Share

Wanita Milik Sang Pewaris
Wanita Milik Sang Pewaris
Author: Meylen

1

Author: Meylen
last update publish date: 2026-01-27 22:49:30

"Apa yang harus kulakukan?" lirih seorang wanita berambut pirang panjang

Wanita itu terduduk lemas di samping tempat tidur pasien di sebuah rumah sakit, menatap sedih sesosok wanita yang tertidur tenang dengan selang infus dan alat bantu pernafasan yang setia menemaninya dalam dua bulan terakhir. Wanita yang sejak dulu terlihat sangat cantik dan lembut, kini terbaring lemah dengan wajah pucat dan dibantu oleh alat yang seolah menunjang kehidupannya.

"Ibu.. tolong.. katakan apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkanmu.." ucap wanita itu sambil berusaha menghapus air mata yang semakin banyak keluar dari mata indahnya

Evgenia Vasiliev, seorang wanita muda yang harus membuat keputusan besar dalam hidupnya agar bisa menolong sang ibu. Setelah kehilangan kesuciannya oleh seorang pria dan gagal dalam pertunangannya dengan kekasihnya, kini hidup Evgenia dihadapkan pada pilihan yang sulit.

"Apa kau ingin aku mengantikan posisi tunanganmu?" ucapan pria itu kembali terngiang dalam ingatannya

Menerobos derasnya hujan malam itu, Evgenia pergi ke suatu tempat. Dia sudah memutuskan sebuah pilihan yang akan merubah hidupnya. Apakah dia akan kembali ke rumah ayahnya dan menyetujui perjodohan dari kakeknya atau pergi mencari pria itu dan memintanya untuk menikahinya?

"Jalan Ulitsa Dzerzhinskogo" ucap Evgenia

"Baik nona" jawab supir taksi

Di dalam taksi yang akan membawanya pergi, Evgenia kembali teringat dengan kejadian dimana kekacauan ini dimulai, dua minggu yang lalu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke dua puluh tiga.

"Uhh! kepalaku sakit sekali"

Di lorong sebuah hotel, terlihat seorang wanita yang berjalan terhuyun. Wanita itu adalah Evgenia, dia berusaha menjaga langkahnya meskipun pandangannya tampak kabur, menggunakan tangannya untuk menumpu tubuhnya dengan berpegang pada dinding hotel yang dingin. Tubuhnya terasa panas dan kepalanya berdenyut menyakitkan. Sampai akhirnya tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari lift.

"Tolong... bantu aku.."

"Siapa kau?" suara dingin yang terdengar

"Tolong.. lakukan sesuatu.."

"Aku tidak mengenalmu nona jadi menyingkirlah!" suara dingin itu semakin menusuk dan entah mengapa Evgenia tidak menyukainya

Namun denyutan di kepala Evgenia semakin terasa menyiksa dan tubuhnya seolah terbakar, dia meraih kerah jas pria di depannya dan mencengkramnya, dengan tatapan memelas dia masih berusaha meminta pertolongan dari pria di hadapannya.

"Ku mohon tuan.. lakukan sesuatu.. a-aku su-dah tidak kuat lagi.."

Di dalam sebuah kamar hotel, pria itu meletakkan tubuh Evgenia di tempat tidur. Pria itu adalah Lev Stainslav, pria dingin yang menjadi penerus kekuasaan Stainslav, salah satu keluarga konglomerat di kota Moskow. Entah apa yang merasukinya untuk membawa wanita itu masuk ke dalam kamarnya.

"Enggh... panass.."

Lev memandangi sekilas wanita yang berada di tempat tidurnya seolah pernah melihatnya, namun suara erangan Evgenia memecahkan lamunan Lev. Evgenia menggeliat dan mencengkram seprei kasur sebagai pelampiasan rasa sakitnya, namun hal itu justru semakin memperburuk kondisinya, dia butuh sesuatu yang bisa menghilangkan rasa tidak enak yang menjalar di tubuhnya.

"Tolong... lakukan sesuatu kumohon..."

Evgenia memberanikan diri untuk mendekati dan meraih tubuh pria di depannya. Entah setan dari mana yang merasukinya, Evgenia merasa haus akan sentuhan. Sambil berjinjit, Evgenia mengalungkan kedua tangannya di leher Lev dan mengecup bibir pria itu.

"Aku suka aroma mu tuan.." ucap Evgenia tiba-tiba, namun dia mengatakan hal yang sebenarnya

Lev menatap bola mata wanita itu yang tampak sayu, terlebih bibir manis yang sudah berani mengecupnya tadi. Lev tergoda olehnya, dia kembali merenggut bibir manis itu. Sentuhan kecil yang dilakukan Evgenia langsung membangkitkan gairah Lev yang belum pernah pria itu rasakan.

"Ahhhh" erang Evgenia

"Kau yakin ingin aku membantumu?"

Evgenia mengangguk pasrah, dia sudah tidak sanggup menahan gejolak di tubuhnya. Lev kembali menyentuh tubuh Evgenia, membuka gaun yang dikenakan wanita itu sampai terlihatlah maha karya yang indah. Lev hampir tidak berkedip sejenak, mengagumi tubuh molek Evgenia.

Lev merebahkan tubuh wanita itu kembali ke tempat tidur, lalu melucuti pakaiannya sendiri. Lev menaiki tubuh Evgenia dan kembali mencumbunya. Desahan Evgenia semakin membuat gairah Lev melonjak. Lev menyentuh tubuh Evgenia dengan perlahan dan itu membuat sensasi nikmat bagi Evgenia.

"Lakukan lagi.."

Sudut bibir Lev terangkat kecil, dia mengabulkan permintaan wanita itu. Sentuhan dari tangan dan mulut Lev terus mengundang desahan dan rintihan dari Evgenia. Meskipun hati Evgenia berkata jika ini salah namun sentuhan Lev tidak mampu dia tolak.

"Arghhh sakittt!!"

Teriakan dan air mata Evgenia mengejutkan Lev, dia juga merasa sudah menembus sesuatu. Lev melihat ke arah penyatuan mereka dan tampak darah segar menempel pada miliknya. Ternyata wanita yang dia tiduri adalah seorang perawan. Perlukah dia merasa bersalah? Tidak mungkin, karena wanita itu yang memintanya untuk menolongnya.

"Tahanlah. Ini tidak akan sakit lagi"

Air mata masih menetes dari mata sayu Evgenia, dia bahkan mencakar punggung Lev sebagai pelampiasan rasa sakitnya. Melihat wanita itu sudah sedikit lebih tenang, Lev kembali menghentakkan miliknya dan mencumbu bibir ranum yang begitu menggodanya. Rintihan wanita itu semakin lama berubah menjadi desahan merdu yang membuat gairah Lev melonjak. Keduanya kembali bercumbu dengan tubuh yang saling menyatu, mengejar pelepasan yang akan menerbangkan keduanya ke dunia yang berbeda.

"Ah ah ah.. aku sudah tidak kuat lagi"

"Lakukan bersama"

Lev menyatukan kedua tangannya dengan Evgenia, saling merengkuh kenikmatan duniawi saat pelepasan keduanya menghampiri. Evgenia bahkan langsung tertidur ketika mereka selesai. Lev tersenyum kecil melihat wajah polos wanita itu sebelum akhirnya dia juga tertidur karena pelepasan hebat yang baru dia rasakan.

"Oh Tuhan.. apa yang sudah kulakukan?!" pekik Evgenia saat terbangun dan terkejut melihat tubuhnya polos bersama seorang pria asing

Evgenia langsung turun dari tempat tidur dan seketika dia meringis, menahan rasa sakit yang menjalar di pangkal pahanya. Menyadari hal yang sudah terjadi, Evgenia merasa dunianya seakan hancur. Evgenia segera memunguti pakaiannya dan memakainya asal, dengan air mata yang lolos dari kedua bola matanya, Evgenia segera berlari meninggalkan kamar hotel itu.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" di dalam lift, Evgenia menyandarkan punggungnya sambil mencoba menghapus air matanya

Evgenia tidak begitu ingat dengan kejadian semalam. Dia hanya ingat sedang merayakan pesta ulang tahunnya bersama tunangannya dan teman-temannya. Lalu bagaimana bisa dia berakhir tidur bersama pria asing?

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Wanita Milik Sang Pewaris   49

    Setelah menghabiskan waktu hampir tiga jam berkeliling mall, Evgenia memutuskan untuk pulang setelah membeli beberapa pakaian untuknya bekerja dan juga beberapa keperluan lainnya. Namun langkahnya seketika terhenti setelah berhasil keluar dari pintu mall, mata Evgenia melebar saat melihat seorang pria yang tidak terduga baru saja turun dari mobilnya. "Jeni..?" "Kakek? Maaf.. maksudku tuan Matvei.." Matvei tersenyum "Tidak apa-apa.. bersikaplah seperti biasa.." Evgenia tersenyum sungkan "Kau baru saja berbelanja?" Evgenia tersenyum "Aku hanya membeli beberapa barang" Matvei mengangguk "Apa kau ada waktu?" "Eh?" "Bisa temani kakek untuk jalan-jalan sebentar?" Evgenia sedikit ragu, karena bagaimanapun dia bukan lagi bagian dari keluarga Stainslav ataupun Yaroslav. "Apa kau keberatan Jeni?" "Itu.. tidak kakek.." jawab Evgenia tersenyum Matvei tersenyum dan mengangguk "Jerry, tolong simpan barang nona Jeni di mobil, dia yang akan menemaniku berkeliling" Jerry

  • Wanita Milik Sang Pewaris   48

    Mark membuka pintu kamar hotel, kamar yang seharusnya menjadi tempat dia menghabiskan malam pernikahannya dengan Victoria. Mata Mark melebar saat melihat kekacauan di kamar itu "Apa yang sudah kau lakukan, Victoria?!" tanya Mark kesal "Untuk apa kau kembali kemari?! Apa pedulimu?!" "Aku tanya sekali lagi, apa yang sudah kau lakukan?!" "Aku menghancurkan semuanya. Seperti kau yang sudah menghancurkanku" "Apa maksudmu?!" "Bagaimana bisa kau pergi mencari wanita lain, sedangkan kau meninggalkan istri dan calon anakmu disini sendirian!" Mark mengepalkan tangannya menahan emosi yang dia rasakan "Bersihkan dirimu dan bersiaplah, kita akan pergi setelah ini" "Aku tidak akan pergi denganmu! Lebih baik aku kembali ke rumah orang tuaku" "Jangan kekanak-kanakan, Victoria! Sekarang kau bukan lagi bagian dari Zhanna melainkan Yaroslav" Victoria tersenyum mengejek "Jadi kau sudah mengakui jika aku ini istrimu? Menggelikan sekali. Apa semalam kau tidak berhasil membujuk Jeni un

  • Wanita Milik Sang Pewaris   47

    Di sebuah bar, Mark sudah menuangkan wiskhy ke dalam gelasnya yang kesekian kali. Dom mengambil botol wiskhy milik Mark agar pria itu tidak lagi menuangkannya "Cukup Mark" "Tidak. Aku belum bisa menghilangkan semua kekacauan di pikiran ku" "Kau tidak bisa terus menghindar seperti ini terus, Mark" ucap Nick Dom mengangguk "Kakekmu bisa saja turun tangan jika mengetahui kau lari meninggalkan istrimu" "Dia bukan istriku!" "Kau baru saja menikahinya siang ini" ucap Nick "Itu hanya pernikahan paksaan" "Bagaimanapun kau menganggapnya, Victoria tetaplah istrimu dan juga ibu dari anakmu" ucap Dom "Hasil DNA itu pasti dipalsukan" "Apa kau yakin?" tanya Dom Sejenak Mark terdiam, lalu tiba-tiba dia seperti mengingat sesuatu "Aku tau! Lev pasti dibalik semua ini" "Apa maksudmu?" tanya Nick tidak mengerti "Alexe Lavrentiy adalah sahabat Lev. Mereka pasti bekerjasama untuk memalsukan hasil DNA itu" "Apa alasan Lev melakukannya?" tanya Dom "Jeni" Kedua pria itu terdia

  • Wanita Milik Sang Pewaris   46

    Evgenia duduk di kursi kerjanya sambil menghembuskan napas lega, dia merasa lebih aman berada di kantornya. Tiba-tiba Alisa dan Elena berjalan mendekatinya. "Jeni.. apakah benar jika Mark sudah menikah dengan wanita bernama Victoria Zhanna?" tanya Alisa Mereka cukup terkejut dengan pemberitaan di media cetak, jika sudah berlangsung pernikahan besar dari keluarga kongklomerat di Moskow. Dan yang membuat mereka lebih terkejut adalah pasangan pengantin yang menjadi sorotan utama media. Evgenia merasa hari ini sepertinya tidak akan berjalan baik untuknya. Namun dia hanya membalasnya singkat dengan senyum tipis "Ya" "Sungguh? Apakah Mark mencampakkan mu dan lebih memilih wanita itu?" ucap Alisa tanpa berpikir Elena segera menutup mulutnya, Alisa terkejut dan merasa jika dia sudah melakukan kesalahan "Apa kau baik-baik saja Jeni?" tanya Elena bersimpati Evgenia tersenyum tipis "Ya.. sejauh ini aku merasa baik" Alisa melepaskan tangan Elena yang menutup mulutnya "Maafk

  • Wanita Milik Sang Pewaris   45

    Mark melajukan mobilnya membelah jalanan kota Moskow malam itu. Tangannya mencengkram setir dengan erat, dia bertekad untuk bertemu dengan Evgenia. Bagaimanapun pernikahan itu hanyalah sebuah keterpaksaan belaka, dia sama sekali tidak mencintai Victoria. Beberapa waktu berlalu, sampailah dia di depan sebuah apartemen kecil di pinggiran kota Moskow, Mark sudah mengetahui dimana tempat tinggal Evgenia selama berada di kota itu. Namun ketika dia baru mematikan mesin mobilnya di seberang apartemen itu, sebuah mobil Bentley putih berhenti tepat di depan apartemen tempat Evgenia tinggal. Dan ketika pintu mobil itu terbuka, terlihat Evgenia yang baru saja turun dari sisi mobil penumpang, mata Mark melebar saat mengetahui siapa pemilik mobil itu. Apakah keduanya kembali dekat? "Terima kasih untuk hari ini, Lev.." ucap Evgenia tersenyum Lev tersenyum tipis "Ya" "Hati-hati di jalan" Lev mengangguk Evgenia berbalik dan masuk ke dalam apartemennya. Dengan perasaan yang t

  • Wanita Milik Sang Pewaris   44

    Lev masih memegang salah satu tangan Evgenia, keduanya saling menatap dengan perasaan yang berbeda. Evgenia dengan rasa sakitnya, sedangkan Lev dengan rasa khawatirnya. "Ikut denganku" ucap Lev seraya menarik paksa lengan Evgenia Evgenia tidak bisa mengindar, cengkraman tangan Lev sangat kuat, tubuhnya tertarik oleh pria itu. Lev mendorong tubuh Evgenia masuk ke dalam mobilnya, lalu dia memutari mobil dan duduk di tempat pengemudi. Lev melajukan mobilnya pergi meninggalkan hotel. Sebuah mobil Bentley putih melaju meninggalkan area hotel itu. Hotel tempat pernikahan Mark adalah salah satu hotel milik keluarga Stainslav, tentu saja Lev sudah menyiapkan mobil lain di basement. "Kemana kau akan membawaku?" Lev menaikan sudut bibirnya "Ke tempat yang bisa mencairkan suasana hatimu" "Aku baik-baik saja" "Kau ingin membohongi siapa, Eve?" Mata Evgenia seketika memanas, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan akhirnya menangis tersedu. Melihat pemandangan Mark

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status