/ Romansa / VENDETTA / KHABAR AQIQAH 

공유

KHABAR AQIQAH 

작가: yanktie ino
last update 게시일: 2026-06-12 12:38:45

“Apaaaaaa?”

“Apakah itu benar?” Yaka kaget saat mendengar info, minggu lalu Nadia baru saja melaksanakan aqiqah, dan kedua orangtuanya hadir.

Secara berkala memang Yaka terus mencari info keberadaan Nadia di rumah orang tuanya mau pun di rumah mertuanya. Alasan Yaka terus mencari di rumah orang tua kandungnya sebab disana lokasi paling aman buat Nadia sembunyi dari dirinya. Bahkan Yaka juga cari di semua kamar kost mamanya, apa kah ada Nadia disalah satu kamar.

Khabar yang baru saja Yaka dengar dari satpam perumahan rumah elit mertuanya tentu membuat Yaka sangat kaget.

“Nadia kan baru menghilang 6 bulan. Kok bisa dia bikin aqiqah?”

“Artinya itu bayi yang dulu dia bilang keguguran kan.”

“Kalau dihitung-hitung waktu dia pergi itu, kan kehamilan bayi kami 2 bulan, berarti bayi tersebut lahir 7 bulan, maka minggu lalu sudah aqiqah,” ucap Yaka sendirian di pos satpam

“Bener Pak saya kan dapat kotak berkatnya masih ada nggak ya kertasnya sebentar saya cari,” ucap satpam.

“Kayaknya bayinya itu kembar Pak laki-laki sama perempuan dan namanya bagus-bagus makanya kertasnya saya simpan.”

Yaka terpana, bayi Nadia, atau lebih tepat anaknya adalah kembar.

“Nanti ya Pak saya cari dulu,” kata satpam. Dia membuka buku besar tentang tamu yang datang ke perumahan tersebut, sebab kertas itu dia simpan disana.

“Nah bener kan ada. Ini Pak,” kata satpam sambil memberikan Yaka selembar kertas tentang aqiqah dua bayi

“Ah ini jelas anak aku!”  ucap Yaka sedikit menjerit bagaimana dia tidak yakin itu anaknya kalau nama kedua bayi itu menggunakan nama keluarganya dan nama keluarga Nadia.

‘Tapi kenapa ya kok bayi yang perempuan pakai nama keluarga Nadia?’

‘Kenapa nggak semuanya pakai nama keluarga aku seperti lazimnya?’ pikir Yaka cepat, bahagia sebab punya anak, dan bingung dengan nama dua anak kembar yang beda nama keluarga.

‘Apa kalau nanti nama perempuan tuh percuma,  tetap ikut nama suami, jadi sengaja dibagi seperti itu?’

‘Entahlah. Tapi aku yakin sekarang dua anak itu anak aku. Nadia ternyata hamil kembar, tapi sejak awal aku tak diberi tahu,’ pikir Yaka lagi.

‘Apa Nadia sejak awal kehamilan memang sudah benci aku, sebab saat itu kan aku sudah 2 bulan terikat pada Rahma,’  pikir Yaka sambil  membuat foto tulisan tersebut karena tak mungkin tulisan tersebut dia minta dari Pak satpam.

Nayaka berterima kasih pada pak satpam dan dia pamit, segera masuk kembali ke mobilnya.

“Sekarang bagaimana caranya aku bisa masuk rumah itu?”

“Bisa tanya-tanya ah nggak bukan tanya-tanya, aku mau lihat bayi itu eh bukan, bayi bayi itu.”

Yaka akhirnya bingung sendiri dia terus saja galau mengetahui bahwa ternyata bayinya masih ada,  bahkan bukan satu malah dua. 

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

“Apa urusanmu?”  tanya Ikhsan saat malam ini Yaka memberanikan diri ke rumah kedua orang tuanya dan menanyakan tentang bayi kembar milik Nadia.

“Ya ada lah urusannya. Mereka itu bayiku,” bantah Yaka dengan beraninya

“Bayimu?” Balas Ikhsan sinis.

“Bayimu dengan siapa?” Tanya Fitri tenang.

“Bayimu adalah bayi cacat yang dilahirkan oleh Rahma, yang nggak ketahuan siapa ayah biologisnya. Itu yang kamu nomor satukan di atas semuanya dan itu bayimu!”  ucap Ikhsan dengan tegas, Rupanya dia juga tahu kalau anak yang dilahirkan oleh Rahma itu cacat.

“Bukan mensyukuri bayi itu lahir cacat apalagi mengejeknya, tapi itulah resiko kalau seorang ibu ingin membuang bayinya dengan cara sembarangan.  Akhirnya si bayi mengalami kelainan akibat obat-obatan yang diminum oleh ibu hamil,” ucap Ikhsan.

“Dan kamu nggak perlu tahu juga nggak perlu uang rembuk apapun, terhadap cucu kami.”

“Bayi Nadia lahir di luar pernikahan. Artinya kamu tak punya hak apapun!”

“Bayi itu milik Nadia sepenuhnya secara hukum agama dan negara. Bayi itu mutlak milik Nadia,”  ucap Ikhsan dengan tegas.

Kalau bicara hukum dengan Ikhsan tentu Yaka tidak berani membantah karena Ikhsan adalah profesor di bidang hukum dan dia juga punya law firm sangat besar di Indonesia. Siapapun tahu kredibilitas dia sebagai ahli hukum Indonesia

“Please bantu aku untuk bisa bertemu kedua bayi itu,” rengek Yaka tanpa malu.

“Kami tak punya hak apapun. Kami tak punya wewenang apapun terhadap mereka,” ucap Fitri.

“Yang punya hak sepenuhnya adalah Nadia. Bahkan Hanum pun tidak punya hak.”

“Nadia sudah mengatakan bayi itu sepenuhnya milik dia, kami tidak boleh membawanya kemanapun tanpa seizin Nadia.”

Yaka diam menerima kenyataan kalau Nadia pasang pagar teramat tinggi dan tebal guna membentengi Narendra dan Nareswari dua bayi kembarnya.

Yaka tak tahu, apa nama panggilan kedua bayi itu, dia hanya melihat nama lengkap si kembar.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Yaka memarkir mobilnya sedikit jauh dari pos satpam perumahan tempat tinggal mertuanya.

Lalu dia jalan kaki, tetap sembunyi-sembunyi untuk melihat kedua anaknya, yang pastinya tak akan pernah terjadi.

Nadia menjemur kedua bayinya di halaman belakang, yang jauh dari berisik kendaraan lewat,  juga debu. Tak mungkin akan terlihat dari depan rumah.

Nayaka melakukan hal itu 4 hari berturut-turut setiap pagi, hanya pagi sebab dia tahu bayi dijemur kalau pagi.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Mau kemana dia?”

“Bahkan belum 40 hari sehabis 

melahirkan, dia sudah keluar rumah sendirian?” Hari ini Yaka melihat Nadia pergi menggunakan mobil pribadinya.

“Apa dia mau beli rumah?” Yaka yang menguntit Nadia dari jarak aman melihat istrinya, atau lebih tepat mantan istrinya memasuki sebuah kawasan perumahan super elit, dengan penjagaan super ketat.

Tamu yang masuk ke perumahan harus mendapat izin dari pemilik rumah yang akan dikunjungi, bukan hanya dari satpam lingkungan. Jadi tak ada tamu tak diundang.

Tamu bukan hanya meninggalkan identitas saja seperti perumahan lain.

Dan hari ini Yaka yang tak punya janji dengan pengembang, tak bisa masuk perumahan.

“Dia sengaja memilih pengembang eksklusif seperti ini, agar nanti bila dia kerja, tak ada siapa pun yang bisa datang ke rumahnya,” gumam Yaka yakin.

“Satu sisi aku suka dengan kebijakannya. Artinya anak-anakku aman, tapi di sisi lain aku sedih sebab berarti aku sama sekali nggak punya akses buat melihat anak-anak itu. Aku harus bagaimana ya?” Nayaka masih terpaku di balik gerbang perumahan elit yang Nadia masuki tanpa bisa dia ikuti.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • VENDETTA   SALAH PAHAM?!

    Nadia masuk mobil Nayaka, mobil baru setelah mereka bercerai, sebab awalnya mobil Nayaka adalah mobil sport, tentu untuk digunakan sebagai alat mata pencaharian tak akan pas.Belum sempat Nayaka membuka mulut untuk mengeluarkan kata pertama, atmosfer di antara mereka sudah terasa begitu mencekik.Nadia masuk dan menutup pintu mobil itu dengan hentakan pendek. Aroma pengharum mobil langsung menyengat indra penciumannya, dengan wangi kopi nan lembut. Aroma kesukaan Nayaka.Nadia duduk dengan punggung tegak, menolak untuk bersandar, seolah enggan membiarkan tubuhnya menyentuh apa pun di dalam kendaraan pria yang telah membuangnya."Aku beri waktu lima menit," jelas Nadia, suaranya jernih namun sedingin es, langsung memotong udara sebelum Nayaka sempat menoleh.Nayaka mencengkeram kemudi dengan erat, matanya berkaca-kaca menatap wanita yang kini berjarak begitu dekat namun terasa ribuan mil jauhnya."Tak bisa, Nad, sejak salah

  • VENDETTA   TAKTIK NAYAKA

    “Maaf, saya tak mau bakery saya rame karena banyak orang ingin tahu perusak rumah tangga orang,” pemilik bakery memecat Rahma yang baru dua minggu bekerja.Rahma terpaksa keluar dengan tak hormat, tanpa pesangon, hanya diberi upah dua minggu kerja saja.Rahma makin terpuruk, sudah punya anak cacat, ditambah semua langkahnya selalu saja bisa bocor.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈“Maaf, Bu Nadia sibuk, sampai dua minggu ke depan. Kampus sedang ujian semester,” jelas resepsionis yang Rahma temui siang ini.“Yaka, urus pelacvrmu, tak perlu datan

  • VENDETTA   AKU CINTA BANGET KE MAS NAYA 

    “Maaf, kalau dia sudah menutup nomor rekeningnya, artinya dia sama sekali tak mau berhubungan dengan Anda, jadi saya tak bisa bantu,” ucap Fitri formal pada anak kandungnya yang siang ini datang ke rumah minta tolong agar menerima titipan uang nafkah untuk Narendra dan Nareswari.Nayaka diam terpaku mendengar kalimat yang mamanya gunakan. Bukan kalimat dari seorang ibu untuk anaknya.“Apa aku tak boleh melakukan kewajiban ku Ma?” rengek Nayaka.“Bukannya Nadia sudah katakan, sejak Anda lebih mementingkan Rahma, anak-anak Anda sudah măti. Jadi mereka yang ternyata bisa diselamatkan itu bukan anak-anak Anda lagi,” jelas Fitri santai, dia berupaya tak tergoyahkan, sebab semua kesalahan Nayaka yang tak bisa memilah mana yang lebih penting antara istri dan adik temann

  • VENDETTA   REKENING SUDAH DITUTUP

    “Ini Pa,” ucap Rahma pada Achmad saat papanya tiba di rumah sakit sepulang beli obat yang ternyata tak tersedia di apotek rumah sakit. ‘Kamu ganti ponsel karena merasa ada pelacak di pesawat ponselmu, atau ganti nomor ribuan kali, serta pindah kerja ratusan kali bahkan pindah rumah puluhan kali, aku pasti akan tahu,’ kembali ada pesan masuk saat Rahma membeli dua nasi bungkus untuknya dan mamanya.Rahma merasa tak sanggup akan teror ini, dia laporkan semua pada Achmad . “Lalu Papa harus bagaimana?” “Itu kan resiko dari segala perbuatanmu dan mamamu,” ucap Achmad penuh penyesalan. “Mau sewa detektif guna menemukan pelakunya?” “Lalu bayar pengacara buat menuntutnya?” “Uang dari mana?” Achmad memberitahu Rahma, kalau mereka tak akan sanggup melakukan hal yang demikian. Achmad membuka ponsel Soraya, dan memperlihatkan teror yang Soraya dapatkan sebelum dibawa ke rumah sakit guna di rawat. Satu minggu penuh Soraya mendapat teror active sebelum dia terpaksa di rawat. ‘Jadi ….’

  • VENDETTA   SERANGAN UNTUK SORAYA 

    “Siapa sebenarnya Nadia, mengapa bisa setegar itu?”“Saat pertama datang tiga bulan lalu, aku memang melihat duka teramat dalam di matanya yang selalu dia tutup dengan senyum.”“Apa karena itu dia tak pernah datang bersama suaminya?”“Apa suaminya meninggal, sebab hubungan dia dengan mertuanya sangat akrab, ibu dan bapak yang dia perkenalkan sebagai mertua juga terlihat sangat mengasihinya, tak mungkin dia bercerai, bila kedua mertuanya tetap baik.”“Dan hubungan mertuanya dengan besan, atau orang tua kandung Nadia juga terlihat akrab,” Aditya terus bergumam sendiri dalam mobil yang dia lakukan di tol menuju Bandung, tempat pertemuan dengan para sohibnya di kampus dulu.

  • VENDETTA   JUAL APEM

    “Anak sialaaaan, bisanya nangis aja!” teriak Rahma kala dia dengar Rani putrinya menangis tak henti.Rahma sekarang kembali bekerja, sebagai staff administrasi di sebuah mall. Dan hari ini di mall tersebar selebaran kalau dia pelakor, juga pelacvr, karena hamil entah dengan siapa, sebab suaminya mandvl.Pulang kerja, Rahma tambah kesal mendengar tangisan Rani.“Diaaaaam!” Teriak Rahma membanting tasnya hampir mengenai Rani.Pembantu rumah tangga yang double job sekalian bertugas menjaga Rani segera menggendong bayi tak berdosa tersebut.“Apa Nadia ya yang melakukan semua ini?”“Nadia membalas dendam?&rdq

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status