LOGINMelihat hal itu, Tirta pun memperkenalkan, "Ini adalah Master Iqbal, seorang ahli fengsui terkenal di Hondaria. Dia sudah menangani banyak artefak dan barang spiritual."Sambil berbicara, ekspresinya sedikit berubah dingin, "Master Iqbal, meskipun lelang hari ini berskala kecil, ini tetap lelang yang dijamin keasliannya! Jangan bicara sembarangan!"Iqbal menggeleng, "Tentu saja aku nggak asal bicara. Kalau nggak percaya, kita bisa cari tempat yang tenang, aku akan jelaskan secara rinci kepada kalian!"Nada bicaranya sangat yakin."Pak Arlo, bagaimana kalau kita biarkan Master Iqbal memeriksanya? Kalau palsu, aku pasti akan meminta pihak lelang mengembalikan uang! Kalau asli, Master Iqbal juga bisa menjelaskan kegunaannya!" kata Tirta.Bagaimanapun, klub dan lelang ini semua milik Marlan. Kalau dia bisa mendekatkan diri dengan Arlo dengan sedikit usaha. Kenapa tidak?Fellis berkata, "Kak Arlo, kita lihat saja mereka mau ngapain!"Arlo mengernyit sejenak, lalu tersenyum, "Baiklah."Sekel
Juru lelang tidak berkata apa-apa. Dia menerima kartu bank itu dan pergi untuk melakukan verifikasi. Beberapa saat kemudian, dia kembali dengan sikap hormat dan menyerahkan kartu bank itu dengan kedua tangan.Jelas, deretan angka nol di dalam rekening tadi benar-benar membuatnya terkejut."240 miliar sekali!""Ada yang mau menawar lagi? 240 miliar dua kali!"Dengan ketukan palu ketiga, transaksi pun selesai dan barang itu resmi menjadi milik Arlo.Setelah transaksi selesai, seluruh ruangan kembali gempar sejenak.Seorang pemuda dari Kota Naldern, benar-benar mengalahkan tuan muda Keluarga Sukendro dan membeli liontin yang disebut artefak dengan harga fantastis!Hal ini membuat semua orang kembali membicarakan betapa beraninya para orang kaya baru dari Kota Naldern dalam menghamburkan uang. Bagaimanapun, ini hanya lelang kecil. Jika di lelang besar, harga seperti ini sebenarnya tidak terlalu luar biasa.Isla sebenarnya sudah tahu bahwa Arlo memiliki kemampuan dan status tertentu di Kota
"Katanya kepala Keluarga Sukendro sudah hampir nggak tertolong. Dia menghabiskan banyak uang hanya untuk memperpanjang hidupnya. Pantas saja berani keluar uang sebesar ini!""Memangnya artefak ini bisa menghidupkan orang mati?""Memang layak jadi keluarga raja judi, benar-benar royal!"Semua orang pun berbisik-bisik.Jarnawi duduk dengan kaki disilangkan. Tangannya menutup setengah wajahnya yang tadi dipukul Arlo.Awalnya, dia sudah hendak pergi setelah dipukul. Namun, dia bertemu dengan Master Iqbal di pintu depan. Master itu yang membocorkan soal artefak ini, sehingga dia langsung berbalik kembali.Beberapa tahun terakhir, keluarga cabang kedua dan keempat terus mendapatkan bagian aset dengan alasan berjasa mencarikan pengobatan untuk ayahnya. Sekarang pembagian harta belum ditentukan, sementara penyakit ayahnya kembali memburuk dan bahkan sering jatuh dalam kondisi tidak sadar.Sebagai anak bungsu, dia belum mendapatkan bagian aset yang nyata. Jika terus seperti ini, mungkin dia tid
"Artefak? Apa itu artefak? Barang yang bisa mengubah fengsui?"Saat itu banyak orang mulai berbisik-bisik. Jelas sebagian besar orang di tempat itu tidak memahami apa itu artefak. Hanya segelintir konglomerat dengan kekayaan ratusan miliar yang langsung matanya berbinar.Bagi sebagian besar miliarder, jika hanya punya uang tetapi tidak berada di lingkaran yang tepat, mereka paling-paling hanya pernah mendengar bahwa ada tokoh-tokoh besar yang sampai berebut mati-matian demi sebuah artefak.Yang benar-benar pernah melihat atau memiliki artefak, jumlahnya hanya segelintir. Justru karena itulah, semakin membuat orang yang mengetahui artefak menjadi semakin penasaran dan mendambakannya.Saat ini di dalam ruangan, hanya ada empat atau lima orang yang matanya berbinar. Jelas sekali, mereka memahami nilai artefak tersebut."Barang ini adalah titipan dari pemilik yang baru dikirim malam ini. Dia berharap bisa terjual dalam dua hari, jadi para peserta lelang malam ini benar-benar beruntung, keb
Hondaria adalah sebuah pusat transit internasional besar. Dibandingkan dengan Kota Naldern, lelang di sini memiliki lebih banyak variasi.Saat ini Tirta sudah mengirim orang untuk menyelidiki Arlo. Meskipun belum mendapat balasan, dia sudah mengambil keputusan untuk terus mengikuti Arlo dan melihat seperti apa kemampuan orang ini sebenarnya.Dengan wajah penuh senyum dan seolah sudah melupakan ketidaknyamanan barusan dengan Arlo, dia pun berkata, "Pak Arlo adalah tamu terhormat kakakku, berarti juga tamu terhormatku. Kita bisa pergi bersenang-senang bersama. Meskipun skala lelang hari ini nggak besar, tetap saja ada beberapa barang bagus!""Paman Alman pasti sibuk, sebaiknya kembali saja dulu!"Alman menggeleng. "Tuan Marlan menyuruhku tetap di sini dan mengikuti perintah Pak Arlo!""Kalau begitu, kita pergi sama-sama!" Tirta mengangkat bahu.Arlo menoleh ke arah Alman. Alman mengangguk dan berkata, "Memang ada lelang malam ini, mudah juga kalau pergi lihat-lihat."Arlo pernah mendenga
Arlo tertawa terbahak-bahak. "Pak Tirta, sepertinya kamu bahkan nggak mengerjakan PR-mu ya? Kamu nggak tahu siapa aku, tapi sudah berani keluar utnuk mempermalukan diri sendiri?"Wajah Tirta langsung berubah muram. Dia hanya tahu bahwa Risty pernah mengenal seorang dokter hebat di Kota Naldern, yang juga cukup kaya. Akan tetapi, dia memang hampir tidak tahu apa-apa tentang Arlo.Menurut pikirannya, Arlo hanyalah seorang dokter. Bisa sehebat apa sih dia?Namun mendengar nada percaya diri Arlo, dia mulai merasa dirinya memang sedikit ceroboh.Pada saat itu, kepala pelayan Keluarga Hadju, Alman, pun datang.Orang-orang di tempat itu tentu mengenal kepala pelayan Keluarga Hadju ini. Beberapa anak orang kaya di sana langsung sangat terkejut.Meski Alman disebut sebagai kepala pelayan, sebenarnya dia adalah orang yang sudah lama mengikuti kakek Keluarga Hadju sejak dulu. Seperti yang sering dijadikan bahan candaan bagi semua orang, jika di zaman kuno, Alman pasti adalah kepala kasim di sisi
"Kalau kita dapat bukti konkret, itu cukup untuk langsung menghabisi si licik itu!""Aku selidiki dulu, sekalian saja bantu kamu untuk nekan Keluarga Sriwandi sampai mampus!"Arlo mengerutkan kening, "Selidiki? Gimana caranya?"Sheila terkekeh manja, "Aku sudah melacak identitas salah satu orang Gor
Isyana melihat ketakutan yang tak bisa disembunyikan di mata Rosita, lalu melanjutkan, "Kemarin kamu juga lihat sendiri bagaimana Arlo bertindak, 'kan? Waktu kehilangan kendali, dia benar-benar nggak peduli sama apa pun.""Orang dengan gangguan mental nggak akan dipenjara. Kalau nanti dia datang men
Dia tidak peduli. Kalaupun dia membantai habis Keluarga Artika, dia tetap punya cara untuk mundur dengan selamat.Baru saja keluar dari vila, ponsel Arlo berdering. Melihat itu adalah panggilan dari Sheila, dia langsung mengangkatnya."Setelah Isyana keracunan, dia langsung pergi ke rumah sakit untu
Risty seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. Dia sampai tertawa terpingkal-pingkal."Sebelum datang ke Hareast, aku sudah mempelajari keluarga-keluarga dan para taipan di sini. Maaf kalau penilaianku kurang tajam, tapi di daftar orang kaya, aku benar-benar nggak melihat namamu.""S







