分享

63. Jambak-jambakan

作者: Astar Astory
last update publish date: 2026-09-29 23:59:47
Mulut Claudia ternganga. Raut wajahnya seketika berubah pucat pasi, dipenuhi keterkejutan.

Dia takut salah dengar.

Namun, tidak mungkin dia salah mendengar panggilan tadi. Varisha memanggil Adirama dengan sebutan ayah.

“Ya, dia ayahku. Kenapa?” sahut Varisha tegas. Dari sorot matanya terlihat begitu puas.

Claudia membeku.

Adirama semakin terlihat salah tingkah, “Varis udah, ayo kita kan mau ke—”

“Diam, Yah! Aku mau masalah ini jelas dulu, Ayah belum kasih penjelasan kan sama aku? Be
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Wanita Penggoda untuk Ayah   65 Minta Warisan

    “Buka pintunya, Yah! Buka!” bentak Varisha histeris. Jemarinya menarik-narik handle dan menekan tombol kunci mobil secara impulsif, namun Adirama terus menguncinya kembali dari panel pengemudi.Rasa terkungkung itu makin membakar emosinya. Tanpa peduli keselamatan, Varisha mulai memukul-mukul kaca jendela dengan kepalan tangannya, menuntut untuk diturunkan detik itu juga.“Varis, please! Tenang dulu!” pangkas Adirama sambil tetap memfokuskan tatapannya ke jalanan dan menekan pedal gas lebih dalam.“Ayah! Aku jijik tahu gak sama Ayah?!” teriak Varisha sambil menoleh tajam.Air matanya semakin mengalir deras membasahi pipi. Padahal, Varisha sudah tahu betul borok kelakuan ayahnya bersama Claudia. Ia bahkan sudah membulatkan tekad dan melapisi hatinya dengan batuan es saat merencanakan pembalasan dendam—memperalat Desha untuk menggoda Adirama dan memoroti hartanya. Namun, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri sang ayah bersama Claudia dalam satu arena pertikaian… rasanya tetap meng

  • Wanita Penggoda untuk Ayah   64. Kabur

    Langkah Desha mendadak terhenti, terkunci tepat di tempatnya berdiri. Kehadiran Adirama di sana benar-benar di luar dugaannya. Terlebih saat pria paruh baya itu sempat melayangkan tatapan tajam ke arahnya, niat awal Desha untuk maju melerai seketika menguap tanpa sisa.Mau tak mau, Desha mematung di antara kerumunan warga, memaksakan diri bersikap seperti penonton biasa yang menyaksikan aksi saling jambak itu. Ada rasa takut yang membakar benaknya—ia tidak boleh biarkan Adirama curiga bahwa dirinya dan Varisha saling kenal. Padahal, jauh di dalam lubuk hatinya, Desha sangat ingin melompat ke tengah pertikaian dan menarik Varisha dari wanita yang entah siapa lawan mainnya itu.Saat itulah kesadaran mendadak menghantam Desha. Ia mengingat kembali obrolan mereka di telepon beberapa menit lalu. Pantas saja respons Varisha sangat tidak nyambung, bahkan sampai melantur memanggilnya "Cindy". Dengan jemari yang sedikit gemetar, Desha membuka layar ponsel di genggamannya dan membaca sebuah p

  • Wanita Penggoda untuk Ayah   63. Jambak-jambakan

    Mulut Claudia ternganga. Raut wajahnya seketika berubah pucat pasi, dipenuhi keterkejutan. Dia takut salah dengar. Namun, tidak mungkin dia salah mendengar panggilan tadi. Varisha memanggil Adirama dengan sebutan ayah. “Ya, dia ayahku. Kenapa?” sahut Varisha tegas. Dari sorot matanya terlihat begitu puas. Claudia membeku. Adirama semakin terlihat salah tingkah, “Varis udah, ayo kita kan mau ke—” “Diam, Yah! Aku mau masalah ini jelas dulu, Ayah belum kasih penjelasan kan sama aku? Benar dia pacar Ayah?“ Wajah Adirama panik, tetapi rasanya kepanikan itu sudah tidak ada artinya lagi. Semua yang selama ini dia takutkan akhirnya terjadi. Akhirnya putrinya tahu. Varisha akhirnya tahu bahwa salah satu teman kampusnya menjalin hubungan dengannya. Tapi dia sudah mengakhirinya. Kepala Claudia terasa berat. Ingatannya berputar kembali pada percakapannya dengan Adirama beberapa waktu lalu. Laki-laki itu memang pernah mengatakan bahwa putrinya berkuliah di kampus yang sama de

  • Wanita Penggoda untuk Ayah   62. Terbongkar

    Adirama pucat pasi melihat Claudia.“Halo, Om,” sapa Claudia, dia makin mendekat ke arah Varisha dan Adirama. Tatapannya tajam ke arah keduanya. Kegugupan Adirama sulit disembunyikan lagi. Sekarang bukan hanya takut Varisha tahu dirinya kepergok berhenti di jalan, yang niatnya mau mengunjungi Desha. Tapi dengan kedatangan Claudia yang baru kemarin dia putuskan—jujur posisinya sekarang sangat membahayakan. Dia takut Varisha tahu kalau Claudia buka mulut dan mengaku pernah menjalin cinta dengannya. Sudah dipastikan Varisha pasti makin benci padanya. Rasanya Adirama ingin menghilang saja dari sana, sungguh apes sekali dirinya pagi ini. Mau mengunjungi Desha terpergok, dia masih bisa cari alasan. Sedangkan bertemu Claudia, dia tidak bisa mengelak lagi. Pelacur kecil itu pasti nekat membongkar semuanya sekarang.Claudia berhenti beberapa langkah di depan mereka, senyumnya masih tergantung manis, namun matanya menatap tajam ke arah Adirama, seakan tahu betapa gelisahnya pria itu saat ini

  • Wanita Penggoda untuk Ayah   61. Claudia?

    “Apa nggak jadi? Terus gimana dong? Gue udah otw jalan ke rumah lo. Lo semalam minta nebeng, kan? Kenapa tiba-tiba nggak jadi? Terus kenapa nggak bilang dari tadi, Cindy?”“Cindy siapa? Ini aku, Desha, Varis!”Desha langsung mengecek layar ponselnya yang masih menempel di telinga. Langkahnya yang sedikit pincang pun berhenti.Dia memastikan sekali lagi. Nomor yang diteleponnya benar. Kontaknya juga benar. Yang dia hubungi memang Varisha. Lagian siapa Cindy? Desha kembali menempelkan ponsel ke telinganya.“Cindy siapa, Varis? Ini aku, Desha. Kamu aneh banget, deh.”“Jadi beneran lo nggak jadi ikut, Cindy? Ah, elah! Kenapa lo plin-plan, sih? Terus ini gimana? Gue udah jalan otewe rumah kamu.”Desha semakin bingung.Ada apa dengan Varisha? Apa dia pikun? Sampai-sampai dirinya disebut Cindy?Lima menit yang lalu gadis itu mengabarinya bahwa dia sudah dekat dengan kawasan kontrakan Budhe Tati. Karena ini pertama kalinya Varisha datang ke tempat tersebut, Desha berinisiatif menjemputnya sa

  • Wanita Penggoda untuk Ayah   60. Kalang Kabut Cari Alasan

    Di balik kacamata beningnya, bola mata Adirama membulat. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, dia melihat seorang gadis tinggi semampai yang sangat dikenalnya.Putrinya.Jelas saja Adirama langsung gelagapan.Matanya mengawasi sekitar, seolah-olah sedang mencari alasan yang masuk akal untuk menjelaskan keberadaannya di tempat asing ini. Dia tahu, Varisha pasti akan bertanya.Niat awalnya hanya ingin menengok Desha sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah sakit untuk menemui mertuanya.Namun, kenapa justru Varisha malah memergokinya?Lebih parah lagi, Adirama sendiri juga bertanya-tanya. Untuk apa putrinya datang ke tempat seperti ini? Ada keperluan apa?Dirinya tentu tidak akan sampai mengatakan bahwa dirinya datang untuk menemui Desha.Kalau Varisha tahu, urusannya pasti panjang. Apalagi putrinya sudah mengetahui bahwa dirinya memang memiliki hubungan dengan beberapa perempuan lain.Meskipun dirinya menyampaikan niat sebenarnya Putrinya belum tentu percaya dan dia tidak mau rib

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status