홈 / Romansa / WEDDING ON PAPER / Harus menikah

공유

Harus menikah

작가: Alna Selviata
last update 게시일: 2021-06-21 13:30:54

Rexa sangat menikmati malam indahnya bersama wanita one stand night, segala suguhan kenikmatan yang diberikan perempuan itu ia terima seperti wanita-wanita sebelumnya. 

Benihnya ia tumpahkan begitu saja di dada perempuan berambut coklat itu, seakan benihnya hanyalah sampah tak berharga. Rexa hanya akab menumpahkan bibit cintanya pada wanita yang tepat dan pada waktu yang tepat pula.

Pria sukses sepertinya, belum memiliki niatan untuk menikah, selain tak mempercayai adanya cinta yang tulus, Rexa jga menganggap pernikahan hanyalah beban. Dia tak ingin di kekang oleh istri atau pacar untuk melakukan hal-hal yamg dia inginkan.

"Kau keluar dari sini, asistenku diluar akan membayar mu," kata pada wanita bayaran itu.

Sebenarnya si cantik penjajah malam itu masih ingin berlama-lama dengan Rexa, tak diberikan tip pun tak apa, hanya ingin menikmati kebersamaan dengan pria tampan itu, tetapi Rexa malah mengusirnya setelah menikmati kemolekan tubuhnya.

Dengan wajah kesal, dia keluar dari kamar hotel Rexa. Di luar sudah ada Gerald yang menunggunya. Asistent Rexa itu memberikan amplop seperti lakon ke setiap wanita panggilan Rexa sebelumnya.

Setelah mengenakan piyamanya kembali, Rexa membaringkan diri di kasur. Tubuhnya tidak terlalu lelah bercinta sebab ia menyuruh wanita itu lebih agresif ketimbang dirinya.

Rexa mengecek ponselnya, ada pesan menumpuk dari Ayahnya. Sebenarnya dia ingin langsung menghapusnya, tetapi sepertinya pesan itu sangat penting. Dia membuka salahsatu pesan itu, dibacanya,

'Kamu dimana, Nak? Kakek sedang sakit, dia mencarimu. Pulanglah segera.'

Rexa terperanjat, kakek tersayangnya jatuh sakit. Ah, dia harus menemu kakeknya. Rexa menelpon Gerald yang ada di kamar sebelah yang masih bersama wanita bayarannya pula.

"Siapkan penerbangan malam ini juga. Kota harus kembali pulang, kakekku sakit," titahnya pada Gerald.

"Baik, Bos," sahut Gerald yang bergegas turun dari kasur.

Dia segera beranjak ke kamar Rexa, membantu Tuannya memebereskan barang-barang. Setelag semua beres, mereka ke bandara segera, lalu kembali ke kota M, dimana kakeknya berada. 

"Ingat, Ya. Kalau kakekku tanya kita dari mana, bilang ada pertemuan kantor, awas saja kamu keceplosan." Rexa memperingatkan Gerald yang memang kadang di uji kejujurannya oleh kakek Rexa.

"Siap, Bos." Gerald berusaha mengingat itu.

*******************

Subuh menjelang, Rexa sudah sampai di rumah kakeknya, didalam sudah ada keluarganga menunggunya. Termasuk Ayah dan Ibu tirinya, juga kedua adik tirinya pula. Bukan menyapa mereka, Rexa berlalu begitu saja ke kamar kakeknya.

Di dalam kamar, Kakeknya masih ditangani dokter keluarganya dari dua generasi. Rexa perlahan melenagkah agar tak mengagetkan kakekknya.

"Rexa," lirih pria penuh guratan keriput du wajahnya itu.

Rexa tersenyum tulus pada kakek yang sangat dihormatinya. Dia duduk di tepi ranjang sembari memijat kaki kakeknya yang sebelah sudah lumpuh total.

"Tinggalkan kami berdua, Dok," pinta Kakeknya pada dokter itu.

Ada yang ingin ia sampaikan secara pribadi dengan cucu pertamanya itu. 

Setelah dokter itu lenyap dibalik pintu, Kakek Reca yang bernama Yahya mulai membicarakan sesuatu yang sudah lama ingin ia sampaikan.

"Kau pulang menambah dosa lagi?" tanya Kakek Yahya memojokkan Rexa.

Rexa yang terpojok langsung gelagapan, ia tak tahu harus memberi alasan apa pada kakeknya.

"Sampai kapan kau begini, Rexa? usiamu suxah matang untuk menikah, dari pada kau berzina dengan berbagai wanita yang tidak jelas, lebih baik kalau kau menikah," ujar Kakek Yahya dengan suara begitu berat.

"Rexa belum ingin menikah, Kek.Maafkan Rexa .." lirih Rexa.

"Jangan buat Kakekmu menangging dosa karna membiarkan cucunya berbuat dosa. Kalau Kakek mati malam ini, pasti Kakek akan di siksa para malaikat di alam kubur," tegas Kakek Yahya  begitumarah.

Rexa menghela nafas, dia menundukkan wajah. Yang dikatakan Kakeknya belum bisa dia menilik secara baik. Pemahaman agamanya memang sangat rendah. Pria yang menyelesaikan studinya di Londong itu tentu sangat menganut gaya hedonis hingga ajaran agama tak dipedulikan olehnya.

"Kamu harus menikah sebelum Kakek meninggal. Carilah pasangan dalam waktu dekat ini, kenali dia dengan baik, setelah itu ajaklah menikah," ucapKakek Yahya.

"Tapi, Kek. Ini cari istri, bukan ikan ..." keluh Rexa. Dia menolah cara instant itu, mana mungkin dia mencari pasangan di ajak menikah lalu menjadikan dia istri? tidak masuk akal. Batin Rexa meronta.

"Itu kalau kamu mau mendapat warisan dari Kakek, jika tidak, Kakek akan memberikannya pada saudara tiri mu itu," kata Kakek Yahya tanpa pikir panjang dengan ucapannya.

Mendengar itu, Rexa sangat tidak rela. Terlebih lagi perusahaan yang susah payah ia pertahankan jatuh ke tangan duo parasit itu. Ah, mengjengkelkan bila mereka bisa memilikinya.

"Aku beri waktu kami sebulan, jika kamu bisa memiliki keturunan Kakek akan memberikan hak warisan penuh atas namamu." Kakek Yahya menambahkan persyaratan lagi.

Cara ini agar Rexa sadar dari kelakuan buruknya. Kakek Yahya tahu sifat-sifat Rexa yang seringkali mabuk-mabuk kan hingga menjadikan wanita penghias malamnya bila jenuh. Mata-mata Kakek Yahya selalu mengawasi pergerakan cucunya itu dari kejauhan.

Kakek Yahya juga ingin, dengan cara menikahkan Rexa lalu memiliki anak, dia akan menyadari segala perbuatan buruknya tersebut.

"Bagaimana?" tanya Kakek Yahya melebutkan kebisuan Rexa.

"Aku ingin menikah, Kek. Tapi pilihanku sendiri, aku akan mencarinya, berikan aku waktu." Pinta Rexa dengan hati yang sangat tidka ikhlas.

"Baiklah, itu pilihanmu sendiri. Tapi ingat, Kakek akan memeberikanmu harta warisan dan perusahaan jika kamu sudah memiliki anak." 

Rexa mengangguk pertanda mengerti. Setelah perbincangan itu, dia keluar kamar Kakeknya dengan wajah memelas. Sangat sulit, tapi demi mendapat haknya, dia harus melakukan itu.

Di keluar dari rumah Kakeknya, melewati keluarganya yang semua berada di ruang tanu bercengkrama. Rexa sangat cuek oada keluarganya, sebab ia tahu, mereka semua iri padanya. Semua hanya berpura-pura baik untuk melemahkan dirinya. Jika di lengah sedikit saja, maka keluarganya akan memanfaatkan kesempatan untuk menghancurkan dirinya.

"Geral, kita ada musibah baru," tukasnya pada Geral yang menunggunya di teras.

"Musibah apa, Bos?" 

"Kita di mobil bicaranya, disini tembok pun memiliki telinga," ketus Rexa masuk ke dalam mobilnya, di susul pula Gerald.

"Aku di paksa menikah bulan ini oleh Kakekku." 

Gerald menarik nafas terkejut, " Menikah? sama siapa?"

"Aku juga tidak tahu, ini tugasku yang mencari, jika tidak segera memiliki istri, aku akan kehilangan hak waris, itupun juga aku harus pula punya anak terlebih dulu," terang Rexa mengeleng.

Gerald otaknya pun sekarang sudah buntu, bagaiman bisa menikahkan bosnya sedangkan Rexa tidak memiliki pacar.

"Lalu bagaimana, Bos?" tanya Gerald.

"Kok naya ke saya, itu tugas kamu pikirkan bagaimana caranya saya mendapatkan perempuan yang bisa memberikan anak, setelah itu aku bisa menceraikannya. Kamu tahu, kan aku tidak suka terikat," jelas Rexa bernada kesal.

Gerald tersenyum miring, dia mendapat ide di otak busuknya.

"Berarti ini semacam nikah kontrak," Gerald menyimpulkan. 

"Terserah kamu mau bilang itu apa, yang jelas ini tugasmu mencarikan perempuan itu. Ingat, ketahui dulu, apa perempuan itu subur atau tidak, karna aku harus memberikan anak ke Kakek dalam satu tahun ini." 

Gerald mencatat semua ucapan Rexa di kepalanya, dia akan mencarikan yang sesuai dengan yang dimaksud Rexa.

"Besok, saya akan mulai mencarinya, Bos," kata Gerald.

Mereka kembali ke rumah pribadi Rexa.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • WEDDING ON PAPER   Retakan Kecil di Balik Kesetiaan

    Retakan Kecil di Balik Kesetiaan​Waktu terus bergulir, membawa kediaman keluarga Airlangga ke dalam ritme kehidupan yang tampak sempurna dari luar. Bisnis Global Indo semakin menancapkan kukunya sebagai raksasa properti di Asia, sementara anak-anak tumbuh dengan sehat dan penuh keceriaan. Namun, seperti hukum alam yang berlaku pada setiap mahligai rumah tangga, badai besar sering kali tidak datang dari petir yang menggelegar di siang bolong, melainkan dari embusan angin kecil yang dibiarkan berhembus terlalu lama.​Di lantai atas gedung utama Global Indo, kesibukan kantor hari itu terasa jauh lebih padat dari biasanya. Menjelang akhir pekan, setumpuk dokumen tender proyek baru harus segera diselesaikan sebelum dikirimkan kepada para investor asing. Rexa Airlangga berdiri di depan dinding kaca besar ruang kerjanya, memandangi lanskap kota metropolis yang membentang luas di bawah sana, sementara pikirannya melayang pada rencana re-wedding rahasia yang sudah ia siapkan untuk Yatri bulan

  • WEDDING ON PAPER   Bayang-bayang di Balik Meja Kerja

    Bayang-Bayang di Balik Meja Kerja​Matahari pagi menyinari kota dengan bias hangatnya, menembus kaca jendela besar ruang kerja Rexa Airlangga di lantai atas gedung Global Indo. Pagi ini, suasana di lantai eksekutif terasa sedikit berbeda. Di balik meja luar yang sebelumnya ditempati oleh mendiang Sinta, kini duduk seorang gadis muda berambut sebahu dengan setelan blazer rapi. Vivian Alesha, sekretaris baru berusia 22 tahun itu, tampak sibuk mengetik laporan di layar komputer jinjingnya dengan cekatan.​Rexa membuka pintu ruangannya sambil membawa secangkir kopi hitam. Ia melihat kedisiplinan Vivian yang datang lebih awal dari jadwal biasanya. Sebagai pimpinan, Rexa mengapresiasi etos kerja tinggi seperti itu.​"Pagi, Pak Rexa," sapa Vivian sopan begitu melihat bosnya keluar dari ruangan, langsung berdiri sambil sedikit membungkuk hormat.​"Pagi, Vivian. Jadwal saya hari ini bagaimana?" tanya Rexa, melangkah mendekati meja sekretaris barunya itu.​Vivian segera membuka tablet kerjanya

  • WEDDING ON PAPER   Kenangan di Balik Bintang

    Kenangan di Balik Bintang​Malam semakin larut. Rumah megah keluarga Airlangga telah tenggelam dalam keheningan yang damai. Lampu-lampu utama di lantai bawah telah dipadamkan, menyisakan pijar kekuningan yang temaram dari lampu tidur di kamar utama.​Di atas ranjang berukuran king size itu, Rexa dan Yatri belum juga memejamkan mata. Mereka berbaring berdampingan, menatap langit-langit kamar yang dihiasi pantulan cahaya lampu hias minimalis. Si bungsu Trixa tertidur pulas di dalam baby cot di sudut kamar, sementara Difa dan Kesang sudah lama terlelap di kamar masing-masing.​Suasana tenang itu perlahan membawa pikiran mereka melayang jauh ke belakang. Tepat dua tahun lalu, di tengah badai kepahitan perceraian pertama dan awal mula pernikahan kontrak mereka yang penuh keraguan, ada sebuah luka teramat dalam yang pernah mereka torehkan dan lewati bersama—sebuah luka kehilangan yang hingga kini masih menyisakan jejak hangat di lubuk hati paling dalam.​Tangan Rexa bergerak merapat, merai

  • WEDDING ON PAPER   Bayangan Baru di Ruang Kerja

    Bayangan Baru di Ruang Kerja​Seminggu telah berlalu sejak malam tragis yang merenggut nyawa Sinta, sepupu Gerald yang juga sekretaris baru di kantor. Suasana duka masih menyelimuti lingkaran terdekat keluarga besar Global Indo. Puing-puing kesedihan atas kepergian Sinta yang begitu mendadak membuat sudut-sudut kantor terasa lebih sunyi dari biasanya. Gerald dan Risa masih tampak terpukul, mengingat Sinta adalah sosok gadis ceria yang sangat diandalkan dalam keluarga.​Namun, roda kehidupan dan bisnis tidak bisa berhenti berputar begitu saja. Proyek-proyek properti berskala besar menanti untuk diselesaikan, dan Rexa Airlangga, sebagai CEO, sangat membutuhkan seorang sekretaris baru yang cekatan untuk mengatur jadwal padatnya yang sempat keteteran selama masa duka.​Di tengah kesibukan itu, Risa turun tangan langsung untuk membantu mencarikan pengganti yang tepat. Beruntung, salah satu kawan baik Risa semasa kuliah memiliki seorang adik perempuan yang baru saja merampungkan studinya de

  • WEDDING ON PAPER   Badai di Balik Kebenaran

    Badai di Balik Kebenaran​Suasana di dalam kamar utama mendadak terasa begitu pekat dan menyesakkan. Map merah marun berisi rancangan resepsi pernikahan dan sketsa gaun pengantin mewah itu masih tergenggam erat di jemari Yatri yang bergetar hebat. Air mata membasahi pipinya, mencerminkan kepedihan, kekecewaan, dan rasa tidak percaya yang amat sangat.​Rexa Airlangga berdiri terpaku di hadapannya. Jantung pria itu berdegup kencang, menghantam tulang rusuknya dengan keras. Ia melihat air mata istrinya, melihat tatapan penuh luka yang mengarah kepadanya, dan menyadari bahwa bencana kesalahpahaman yang ia takutkan akhirnya benar-benar terjadi.​"Yatri... let me explain, Sayang," suara Rexa melunak, nyaris berbisik. Ia melangkah maju secara perlahan, mengangkat kedua tangannya seolah sedang mendekati seekor rusa yang terluka dan ketakutan. "Jangan biarkan pikiranmu membawamu ke tempat yang salah. Tolong, dengar penjelasanku dulu."​Yatri menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tangisannya pecah

  • WEDDING ON PAPER   Menemukan Kehidupan Baru

    Rahasia di Balik Pintu Tertutup​Hari-hari berikutnya berjalan dengan kejanggalan yang dirasakan oleh Rexa Airlangga. Yatri, wanita yang biasanya paling cerewet menanyakan menu sarapan, menyambutnya dengan senyum hangat, atau sekadar merapikan dasinya sebelum berangkat ke kantor, kini berubah drastis. Sikapnya menjadi lebih pendiam, penuh dengan senyum kaku yang terpaksa, dan sering kali menghindari tatapan mata langsung dari suaminya.​Di ruang kerja pribadinya di lantai atas rumah mewah mereka, Rexa memijat pelipisnya yang mendadak pusing. Berkas-berkas laporan keuangan Global Indo yang biasanya ia lahap dalam hitungan menit kini terasa kabur di hadapannya. Pikirannya sepenuhnya tersita oleh perubahan sikap Yatri sejak malam pesta amal itu.​Ada apa dengan dia? Apakah ucapan para sosialita malam itu sampai ke telinganya? batin Rexa gusar. Ia tahu persis istrinya adalah tipe wanita yang memendam segala luka seorang diri. Ia tidak ingin Yatri terus-menerus merasa kecil hati atau merag

  • WEDDING ON PAPER   Bertemu Rexa

    Siap tidak siap, mau tidak mau, tetap harus ia jalani. Yatri sudah terikat utang puluhan juta pada bos Gerald. Tekadnya harus bulat. Meski hati meronta, batin tersiksa, jiwa merana, akan tetapi ini suatu kewajiban pelunasan utang, menjadi istri lalu mengandung anak setelah

  • WEDDING ON PAPER   Tagihan rumah sakit

    Di balik pintu kaca, Yatri masih menatap Difa yang terbaring dangan puluhan kabel tertancap di dadanya. Perban terlilit di kepala anak yang berusia 5 tahun itu.Apa yang harus ia lakukan? dengan cara apa dia mendapatkan uang sebanyak itu? meminjam pun tak ada harapan, tak ada harta benda y

  • WEDDING ON PAPER   Musibah

    Tiga bulan kemudian .. Di Desa yang masih kental dengan hawa asrinya, rumah Uwa Nawi itu keadaannya masih tetap seperti sewaktu Yatri kecil, rumah papan dengan atap seng jadi bahan utamanya. Di usianya yang masih berusia 25 tahun, Yatru sudah menyandang status janda berana

  • WEDDING ON PAPER   Ketuk palu

    Malam sudah larut, Yatri sudah menidurkan kedua anaknya. Dia merilik ke jam dinding di kamarnya, menujukkan pukul satu malam, namun Galang belum juga kembali ke kontrakan mereka. 'Dia pasti ke rumah ibu lagi,' gumam Yatri. Dia ke dapur membuat teh, b

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status