Share

Bab 279

Author: Jayden Carter
Daiyan gemetar menahan sakit, menatap Arlo dengan penuh kebencian.

"Kamu sebenarnya siapa? Sekalipun kamu kenal ayahku dan dia memberimu muka, kamu tetap nggak pantas mematahkan tanganku. Aku tetap anak kandungnya!"

Arlo berkata dengan tenang, "Penyakit ibumu, aku yang menyembuhkannya. Pardus, aku yang menyingkirkannya. Donny, aku yang mengangkatnya ke posisi itu. Faris, orangku!"

"Pak Santoso, Keluarga Kardinegara, dan Rayanza, semuanya memperlakukanku sebagai tamu kehormatan! Menurutmu, aku cukup layak nggak untuk mematahkan tanganmu?"

Daiyan seolah-olah melihat hantu. Seketika, wajahnya pucat pasi.

Suasana langsung gempar!

Akhir-akhir ini Faris memang menemukan penyokong kuat. Mereka semua tahu itu. Penyokong itu adalah sosok besar di balik jatuhnya keluarga Pardus!

Namun, tak satu pun menyangka bahwa orang yang disebut-sebut sebagai dewa dunia mafia itu justru adalah menantu Keluarga Hanafi yang tampak biasa saja di depan mereka, bahkan yang pernah sakit!

Sekelompok orang langsung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 284

    Wiranto pun memasang wajah tidak senang. Sambil menatap Arlo, dia mencibir dingin. "Anak muda, kamu tahu siapa aku?""Tiga puluh persen pasar obat tradisional di Hareast ada di tanganku. Usaha Keluarga Hanafi itu seberapa besar sih? Perlu aku incar?""Aku berani bilang, sekarang ini selain aku, nggak ada satu orang pun yang berani mengambil alih hasil perkebunan Keluarga Hanafi dengan harga pasar secara jangka panjang di seluruh Hareast. Percaya nggak?""Mau kerja sama atau nggak, terserah kalian. Aku malas buang-buang tenaga!"Arlo menatap mereka berdua dengan ekspresi setengah tersenyum. "Aku cuma menyampaikan pendapat pribadi. Kenapa reaksi kalian sebesar ini?"Tadinya Arlo hanya merasa bahwa kontrak yang diantarkan ke rumah ini mungkin menyimpan kejanggalan. Namun sekarang, dia hampir bisa memastikan bahwa di balik semua ini pasti ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan.Mutia sendiri sudah tertegun, lalu bergumam pelan pada dirinya sendiri. "Pantas saja Kak Arlo seharian ini sama

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 283

    Artha dan Renata sama-sama merasa bahwa masih ada orang yang datang menawarkan kerja sama dengan syarat sebaik itu di saat seperti ini, benar-benar seperti rezeki durian runtuh.Renata mendorong keras lengan suaminya. "Artha, Sandy datang untuk membantu kita. Selain Pak Wiranto, di mana lagi kamu bisa menemukan rekan kerja sama yang sebaik ini?""Sekali tanda tangan kontrak sepuluh tahun, itu artinya perkebunan kita nggak perlu pusing soal penjualan selama sepuluh tahun ke depan! Cuma minta 40 persen saham, tapi harganya di atas harga pasar. Apa lagi yang kamu pikirkan?"Artha juga ikut gelisah dan terus mendesak, "Kakak, jangan kebanyakan mikir! Pak Wiranto datang sendiri membawa kontrak seperti ini, itu karena dia menghargai Keluarga Hanafi."Namun, Victor tetap tidak tergerak dan masih tenggelam dalam pikirannya.Sandy melirik Victor dengan tenang, dalam hati tak bisa menahan diri untuk sedikit mengaguminya. Orang tua ini cukup waspada juga. Sayangnya, keadaan sudah memaksa. Bukan l

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 282

    Arlo membuka pintu mobil. "Mutia, naik!"Setelah itu, dia sendiri masuk ke kursi pengemudi. Dengan satu injakan gas, mobil pun melesat pergi!Yang tertinggal di tempat hanyalah Chandra dan rombongannya yang berdiri terpaku.Rolls-Royce itu milik Arlo?Ini terlalu tidak masuk akal! Tidak mungkin!!!Sampai lampu belakang mobil benar-benar menghilang dari pandangan, mulut beberapa orang masih menganga lebar.....Di perjalanan, Mutia mengusap-usap interior mobil sambil manyun. "Kak Arlo, jangan-jangan kamu sengaja menyewa mobil mewah ini cuma buat jemput aku? Biar kelihatan keren di depanku?"Arlo melirik Mutia sekilas. "Kamu keluar rumah lupa minum obat ya? Aku lihat kondisi mentalmu agak nggak normal.""Masih bilang pamer? Dengar ya, kalau mau pamer itu juga harus pintar! Mobil mewah saja sudah cukup, pelat nomor macam 888 atau 666 itu jelas milik para bos besar!""Kamu mau sok kaya juga terserah, tapi pakai pelat nomor seperti itu, selain gampang disetop polisi, juga gampang dikenali o

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 281

    Hati Chandra langsung dipenuhi rasa curiga. 'Jangan-jangan Keluarga Hanafi memang punya hubungan dengan Omran?'Namun sesaat kemudian, dia menepis pikiran itu. Dengan usaha sekecil milik Keluarga Hanafi, mana mungkin Omran sudi meliriknya. Apalagi Arlo, menantu yang masuk ke Keluarga Hanafi dan baru sembuh dari keterbelakangan mental itu.Chandra langsung terperanjat. "Apa maksudmu? Kamu bilang aku menipu uang Mutia?""Bajingan! Kalau tahu kamu begini, aku nggak akan pernah membantumu. Biar saja kamu mati sendiri!""Aku sudah menyelamatkanmu, tapi kamu malah balas dengan begini. Dasar nggak tahu balas budi!""Tadi semua orang melihat sendiri, aku yang menelepon dan berjanji akan membayar uangnya, makanya kamu bisa lolos.""Kalau bukan demi Mutia, dan kalau Pak Daiyan nggak melepaskanmu, aku sendiri sudah menyuruh orang menghajarmu habis-habisan!"Mutia buru-buru berdiri di antara mereka berdua untuk melerai. "Kalian jangan seperti ini!""Kak Arlo, tadi Chandra memang menelepon. Dia ser

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 280

    Mutia menyalahkan diri sendiri. "Seharusnya tadi aku dengar katamu. Kalau aku langsung pergi, semua ini nggak akan terjadi. Aku malah mengabaikanmu dan meninggalkanmu. Ini semua salahku."Setelah keluar, dia mencari ke sana sini, tetapi tidak ada satu pun yang berani menyinggung Daiyan. Dia sudah melapor ke polisi, tetapi setelah menunggu lama sekali, tidak ada yang datang menangani.Arlo tersenyum lembut, menghibur, "Nggak ada yang menyangka kita akan bertemu sampah di sini. Kamu meninggalkanku juga karena aku yang menyuruhmu keluar mencari bantuan. Nggak perlu menyalahkan diri sendiri. Toh kita semua baik-baik saja!"Mendengar itu, perasaan Mutia sedikit lebih lega. "Oh ya, Kakak Ipar! Aku sudah telepon polisi, tapi nggak ada yang datang sampai sekarang. Cari bantuan juga nggak ada yang mau nolong! Untung ada Chandra yang mencari orang. Kalau nggak, kamu nggak mungkin bisa keluar! Kamu harus berterima kasih pada Chandra!"Beberapa rekan di samping Chandra memandang Arlo dengan sinis,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 279

    Daiyan gemetar menahan sakit, menatap Arlo dengan penuh kebencian."Kamu sebenarnya siapa? Sekalipun kamu kenal ayahku dan dia memberimu muka, kamu tetap nggak pantas mematahkan tanganku. Aku tetap anak kandungnya!"Arlo berkata dengan tenang, "Penyakit ibumu, aku yang menyembuhkannya. Pardus, aku yang menyingkirkannya. Donny, aku yang mengangkatnya ke posisi itu. Faris, orangku!""Pak Santoso, Keluarga Kardinegara, dan Rayanza, semuanya memperlakukanku sebagai tamu kehormatan! Menurutmu, aku cukup layak nggak untuk mematahkan tanganmu?"Daiyan seolah-olah melihat hantu. Seketika, wajahnya pucat pasi.Suasana langsung gempar!Akhir-akhir ini Faris memang menemukan penyokong kuat. Mereka semua tahu itu. Penyokong itu adalah sosok besar di balik jatuhnya keluarga Pardus!Namun, tak satu pun menyangka bahwa orang yang disebut-sebut sebagai dewa dunia mafia itu justru adalah menantu Keluarga Hanafi yang tampak biasa saja di depan mereka, bahkan yang pernah sakit!Sekelompok orang langsung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status