Beranda / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 103. Fondasi yang Dibangun Dari Rasa Sakit

Share

Bab 103. Fondasi yang Dibangun Dari Rasa Sakit

last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-29 04:12:14

Tawa Nathan pecah singkat, ringan, dan jujur.

Bukan tawa mengejek.

Bukan pula tawa meremehkan.

Melainkan tawa seseorang yang benar-benar terkejut oleh ketulusan yang terlalu lurus untuk disangkal.

“Kakak?” ulang Nathan sambil mengusap wajahnya sendiri. “Kau ini benar-benar…”

Roger berdiri tegak di hadapannya. Tubuhnya masih dipenuhi bekas luka lama, bahunya bidang namun sarat ketegangan. Tatapannya tidak goyah sedikit pun.

“Aku tidak sedang bercanda denganmu,” ucap Roger tegas. “Aku tidak memanggilmu begitu karena usia. Aku memanggilmu begitu karena aku mengakuinya.”

Nathan menghela napas, lalu mengangguk pelan.

“Baiklah,” katanya akhirnya. “Kalau itu membuatmu lebih tenang, panggil aku kakak. Tapi ingat satu hal.”

Nathan melangkah mendekat, menepuk dada Roger dengan dua jari.

“Di hadapanku, kau bukan bawahan. Kau bukan murid. Kau adalah saudara.”

Nasha yang berdiri di samping hanya tersenyum kecil. Ia tahu, sejak kalimat itu terucap, jalan hidup Roger sudah berubah selaman
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 132. Musuh Dalam Bayang-bayang

    "Baiklah, kau siapkan segalanya dengan cepat dan rapi. Setelah satelit itu mengorbit, kita akan menerima sinyal komunikasi khusus yang hanya bisa di akses oleh anggota organisasi pengawal bayangan hantu. Untuk sementara hanya kita lah anggota organisasi itu, untuk anggota yang masuk selanjutnya, kita hanya akan menghitung mereka sebagai bawahan, dan kita hanya akan membagi sinyal informasi yang diperlukan dalam misi saja untuk mereka, sedangkan untuk akses penuh itu hanya untuk kita saja, untuk mencegah data perusahaan kita bocor ke dunia luar." "Baik kak, aku mengerti." jawab Roger cepat. Obrolan mereka berlanjut hingga larut malam, mereka hanya berhenti sejenak untuk makan dan membersihkan diri. Mereka membahas banyak hal hingga semua hal yang akan dikerjakan sudah terencana dengan baik. ... Di tempat lain... Manor milik keluarga Colin yang sunyi, tiba-tiba berubah menjadi riuh, sesuatu yang menggemparkan terjadi. Seoarang pemuda dengan wajah penuh darah, dan tubuh yan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 131. Mempersiapkan Segalanya

    “Kak Nathan, kenapa kita harus begitu buru-buru membuka sebuah perusahaan? Bukankah seperti yang kakak katakan, kita ini masih mahasiswa? Kenapa kita tidak melakukannya setelah lulus saja?” tanya Alena penasaran. “Aku sependapat dengan Lena, kak. Lalu kenapa kita harus berlatih teknik… apa namanya tadi, kak? Aku lupa…” lanjut Mila. “Kultivasi,” bisik Rania membantu Mila melanjutkan perkataannya. “Ah… iya, kultivasi. Itu apa, kak? Mengapa kami juga harus mempelajarinya?” tanya Mila yang juga penasaran. Nathan tersenyum lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke arah jendela, menatap ke luar dengan pandangan kosong. Perlahan ia menjawab pertanyaan mereka dengan alasan sederhana, di mana ia mengumpamakan dirinya sebagai dinding tipis yang harus melindungi begitu banyak barang penting di dalamnya. Ia mengatakan, bukankah akan lebih aman jika masing-masing benda berharga itu bisa memiliki perlindungan sendiri? Di samping itu, dunia Nathan juga sudah bukan dunia normal seperti yan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 130. Memulai Perusahaan

    “Masih ada dua lagi?” tanya Alana yang pertama bereaksi. “Kenapa, kakak cantik? Apa kau keberatan?” tanya Chelyna menggoda. “Tidak juga, hanya saja aku berpikir, kak Nathan sialan ini selalu beruntung jika soal wanita,” jawab Alana dengan tatapan sinis ke arah Nathan. “Kau benar. Bocah mesum ini memang selalu beruntung jika soal wanita. Tapi bagaimanapun juga, sekarang dia adalah suamiku dan calon suami kalian juga, jadi belajarlah untuk bersabar,” gerutu Ravina yang hanya bisa didengar oleh Nathan. Hal itu membuat Nathan tersenyum canggung. “Sayang, apa yang kau bicarakan? Bukankah kakak selalu bersikap baik kepada kalian semua? Kenapa kamu malah begitu jahat pada kakak?” ujar Nathan dengan raut wajah sedih. Aktingnya berhasil membuat Rania dan Alena langsung luluh dan mendekat ke arahnya untuk menghibur. “Jangan sedih, kak. Kak Nathan masih punya kami…” “Benar kata Lena, kak. Nia juga akan selalu ada untuk kakak walaupun semua orang memusuhi kakak,” tambah Rania dengan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 129. Perpisahan Sementara, Untuk Kisah yang Akan Berlangsung Selamanya

    Setelah semua hal yang terjadi, satu-satunya orang yang tetap diam dan hanya memperhatikan dari kejauhan adalah Nasha. Dia hanya melihat semua yang terjadi, tanpa mengambil tindakan, bahkan tanpa berkomentar. Setelah semua beres, Nathan mengantar Roger dan Chelyna hingga ke tepi kawasan hutan tempat rombongan Marco telah menunggu. Udara pagi terasa tenang, seolah tidak pernah terjadi apa pun yang mengguncang dunia mereka beberapa hari sebelumnya. Marco berdiri paling depan. Begitu melihat Nathan mendekat, pria berpostur besar itu langsung memberi hormat dengan penuh hormat. Namun, sikap itu sama sekali tidak ia tunjukkan kepada Nasha. Tatapan yang ia arahkan justru dingin dan sinis, seolah menimbang sesuatu yang tidak ia sukai. Nathan mengenakan kemeja putih yang sedikit transparan karena cahaya matahari. Dari balik kain tipis itu, tiga tato gear di dadanya terlihat jelas. Mata Marco langsung membelalak. Ia mengenali simbol itu. Dalam sekejap, semua potongan teka-teki ters

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 128. Tiga Syarat dan Dua Permintaan

    Keheningan menggantung di udara setelah pertanyaan Chelyna terucap. Tatapan Chelyna tidak memelas, tidak memohon, dan tidak pula memaksa. Ada keberanian dalam pernyataannya, namun di baliknya tersembunyi ketakutan yang tidak dibuat-buat, ketakutan seorang gadis yang telah mempertaruhkan harga dirinya, namun masih ingin mendengar kepastian dengan kepala tegak. Nathan terdiam. Untuk pertama kalinya sejak pagi itu, pikirannya benar-benar kembali tenang. Tidak ada kemarahan, tidak ada kebingungan, hanya satu kenyataan sederhana bahwa gadis di hadapannya tidak sedang bermain-main. Ia menarik napas panjang. “Chelyn,” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan tenang. “Aku tidak bisa menjanjikan hubungan yang sederhana.” Chelyna mengangguk pelan, seolah sudah menduga jawaban itu. “Hidupku tidak akan pernah normal,” lanjut Nathan. “Di masa depan, aku mungkin punya terlalu banyak musuh, terlalu banyak rahasia, dan terlalu banyak masalah yang akan menghantui setiap langkahku. Jika kau ingin p

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 127. Aku Ingin Menjadi Salah Satu Orang yang Berarti Untuk Kak Nathan

    "Eh, dari mana kau tahu kalau kami ada lima?" tanya Mila bingung. "Maaf kak Mila, aku sudah menyelidiki semua tentang kalian, dan aku memiliki data lengkap kalian. Karena itulah aku tahu jika kalian semua layak untuk menjadi para istri Kak Nathan, sekaligus menjadi kakak-kakakku," jawab Chelyna tampak tulus. "Hemh... jangan terlalu percaya padanya, dia itu rubah licik yang punya segala cara untuk memanipulasi seseorang," cibir Nasha. "Kak Nasha, kali ini aku serius. Kakak kenapa masih membenciku? Padahal kakak sendiri tahu, tiga tahun lalu tidak terjadi apa-apa antara aku dan Kak Nathan. Aku melakukannya karena aku benar-benar menyukai Kak Nathan dan ingin berada di sisinya. Bukankah kalian berlima juga melakukan hal yang sama? Jadi... di mana liciknya aku?" tanya Chelyna sambil menekankan beberapa kata, yang seketika membuat pipi kelima gadis itu kembali memerah. "Baiklah... baiklah, aku tidak akan menyebutmu rubah licik lagi. Tapi apa kau yakin tidak akan membuat masalah untuk N

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status