Beranda / Romansa / Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan / Bab 155. Ancaman Datang Bertubi

Share

Bab 155. Ancaman Datang Bertubi

Penulis: Dera Tresna
last update Tanggal publikasi: 2026-04-18 05:40:11

“Ada satu hal lagi yang harus kita selesaikan dan kita butuh bantuan Delano,” ucap Reviano.

“Ya, benar sekali. Aku jadi ingat jika aku sedang mengerjakan tender Amazon,” balas Kenric.

“Mau tidak mau, Delano harus memenangkannya, jika tidak mereka akan semakin menguasai Emily,” ucap Theodor.

“Bukan itu saja, Emily juga sedang dijodohkan dengan pria bernama Marck. Papa Emily memperkenalkan pria tersebut sebagai pengusaha tambang. Aku sudah memeriksa datanya, tapi tida
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 277. Berkumpul dalam Kebahagiaan

    Dokter yang memeriksa Celsea melanjutkan perkataannya. “Meskipun Nyonya Smith tidak bersedia makan, dia tetap harus makan demi kandungan dan kesehatannya. Anda bisa memilih beberapa makanan bergizi yang bisa diterima oleh istri Anda tanpa menimbulkan rasa mual.”“Baik Dok, aku akan memastikan Celsea tetap makan. Apalagi yang harus aku lakukan agar istriku bisa kembali pulih?” tanya Evans.“Cukup makan, cukup istirahat, emosi terjaga dan jangan lupa memberikan vitamin yang saya berikan pada Nyonya Smith. Jika Anda berencana untuk pulang ke negara Anda, saya sarankan untuk memeriksakan kandungannya lebih dulu ke dokter kandungan,” papar dokter yang menangani Celsea.“Apakah keadaan Celsea sangat mengkhawatirkan sehingga aku harus membawanya ke dokter lagi?”“Bukan begitu Tuan Smith, hanya saja penerbangan yang terlalu lama akan memperngaruhi kandungan Nyonya Smith. Lebih baik Anda bisa memastikan jika kandungan istri Anda memungkinkan untuk melakuka

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 276. Berita Kehamilan Menyempurnakan Kebahagiaan

    “Istriku manja sekali, apakah perutmu tidak merasa lapar dengan apa yang semalam kita lakukan? Energimu pasti terkuras habis, kamu butuh kalori untuk tubuhmu,” ucap Evans sambil mengusap punggung telanjang istrinya dari balik selimut tebal mereka. “Perutku terasa tidak nyaman, aku sedang tidak ingin makan. Aku hanya ingin merasakan aroma tubuhmu yang terasa menenangkan dan membuatku nyaman,” jawab Celsea. “Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Evans yang tiba-tiba merasa khawatir dengan kondisi istrinya, lalu menyentuh kening wanita itu. “Aku baik-baik saja, hanya perutku saja yang merasa kurang nyaman. Aku akan tidur sebentar, tetaplah bersamaku di sini! Jangan tinggalkan aku,” pinta Celsea. “Aku akan tetap di sini bersamamu. Tidurlah!” Mendengar perkataan tersebut, Celsea membenamkan wajahnya di dada telanjang suaminya dan merasakan aroma tubuh Evans yang menenangkan. Tidak lama kemudian, hembusan nafas teratu

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 275. Godaan yang Tak Bisa Ditahan

    Matanya mulai berkunang dihiasi kembang api yang seakan meledak di langit, menambah keindahan aurora yang dilihatnya. Apa yang Evans katakan memang benar, aurora itu menjadi jauh lebih indah dengan gerakan dirinya di atas tubuh suaminya.Erangan Evans terdengar saat miliknya diremas kuat oleh dinding milik Celsea. Dia sekuat tenaga bertahan dengan remasan tersebut. Hingga akhirnya terdengar teriakan kencang dari bibir Celsea, wanita itu terkulai lemah di pelukannya.Kepala Celsea bertopang sepenuhnya di bahunya, sedangkan wajah wanita itu terbenam di ceruk lehernya. Sadar jika istrinya sudah tidak berminat lagi dengan auroranya, dia menggeser posisi duduk mereka dan menutup pintu tenda.Tenda dengan penghangat di dalamnya dan baju hangat yang melindungi mereka, membuat udara dingin di luar, tidak berani mendekat. Evans membaringkan Celsea dan memiringkan tubuh istrinya. Selimut tebal masih menutupi tubuh mereka.Dia berbaring di belakang tubuh Cel

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 274. Bulan Madu di Tengah Pekerjaan

    “Evans, stop! Aku tidak bisa bernafas.” Celsea menjauhkan bibirnya dan menahan dada suaminya.“Kita pulang sekarang!” ucap Evans tidak sabar.“Sekarang? Apakah kamu tidak makan malam bersama Mamamu?”“Tidak, kita akan makan malam di rumah.”“Kenapa?” Celsea khawatir jika suaminya masih membuat dinding dengan Mamanya.“Karena aku menginginkanmu,” bisik Evans yang membuat mata Celsea terbelalak.“Tapi ...”“Kita pulang sekarang!” ucap Evans yang tidak bisa dibantah lagi oleh Celsea.Paginya, Celsea terbangun dengan kepala terbenam di bantal putih yang empuk. Tubuhnya tertutup selimut tebal hampir sampai leher. Dia membuka mata dan merenggangkan tubuhnya, tapi seketika mengernyit merasakan rasa sakit yang menyengat di inti miliknya.Dia mengingat kejadian malam panasnya bersama suaminya dan menggigit selimut yang menutupi tubuh telanjangnya. Wajahnya merona malu

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 273. Hubungan yang Kembali Baik

    Evans kemudian melirik ke arah Delano yang seakan tidak peduli dengan apa yang sedang dibicarakan istrinya. Pria itu malah terus sibuk dengan makanan di depannya. “Tidak masalah. Aku pantas menerimanya. Aku berterimakasih pada Delano karena dia tidak membunuhku dan kini aku bisa memperbaiki dan membangun kembali hubunganku dengan Celsea.” “Membunuhmu tidak ada untungnya bagiku. Aku malah akan membusuk di penjara,” sambung Delano tanpa mau menatap Evans membuat Evans terdiam. “Sebaiknya kita makan dulu. Jika kalian ingin bicara, kalian bisa bicara nanti setelah kita makan,” tegur Theodor yang akhirnya membuat seluruh orang duduk di meja makan tersebut terdiam. Untuk beberapa lama, tidak ada seucap kata pun yang terdengar. Meja itu begitu sunyi, hanya ada suara sendok yang berbenturan dengan piring. Setelah makan malam selesai, semua anggota keluarga Rodriguez pindah ke ruang keluarga untuk menikmati minuman hangat dan makan

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 272. Pukulan Demi Mendapat Restu

    “Tapi aku tidak meminum obat itu,” ucap Celsea yang teringat jika Evans menolak mempunyai anak darinya.Mendengar perkataan Celsea, mata Evans menatap nanar wajah istrinya yang berada di bawahnya. Matanya berkaca-kaca, merasa bersalah karena keegoisannya.“Maafkan aku, kamu pasti kecewa dan terluka karena hal tersebut,” gumam Evans dengan ekspresi penuh penyesalan.Tangan Celsea terangkat dan menangkup wajah suaminya. “Aku bisa mengerti tekanan yang kamu alami dan rasakan. Jangan meminta maaf! Jadikan aku bagian dari rasa sakitmu sehingga aku menyatu denganmu,” kata Celsea dengan lembut hingga menyentuh hati Evans yang terdalam.Dengan masih terus bergerak di dalam Celsea, Evans berkata, “Izinkan aku untuk menjadi bagian dari dirimu dengan menanam benihku di rahimmu.”Perkataan itu membuat jantung Celsea yang sudah berdebar kencang, semakin berdebar lebih kencang lagi. Tanpa sadar air matanya mengalir deras dengan kebahagiaan yang membunc

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status