Home / Urban / Tukang Pijat Tampan / Temani Aku Di Kamar

Share

Temani Aku Di Kamar

Author: Black Jack
last update Last Updated: 2025-05-23 08:39:18

Adit memarkirkan mobil di halaman rumah Renata, membiarkan mesin mati perlahan sebelum menarik napas panjang. Hari ini terasa terlalu panjang. Terlalu banyak hal yang terjadi dan terlalu banyak yang harus disimpan dalam diam.

Renata turun lebih dulu, melangkah masuk ke dalam rumah dengan santai, seolah insiden barusan hanyalah percikan kecil di antara kepingan hidupnya. Adit menatap punggung wanita itu sejenak, lalu menyusul masuk. Ia langsung menuju kamarnya sendiri.

Begitu pintu tertutup, Adit melemparkan jaketnya ke tempat tidur dan menatap dirinya di cermin. Matanya sudah kembali normal. Tapi rasa panas masih tersisa di telapak tangannya; jejak kekuatan yang tadi ia lepaskan begitu saja. Ia tahu itu tak bijak. Tapi ia tak punya pilihan.

Ia berjalan ke kamar mandi, berniat menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin untuk menghapus bau malam itu. Namun sebelum ia sempat membuka keran, ponselnya bergetar keras di atas meja.

Nama Larasati terpampang di layar. Ia mengernyit. Sejak ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Pijat Tampan   Menonton Diri Sendiri

    Vera berjalan di belakang dengan postur yang protective, mata tajam mengawasi sekitar, siap untuk intervene jika ada yang mencoba nekat terobos pembatas.Mereka berjalan di red carpet pendek itu, hanya sekitar dua puluh meter, dengan bodyguard mengapit dari kiri dan kanan. Media massa yang posisi di sisi red carpet langsung meneriakkan pertanyaan."Adit! Adit! Gimana perasaan lo malam ini?""Adit, film udah sold out di mana-mana, ada komentar?""Adit, cewek di samping lo siapa? Pacar?"Adit berhenti sejenak di depan kamera TV, menghadap reporter dengan senyum yang ramah. "Perasaan malam ini? Luar biasa. Nervous tapi juga excited banget. Makasih buat semua yang udah support film ini. Kalian yang bikin ini semua terjadi.""Dan cewek di samping lo?" tanya reporter itu lagi sambil mengarahkan mic ke arah Larasati yang langsung tersipu."Ini orang yang sangat penting di hidup aku. Dia support aku dari awal," jawab Adit dengan diplomatis; tidak bilang pacar, tapi juga tidak bilang hanya tem

  • Tukang Pijat Tampan   Siapa Cewek Di Sebelah Adit?

    Pukul setengah tujuh, mobil Vera parkir di basement mall dengan akses khusus yang sudah diatur panitia agar Adit tidak perlu melewati kerumunan fans di pintu utama. Di dalam mobil, selain Vera yang menyetir, ada Adit di kursi tengah berpakaian sangat rapi, jas hitam dengan kemeja putih tanpa dasi untuk kesan formal tapi tidak kaku, celana bahan hitam yang pas, dan sepatu kulit hitam yang mengkilap. Rambutnya ditata dengan gel dengan model swept back yang membuat wajahnya terlihat lebih dewasa dan charismatic.Dan di sampingnya, duduk Larasati dengan dress cocktail berwarna navy blue yang elegan, rambut disanggul rapi, makeup yang tidak terlalu tebal tapi membuat wajahnya glowing. Ia tampak nervous; ini pertama kalinya ia akan muncul di depan publik sebagai... well, sebagai apa? Pacar Adit? Teman? Asisten? Hubungan mereka belum pernah diumumkan secara resmi."Kamu okay, sayang?" tanya Adit sambil menggenggam tangan Larasati yang terasa dingin dan sedikit gemetar."Nervous. Sangat nervo

  • Tukang Pijat Tampan   Pemutaran Perdana

    Satu bulan berlalu dengan sangat cepat; terlalu cepat, bahkan. Hari-hari dipenuhi dengan jadwal yang padat: sesi pemotretan untuk majalah, wawancara di berbagai stasiun TV dan podcast, promosi di mall-mall besar yang selalu dipadati ratusan fans, konten untuk media sosial yang harus dibuat setiap hari, dan meeting dengan berbagai brand yang ingin Adit jadi ambassador mereka.Adit hampir tidak punya waktu untuk bernapas. Tapi semua kerja keras itu membawa hasil yang luar biasa.Film yang dibintangi Adit, berjudul "RANGGA: Pahlawan Jalanan", akhirnya tayang perdana di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada hari Kamis di minggu pertama bulan ini. Dan respons publik? Melampaui semua ekspektasi yang bahkan paling optimis sekalipun.Entah karena aktor utamanya adalah Adit yang sudah viral dengan berbagai kontroversi dan pencapaiannya, atau karena strategi marketing Krisna dan timnya yang memang luar biasa dengan timing yang perfect dan konten promosi yang menarik, atau mungkin karena kombin

  • Tukang Pijat Tampan   Jumpa Fans

    Hari-hari berganti dan berjalan seperti biasa. Adit fokus pada berbagai persiapan untuk acara jumpa fans yang akan datang, latihan fisik di home gym barunya, dan sesekali mengobrol dengan Vera dan Laras membahas soal endorsement. Hanya itu-itu saja. Tak ada yang ia kerjakan.Adit tidak berkomunikasi dengan Seina sama sekali. Itu hal bagus bagi Adit. Ia justru akan pusing jika bertemu dengan wanita penuh godaan seperti itu lagi. Dan ia sungguh tak memikirkan soal imbalan dari wanita itu. Ia tak mengharapkannya.Hidup terus berjalan. Eksistensi di media sosial semakin meningkat. Followers Instagram Adit sudah menembus angka tujuh juta dalam waktu singkat. Setiap postingan yang Vera upload langsung mendapat ratusan ribu likes dalam beberapa jam pertama. Brand-brand besar mulai mengirim tawaran endorsement dengan harga yang fantastis; mulai dari produk fashion, jam tangan, suplemen kesehatan, hingga mobil.Vera sibuk screening semua tawaran itu, memilih yang paling cocok dengan image Adi

  • Tukang Pijat Tampan   Tak Jadi Menginap

    Adit beranjak dari tempat tidur kamar tamu yang empuk itu dan berjalan menuju pintu dengan langkah perlahan. Adit membuka pintu dan persis seperti dugaannya; Seina lah yang datang.Tapi kali ini, berkat kejadian serangan yang baru saja terjadi, Adit sama sekali tidak memiliki minat untuk melanjutkan apa yang hampir terjadi sebelumnya. Hasrat yang sempat membara tadi sudah padam total, digantikan dengan kewaspadaan dan kelelahan mental.Dan tampaknya, Seina pun juga merasakan hal yang sama. Wanita itu sudah berganti gaun tidur; kali ini yang jauh lebih tertutup, semacam piyama sutra berwarna biru muda dengan lengan panjang dan celana panjang yang sopan, tidak ada lagi godaan atau undangan terselubung. Wajahnya terlihat lelah, dan mata yang tadi penuh hasrat kini hanya menunjukkan kelelahan dan rasa bersalah."Adit, maaf soal yang tadi ya…" katanya dengan suara yang pelan, tulus, dan sedikit gemetar. "Dua kali berturut-turut dalam satu malam kamu menyelamatkan aku… dan aset di rumah ini

  • Tukang Pijat Tampan   Siapa Yang Menyerang Siena?

    Adit menghindar dari ayunan tongkat seseorang yang mengarah padanya dengan mudah. Tubuhnya bergerak seperti bayangan, meliuk ke samping dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat mata, lalu ia meluncurkan pukulan keras langsung ke wajah penyerang itu.PRAAAKK!Bunyi tulang hidung patah terdengar sangat jelas bahkan di tengah keributan. Penyerang itu terlempar ke belakang seperti ditendang kuda, tubuhnya melayang hampir dua meter sebelum jatuh tidak sadarkan diri, masker robek dan hidung hancur berdarah.Satu orang telah tumbang mengenaskan.Tiga penyerang yang melihat itu langsung meninggalkan satpam yang sudah hampir tidak berdaya dan beralih menyerang Adit. Sepertinya, kini mereka menyadari ancaman baru yang jauh lebih berbahaya. Mereka datang dari tiga arah berbeda dengan senjata teracung; golok dari kiri, rantai besi dari kanan, pentungan dari depan.Adit tidak mundur. Ia maju ke depan dan masuk ke jarak dekat dengan penyerang yang membawa pentungan sebelum pentungan itu sempat d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status