelan! kamu baru sembuh!” teriak Martin melihat Serena yang tengah menaiki tangga dengan cepat.Serena mengedikkan bahu karena merasa tubuhnya ringan dan tidak perlu berjalan dengan lemah lembut.Martin mengejar istrinya, lalu masuk ke da

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 260

    Bela cepat-cepat mengalihkan kamera pada dirinya sendiri. “Cukup, jangan mengurusi orang lain. Kau harus fokus pada pemulihanmu! Aku akan segera menjengukmu dan memberitahu mereka!”Lalu panggilan mati.Bela menghela napas lega karena sahabatnya baik-baik saja. Karena ia memiliki firasat buruk sejak Martin menjawab pertanyaannya dengan jeda yang cukup lama.Mengenai Isaac dan Ava yang memojok berdua? Entah terserah mereka.“Sayang,” panggil Jason menarik pinggangnya.“Iya suamiku.” Bela tersenyum.Jason mengalihkan pandangannya karena tersipu dengan panggilan itu.Bela menoel pipi Jason berkali-kali karena lucu.“Awas kamu nanti. Berhenti menggodaku.” Jason meremas pelan pinggang Bela.Di sisi lain, yang katanya memojok berdua ternyata sedang membicarakan sesuatu. Isaac memandang Ava yang menggunakan dress berwarna maroon.“Kau cantik,” ucapnya.“Terima kasih.” Ava menunduk sebentar.“Tapi, apa kau memang sesibuk itu sampai tidak bisa makan denganku?” tanya Isaac.Ava menahan senyumny

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 259

    Alat medis kembali berbunyi dan bunyinya lebih kencang. “Mohon maaf, anda pergi dulu.” Martin digiring keluar sedangkan Serena masih berada di dalam ruangan untuk ditangani. Orang tuanya pun sudah berupaya untuk menenangkan tapi Martin tidak akan bisa tenang dalam keadaan istrinya masih berjuang di dalam sana. Menunggu dalam keadaan yang begitu cemas namun akhirnya dokter keluar beserta perawa yang lain. “Bu Serena sudah membaik, tadi keadaannya sempat drop karena pendarahan yang cukup hebat. Tapi sekarang sudah membaik dan akan kami pindahkan ke ruang biasa.” Martin menghembuskan napas lega dan akhirnya Serena dipindahkan ke ruang inap biasa. “Serena, sayang.” Martin mengambil tangan Serena, menatap istrinya yang membuka mata setelah sekian lama. “I love you,” ucap Martin mengecup dahi Serena beberapa kali. “Terima kasih sudah bertahan.” Serena tersenyum, kemudian menatap langit-langit kamar yang berwarna putih ini. “Aku tadi seperti bertemu dengan mama.” Martin mengangguk se

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 38

    Berada di kantor dengan sisa beberapa jam sebelum makan siang. Detik jam semakin terdengar karena kantornya yang semakin sunyi. Tidak ada yang dilakukan pegawainya selain bermain ponsel.Miko sibuk mengedit video untuk promosi kantor hukumnya. Sesekali terdengar lagu kekinian yang terdengar dari po

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 36

    “Apa maksudmu?”Martin menyentuh kedua bahu Serena, kemudian memutar tubuh wanita itu. Dan mendorong Serena ke arah rak buku. Di sanalah Martin menggesere rak itu dan pintu kamar Serena terbuka.“Bersihkan dirimu dan kita akan turun setelah 30 menit seperti yang kau janjikan pada Mom.”“Tapi—” Sere

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 34

    “Ssstt! Jangan berisik.” Martin menjawab teriakan Serena dengan mata yang masih tertutup.Kemudian tangannya dengan lancang meraih pinggang Serena. Dan dalam sekejap membuat tubuh Serena berada dalam dekapannya. Serena semakin terbelalak dengan apa yang terjadi karena tiba-tiba sudah bersama Martin

  • Tuan Martin, Berhenti Menggodaku   Chapter 33

    Seperti yang sudah dibilang Martin. Ketika Serena berterima kasih atau meminta maaf padanya, pasti sangatlah pelan. Sehingga terdengar tidak tulus. Karena itulah, Martin buru-buru menyuruh Serena mengulang ucapan wanita itu.“Maaf,” ucap Serena lagi, namun kali ini lebih keras dan tulus. “Aku akan b

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status