/ Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 101. Mematahkan Rekor Kampus

공유

Bab 101. Mematahkan Rekor Kampus

last update 게시일: 2025-12-28 01:00:27

Tak berselang lama, para mahasiswa pun telah berkumpul di aula pertemuan.

Beberapa dosen terlihat duduk di barisan depan, sementara ratusan mahasiswa memenuhi kursi yang tersusun rapi hingga ke bagian belakang aula. Suasana yang semula riuh perlahan mereda saat seorang pria paruh baya dengan jas abu-abu naik ke atas panggung.

Dialah Graham Arnold, Dekan Universitas Negeri Senantara.

Graham berdiri tegak di balik podium, menatap seluruh hadirin dengan senyum ramah namun berwibawa. Ia membu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 394. Warisan Tiga Tokoh Legendaris

    Tatapan Nathan masih tertuju pada Kuali Emas Shandong di tangan Raja Raksasa Ilusi. Namun berbeda dengan yang lain yang memandang artefak itu dengan rasa takut atau keterkejutan, Nathan justru memandangnya dengan ketertarikan mendalam. Karena ia tahu persis... Benda itu bukan sekadar artefak kuasi suci biasa. Ingatan Nathan perlahan kembali pada masa lalu, tepat setelah dirinya sadar dari koma panjang beberapa waktu lalu. Saat itu tubuhnya masih lemah, pikirannya kacau, dan ia bahkan belum memahami sepenuhnya perubahan besar yang terjadi dalam hidupnya. Namun pada hari itulah... Santo Kesadaran muncul. Tidak banyak yang diucapkan sosok misterius itu. Ia hanya menitipkan sebuah kitab kuno kepada Ravina sebelum menghilang tanpa jejak. Kitab itu tampak biasa. Tidak memancarkan aura mengerikan. Tidak juga terlihat seperti harta langka. Namun ketika Nathan membukanya... Ia menyadari bahwa nilai kitab tersebut mungkin jauh melampaui artefak apa pun di dunia ini. Karena isi kita

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 393. Legenda Sang Dewa Obat

    Ucapan Ravina membuat seluruh area mendadak sunyi. "Kuali Emas Shandong." Nama itu menggema pelan di tengah reruntuhan medan pertempuran, namun efeknya jauh lebih besar daripada ledakan apa pun sebelumnya. Bahkan Raja Raksasa Ilusi ikut mengernyit sesaat. Nathan menoleh ke arah Ravina, begitu pula Irish, Laqisha, Nasha, Maggie, Rabik, hingga anggota Organisasi Ular Putih yang masih mampu berdiri. Mereka semua menatap gadis naga itu dengan ekspresi berbeda-beda. Terkejut. Tidak percaya. Dan bingung. "Kau mengenali benda itu?" tanya Irish pelan. Ravina mengangguk perlahan, matanya tetap tertuju pada kuali emas di tangan Raja Raksasa Ilusi. "Itu memang Kuali Emas Shandong." Nada suaranya kali ini jauh lebih serius. Nama itu bukan nama sembarangan. Semua orang yang pernah mempelajari dunia kultivasi pasti pernah mendengarnya, setidaknya sebagai legenda. Kuali Shandong. Artefak yang selalu dikaitkan dengan sosok legendaris yang dikenal sebagai Dewa Obat. Konon, sang Dewa O

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 392. Artefak Kuasi Suci, Kuali Emas Shandong

    Tanah di sekitar markas sementara Organisasi Ular Putih sudah hancur total. Debu berterbangan dan retakan besar memenuhi permukaan bumi, sementara sisa-sisa bangunan runtuh akibat benturan energi yang terus terjadi sejak pertarungan dimulai. Udara dipenuhi debu dan tekanan spiritual yang membuat para anggota Ular Putih bahkan kesulitan bernapas. Di tengah kawah raksasa, Raja Raksasa Ilusi perlahan bangkit. Tubuh besarnya dipenuhi luka. Jubahnya robek di beberapa bagian, sementara darah hitam terus mengalir dari sudut bibirnya. Napasnya terdengar berat, jelas berbeda dengan kesombongan yang ia tunjukkan sebelumnya. Sebaliknya, Nathan masih berdiri tenang di udara. Aura Kaisar Suci tahap puncaknya terus menekan seluruh area tanpa ampun. Bahkan tanpa bergerak, tekanan yang ia pancarkan sudah cukup membuat sebagian besar musuh kehilangan keberanian untuk mendekat. Raja Raksasa Ilusi mengangkat kepalanya perlahan. Tatapannya dipenuhi ketidakpercayaan. "Bagaimana mungkin..

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 391. Naluri Seorang Pengecut

    Dalam sekejap, bentrokan terjadi... Ledakan demi ledakan mengguncang langit Negara Lunar. Nathan dan Raja Raksasa Ilusi telah berpindah ke udara sejak bentrokan pertama mereka dimulai. Energi yang bertabrakan menciptakan gelombang kejut besar yang membuat awan tercerai-berai dan tanah di bawah mereka terus bergetar. Boom! Sebuah tinju raksasa menghantam ruang kosong. Langit retak. Namun Nathan sudah menghilang dari tempatnya. Kecepatan geraknya terlalu cepat untuk ditangkap mata biasa. Bahkan para kultivator tingkat tinggi di bawah hanya mampu melihat bayangan samar yang terus berpindah di antara kilatan cahaya dan ledakan energi. Raja Raksasa Ilusi menggeram marah. Puluhan ilusi dirinya muncul bersamaan, memenuhi langit dari segala arah. Setiap sosok memancarkan aura yang sama kuatnya, membuat sulit membedakan mana tubuh asli dan mana tipuan. Namun Nathan tetap tenang. Matanya bersinar samar. Kemudian... Satu langkah. Tubuhnya melesat lurus menembus seluruh

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 390. Seorang Raja Raksasa Tanpa Harga Diri

    Udara yang semula dipenuhi tekanan kini berubah menjadi sunyi yang sangat menekan. Nathan melangkah maju satu langkah, cukup untuk membuat perhatian seluruh medan tertuju padanya. Tatapannya lurus mengarah pada Shen Ryu, tanpa sedikit pun keraguan. "Kalau dendam yang kau bawa sebesar itu," ucapnya tenang, "maka hadapi aku sendiri." Nada suaranya tidak tinggi, namun cukup untuk terdengar jelas oleh semua orang. Shen Ryu menyipitkan mata. Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Namun alih-alih maju, ia justru tersenyum tipis dan mundur setengah langkah. Gerakan kecil itu langsung ditangkap oleh semua orang. Irish mengangkat alis. Ravina memiringkan kepala. Laqisha bahkan langsung tersenyum mengejek. "Jadi itu jawabannya?" ujarnya ringan. "Banyak bicara tentang dendam, tapi saat ditantang langsung, malah mundur?" Wajah Shen Ryu menegang. "Diam kau," balasnya dingin. "Aku tidak perlu membuktikan apa pun pada kalian." Ia mengangkat tangannya sedikit, lalu melir

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 389. Siapa yang Bisa Melunasi Dendam

    Udara malam terasa berat, bukan hanya karena tekanan kultivasi yang saling berbenturan, tetapi juga karena kebencian yang terkumpul dari masa lalu yang belum pernah benar-benar selesai. Setiap tatapan membawa luka, setiap napas menyimpan dendam yang menunggu untuk diluapkan. Nasha berdiri di sisi Nathan dengan mata dingin yang tidak pernah lepas dari Shen Ryu. Di dalam benaknya, nama itu kembali terngiang dengan jelas, Jangga. Wanita yang telah menghancurkan hidupnya dari akar. Dengan licik, Jangga memanipulasi Gan Ryu hingga mengkhianati keluarga Ryoho. Malam itu menjadi akhir dari segalanya bagi Nasha. Ayahnya, ibunya, bahkan kakeknya, semuanya hilang dalam satu malam yang sama. Sejak saat itu, ia hidup sendiri, tanpa keluarga, tanpa tempat kembali. Luka itu tidak pernah sembuh. "Sudah lama aku menunggu hari ini," ucap Nasha pelan, suaranya rendah namun penuh tekanan. Di sisi lain, Maggie melangkah maju dengan tangan mengepal erat. Tubuhnya sedikit gemetar, bukan karena taku

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 188. Dua Nama di Titik yang Sama

    Pandangan mereka bertabrakan hampir bersamaan. Bukan karena suara, bukan karena gerakan, melainkan karena sesuatu yang lebih sunyi. Sesuatu yang langsung dikenali oleh hati. Eva. Elvira. Detik itu terasa menggantung. Riuh arena mendadak menjauh, sorakan seolah teredam oleh kesadaran yang sama-s

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 177. Permainan yang Mulai Melukai

    Peluit panjang menandai dimulainya kuarter kedua. Skor masih berpihak pada MIU A. Namun suasana di lapangan perlahan berubah. Jika pada kuarter pertama permainan MIU A terlihat rapi dan efisien, maka kini, keras. Bukan keras yang kasar secara terang-terangan, melainkan keras yang disamarkan oleh

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 176. Pencarian Sang Presiden Mahasiswa yang Menghilang Tiba-tiba

    Pagi datang tanpa benar-benar membawa ketenangan. Kompleks penyelenggara olimpiade masih ramai sejak subuh. Beberapa panitia terlihat mondar-mandir dengan wajah letih, sementara aparat keamanan kampus berdiri lebih banyak dari biasanya. Tidak ada pengumuman resmi, namun satu nama terus beredar pel

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 179. Klasemen Sementara dan Jadwal Liga

    Selama waktu itu, dua pertandingan lain telah terlaksana, menutup hari kedua Liga basket antar kampus. Sorak sorai yang sebelumnya memenuhi arena perlahan mereda. Para pemain meninggalkan lapangan dengan napas masih berat, sementara bangku penonton mulai kosong satu per satu. Namun di balik kelel

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status