LOGINWajah Marck tampan dan sikapnya sopan, tidak terlihat arogansi dari perilakunya. Cukup rendah hati dan tidak menyombongkan kekayaannya. Sangat berbeda dengan para pria Rodriguez yang sangat sombong dan arogan.
Marck juga terlihat bukan pria yang suka mempermainkan wanita, bahkan waktunya dia habiskan untuk pekerjaan. Karakter Marck persis dengan dirinya. Mengetahui karakter pria itu, dia pun menyukai pria tersebut.Tanpa Abraham tahu, jika Marck telah mempelajari tipe pria y“Tergantung dari mana kamu akan menyikapinya, tapi menurutku semua ini adalah kabar baik. Jika kamu ingin mengembangkan rancanganmu, kamu akan bekerja di kantor pusat dan melanjutkan di sana. Jadi mau tidak mau, kamu harus pindah ke kantor pusat dan bekerja di bawah pemilik perusahaan ini secara langsung,” jelas Mattew.“Bagaimana perkembangan karirku di sana?” tanya Natasya yang tidak mau membohongi diri sendiri jika dirinya juga mempunyai ambisi mendapatkan karir yang bagus.“Jika kamu bekerja di kantor pusat, karir dan pendapatanmu akan terjamin. Aku rasa ini adalah kesempatan yang bagus, bagaimana?” Mattew balik bertanya pada Natasya.“Sepertinya itu hal yang menjanjikan, aku akan mencobanya.”Belum selesai bicara, Mattew menahan perkataan Natasya. “Sebentar ada pesan yang masuk ke ponselku,” kata Mattew.Natasya terdiam menatap Mattew dengan jari pria itu yang sibuk membalas pesan di ponsel. “Dia sudah datang,” kata Mattew
“Dendam apa yang kamu maksud?” tanya Celsea.“Entahlah, mungkin masalah bisnis atau keluarga, tapi aku yakin ada sesuatu yang membuat dia begitu tertarik dengan keluarga Rodriguez,” jawab Patricia.“Jangan bicara sesuatu yang tidak kamu tahu kebenarannya,” tegur Celsea dengan nada marah.“Saat ini belum terlambat untuk berpikir ulang tentang pernikahanmu. Daripada kamu menderita, tinggalkan saja Evans!”“Aku tidak butuh saranmu,” jawab Celsea marah karena Patricia menyarankannya meninggalkan Evans.“Aku percaya, kamu bisa bertahan dengan pernikahan kalian di satu atau dua tahun pertama, tapi aku yakin di tahun ketiga, kamu akan mulai merasa kesepian yang akhirnya membuatmu tidak tahan lagi bersamanya. Bahkan kamu akan mencari pria lain yang jauh lebih perhatian daripada Evans,” Patricia masih berkeras menanamkan keraguan tersebut.“Sayangnya, aku bukan dirimu, Patricia. Aku tidak akan pernah mengkhianati Evans.”Mendenga
“Tuan Torres ...” sapa seorang pria mengagetkan Torres. Torres berbalik dan melihat pria yang dulu pernah dia remehkan berdiri di depannya, memakai kaos santai tanpa meninggalkan kesan berkelasnya.“Eric ... hmm ... maaf ... Delano, bagaimana kabarmu?” ucap Torres sedikit kaku.“Saya baik-baik saja. Apakah Anda belanja sendiri?” tanya Delano dengan sopan, meskipun pria itu pernah melukai hatinya, tapi dia tetap menghormati Torres sebagai orang tua.“Ya, sambil jalan-jalan. Apakah kamu juga belanja sendiri?” Torres balik bertanya.“Ya, saya juga belanja sendiri, hanya sekedar membeli minuman. Apakah Anda menyukai es krim?” tanya Delano sambil tersenyum melihat Torres menenteng es krim rasa strawberry dalam kotak besar. Rasanya sangat lucu, pria setua Torres menyukai es krim.“Oh ... ini, Natasya yang menyukainya,” jawab Torres sambil menunjukkan kotak itu ke depan Delano.Mendengar nama Natasya disebut oleh Torres, senyu
Perkataan Evans membuat ruangan itu semakin riuh. Celsea menatap para wanita yang melukainya dan wajah mereka yang tadi penuh percaya diri, berubah memucat ketakutan mengetahui jika dirinya adalah seorang Rodriguez.“Evans, sudah! Hentikan!” bisik Celsea di telinga Evans. Dia tidak sedang ingin bermain drama si jahat dan si baik, tapi Evans tidak menghentikan perkataannya.“Dia bukan sekretaris seperti yang kalian kira selama ini, dia hanya membantuku untuk sementara waktu sebelum aku mendapatkan sekretaris yang baru. Aku tidak akan kuat membayar gaji sekretaris jika dia seorang Rodriguez,” ucap Evans.Celsea mengira, apa yang Evans lakukan sudah selesai, ternyata pria itu masih melanjutkan perkataannya.“Dan aku sangat marah saat melihat lengan calon istriku terluka karena perbuatan beberapa orang yang berada di sini.” Perkataan Evans berubah menjadi dingin dan menakutkan.Keadaan seketika berubah mencekam, siapa pun yang berada di sana
“Aku ingin Papa bisa melihat dari sudut pandangku tentang kebahagiaan. Pria yang Papa anggap karyawan rendahan itu adalah karyawan pintar dan cerdas yang bisa membuat perusahaan Torres berkembang dengan baik dan kesuksesan perusahaan Torres adalah berkat dia. Sedangkan Ryan hanyalah pria jahat yang memanfaatkan kebaikanmu,” terang Natasya.“Papa tidak mengerti, apa yang kamu maksud?”“Orang yang membuat perusahaan kita berhutang adalah Ryan, dia mengambil anggaran yang bukan miliknya. Bukan maksudku menyalahkan Papa, tapi karena kekuasaan yang Papa berikan, dia menyalahgunakan kewenangan itu.”“Tidak mungkin. Ryan pria yang baik, lagipula untuk apa dia mencuri dari perusahaan kecil seperti perusahaan kita, perusahaannya berkali-kali lipat lebih besar dibanding dengan perusahaan kita. Itu sangat tidak masuk akal,” Torres masih membela Ryan.“Saat ini, perusahaan Lee sedang mengalami kesulitan keuangan dan Ryan menyembunyikannya darimu, dari media d
“Sepertinya kamu terlalu lama bekerja untuk Rodriguez, sehingga karaktermu mengikuti gaya mereka. Apakah kamu tidak berpikir untuk meninggalkan mereka?” tanya Natasya menyelidik.“Kesetiaan saya hanya untuk keluarga Rodriguez, Nona. Kalau pun saya mati, saya ingin mati di tengah keluarga Rodriguez. Mereka sudah menganggap saya sebagai keluarga sendiri, begitu pula saya. Keluarga Rodriguez adalah segalanya buat saya.”Natasya terdiam mendengar perkataan pelayan itu. Tiba-tiba hatinya berubah menjadi lembut, pandangannya tentang Delano juga berubah karena perkataan pelayan itu. Sikap dingin dan kasar Delano terasa hanya topeng yang ingin pria itu perlihatkan pada dirinya. Dia yakin kelembutan dan kehangatan Eric masih tersimpan rapi di dalam diri Delano.“Aku akan ke kantor sekarang, terimakasih atas sarapannya yang lezat,” ucap Natasya.“Sama-sama Nona, terimakasih atas pujian Anda. Selamat beraktifitas,” ucap pelayan itu dengan ramah. Na







