LOGINSetelah kejadian itu, Madan tampak murung sepanjang perjalanan, bahkan terlihat menyimpan banyak pikiran.Saat mereka hampir memasuki desa, akhirnya Madan tidak tahan lagi dan berkata, "Kalau dipikir-pikir, beberapa hal itu sebenarnya nggak ada hubungannya denganmu. Jadi kenapa harus terus dikejar sampai tuntas?""Memang nggak ada hubungannya denganku. Hanya saja, dalam dua hari lagi, seseorang akan segera mencapai tujuannya. Jadi aku ingin memberinya sedikit pelajaran.""Walaupun sebenarnya nggak terlalu berkaitan denganku, aku tetap merasa kesal. Aku ingin memberitahunya, nggak semua orang bisa dibodohi."Arlo menatap Madan sambil tersenyum tipis. Setelah berhenti sejenak, dia meneruskan dengan penuh makna, "Lagi pula, masih ada dendam satu panah, 'kan?"Madan membuka mulut, tetapi pada akhirnya tidak berkata apa-apa lagi. Yang lain merasa bingung mendengarnya.Hanya Nirkasa yang tahu Arlo sedang membicarakan orang yang melepaskan panah diam-diam itu. Bukankah seharusnya itu ulah ang
Madan mendecak, tetapi tidak mengatakan apa pun. Dengan penglihatannya, tentu dia bisa melihat perubahan pada Arlo. Dia memperkirakan kondisi Arlo sekarang kurang lebih setara dengan saat dirinya mendapat penguatan dari Sihir Kulit Tembaga.Meskipun kagum karena kemampuan bela diri Arlo kembali meningkat, dia juga tidak terlalu memikirkannya."Formasi di tempat ini cuma bisa kuperbaiki sementara. Kalau ingin benar-benar pulih ke kondisi puncak, kalian harus mencari bahan-bahannya sendiri." Arlo langsung membicarakan urusan penting.Mata Madan berbinar-binar. "Kamu bisa memperbaiki semua formasi di Lembah Sepuluh Ribu Naga?""Mm. Nanti akan kubuatkan daftar bahan untuk kalian. Kalau sudah lengkap, baru datang lagi cari aku," sahut Arlo dengan santai.Madan paham, tentu ada harga yang harus dibayar untuk itu. Dia pun mengangguk.Arlo kembali ke sekitar Mata Air Suci, lalu mengeluarkan beberapa bahan pengganti sementara dari cincin penyimpanan untuk memperbaiki formasi.Kawanan serangga y
Dalam jalur bela diri, aliran internal menitikberatkan pada titik akupunktur dan meridian, membuka titik akupunktur serta meridian, lalu menggunakan energi tenaga untuk menerobos gerbang misterius.Sedangkan latihan fisik eksternal berfokus pada otot, tulang, dan kulit, seberapa jauh otot dan kerangka bisa berkembang, serta seberapa besar kekuatan tubuh yang dapat diledakkan.Batas tertinggi tubuh dalam bela diri adalah perpaduan antara latihan internal dan eksternal untuk menembus limit tubuh manusia.Sementara yang dipelajari Arlo adalah Teknik Surgawi Abadi, menarik energi spiritual ke dalam tubuh, lalu menggunakan energi spiritual untuk membersihkan sumsum dan menempa tulang.Di dalam Mata Air Suci terdapat Formasi Pengumpul Spiritual serta Formasi Kayu Kehidupan. Dua formasi itu saling memperkuat.Begitu Arlo menjalankan Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, energi spiritual yang sangat besar langsung membanjiri tubuhnya, menghasilkan benturan dahsyat hingga dia merasa seluruh ototnya s
Wajah Candana dan Jauhari memerah.Setelah berkata demikian, Arlo mengeluarkan Daun Suri yang diambilnya dari tubuh Munger, lalu menyerahkan sebagian kepada Madan."Ini milik Sekte Sihir kalian, jadi nggak pantas kalau aku menguasainya sendiri. Tapi aku akan ambil sepuluh batang sebagai bayaran perjalanan kali ini. Ada yang keberatan?"Madan menggeleng sambil berkata dengan suara berat, "Bahkan kalau kamu ambil semuanya, itu memang hakmu!"Sambil berbicara, Madan mengeluarkan beberapa batang Daun Sembilan Surya dari dalam sakunya dan menyerahkannya kepada Arlo. "Kupikir ini juga tujuanmu datang ke sini."Arlo sama sekali tidak sungkan dan langsung menerimanya.Candana dan Jauhari saling memandang. Mereka sangat paham, kalau bukan karena Arlo datang demi mencari obat, kemungkinan besar dia sama sekali tidak akan memberi mereka kesempatan untuk menebus kesalahan.Keduanya langsung menunduk, tak berani banyak bicara lagi.Paula pun kini sudah menahan sikapnya di depan Arlo. Di matanya han
Kalau sekarang ada orang bilang ini adalah kemampuan dewa, mereka semua pasti percaya!Paula mengucek matanya dengan wajah penuh keterkejutan."Kakak Senior ... I ... ini ... apakah praktisi sihir benar-benar bisa sehebat ini?" gumam Nirkasa.Candana dan Jauhari benar-benar sudah tercengang.Terutama Candana.Saat pertama masuk ke lembah tadi, dia benar-benar memandang rendah Arlo. Siapa sangka pada akhirnya, nyawa mereka semua malah terselamatkan karena Arlo membalikkan keadaan?Bahkan hanya salah satu kemampuan yang dia tunjukkan dengan santai saja, sudah menjadi sesuatu yang tidak mungkin mereka kejar selama sepuluh kehidupan.Mata Madan membelalak tak percaya. Dia bisa merasakan energi spiritual dan energi kehidupan yang sangat pekat saling bercampur di dalam kabut spiritual itu. Dia menduga Arlo baru saja memperbaiki formasi di mata air spiritual tadi.Apa itu sesuatu yang bisa dilakukan praktisi sihir biasa?Mustahil!Kalau praktisi sihir biasa bisa memperbaiki formasi sebesar it
Menghadapi pemandangan seperti ini, bahkan Arlo sekalipun mungkin tidak mampu membereskannya, 'kan?Semua orang dipenuhi ketakutan, tetapi sama sekali tak tahu harus berbuat apa."Apa yang harus kita lakukan, Kakak Senior?""Lawan saja! Bunuh sebanyak yang kita bisa!"Madan menatap lautan makhluk beracun yang tak berujung itu. Bahkan dirinya sendiri merasa ucapan itu terdengar seperti omong kosong.Membunuh?Lembah Sepuluh Ribu Naga adalah sebuah lembah yang terhubung dengan ribuan hektare hutan di gunung belakang, dan sudah menjadi tempat pembiakan serangga guna-guna selama ribuan tahun. Sekalipun mereka mati kelelahan, mereka mungkin bahkan tidak mampu membunuh sepersepuluh ribu dari seluruh makhluk itu!Memanfaatkan momen saat Arlo menoleh, Munger mati-matian mengendalikan energi kematian untuk menahan pedang api Arlo.Di hadapan pedang api itu, energi kematian sama sekali tidak mampu berkumpul, apalagi melancarkan serangan balik. Seluruh pertahanan energi kematian yang dia keluarka
Mahira meluapkan semua amarahnya pada sang kakak. "Lapor polisi? Lihat saja sikap mereka yang begitu pongah. Memangnya mereka takut polisi? Semua ini gara-gara ulahmu yang ceroboh, sampai menyeret keponakanku juga!"Mahira mendorong kakaknya keras-keras, lalu berteriak, "Sudah! Jangan pukul lagi! Ja
Mutia menyalahkan diri sendiri. "Seharusnya tadi aku dengar katamu. Kalau aku langsung pergi, semua ini nggak akan terjadi. Aku malah mengabaikanmu dan meninggalkanmu. Ini semua salahku."Setelah keluar, dia mencari ke sana sini, tetapi tidak ada satu pun yang berani menyinggung Daiyan. Dia sudah me
Dengan adanya rekomendasi dari Vijay, pewaris Sekte Vitalitas, Sandy jelas bisa menghemat banyak waktu. Welly juga ikut merasa senang untuk kakaknya. Hanya saja, Isyana tampak tidak fokus sepanjang malam. Dia melamun sambil terus mengkhawatirkan Arlo. Hal itu membuat Welly merasa tidak senang.Kakak
"Kamu kira siapa kamu? Berani sekali menyinggung Tuan Daiyan!""Benar! Kalau mau cari mati, jangan seret kami!"Mutia tertegun. Dia sama sekali tak menyangka, di saat paling genting, Chandra justru meninggalkan para gadis, sementara Arlo malah membela. Hal itu membuat pandangannya terhadap Arlo beru







