Home / Rumah Tangga / Tukar Ranjang Puaskan Rasa / Bab 61 - Umpan Berbisa Sang Ratu

Share

Bab 61 - Umpan Berbisa Sang Ratu

Author: SamL9
last update publish date: 2026-09-16 14:30:30

"Ternyata apa yang terlihat indah, terkadang tidak seindah itu ... apa aku sudah salah melangkah, ya?" batin Laura bergejolak.

Pemandangan kota metropolitan yang membentang di bawah sana seakan menjadi saksi bisu dari keliaran yang meledak di lantai teratas menara Bald Corporation. Dinding kaca yang dingin berembun oleh napas Laura yang tersengal, berpadu dengan panas tubuh Edward yang mengungkungnya tanpa ampun. Setiap sentuhan, setiap ciuman yang dihujamkan Edward dipenuhi oleh rasa cemburu y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 67 - Cengkraman Kepemilikan

    "Kalau ayahnya saja bisa aku lenyapkan, apalagi cuma anaknya. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa memisahkan aku dari Laura. Aku dan dia ... akan menguasai semua milik Tuan Bald!"Satu bulan berlalu sejak malam berdarah yang menghapus garis keturunan Bald dari muka bumi. Dalam kurun waktu singkat tersebut, Laura dan Edward telah menyapu bersih sisa-sisa loyalis masa lalu, menggantinya dengan pion-pion baru yang mutlak tunduk pada kekuasaan mereka. Kota metropolitan ini tidak lagi mengenal nama Tuan Bald maupun Victor; mereka hanya tahu bahwa Nyonya Besar Laura kini memegang kendali penuh atas salah satu raksasa bisnis terbesar di negara ini.Malam ini, untuk merayakan penutupan kuartal pertama di bawah kepemimpinannya, Bald Corporation menggelar sebuah gala dinner amal super mewah di ballroom lantai puncak Grand Apollo Hotel.Laura berdiri di tengah lautan sosialita, pejabat tinggi, dan miliarder. Ia mengenakan gaun malam haute couture berwarna hijau zamrud yang memeluk le

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 66 - Noda Darah

    "Kamu akan menjadi milikku selamanya ...."Sepuluh menit tepat setelah panggilan Edward ditutup, bel pintu penthouse berbunyi dengan nada datar. Tidak ada ketukan, tidak ada suara langkah kaki yang terburu-buru. Edward membuka pintu, mempersilakan empat pria berpakaian serba hitam dengan peralatan khusus masuk ke dalam ruangan. Wajah mereka tertutup masker respirator tebal, pandangan mereka sepenuhnya kosong, layaknya mesin yang diprogram hanya untuk satu tujuan: melenyapkan jejak.Mereka bekerja dalam keheningan mutlak. Tubuh kaku Victor Bald dimasukkan ke dalam kantong kedap udara berlapis tebal. Karpet sutra yang ternoda darah digulung rapi dan disegel. Percikan darah di sofa dan meja kaca dibersihkan menggunakan cairan kimia korosif yang langsung menghilangkan DNA tanpa sisa, meninggalkan aroma klorin dan mint yang tajam untuk menutupi bau anyir kematian.Laura duduk di kursi bar dengan kaki menyilang anggun, menyesap segelas air es sambil menyaksikan prosesi itu bak seorang ratu

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 65 - Mahkota Tanpa Cela

    "Kalau aku jadi ratu ... kamu harus jadi rajanya." Guntur kembali menggelegar, menggetarkan kaca-kaca jendela penthouse mewah itu hingga berderak pelan. Namun di dalam ruangan, badai yang jauh lebih liar tengah berlangsung. Edward mengangkat tubuh Laura dengan mudah, menjauhkannya dari genangan darah yang perlahan meresap ke dalam karpet sutra. Ia membawa ratunya menuju ranjang king-size di kamar utama penthouse, membaringkan wanita itu dengan sentuhan yang memadukan kekasaran seorang pembunuh dan pemujaan yang buta. Gaun sutra merah marun yang dikenakan Laura dilucuti tanpa sisa kesabaran, robek di bagian bahu tatkala tangan kokoh Edward merenggutnya. Pria itu mengungkung tubuh Laura sepenuhnya, menatap setiap inci kulit wanita itu dengan mata yang gelap, lapar, dan sangat posesif. "Tidak akan ada lagi yang berani menatapmu, apalagi menyentuhmu," geram Edward rendah, napas panasnya menerpa dada Laura. "Malam ini, aku akan menghapus setiap ingatan tentang ayah maupun anak sialan it

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 64 - Darah di Atas Karpet Sutra

    "Dasar lelaki tak tahu diri! Sial!"Tubuh Victor menegang kaku bagaikan patung batu. Hawa dingin dari laras pistol peredam milik Edward yang menempel di tengkuknya seolah membekukan darah di pembuluhnya. Sisa-sisa arogansi yang beberapa detik lalu menguasai wajah pewaris Bald itu lenyap tak berbekas, digantikan oleh kepanikan instingtual seekor mangsa yang tertangkap masuk ke dalam perangkap."Kau ...." suara Victor bergetar, mencoba mempertahankan sisa wibawanya meski peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. "Kau berani menarik pelatuk itu, video rekaman pembunuhan ayahku akan tersebar ke seluruh dunia. Sistem di ponselku ....""Sistem Dead Man's Switch milikmu yang terenkripsi itu?" potong Edward dengan nada mengejek yang sangat dingin.Dari sudut ruangan, Laura berjalan dengan langkah gemulai mendekati sofa. Ia memungut jas basah Victor, merogoh saku bagian dalamnya, dan mengeluarkan ponsel pintar milik pria itu. Dengan senyum seringai yang begitu mematikan, Laura mengetuk layar ya

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 63 - Memamerkan Tubuh

    Pukul sembilan tepat. Hujan badai yang mengguyur kota sejak sore belum juga mereda. Kilat sesekali menyambar, menerangi kaca jendela penthouse mewah di lantai empat puluh yang menjadi arena jebakan malam ini. Di dalam ruangan, lampu sengaja diredupkan, menyisakan pendaran keemasan dari lampu hias dan perapian elektrik. Alunan musik jazz klasik mengalun pelan, menyamarkan ketegangan yang mengudara kental.Pintu ganda penthouse terbuka dengan bunyi klik pelan. Victor Bald melangkah masuk, mengibaskan tetesan air hujan dari mantel panjangnya. Senyum pongah menghiasi wajah tirusnya yang angkuh. Matanya langsung tertuju pada sosok Laura yang tengah berdiri di dekat minibar, menuangkan cairan amber ke dalam dua gelas kristal.Gaun sutra merah marun yang dikenakan Laura menempel bak kulit kedua, mempertegas setiap lekuk tubuhnya dengan sempurna. Belahan gaun yang tinggi memamerkan paha putihnya yang jenjang setiap kali ia bergerak. Bagi Victor, pemandangan itu adalah trofi kemenangannya. Ia

  • Tukar Ranjang Puaskan Rasa   Bab 62 - Candu Mengikat Jiwa

    Jarum jam di dinding marmer baru menunjukkan pukul tujuh malam. Hujan deras yang mengguyur kota sejak senja kini berubah menjadi badai, menghantam kaca-kaca jendela mansion keluarga Bald dengan suara bergemuruh.Di ruang persenjataan bawah tanah yang tersembunyi di balik garasi utama, Edward berdiri di depan meja logam. Ia sedang memeriksa perangkat kloning peretas nirkabel seukuran kotak korek api, memastikan alat mematikan itu berfungsi sempurna sebelum pertemuan mereka dengan Victor pukul sembilan nanti. Pistol semi-otomatis dengan peredam suara sudah terselip rapi di balik jas hitamnya.Namun, indra predator Edward yang tajam tiba-tiba menangkap suara sekecil apa pun. Derit halus sol sepatu bot di atas lantai beton. Bukan hanya satu orang, melainkan tiga.Edward tidak membalikkan badan, tangannya tetap tenang merakit sisa peralatannya. "Kalian tahu, menyelinap di belakangku saat aku sedang memegang senjata adalah cara tercepat untuk mati."Tiga pria berseragam hitam melangkah kelu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status