MasukBukan hanya tinju, tapi juga duri cincin di jarinya serta energi dalam yang memancar seperti cahaya hijau. Jika energi itu menembus titik dada tengah, hasilnya hanya dua: mati atau cacat.Di mata Haidar muncul kilatan kegembiraan. Tampaknya pemuda ini belum pernah menghadapi tubuh sekuat kulit tembaga dan tulang besi, jadi dia merasa ketakutan.Namun detik berikutnya, ekspresi itu membeku.Tinju sudah hampir mengenai Arlo, tetapi Arlo malah tidak menghindar. Sebaliknya, dia malah mengayunkan pedangnya, menghantam langsung ke bahu Haidar dengan satu tebasan. Tinju Haidar memang menghantam dada tengah Arlo, tetapi dia juga tidak bisa menghindari tebasan itu.Tubuhnya memutar dengan kuat. Namun, bilah pedang Arlo dengan energi sejati yang terwujud menjadi mata pisau, telah membelah ototnya dan menyayat turun sepanjang dadanya.Tubuh Haidar langsung terbelah, darah menyembur deras.Semua orang tercengang. Mereka awalnya mengira Haidar akan menang, bahkan Nirmala tidak perlu turun tangan.N
"Terima kasih pada Pak Dandy dan Pak Jarwa atas bantuan kalian. Mundurlah dulu, cukup lindungi dari samping untukku." Begitu ucapan Arlo selesai, pedangnya sudah tiba di depan wajah Haidar.Haidar benar-benar murka. Dia dan kedua orang lainnya sama-sama grandmaster tenaga transformasi, mengepung satu junior saja sudah memalukan. Belum lagi satu sudah terbunuh, sekarang Arlo yang jelas terluka malah terang-terangan menantang satu lawan dua.Jika tidak membunuh Arlo, itu akan menjadi penghinaan terbesar dalam hidupnya.Sebaliknya, wanita aneh itu justru menunjukkan kilatan kagum di matanya, seolah terpesona oleh keberanian Arlo. Semua ini sebenarnya hanya terjadi dalam sekejap.Tinju Haidar meluncur cepat, cincin berduri di jarinya menorehkan cahaya tajam di udara. Angin pukulan yang ganas seolah merobek ruang dan dalam sekejap sudah tiba di depan Arlo.Ekspresi Jarwa sedikit berubah. Inilah pukulan dengan kekuatan penuh dari Haidar. Jika dia yang menghadapinya, Jarwa yakin dirinya tidak
Namun, Dandy hanya berada di tingkat semi-grandmaster. Di hadapan grandmaster tenaga transformasi, kekuatan seperti itu bahkan sulit untuk sekadar menahan serangan. Dia memilih Nirmala sebagai lawan. Entah karena mempertimbangkan identitas Dandy, Nirmala tidak langsung menyerang dengan kekuatan penuh.Jarwa kembali memilih lawannya, lalu berhadapan dengan Bondan."Jarwa, kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan?" Bondan marah besar dan menegur dengan keras."Nirmala, usir kakek tua ini ke samping untuk beristirahat. Setelah itu selesaikan Jarwa, baru kita urus Arlo!" teriak Haidar.Belum selesai ucapannya, tiba-tiba perasaan bahaya muncul di hati Haidar.Seperti berada di padang gurun yang diawasi kawanan serigala, rasa merinding menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, terdengar suara serak di telinganya. "Kepalaku ini bukan sesuatu yang bisa diambil sembarang orang!"Haidar mendongak dan melihat sepasang mata memerah, serta sebilah pedang baja yang memantulkan cahaya dingin. Dengan bantuan
"Arlo, berhenti! Ikut denganku kembali untuk menjalani penyelidikan!"Bagas akhirnya mengambil keputusan. Selama Arlo mau berhenti, mereka akan kembali dalam satu mobil. Dengan begitu, Keluarga Sinaga kemungkinan besar tidak berani diam-diam menyerang.Setelah kembali nanti, masih akan ada peluang!Saat itu, Arlo dan Bondan sudah bertarung ratusan jurus.Bondan memang pantas disebut sebagai salah satu grandmaster tenaga transformasi yang kuat. Dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kalah."Orang seperti Arlo memang ingin cari mati, untuk apa Pak Bagas ikut campur!" Saleh mencibir dingin.Pada saat itu, suara Arlo terdengar dari kejauhan. "Aku sudah menebak trik Keluarga Sinaga!""Hanya saja, Keluarga Sinaga yang seperti katak dalam tempurung itu ... berapa banyak trik dariku yang bisa kalian tebak?"Saleh tertawa keras."Master Arlo sudah membunuh begitu banyak orang, apa hari ini dia mau membunuh semua orang di sini?""Mungkin saja!" Suara Arlo menjadi semakin dingin."Aturan d
"Tentu saja, aku juga sudah menemukan bukti bahwa Arlo menyuruh kedua orang ini membajak mobil tahanan.""Bimala, benar kedua orang ini yang membajak mobil tahanan, 'kan?" Tatapan Saleh tajam seperti kilat, mengarah pada Bimala yang sudah terpaku kaget.Bimala terdiam sejenak, lalu mengangguk mengiyakan."Setelah mobil tahanan dibajak, kamu yang mengirim pesan kepada anakku untuk meminta bantuan, benar?" tanya Saleh lagi.Bimala menelan ludah dengan susah payah. Kirim pesan apaan? Namun, dia tidak berani menyangkal dan hanya bisa mengangguk dengan terpaksa.Dandy menoleh sedikit, lalu segera ada orang yang memeriksa ponsel mereka. Memang ditemukan pesan yang sesuai. Di antaranya benar ada instruksi yang dikirim dari nomor ponsel Arlo. Ponsel Reza juga diperiksa dan ditemukan pesan permintaan tolong dari Bimala.Saleh mendengus dingin. "Sekarang Pak Bagas dan Pak Dandy sudah bisa percaya, 'kan? Saksi dan bukti sudah lengkap.""Arlo terlibat dalam berbagai kejahatan, termasuk menyuruh or
Arlo bersikap sangat arogan saat di kediaman Keluarga Sinaga, sehingga Bondan merasa kesal melihatnya. Sekarang ketika Arlo mengatakan dia adalah anjing pesuruh, amarah Bondan langsung memuncak. Wajah tua Bondan tampak memerah, rasa malu dan amarah meledak dari matanya.Kemarahan seorang grandmaster bukanlah hal biasa.Bondan mengangkat kedua tinjunya, lalu menerjang ke depan.Saat tinju mereka berbenturan, suara dentumannya menggema di udara, disertai gelombang energi yang menyebar. Reza dan Bimala langsung terpental dan terjatuh ke tanah akibat gelombang itu. Mata wanita aneh itu berkilat-kilat, seolah penuh gairah untuk ikut bertarung.Arlo bergerak mundur satu langkah, sementara Bondan menyeringai sinis dan kembali mendekat.Di mata Reza, aura Bondan meningkat tajam, sedangkan Arlo tampak sama sekali bukan tandingannya. Hatinya pun menjadi tenang, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum. Bondan memang layak menjadi grandmaster tingkat tenaga transformasi yang diatur oleh kakeknya
Lokasi itu langsung sunyi senyap! Sekelompok anak orang kaya mendadak bengong. Seketika, mereka merasa hidup mereka seperti lelucon.Mutia juga terpana. Kakak iparnya benar-benar melakukannya! Bagaimana mungkin? Bagaimana caranya?Hanya Lidya yang tangannya bergetar karena terlalu bersemangat. Saat
Lagi pula, Arlo telah memilih setumpuk besar barang antik dan menyatakan dengan lantang bahwa semuanya palsu. Di dalamnya ada keramik, perunggu, lukisan, kaligrafi, giok, serta benda genggam.Kalau ditinjau secara ketat, semua itu bukan satu bidang yang sama. Arman belum pernah mendengar ada ahli ta
"Kalau Arlo benar-benar punya kemampuan bisa menghancurkan Keluarga Pangalila hanya dengan satu perintah, memangnya dia masih perlu mencariku untuk minta bantuan menyampaikan permohonan ke Keluarga Simarta?"Mutia tertegun. Setelah mendengar ucapan sepupunya, dia pun mulai ragu. Dia sama sekali tida
Fellis awalnya ingin memanfaatkan alasan ini untuk bisa sekaligus bertemu Arlo, tetapi tak disangka justru ditolak. Seketika, dia merasa sedikit kecewa."Baiklah. Kalau begitu ... besok acara jamuan pembukaan perusahaan investasi, kamu datang?"Arlo bisa menangkap rasa kecewa dalam suara Fellis. Dia







