LOGINSaat Isyana masih berbicara, Nirmala sudah melayang pergi.Dia berdiri terpaku di depan pintu, tatapannya kosong. Di matanya terlintas secercah harapan yang bahkan dia sendiri tak bisa menjelaskannya. Benarkah Arlo akan datang? Jika mereka bertemu lagi, apa kalimat pertama yang harus dia ucapkan?....Sebelum meninggalkan Kota Naldern, Arlo sengaja menemui Victor dan berjanji akan lebih dulu pergi ke Kota Maia untuk menemui Isyana.Bagas juga secara khusus menelepon Arlo, memberi tahu tentang sikap aneh Dewa Militer. Arlo tahu, dengan adanya tenggat tiga bulan dari Dewa Militer, tidak ada pihak yang berani secara terang-terangan menyentuh orang-orang di sekitarnya.Karena tidak ada yang berani memprovokasi seorang "pembunuh" yang sudah dipojokkan ke jalan buntu!Tidak ada yang percaya Arlo bisa mengalahkan Dewa Perang Utara. Menurut mereka, Arlo sudah pasti akan dipenjara selama sepuluh tahun.Namun, Arlo sendiri tidak merasa itu adalah jalan buntu. Toh Dewa Perang Utara belum mencapai
Wajah Nirmala yang sempat terkejut itu segera berubah menjadi senyuman jahil. "Pria sampah seperti itu memang harus diberi pelajaran!""Begini saja, nanti kalau dia datang, kita tanamkan serangga sejiwa. Setelah itu, dia bakal jadi nurut banget sama kamu.""Atau nggak, kita beri serangga pelahap hati. Setiap hari siksa dia selama dua jam, biar dia rasakan gimana rasanya saat hati dimakan ribuan semut!""Kalau masih belum puas, aku bantu lempar dia ke Lembah Sepuluh Ribu Naga, biar dia ketakutan setengah mati!""Kamu ini 'kan sudah mendapat berkah dari dewa, semua yang kubilang tadi bisa kamu lakukan dengan mudah. Kamu nggak mau coba?"Isyana menatap Nirmala sambil tertawa getir. Hari itu di rumah Keluarga Kardinegara, saat melihat Arlo melangkah maju, Isyana baru sadar betapa bodohnya dirinya di masa lalu. Perasaannya campur aduk, bahkan muncul keinginan untuk menghindar.Dia pergi ke Yubras dengan alasan berwisata, padahal sebenarnya seperti mengasingkan diri dalam keputusasaan.Belak
Arlo mengembuskan kembali seberkas energi murni, meniup balik asap racun itu. Kemudian, dengan energi di tangannya, dia kembali mengincar pusat energi Nirmala.Bayangan hitam memelesat dari rambut Nirmala. Dua serangga terbang seperti dikendalikan, langsung menuju kedua mata Arlo, bahkan sepenuhnya mengabaikan pelindung energi di depan tubuhnya.Dalam sekejap, pertarungan hidup dan mati terjadi di antara mereka.Ayah dan anak dari Keluarga Wiyoko sampai terpana melihatnya. Mereka cukup memahami teknik sihir.Biasanya seorang praktisi bisa memelihara satu atau dua jenis serangga saja sudah tergolong hebat, sementara serangga roh hanya bisa satu.Namun, wanita di depan mereka ini langsung mengeluarkan tiga jenis serangga roh. Betapa mengerikannya wanita ini, hanya mereka yang benar-benar paham yang bisa menyadarinya.Keduanya langsung waspada seperti sedang menghadapi musuh besar. Namun, mereka melihat Arlo justru menekan Nirmala di setiap langkah, membuat mereka semakin terkejut!"Sudah
Yukta terdiam sejenak, lalu berkata, "Aku mengerti niat Master Arlo dan sangat mengaguminya. Tapi ada satu hal yang harus kuingatkan.""Kalau melakukan ini, Master akan menyinggung banyak pihak. Bukan hanya pengobatan barat, tetapi juga para pewaris pengobatan tradisional."Fellis tidak mengerti dan bertanya, "Kenapa begitu? Bukankah mereka justru mendapat keuntungan?"Yukta menjelaskan, "Bu Fellis mungkin belum tahu. Beberapa resep ini juga dimiliki oleh pihak lain, bahkan sudah dikembangkan. Tapi Master Arlo memberikan versi yang lebih baik."Sambil berbicara, dia mengambil dua lembar resep dari tumpukan yang diberikan Arlo. "Contohnya pil ini. Di pasaran sudah ada dan diproduksi oleh Sekte Vitalitas.""Resep yang diberikan Master Arlo hampir sama, tapi perbandingan dosisnya berbeda. Dari yang aku tahu tentang Master Arlo, efek obatnya kemungkinan akan lebih baik dari milik Sekte Vitalitas. Nantinya pasti akan terjadi persaingan ...."Fellis pun langsung mengerti. Di pasar obat, mema
Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, sosok Dewa Militer sudah tidak terlihat lagi di dalam halaman kecil.Wajah Evaro sempat menunjukkan ketidakpuasan, tetapi dia tidak berani memperlihatkannya lagi. Dengan wajah muram, dia turun gunung bersama yang lain.Setibanya di pertengahan gunung, para tokoh besar itu akhirnya tak bisa menahan diri untuk berdiskusi."Apa maksud Dewa Militer? Bukankah ini sama saja melindungi Arlo selama tiga bulan? Apa orang yang punya bakat bela diri boleh bertindak sesuka hati?""Aneh sekali. Dulu juga ada anak muda berbakat luar biasa dalam bela diri, tapi Dewa Militer tetap menegakkan hukum dengan adil!""Apa istimewanya Arlo ini?""Bagas, apa maksudmu bicara seperti itu di depan Dewa Militer tadi?"Sepanjang waktu, Evaro tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia seolah-olah memiliki sedikit dugaan, lalu berkata dengan datar, "Karena Dewa Militer ingin melindunginya selama tiga bulan, kemungkinan ini berkaitan dengan urusan pengobatan Timur dan Barat yang pe
Di luar ibu kota, di Gunung Jiroh.Sejak zaman dahulu, Gunung Jiroh yang bersebelahan dengan ibu kota, terhubung ke Asteria bagian barat dan gerbang luar di timur, juga telah lama dikenal sebagai benteng penting menuju ibu kota.Gunung ini tinggi dan terjal, menjulang menembus awan. Puncak demi puncak bertumpuk, hutan lebat membentang, jarang ada jejak manusia.Namun, di salah satu puncaknya, ada sebidang tanah yang telah dibersihkan, dibangun dua rumah beratap genteng dan sebidang kebun sayur, tampak seperti pekarangan rumah petani yang sangat biasa.Saat ini, di depan gerbang halaman berdiri tujuh atau delapan pria paruh baya. Jika ada anak bangsawan ibu kota di sini, mungkin bola matanya akan langsung copot karena terkejut.Dari tujuh atau delapan orang ini, siapa pun di antara mereka, cukup mengentakkan kaki saja sudah bisa mengguncang suatu daerah.Bahkan Bagas, sebagai pemimpin tertinggi militer di Provinsi Hareast, hanya bisa berdiri di bagian paling belakang."Evaro memohon ber
"Aku tahu aku salah. Aku bersedia mengklarifikasi untukmu! Orang-orang Gorasa memberiku 20 miliar untuk membuktikan kamu memukul tanpa alasan!""Waktu itu aku memang mabuk, tapi semua yang mereka katakan aku dengar. Mereka memang ingin menyerang kami!"Rosita berbicara dengan sangat cepat. Dia melih
"Kamu ... bagaimana kamu bisa menemukanku? Apa yang kamu bicarakan?" Rosita baru tersadar belakangan. Setelah mengenali Arlo, wajahnya langsung berubah pucat karena terkejut.Arlo mengangkat sedikit kelopak matanya. Ekspresinya dingin saat berkata, "Kemarin kamu juga ada di ruang privat itu. Kalau a
Guram mendengus dingin dan berkata, "Paling-paling kamu cuma dapat kabar lebih dulu, lalu mengatur penyergapan terhadap mereka. Apa yang perlu dibanggakan?""Semua gara-gara orang bodoh dari Keluarga Sukendro itu, ngotot melakukan serangan mendadak. Ujung-ujungnya bukan cuma mati di Kota Naldern, ta
Andre menatap Arlo dari atas ke bawah dengan wajah suram.Nama Arlo sudah terlalu sering dia dengar hingga hampir bosan, tetapi ini pertama kalinya dia melihat orangnya secara langsung. Melihat penampilannya dan cara berdirinya, Andre memikirkan tiga kata, berbakat, dominan, dan lancang.Lasya sudah







![Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)