Compartir

Bab 279

Autor: Jayden Carter
Daiyan gemetar menahan sakit, menatap Arlo dengan penuh kebencian.

"Kamu sebenarnya siapa? Sekalipun kamu kenal ayahku dan dia memberimu muka, kamu tetap nggak pantas mematahkan tanganku. Aku tetap anak kandungnya!"

Arlo berkata dengan tenang, "Penyakit ibumu, aku yang menyembuhkannya. Pardus, aku yang menyingkirkannya. Donny, aku yang mengangkatnya ke posisi itu. Faris, orangku!"

"Pak Santoso, Keluarga Kardinegara, dan Rayanza, semuanya memperlakukanku sebagai tamu kehormatan! Menurutmu, aku cu
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1520

    Di atas geladak kapal kargo, Arlo melayang di udara. Seluruh tubuhnya diselimuti perisai energi yang terjalin dari tiga warna, hijau, putih, dan merah.Pedang Darah Purba di tangannya memancarkan kilau hitam pekat. Dengan seorang diri dan sebilah pedang, Arlo memelesat ke langit.Energi langit dan bumi dari tiga elemen lima unsur, air, kayu, dan api, bergelora di dalam tubuhnya.Pedang Darah Purba berputar di tangannya, lalu Arlo langsung mengerahkan teknik bela diri tingkat tinggi, Pedang Api Sejati!Dua belas pendekar Gorasa yang menjadi kelompok pertama yang menerjang semuanya adalah ahli pedang di bawah naungan Kuil Agung. Bahkan yang paling lemah sekalipun sudah berada di puncak tingkat semi-grandmaster, sementara tiga di antaranya merupakan grandmaster pedang.Salah satunya adalah pendekar wanita berseragam tadi.Teknik serangan gabungan kedua belas pendekar itu menjadikan wanita tersebut sebagai inti serangan. Serangan ini merupakan sebuah ujian untuk melihat sendiri kekuatan Ar

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1519

    Tiba-tiba, angin kencang menerjang kapal. Tali-temali berayun keras dan kapal kargo itu mendadak miring.Buk!Arlo langsung melompat berdiri."Wuu ... wuu ... wuu ...."Suara tangisan melengking seperti bayi menggema di atas lautan.Titik-titik api hantu berwarna hijau melayang dari kejauhan, sementara kabut hitam bergulung-gulung di atas permukaan laut. Pemandangannya sangat mengerikan."Sudah datang jauh-jauh, kenapa masih pura-pura jadi hantu? Nyaliku besar. Pertunjukan kecil begini nggak akan bisa menakutiku!"Tiba-tiba, sebuah benda bulat dan basah memelesat dari dalam kabut hitam. Benda itu jatuh ke geladak dengan bunyi keras, lalu menggelinding hingga berhenti tepat di kaki Arlo.Arlo menunduk.Itu adalah kepala manusia, tetapi dia tidak mengenalnya.Sudut bibir Rubah berkedut. Itu adalah kepala salah seorang anggota eksternal Kelompok Naga.Angin kencang meniup kabut hitam hingga tercerai-berai.Di atas kapal patroli besar Gorasa terlihat lebih dari 100 orang berkerumun. Ada pr

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1518

    Di wilayah perairan Doraia, di atas sebuah kapal nelayan besar yang berada dekat perbatasan perairan internasional, seorang pria tua berpakaian seperti pengemis sedang berdiri di haluan. Satu tangannya memegang setengah ekor ikan, sementara tangan lainnya menenteng kendi arak.Begitu angin laut bertiup, bau amis yang terbawa membuatnya mengernyit jijik. Hanya seteguk arak yang bisa membuatnya merasa sedikit nyaman. Setelah meneguknya, kerutan di wajah pengemis tua itu seolah ikut mengendur.Kapten tua menyalakan sebatang rokok, lalu melambaikan tangan untuk menyuruh beberapa awak kapal yang berada di dekatnya pergi. Setelah berdeham, dia berkata, "Tuan, kapal kita sudah berhenti di sini selama dua hari. Sebenarnya apa rencanamu? Kamu juga nggak pernah menjelaskannya."Pengemis tua itu membuang tulang ikan dan kendi araknya, lalu mengelap tangannya yang berminyak dengan sembarangan ke pakaian."Kalau dihitung waktunya, seharusnya sudah hampir tiba. Perahunya sudah disiapkan, 'kan?""Sud

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1517

    Kedua orang yang datang membawa informasi itu juga tampak sangat cemas. Mereka sudah lama menyusup di Gorasa dan mengenal dengan baik para ahli di dunia praktisi Gorasa.Dengan barisan lawan seperti ini, belum tentu mereka bisa unggul sekalipun seluruh Kelompok Naga datang. Apalagi, saat ini hanya ada beberapa orang seperti mereka."Arlo, kamu yang pilih! Kita kembali dan menunggu kesempatan lain, atau mencari cara memutar lewat jalur laut?" Setelah berpikir sejenak, Rubah menatap Arlo.Arlo terkekeh. "Aku suka menyelesaikan masalah sekaligus! Kita lanjut saja lewat rute awal. Bukannya semua ahli mereka sudah datang? Aku akan membunuh semua grandmaster mereka. Aku mau lihat, pakai apa mereka balas dendam!""???"Rubah merasa seharusnya tadi dia tidak perlu bertanya. Pria ini memang tipe orang yang tidak akan puas sebelum berhasil membuat keadaan kacau balau!Pemuda dan pria paruh baya berkode Prima Empat juga merasa sikap Arlo terlalu meremehkan keadaan. Saat ini bahaya mengintai dari

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1516

    Kapal kargo itu merupakan milik sebuah perusahaan perdagangan di Gorasa yang berada di bawah Kelompok Naga. Kapten kapal juga merupakan anggota eksternal Kelompok Naga. Dia cukup tanggap dan langsung berteriak menyuruh seluruh awak kapal masuk ke kabin.Yusa dan Kirani juga mengerti situasi dan masing-masing masuk ke dalam kabin.Kini hanya tersisa Arlo, Kinta, dan Rubah di atas geladak.Perahu motor itu melaju kencang, membelah permukaan laut dan menimbulkan percikan air yang tak terhitung jumlahnya. Seiring suara mesinnya yang semakin mendekat, terlihat seorang pria paruh baya dengan rambut yang mulai memutih di kedua pelipis sedang mengemudikan perahu tersebut.Di belakangnya ada seorang pemuda berwajah Gorasa. Dari kejauhan, dia sudah melambaikan tangan ke arah Rubah."Kelompok Asfar tingkat Bumi dari Kelompok Naga, kode Prima Empat! Ada informasi penting yang harus dilaporkan pada Ketua Rubah!"Rubah mengangguk, lalu berkata, "Naik ke kapal dan bicara di sini!"Begitu perahu motor

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1515

    Awalnya, setelah melihat informasi dan video terkait yang dikirim dari Kuil Fuka, Rubah sempat meragukan apakah pelakunya benar-benar Arlo. Sebab, pria dalam video itu sama sekali tidak memiliki wajah Arlo.Namun, sekarang dia sudah bisa memastikannya."Untung kamu mengganti wajahmu! Kalau nggak, masalah kali ini pasti akan jauh lebih besar!" kata Rubah dengan nada lega."Oh? Memangnya sebesar apa?" tanya Arlo sambil tersenyum santai."Dunia praktisi Gorasa murka. Delapan ahli setingkat grandmaster telah berkumpul untuk mengepung dan membunuhmu. Di antara mereka ada ahli seperti Fujikawa dan Tenmoku," ujar Rubah sambil mengerucutkan bibir."Cuma delapan?" Arlo menggeleng."Arlo, aku tahu kamu sangat kuat, tapi aku sama sekali nggak suka dengan kesombonganmu seperti ini. Apa kamu tahu? Dewa Militer secara khusus mengirim pesan bahwa Fujikawa mampu mengerahkan kekuatan tingkat transenden.""Apa maksudnya mampu mengerahkan kekuatan tingkat transenden?" Arlo memiringkan kepala.Melihat pri

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status