Share

Untung Aja

Penulis: NomNom69
last update Tanggal publikasi: 2026-05-16 10:24:19

"​Geblek! Katanya room 11, nggak tahunya salah room. Sialan si Anggun, ngerjain gue apa gimana ini?" gumam Dayat dalam batin sambil mengusap wajahnya yang mendadak terasa panas karena malu. Ia bersyukur lampu koridor tidak terlalu terang sehingga wajah kikuknya tidak terlihat oleh pelayan yang lewat.

​Dayat segera memutar badan, berjalan cepat kembali menuju lobi tempat ia bertemu Anggun tadi. Pikirannya masih kacau, membayangkan betapa malunya ia jika orang-orang di dalam ruangan tadi meng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tukang Servis Spesialis   Panggilan Penting?

    Mendengar ucapan Dayat, Astrid tertawa kecil lalu makin merapatkan tubuh polosnya ke pelukan pria itu. Mereka berbaring berdua di balik selimut tipis, saling melempar senyum danusapan mesra di bawah semilir angin sepoi-sepoi yang masuk dari celah jendela vila.Jemari Astrid menelusuri dada tegap Dayat yang masih hangat, membelai pelan otot-ototnya yang rileks. Namun, di tengah keheningan yang romantis itu, mendadak terdengar suara keroncongan pelan dari perut Astrid.Astrid tersentak kecil, lalu tertawa malu sambil menutupi wajahnya di dada Dayat."Duh, Mas... gara-gara kamu nih," keluh Astrid manja sambil mendongak. "Aku jadi laper banget..."Dayat terkekeh geli melihat tingkah wanita di sampingnya. Ia mencium kening Astrid singkat lalu mengusap rambutnya yang sedikit berantakan."Ya iyalah laper, kan tadi udah ngeluarin tenaga ekstra," goda Dayat sambil mencubit pelan hidung Astrid. "Yaudah, ayo kita cari makan."Astrid memiringkan kepalanya, menatap Dayat penasaran. "Makan di mana

  • Tukang Servis Spesialis   Keringat Gairah

    Astrid merayap pelan di atas tubuh Dayat, gerakannya begitu santai dan tenang namun sarat akan godaan. Luapan kehangatan dari tubuh mulusnya terasa begitu dekat saat ia mengangkangi paha tegap pria itu.Dengan tatapan mata sayu yang mengunci pandangan Dayat, Astrid memposisikan dirinya tepat di atas kejantanan Dayat yang kembali menegang keras."Mas... liat aku," bisik Astrid halus. Bibirnya mengukir senyum tipis yang nakal.Dayat menelan ludah, memegangi kedua pinggul mulus Astrid dengan cengkeraman erat. "Jangan pelan-pelan banget, Mbak... makin bikin gemes kalau digantungin gini."Astrid terkekeh pelan. Jemarinya yang lentur bergerak ke bawah, meraih batang perkasa Dayat lalu mengarahkannya tegak lurus, menyejajarkannya tepat di bibir kewanitaannya yang sudah sangat basah dan hangat."Sabar dong, Mas Montir... yang nikmat itu justru pas proses masuknya," goda Astrid sambil menggoyangkan pinggulnya perlahan, membiarkan kebasahan intinya mengolesi ujung kejantanan Dayat."Shhh... uda

  • Tukang Servis Spesialis   Tarik Ulur Kenikmatan

    "Eits, maksudnya vila penginapan kita, Mas Dayat! Mikir apa kamu? Kok mukanya langsung panik gitu, hahaha!" tawa Astrid meledak melihat reaksi kaget Dayat. Ia melepaskan genggaman tangannya sambil menepuk bahu Dayat gemas."Aduh, Mbak... ngomong tuh yang jelas, bikin kaget aja," gerutu Dayat sambil mengelus dadanya yang sempat berdebar kencang, meski akhirnya ikut tertawa pasrah."Ya udah, yuk! Mumpung laporan udah dikirim dan kita lagi 'bebas tugas' nunggu arahan Bu Clara, mending kita geser ke vila penginapan sekarang. Bisa rebahan beneran, mandi, terus santai," ajak Astrid bersemangat.Tanpa membuang waktu, mereka berdua langsung merapikan perlengkapan yang berserakan. Astrid memasukkan laptop dan dokumennya ke dalam tas, sementara Dayat membereskan tas perkakas serta memastikan pintu dan jendela proyek resort sudah terkunci rapat.Setelah semua barang masuk ke bagasi mobil, Dayat melajukan kendaraannya pelan menelusuri jalanan kecil nan asri menuju kompleks vila penginapan yang ta

  • Tukang Servis Spesialis   Kesempatan Dalam Kesempitan

    Dayat menyingsingkan lengan bajunya sampai ke siku, menatap langit-langit dapur yang masih terbuka itu dengan raut wajah mantap."Mbak, aku bakal naik ke dalam plafon sekalian," ujar Dayat sambil memeriksa saku celananya untuk memastikan ponselnya aman. "Aku mau rayap seluruh celah di atas, ngecek sejauh mana kerusakan kabelnya sekaligus foto-fotoin tiap sudut buat bukti."Astrid menatap Dayat dengan rasa khawatir yang tidak bisa disembunyikan. "Hah? Kamu mau masuk ke dalam sana, Mas? Maksudku... di atas kan gelap, pengap, terus takutnya roboh atau ada binatang...""Tenang aja, Mbak. Kayu penopangnya masih kuat kok. Lagian kalau cuma diliat dari bawah sini gak bakal keliatan seberapa parah hancurnya," potong Dayat menenangkan. "Mbak Astrid tunggu di bawah aja ya, pegangin kursinya pas aku naik."Dengan sigap, Dayat memanjat kursi lalu mendorong tubuhnya ke atas lewat lubang kontrol plafon. Hanya dalam hitungan detik, tubuh Dayat sudah menghilang di kegelapan langit-langit, disusul sua

  • Tukang Servis Spesialis   Inspeksi Resort

    Keesokan harinya, perjalanan panjang mereka akhirnya sampai pada tujuan. Mobil yang dikendarai Dayat memasuki area proyek pembangunan resort yang tampak megah sekaligus asri. Dayat memarkirkan mobilnya di area parkir yang agak teduh, lalu turun untuk meregangkan otot-otot tubuhnya setelah berjam-jam menyetir.Dayat bersandar di depan kap mobil sambil menyalakan sebatang rokok. Dari posisinya, ia memperhatikan sekitar area proyek yang masih setengah jadi, sembari menunggu Astrid yang sedang pergi ke kantor pengelola untuk mengambil kunci akses.Tidak lama kemudian, langkah kaki Astrid terdengar mendekat. Dayat menoleh dan langsung mendapati Astrid berjalan ke arahnya dengan senyuman cerah, sambil menggoyangkan gantungan di tangannya. Dayat memperhatikan jemari Astrid yang ternyata memegang dua buah kunci dengan gantungan yang berbeda."Gimana, Mbak? Udah beres urusan kuncinya?" tanya Dayat sambil mengembuskan asap rokoknya."Udah dong," jawab Astrid riang. Ia menunjukkan kedua kunci it

  • Tukang Servis Spesialis   Obrolan Ringan Menggoda

    Mendengar pertanyaan blak-blakan dari Astrid, Dayat sempat menahan napas sesaat. Namun, instingnya sebagai laki-laki langsung mengambil alih. Ia tidak mau kalah lagi. Dayat menoleh, menatap langsung ke dalam mata Astrid dengan senyuman yang sengaja dibuat semanis dan senakal mungkin."Khusus buat Mbak Astrid mah... free," bisik Dayat, sengaja menekankan kata terakhirnya tepat di depan wajah cewek itu. "Gak perlu bayar pakai uang, Mbak."Astrid seketika melebarkan senyumnya, tampak sangat puas karena berhasil memancing reaksi yang ia inginkan dari Dayat.Namun, sedetik kemudian Dayat langsung memundurkan kepalanya, mengusap tengkuknya yang mendadak terasa hangat sambil tertawa renyah. Sisi canggungnya kembali muncul karena tidak terbiasa membahas urusan "ranjang" seserius ini dengan rekan kerjanya sendiri."Aduh... tapi lagian kenapa jadi malah ngomongin gituan sih, Mbak?" keluh Dayat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah. "Aku jadi canggung banget ini, Mbaaakk... hahahaha!"Ast

  • Tukang Servis Spesialis   Next Job!

    Dayat tetap memasang wajah tenang, meski dalam hati ia cukup terkejut dengan ketelitian Linda. Ia memperbaiki kerah kemejanya sambil menatap Linda santai. ​"Oalah, soal itu. Gita itu adiknya temenku, Lin. Kemarin temenku itu minta tolong banget buat jemput dia pagi-pagi," jawab Dayat dengan nada y

  • Tukang Servis Spesialis   Kehangatan Tanpa Hasrat

    Dayat menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, mencoba meredakan sisa-sisa denyut nikmat yang masih terasa. "Ya sudah, kalau gitu nanti Mas temenin sampai kamu tidur deh," ucap Dayat sambil mengusap kepala Gita. ​Gita langsung mendongak, matanya berkilat nakal mendengar jawaban itu. "Nemenin doang

  • Tukang Servis Spesialis   Gadis Yang Haus Dan Kesepian

    Motor Dayat terparkir rapi di halaman rumah Niken yang sudah sepi. Begitu ia mengetuk pintu, Gita langsung menyambutnya dengan senyum lebar, seolah rasa takutnya tadi hilang seketika saat melihat sosok Dayat. ​"Masuk, Mas," ajak Gita. ​Di dalam, suasana rumah terasa sangat lengang. "Mas mau ngopi

  • Tukang Servis Spesialis   Tawaran Dan Pertanyaan

    Dayat masih termangu. Suara kipas angin kontrakannya memecah hening. Dayat baru saja memejamkan mata, tak lama, layar ponsel yang tergeletak di samping bantalnya menyala. Dayat melirik malas, namun keningnya berkerut saat membaca nama pengirimnya. “Yat! Mau jadi engineer nggak di kantorku? Mumpun

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status