Home / Male Adult / Tukang Servis Spesialis / Pagi Dengan Menu Utama

Share

Pagi Dengan Menu Utama

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-05-27 11:28:00

Dayat mendorong rita ke ranjang tanpa membuang waktu lagi. Rita terjerembab di atas kasur tanpa seprai itu dengan posisi telungkup, lalu membalikkan tubuhnya untuk menatap Dayat dengan napas yang mulai memburu. Namun, dengan gerakan yang cepat dan bertenaga, Dayat langsung membalikkan kembali tubuh rita hingga posisi tengkurap dan dengan cepat dayat melepaskan celana rita hingga cdnya dan menunggingkan tubuh rita di atas kasur kapuk tersebut. Dayat menahan kedua pinggul Rita yang kini sudah ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Servis Spesialis   Sarapan dan Kenikmatan Baru Tercipta

    "Halo mas dayat, Nanti jangan lupa jam sepuluh ke kantor yaa.." ucap astrid di seberang telpon dengan suara yang terdengar formal namun ramah. Dayat melirik sekilas jam dinding yang menunjukkan masih jam 8 kurang, tepatnya jarum panjang berada di angka sebelas dan jarum pendek di angka tujuh lebih sedikit. "Oke siap, nanti jam 10 aku udah disana,," ucap dayat memberikan kepastian agar sekretaris kantor tersebut tidak perlu merasa khawatir lagi. "Oke mas, sampe ketemu di kantor yaa,," ucap astrid, yang kemudian telpon terputus secara sepihak setelah Dayat memberikan jawaban persetujuannya. Dayat menurunkan ponselnya dari telinga, lalu menaruhnya kembali di atas meja makan bersebelahan dengan piring nasi gorengnya. Mira yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Dayat langsung membuka suara sambil mengunyah makanannya. "Siapa mas? Gita ya?" Tanya mira dengan mata yang menyipit penuh rasa penasaran. Dayat langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, tangan kanannya meraih send

  • Tukang Servis Spesialis   Pagi Dengan Menu Utama

    Dayat mendorong rita ke ranjang tanpa membuang waktu lagi. Rita terjerembab di atas kasur tanpa seprai itu dengan posisi telungkup, lalu membalikkan tubuhnya untuk menatap Dayat dengan napas yang mulai memburu. Namun, dengan gerakan yang cepat dan bertenaga, Dayat langsung membalikkan kembali tubuh rita hingga posisi tengkurap dan dengan cepat dayat melepaskan celana rita hingga cdnya dan menunggingkan tubuh rita di atas kasur kapuk tersebut. Dayat menahan kedua pinggul Rita yang kini sudah terekspos sepenuhnya di depan matanya. Dayat menundukkan kepalanya, mendekatkan bibirnya ke daun telinga Rita yang mulai memerah karena hawa panas yang menjalar di dalam kamar kosong itu. "Menu utama baru di mulai," bisik dayat dengan suara yang rendah dan terdengar sangat mengintimidasi. "Aaahh! Mas, bentar, mas.. mhh,, jangan langsung--aaahhh!" teriak Rita tertahan saat merasakan ujung kejantanan Dayat yang besar mulai menekan area sensitifnya dari arah belakang. Dengan satu gerakan dayat d

  • Tukang Servis Spesialis   Keusilan Di Pagi Hari

    "Pagi mas,," sapa gadis itu dengan senyuman tipis sambil merapikan rambut panjangnya yang agak berantakan di dekat meja makan. Dayat menghentikan langkahnya di ambang pintu kamar, matanya berkedip beberapa kali melihat sosok asing yang duduk santai di ruang tengah rumah Mira pagi itu. "I-iya pagii.." sahut dayat dengan nada canggung, ia menggaruk lehernya yang tidak gatal sama sekali. Mira yang sedang memotong sayuran di dapur kecilnya menoleh sekilas, lalu menunjuk ke arah gadis berkaus ketat di ruang tengah tersebut. "Oh iya mas, kenalin itu sepupuku namanya rita,," ucap mira dengan nada suara yang terdengar sangat santai tanpa beban. Rita bangkit dan melangkah pelan menghampiri dayat, langkah kakinya sengaja dibuat berayun lambat hingga jarak mereka hanya tersisa setengah meter saja. Dia mengamati wajah Dayat dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai, lalu mengulurkan tangannya, "Rita.." Dayat menyambut tangan Rita, membalas genggaman tangan gadis itu yang terasa halus

  • Tukang Servis Spesialis   Pertempuran Berkeringat

    "Mas... pelan dikit mas,, i-ini dalem banget mas,, aaahh.. aaahhh.. ya ampun mas, ahh, ahh," bisik Mira di sela desahnya. "Eeemmmhh,, gak bisa pelan mir, badanmu padat banget,, rasanya aku gak bisa berhenti,," ucap Dayat di sela gerakannya yang tetap cepat dengan hentakannya yang keras. "Ahhh... ohh, mas, terus mas.. ahh, ahh, di situ mas, emmhh.. ughh, aaahhh! Lebih keras, Mas! Ahh, ahh!" desah Mira semakin keras, meremas sprei dengan kuku-kukunya sampai memutih karena tidak tahan menerima tusukan yang bertubi-tubi. "Oohh, iya, Mir? Ini udah keras belum? Hah? Emmhh!" tanya Dayat dengan suara berat, sambil terus menekan pinggul Mira dan menghantamnya tanpa ampun dari belakang. "Aaahh! Udah, Mas! Ahh, ahh, ughh, dalem banget, Mas! Terus, Mas, jangan berhenti, ahh, ahh!" sahut Mira dengan mata terpejam rapat dan dahi berkerut dalam karena kenikmatan yang memuncak. "Emmhh, jepit terus, Mir! Punya lo sempit banget, ahh!" seru Dayat dengan napas memburu, merasakan jepitan dinding

  • Tukang Servis Spesialis   Servis Yang Entah Keberapa Kalinya

    "Tiba di depan rumah Mira, Mas ayo mampir dulu..." ucap Mira sambil menarik tangan Dayat dengan cukup kuat, seolah tidak sabar ingin membawa pria itu masuk melewati pintu pagar rumahnya. Dayat yang tangan kanannya masih memegang setang motor menahan tarikan tersebut sesaat, memposisikan standar dua kendaraannya agar berdiri tegak dengan kokoh di atas lantai semen. "Iya iya bentar aku parkir motor dulu Mir," ucap Dayat menenangkan kegelisahan gadis di depannya yang nampak sangat terburu-buru itu. Mira melepas cekalannya pada tangan Dayat, berbalik dengan cepat lalu melangkah setengah berlari menuju teras depan rumah. Jemarinya yang lentur merogoh isi tas kecil miliknya, mengambil sebatang kunci logam, lalu memasukkannya ke dalam lubang selot pintu kayu rumahnya dengan gerakan yang sangat cepat. Cklek. Mira melangkah lebih dulu dan membuka kunci serta pintu rumahnya, membiarkan lampu ruang tamu yang masih padam terlihat remang-remang dari arah luar halaman. Setelah memastikan motor

  • Tukang Servis Spesialis   Tawaran Untuk Melanjutkan

    "Oh itu, tadi aku mau nyuruh Mas Dayat WA kamu.. aku mau pulang soalnya," ucap Mira dengan nada suara yang agak cepat, berusaha mencari alasan agar tidak ketahuan. Gita mengangguk pelan sambil menurunkan tas kecilnya dari pundak, meski matanya masih memperhatikan gerak-gerik temannya itu. "Ohh gitu... kamu mau pulang sekarang?" tanya Gita yang merasa agak aneh dengan gelagat Mira yang tampak buru-buru. Tak lama, pintu kamar terbuka sepenuhnya dan Dayat melangkah keluar dengan wajah yang diusahakan sepadat mungkin untuk menutupi kepanikannya. Dia langsung mendapati Gita dan Mira sedang berdiri berhadapan di ruang tengah. "Lho kamu udah pulang Git?" tanya Dayat sambil berjalan mendekat ke arah mereka berdua. Gita menoleh ke arah Dayat, mengembuskan napas panjang karena merasa lelah setelah menempuh perjalanan sore yang lumayan macet. "Iya Mas, cuma sebentar aja kok.. soalnya kebetulan pamanku disana juga mau pergi katanya," ucap Gita menjelaskan situasi yang membuatnya harus pulang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status