Two Brothers On Her; A dark Secret of the past

Two Brothers On Her; A dark Secret of the past

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-08-04
Oleh:  DesireOngoing
Bahasa: English
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
14Bab
509Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Selene was against her mother's marriage to another man and refused to attend their wedding. However, her decision turns into regret when the couple dies on their wedding day, leaving Selene as an orphan completely. Being only 19 and with no way of sustaining herself, she moves in with her uncle, a live-in driver for a wealthy family. In the mansion, she's able to get a job as a maid to gain income to sponsor herself for University. This was just her plan while working alongside her Uncle but the situation changes when Selene catches the eye of not one but two sons of the family. The two sons doted on her so much and were already to have at her cost. What would happen if Selene was meant to choose beautiful two sons? Aren't you curious to know the names of these two sons and their personalities? Won't you have a favorite among the sons and want the same man for Selene ? Find out whether Selene was going to choose anyone between the two in this intriguing novel, "Two Brothers On Her”

Lihat lebih banyak

Bab 1

Death

​Tamparan keras itu mendarat tepat di pipi kiri Aris. Suara plak yang nyaring memotong alunan musik jazz lembut di dalam Kafe Grand Luxe. Rasa panas membakar kulitnya seketika, disusul helaan napas sinis dari wanita yang sudah dua tahun ini mendampinginya.

​"Kamu tuh sadar diri dong, Ris! Selama ini aku cukup sabar makan di warung pinggir jalan sama kamu!" bentak Sarah dengan suara melengking. Matanya melotot tajam, mengabaikan beberapa pasang mata pengunjung kafe yang mulai menoleh ke arah meja mereka.

​Aris memegangi pipinya yang berdenyut. Ibu jarinya meraba perlahan permukaan cincin perak murah yang tergeletak kaku di atas meja kayu kafe. Cincin itu adalah hasil tabungannya selama tiga bulan terakhir, berniat diserahkannya malam ini sebagai simbol keseriusan.

​"Rah, aku cuma minta waktu sedikit lagi," bisik Aris, suaranya bergetar hebat menahan gelombang rasa malu dan sakit hati. "Usaha perintis yang aku bangun bareng kawan-kawan sebentar lagi jalan. Kita cuma butuh sedikit kesabaran."

​"Waktu? Sampai aku tua dan berkerut?" Sarah tertawa mengejek, nada suaranya dipenuhi hinaan yang melukai dada Aris.

​Tanpa rasa canggung, Sarah melangkah rapat lalu menyandarkan tubuhnya ke lengan seorang pria berjas necis yang sejak tadi berdiri angkuh di sampingnya. Tangannya melingkar mesra di lengan pria itu, seolah menegaskan batasan yang sangat tegas antara dirinya dan Aris.

​"Kenalin, ini Kevin. Ayahnya pemilik jaringan properti terbesar di Kota Metro Raya," ujar Sarah dengan dagu terangkat bangga. "Dia cuma butuh waktu lima menit buat beliin aku tas Gucci, bukan janji manis enggak jelas kaya kamu!"

​Kevin tersenyum sinis, menatap Aris dari atas ke bawah seolah Aris hanyalah seonggok sampah yang mengotori sepatu kulit gilapnya. Pria itu mencondongkan badannya sedikit, memperlihatkan jam tangan emas yang berkilau disiram lampu gantung kafe.

​"Gue perhatiin dari tadi lu cuma muter-muter kalimat yang sama," potong Kevin dengan nada dingin. "Gak malu lu ngajak cewek sekelas Sarah ke tempat kaya gini tapi cuma sanggup pesen Americano paling murah?"

​Aris mengepalkan kedua tangannya di bawah meja. Jemarinya saling meremas hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gejolak amarah yang membakar dadanya.

​Kevin merogoh dompet kulit mewahnya tanpa terburu-buru. Dengan gerakan santai dan penuh penghinaan, dia menarik lima lembar uang ratusan ribu dari dalam dompetnya.

​"Nih, ambil." Kevin melemparkan lembaran uang merah itu tepat ke dada Aris. Uang-uang tersebut berhamburan, sebagian jatuh di paha Aris dan sisanya berserakan di lantai dingin kafe. "Ambil buat ongkos pulang naik angkot. Sarah bukan level laki-laki kere kaya kamu."

​Sarah bersedekap, tersenyum puas melihat ketidakberdayaan Aris. "Mending kamu ambil uangnya, Ris. Jangan makin bikin malu diri sendiri di sini. Lagian kita udah selesai."

​Beberapa pengunjung di meja sekitar mulai berbisik-bisik. Tatapan kasihan dan ejekan menyatu, mengurung Aris dalam lingkaran kecanggungan yang meremukkan harga dirinya sebagai seorang pria.

​Pandangan Aris meredup, menatap lima lembar uang merah yang berserakan di antara sepatunya yang sudah usang. Dada pria itu bergemuruh hebat, merasakan sakit yang memuncak hingga ke tenggorokan.

​Ting!

​Suara dentingan jernih mendadak menggema kuat langsung di dalam kepala Aris, menghentikan detak waktu di dalam kesadarannya. Kebisingan kafe, tawa mengejek Sarah, dan tatapan angkuh Kevin mendadak seolah membeku.

​[ SISTEM PENGUASA MODERN DITEMUKAN! ]

[ MENGHUBUNGKAN DENGAN GELANGBANG OTAK HOST... 100% SUCCESS! ]

​[ PEMBERITAHUAN: DANA HIBAH PERDANA SEBESAR Rp5.000.000.000 (LIMA MILYAR RUPIAH) TELAH DISALURKAN KE REKENING UTAMA HOST! ]

​Sebuah layar holografik transparan berkerlap-kerlip warna emas tiba-tiba mengapung tepat di hadapan mata Aris. Di saat yang bersamaan, ponsel murahan di saku celananya bergetar hebat secara berturut-turut.

​Dengan tangan yang sedikit gemetar karena keterkejutan, Aris merogoh saku celananya dan menarik ponselnya keluar. Cahaya layar ponsel menyinari wajahnya yang tegang.

​Pesan Masuk (M-Banking): Rekening Anda telah dikreditkan sebesar Rp5.000.000.000,00 dari DANA UTAMA SISTEM. Saldo Efektif: Rp5.000.215.000,00.

​Mata Aris melotot kecil. Jarinya menekan layar, memastikan bahwa angka sembilan digit di dalam aplikasi perbankannya bukanlah halusinasi mata semata.

​[ MISI PERDANA: Balas Penghinaan Ini! Beli Kafe Grand Luxe Secara Tunai Dalam Waktu 3 Menit! ]

​Hadiah Misi: Stat Bertarung +5, Stat Karisma +3, dan Hak Milik Kafe Grand Luxe.

​Hukuman Gagal: Sistem dicabut permanen dan seluruh saldo ditarik kembali.

​Napas Aris berhembus perlahan. Sensasi aneh merayapi punggungnya, menggantikan rasa malu yang tadinya membakar menjadi sebuah ketenangan yang tak tergoyahkan.

​"Kenapa? Masih kurang uangnya?" tebak Kevin sambil menyunggingkan senyum remeh, menyangka Aris hanya bisa tertegun memandangi ponsel murahan di tangannya. "Kalau mau nambah, bersihin dulu sepatu gue pakai lidah lu!"

​Sarah terkekeh geli mendengar ucapan Kevin. "Udah deh Kev, yuk pergi aja. Males aku ngeliat dia menderita di sini."

​Aris mendongak perlahan. Sorot matanya yang tadinya penuh kepasrahan kini berubah drastis—tajam, sangat tenang, dan memancarkan aura tekanan yang membuat Kevin mendadak menghentikan tawa kecilnya.

​Aris mengabaikan lembaran uang di lantai. Dia melangkah maju satu tahap, melintasi Kevin dan Sarah tanpa melirik mereka sedikit pun.

​Pria itu berjalan lurus menuju area kasir, lalu menatap langsung ke arah manajer kafe yang berdiri gugup sejak tadi memperhatikan keributan tersebut.

​"Manajer," panggil Aris dengan suara berat, dalam, dan sangat mantap.

​Sang Manajer, seorang pria paruh baya berkacamata tebal, tersentak kecil dan merapikan kemejanya dengan panik. "I-iya, Mas? Ada yang bisa saya bantu?"

​"Berapa nilai seluruh aset dan kepemilikan saham Kafe Grand Luxe ini kalau saya beli sekarang juga secara tunai?" tanya Aris datar.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Tidak ada komentar
14 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status