共有

2

作者: Meylen
last update 公開日: 2026-01-31 13:05:22

Dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Di ballroom sebuah hotel mewah di Moskow, terlihat pemandangan indah yang menghiasi seluruh ruangan, begitu juga musik klasik yang mengalun merdu menambah suasana hangat di dalamnya. Namun tidak lama senyum kebahagiaan Evgenia luntur ketika matanya menangkap apa yang menjadi pusat perhatian di depan pintu ballroom.

"Tidak mungkin!" bisik Evgenia tidak percaya

Tubuh Evgenia Vasiliev seketika membeku, melihat sesosok pria dengan tubuh tegap yang baru saja masuk ke dalam ballroom, tempat yang akan menjadi saksi bisu acara pertunangannya dengan kekasihnya. Pria itu, pria asing yang sama dengan orang yang sudah merenggut kesuciannya. Kaki Evgenia tidak bisa berhenti gemetar saat mendengar pria itu yang diperkenalkan oleh tetua Stainslav. Pria itu ternyata adalah Lev Stainslav, penerus kekuasaan Stainslav dan sekaligus sepupu dari tunangannya sendiri.

"Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark

Evgenia mengangguk pelan, namun degub jantungnya berpacu cepat

Lev berjalan mendekati pasangan yang berdiri di tengah ballroom. Dengan raut wajah tegas dan senyum tipis yang menampakkan kedua lesung pipinya, dia menjabat tangan sepupunya.

"Selamat atas pertunanganmu Mark"

"Terima kasih Lev. Ku pikir kau tidak akan datang"

"Tidak mungkin aku melewatkan acara pertunangan sepupuku sendiri"

Mark tersenyum menanggapinya

Lev mengalihkan pandangannya kepada sosok Evgenia yang berdiri di samping Mark. Evgenia berusaha tenang, meskipun menelan ludah pun rasanya sulit. Sorot mata Lev seakan menelanjanginya. Lev tersenyum kecil dan menjabat tangan Evgenia.

"Kita bertemu lagi Je-ni" ucap Lev dengan nada rendah

Evgenia semakin gugup, dia tersenyum kikuk menanggapinya. Apakah Lev sudah mengetahui dirinyalah wanita yang menghabiskan malam bersamanya waktu itu?

Mark sedikit heran dengan reaksi tunangannya, namun yang dia tau jika Evgenia dan Lev pernah saling mengenal ketika Lev bersekolah di kota Kolomna.

"Pesta yang indah Mat" ucap pria tua bernama Albert Vissarion - sahabat Matvei Stanislav

"Terima kasih Al. Akhirnya hari ini tiba"

"Jadi.. kapan cucu kesayanganmu akan menyusul?"

Keduanya melirik Lev yang sedang berbincang dengan beberapa kerabat Stainslav

Matvei Stanislav membuang napas kecil "Entahlah.. sikap Lev lebih tertutup dibandingkan Mark. Aku khawatir harus menjodohkannya ketimbang dia mendapatkan wanitanya sendiri"

Albert terkekeh "Jangan meragukan cucumu sendiri Matvei.. aku yakin Lev akan menemukan wanitanya segera"

Matvei mengangguk "Ya ku harap begitu. Aku tidak sabar melihat cicit kecilku lahir"

Keduanya tertawa dan kembali berbincang

Beberapa tamu undangan sudah memadati ballroom itu, mereka akan menjadi saksi penyatuan keluarga Yaroslav dan Vasiliev. Lev sekarang berdiri di samping Matvei Stanislav - kakeknya, dengan segelas sampanye di tangannya namun sorot matanya terus menatap pada sosok Evgenia yang memasang senyum ramah kepada para tamu. Merasa ada tatapan yang menjurus padanya, Evgenia menoleh dan saat itu tatapan keduanya bertemu. Evgenia segera mengalihkan kembali pandangannya ke arah depan, namun hawa dingin itu masih terasa di punggungnya.

"Hentikan semua ini!"

Pergerakan Mark berhenti saat hendak memasangkan cincin pertunangan di jari manis Evgenia. Sontak semua mata tertuju pada sumber suara. Terlihat seorang wanita dengan gaun merah masuk ke dalam ballroom. Langkahnya tergesa dengan raut wajah kecewa dan terluka, wanita itu melemparkan sebuah surat ke hadapan Mark.

"Apa yang kau lakukan?!" ucap Mark kesal

"Kau tidak akan bisa melanjutkan pertunangan ini"

"Nona? Siapa kau? Kenapa kau bisa berkata seperti itu?" ucap Bella Stainslav - ibu Mark

"Siapa aku? Aku lah yang seharusnya bertunangan Mark. Karena aku.. sedang mengandung anaknya"

Bagaikan ada petir di malam yang penuh bintang. Tubuh Evgenia seketika kehilangan kekuatannya, dia hampir terjatuh ke belakang, namun Lev sudah terlebih dulu menangkapnya, entah sejak kapan pria itu sudah berada di dekatnya.

"Apa maksud ucapanmu Victoria?!" geram Mark

"Nona.. anda pasti salah" ucap Igor Vasiliev, dia tidak mau pertunangan cucu perempuannya gagal hanya karena sebuah omong kosong belaka

"Ini! Disini tertera bukti kuat kalau aku tengah mengandung"

"Mungkin saja itu anak dari pria lain" ucap Mark

"Kau brengsek! Kau pria pertama yang menaruh benih dalam rahimku. Apa kau tidak ingat apa yang terjadi di Swissotel malam itu?!"

Mata Evgenia melebar, bukankah itu hotel dimana Mark membuat pesta ulang tahun untuknya? Jadi malam itu, bukan hanya dia yang berkhianat? Tapi Mark juga melakukannya bersama Victoria, terlebih sekarang wanita itu tengah mengandung. Bisikan dan cemoohan mulai terdengar dari para tamu undangan.

Matvei terkejut mendengarnya, tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang tapi untunglah Jerry - asistennya segera menahan tubuhnya agar tidak limbung.

"Kakek baik-baik saja?" tanya Lev

Matvei mengangguk, meskipun dia sempat memegangi dadanya yang berdenyut menyakitkan. Matvei tidak percaya dengan apa yang sudah dilakukan oleh cucunya, dia sungguh kecewa kepada Mark.

Mark beralih kepada Evgenia dan menggenggam tangannya "Jeni tolong jangan percaya omong kosong ini. Aku sungguh tidak melakukannya. Aku hanya mencintaimu"

Evgenia memandang Mark dengan tatapan terluka, dia langsung menarik tangannya "Lalu bagaimana dia bisa mengandung anakmu Mark?"

"Victoria berbohong Jeni. Itu bukan anakku!"

"Ini anakmu Mark!" ucap Victoria tidak terima

Suara bisik-bisik para tamu mulai terdengar kembali

"Bagaimana jika kita lakukan tes DNA" suara dingin Lev memecah ketegangan malam itu

Semua orang membisu dan menatap ketiga orang yang menjadi pusat acara malam itu

"Benar. Kita bisa membuktikannya lewat tes DNA" ucap Yegor Yaroslav - ayah Mark

"Tapi kita harus menunggu usia kandungannya cukup untuk melakukan tes Non-Invasif" ucap Bella Stainslav

"Karena itu ku putuskan Mark untuk membatalkan pertunangan dengan Evgenia Vasiliev dan menikah dengan Victoria" suara Matvei menggelegar bagaikan palu hakim yang dipukul sebagai keputusan akhir

"Apah?!" ucap Igor Vasiliev tidak percaya

"Tapi tuan Matvei.." ucap Ivan Vasiliev

Namun Ivan tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi saat melihat tangan Matvei yang terangkat untuk menghentikannya

"Aku sudah memutuskannya. Dan Victoria akan tinggal di rumah Stainslav sampai anak itu sudah cukup umur untuk melakukan tes DNA"

"Tapi Kakek! Kakek tidak bisa melakukan hal ini" tolak Mark tidak terima

"Itu adalah akibat dari ulahmu sendiri. Jadi sekarang bubar dan kita kembali ke rumah. Acara malam ini dibatalkan" putus Matvei lalu berbalik menuju pintu keluar diikuti oleh asistennya

Semua orang tercengang dengan keputusan itu. Matvei Stanislav, pria tua yang memegang teguh pada kesetiaan. Dia tidak akan pernah menerima adanya pengkhianatan dalam hidupnya, dia akan merubah semuanya agar sesuai dengan jalur yang benar. Maka keputusan dari tetua Stainslav itu membuat kekacauan besar bagi keluarga Vasiliev.

"Mark..." ucap Bella sedih, dia tau Mark sangat mencintai Evgenia, putranya pasti terpukul dengan keputusan Matvei

"Sudah.. ayo kita pergi" ucap Yegor seraya menuntun istrinya untuk pergi meninggalkan ballroom hotel itu, disusul oleh Dinara Yaroslav - putrinya

Igor Vasiliev mengepalkan tangannya menahan emosi yang meluap, dia segera membalikkan tubuhnya menahan rasa kesal akibat dipermalukan di depan umum oleh keluarga Stainslav. Ivan Vasiliev, istri dan putranya segera menyusulnya, mereka yakin kali ini Igor pasti akan melampiaskan semua amarahnya kepada Evgenia.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Wanita Milik Sang Pewaris   17

    Pagi ini Lev sudah bersiap untuk bekerja, dia mengenakan kemeja biru navy dengan celana hitam yang membalut tubuh atletisnya. Ketika Lev hendak turun ke lantai satu, dia melihat kepala pelayan baru saja keluar dari kamarnya "Rose" panggil Lev Rose terkejut saat melihat Lev berjalan dari arah kamar mendiang orang tuannya "Saya baru mencari anda untuk sarapan, tapi kenapa anda keluar dari kamar itu tuan muda?" "Aku tidak nyaman tidur di kamarku" "Apa ada masalah tuan muda?" "Rose, aku ingin bertanya sesuatu" "Silahkan" "Apa kau tau jika Dinara sering masuk ke dalam kamarku?" "Itu..." jawab Rose ragu, sebenarnya dia beberapa kali pernah melihat Dinara masuk dan keluar dari kamar Lev, tapi Dinara mengancamnya agar tidak memberitahukan kepada siapapun Melihat keraguan di mata Rose, akhirnya Lev sudah bisa menebaknya "Tidak apa-apa, katakan saja. Disini keluarga Stainslav yang lebih berkuasa" Rose mengangguk kecil "Maafkan saya tuan muda" Lev membuang napasnya kasar "T

  • Wanita Milik Sang Pewaris   16

    "Lev temui aku di ruang kerja" ucap Matvei saat melihat cucunya hendak menaiki tangga hendak pergi ke kamarnya "Baik kakek" Di ruang kerja, Matvei duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Lev sedang melihat-lihat benda pajangan yang ada disana, ada satu benda yang menarik perhatiannya "Kurasa aku baru melihatnya" Matvei tersenyum "Oh itu hadiah dari Yegor setelah perjalanan bisnisnya di Roma bulan lalu" Lev kembali meletakkannya "Jadi bagaimana dengan bisnis yang kau jalani?" Matvei tidak pernah meragukan hasil kerja Lev, dia tau cucunya lebih berbakat dibandingkan dirinya maupun mendiang ayah Lev. Lev memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan bersandar pada dinding dekat jendela besar di ruangan itu "Seperti yang kakek tau, paman Yegor sedang mengusulkan proposal kerjasama dengan Stains Corp" "Berikan dia kesempatan Lev.. Yegor sudah cukup bekerja keras untuk hal ini" nasehat Matvei "Akan ku pikirkan" Matvei menghela napasnya dan mengangguk "Bagaimana

  • Wanita Milik Sang Pewaris   15

    Evgenia kembali ke kediaman Vasiliev setelah menginap di apartemen sahabatnya. Ketika dia menginjakkan kaki disana, seorang pelayan rumah menghampirinya "Nona.. tuan Mark mencari anda" "Benarkah?" Pelayan itu mengangguk "Pagi tadi tuan Mark menelpon dan menanyakan keberadaan nona Jeni" Evgenia ingat tas miliknya masih tertinggal di hotel tempat pesta ulang tahunnya, jadi dia tidak tau jika Mark mencarinya. "Baiklah, terima kasih Claudia" Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan Evgenia Evgenia segera mengambil telepon rumahnya dan menghubungi Mark Mark yang sedang menyetir melihat adanya panggilan masuk dari nomor rumah Vasiliev, Mark segera mengangkatnya "Mark" "Jeni?" "Ya" "Dimana kau?" "Aku baru sampai rumah" "Ayo bertemu, kita perlu bicara" "Hmm ya baiklah" "Aku akan menjemputmu" "Tidak perlu Mark, kau katakan saja dimana kita akan bertemu" ucap Evgenia sedikit gugup, sebenarnya dia belum siap menghadapi Mark, tapi bagaimanapun mereka pasti akan se

  • Wanita Milik Sang Pewaris   14

    Lev membuka matanya ketika suara Feliks memecahkan lamunannya, dia memutar kembali kursinya "Pertemuan dengan tuan Yegor akan dimulai" ucap Feliks merasa sedikit aneh melihat sikap Lev Lev mengangguk lalu menutup dokumen yang belum selesai dia periksa. Kenangan masa lalu tentang Evgenia terasa masih segar di ingatannya, pertemuan pertamanya bersama gadis itu ketika remaja. Lev keluar dari ruangannya bersama Feliks "Apa kau melamun tadi?" tanya Feliks "Tidak" "Kau tidak bisa membohongiku Lev" "Jika kau sudah tau, tidak perlu bertanya" Feliks menghela napas pelan "Apa yang kau pikirkan kali ini?" "Hanya teringat sedikit kisah lama" Di ruang rapat sudah duduk Yegor Yaroslav - paman Lev bersama dengan asistennya. Keduanya segera berdiri saat Lev memasuki ruangan, Yegor tersenyum sumringah kepada Lev. "Terima kasih sudah mau menemuiku di tengah kesibukanmu tuan Stainslav" ucap Yegor berusaha bersikap formal seperti bertemu dengan rekan bisnisnya Lev mengangguk dan m

  • Wanita Milik Sang Pewaris   13

    "Kenapa kau membawaku kemari? Jika ada yang melihatnya, aku pasti akan mendapat masalah" ucap Evgenia sambil melihat sekitar takut jika ada yang menangkapnya "Tidak apa. Kau tidak akan dilaporkan" "Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" tanya Evgenia heran, perasaannya masih was-was, dia membayangkan hukuman macam apa yang akan diberikan Madam Diana padanya, mungkin lebih parah dari sekedar membersihkan toilet sekolah Lev menaikan sudut bibirnya melihat ketakutan di wajah Evgenia. Lev berdiri di depan sebuah rak buku sejarah "Carilah buku yang bisa membantuku mengerjakan tugas rumah" "Huh? Bagaimana aku bisa tau, itu tugas sekolahmu sendiri" Lev sedikit mendengus "Bukankah kau sering berkeliaran di tempat ini? Seharusnya kau sudah menghafal banyak buku disini" Evgenia menggaruk belakang kepalanya sedikit malu "Ya.. memang benar tapi.." Lev menaikan satu alisnya menatap gadis itu Evgenia menghela napas pasrah "Baiklah. Aku akan membantumu. Tapi jangan salahkan aku jik

  • Wanita Milik Sang Pewaris   12

    Evgenia terus berlari sampai gedung SMA, beberapa murid yang masih tinggal merasa heran saat ada murid SMP yang masuk. Evgenia mengedarkan pandangannya mencari seseorang, dia bahkan mendekati beberapa siswa SMA untuk menanyakan keberadaan orang yang dicarinya, namun tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Bahkan beberapa siswa perempuan bersikap acuh pada Evgenia, karena tidak menyukai ada siswa junior mereka yang ikut mengidolakan Lev. "Aku melihatnya tadi" ucap seorang siswa laki-laki "Benarkah? Dimana dia?" ucap Evgenia merasa lega "Dia pergi ke parkiran motor" "Baiklah. Terima kasih senior" ucap Evgenia tersenyum lalu kembali berlari menjauh Di parkiran motor, Lev berniat memakai helmnya sampai tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilnya "Lev..!" Lev melihat ke arah suara dan terlihat Evgenia berlari ke arahnya sambil tersenyum "Apa?" ucap Lev "Kau akan pulang?" Lev menaikan satu alisnya heran, perlukah dia menjawab? Merasa ada yang aneh dengan pertanyaa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status