Share

Bab 304

Author: Jayden Carter
Donny memandang ke arah yang ditunjuk Wabil, lalu melihat Arlo yang berdiri di belakang Keluarga Hanafi.

Saat itu, Arlo tampak tersenyum tipis. Donny langsung merasa tekanan darahnya melonjak dan seluruh tubuhnya seperti mati rasa!

Di kepalanya hanya ada satu pikiran, sebenarnya seberapa bodoh Wabil ini? Kenapa mencari masalah dengan bos besar?

Di sisi lain, Wabil masih dengan wajah penuh kemenangan, terus mengoceh tanpa henti, "Kak Donny, kalau orang seberani ini nggak diberi pelajaran, ke depa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
sri indrayati
Baguss thor... kapan up nya? ku kirim sisa gem ku ya.. buat semangat up
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 994

    Yukara menurunkan kelopak matanya, seolah sedang menyindir. 'Bukannya kamu memang suka cari perhatian? Dengan kejadian ini, kurasa nggak akan ada lagi anak orang kaya di Kota Aramaya yang berani cari masalah denganmu.'Arlo mencibir. "Dewa Militer benar-benar melindungi anak-anak orang kaya ya!"Anak-anak orang kaya memang gemar membuat masalah. Saat mereka menindas rakyat biasa dan mengambil keuntungan seenaknya, tak ada seorang pun yang akan menghentikan.Namun, ketika mereka berhadapan dengan Arlo, Dewa Militer sengaja turun tangan. Mungkin dia khawatir Arlo marah, lalu memukul mati beberapa orang itu. Namun, tetap saja, pada akhirnya yang dilindungi adalah para anak orang kaya itu.Ini hanyalah cara "halus" untuk memberi tahu mereka bahwa Arlo adalah orang yang tidak boleh diusik.Yukara tidak menyangka Arlo bisa melihat semuanya dengan begitu jelas. Kalau orang lain yang mendapatkan perlindungan dari Dewa Militer, mereka pasti akan langsung dipenuhi kegembiraan dan kebanggaan.Pem

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 993

    Nyaris saja mereka tertipu. Melihat seseorang datang dengan pasukan sebanyak ini, mereka sempat mengira ada tokoh besar yang turun tangan.Namun, barusan Azriel mengatakan bahwa tidak ada garnisun di kota yang mengerahkan pasukan. Kalau begitu, orang-orang ini kemungkinan besar hanya pasukan palsu!"Apa kata Pak Azriel? Pak Azriel harus bantu kita!""Betul! Ahli bela diri nggak bisa semena-mena menindas orang biasa cuma karena lebih kuat!"Marlon dan beberapa anak orang kaya lainnya langsung mengerubungi Ubaya. Biasanya mereka yang menindas orang lain dengan kekuasaan mereka. Ini pertama kalinya mereka dipermalukan habis-habisan seperti ini, mana mungkin mereka tidak marah?Mereka mengelilingi Ubaya sambil berbicara, bahkan berharap bisa berbicara langsung dengan Azriel.Ubaya mengangkat tangan, memberi isyarat agar mereka diam. Kemudian, dia menyerahkan ponselnya kepada Yukara."Pak Azriel ingin bicara denganmu. Berani juga kamu menyamar sebagai orang militer. Tahu Pak Azriel, 'kan? N

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 992

    Ubaya mengernyit, lalu menoleh ke arah Marlon.Marlon menggeleng dan mencibir. "Katanya orang yang dipanggil itu cuma seorang ajudan. Entah siapa namanya."Ubaya mengangguk, lalu tertawa sinis. "Aku mau lihat, ajudan mana yang berani nggak hormat ke aku!"Semua orang bisa melihat amarah yang sulit disembunyikan di wajah Ubaya. Mereka tahu bahwa kali ini dia benar-benar marah.Sejak mencapai ranah grandmaster, gelar Kaisar Dunia Mafia yang disematkan kepadanya sebenarnya hanya pengakuan orang-orang karena dia mewarisi posisi ayahnya.Pada kenyataannya, dia tidak terlalu banyak ikut campur dalam urusan dunia mafia. Sebaliknya, dia cukup akrab dengan sejumlah ahli bela diri dari kalangan militer. Dia juga sering membantu pihak berwenang menangani berbagai urusan.Bahkan karena keberadaannya sebagai sosok besar yang menjaga Kota Aramaya, banyak preman kecil yang tidak berani membuat masalah. Jadi, apa yang dia katakan barusan bukanlah omong kosong.Sebagai seorang grandmaster tenaga transf

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 991

    Ubaya mendengus. Ini sama saja dengan menampar wajahnya!"Tuan Ubaya, dia orangnya! Dia yang nampar Delfi dan aku. Bahkan setelah aku bawa-bawa namamu, dia tetap bersikap nggak hormat!"Ubaya mengernyit, lalu mengangkat dagunya ke arah Arlo. "Saudara, Kota Aramaya punya aturannya sendiri. Kamu sudah melanggar aturan itu.""Bahkan tanpa bertanya apa yang sebenarnya terjadi, kamu sudah yakin aku yang melanggar aturan?" tanya Arlo dengan datar.Ubaya mendongak dan tertawa keras. "Kamu berlatih bela diri sampai jadi bodoh ya? Ini wilayahku. Akulah aturannya. Di dunia mafia Kota Aramaya, kata-kataku adalah hukum!""Belum tentu. Siapa yang lebih kuat, dia yang berhak menentukan aturan. Bukankah begitu?" Arlo mencibir."Kamu cuma seorang semi-grandmaster, berani bicara soal kekuatan denganku?" Ubaya memandang Arlo seolah sedang melihat orang bodoh.Tiba-tiba, dia melayangkan satu pukulan lurus ke wajah Arlo. Pukulan itu memiliki kekuatan yang setara dengan grandmaster tenaga transformasi ting

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 990

    Di seberang telepon, Dewa Militer terdiam sejenak, lalu tertawa. "Kerahkan personel divisi operasi dua ke sana.""Hah?""Kalau kamu nggak bantu dia menyelesaikan masalah kecil, dia akan bikin masalah besar untukku! Bocah itu pasti mengira aku mengambil Pil Jiwa miliknya, jadi sekarang dia ingin aku bayar utang budi.""Hah?""Sudah, jangan terus hah, hah. Buat saja semeriah mungkin. Aku mau lihat, kalau dia tahu urusan Pil Jiwa itu sebenarnya cuma kesalahpahaman, apa dia akan nyesal karena berutang budi padaku cuma gara-gara masalah sekecil ini ...."....Di ruang makan klub ....Setelah selesai menelepon, Marlon kembali dan kebetulan mendengar Arlo mengatakan sesuatu tentang seorang ajudan yang akan datang dan membawa banyak orang. Dia langsung tertawa terbahak-bahak."Jangankan ajudan kecil, bahkan kalau kamu manggil komandan, hari ini nggak ada yang bisa menolongmu!"Marlon menoleh ke arah Sully dengan wajah penuh semangat. "Sully, tenang saja. Aku pasti akan membalaskan penghinaan t

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 989

    Ketika mendengar bahwa Arlo adalah seorang semi-grandmaster, para anak orang kaya yang semula sudah ciut juga ikut gentar.Namun, setelah mendengar ucapan Marlon, mereka kembali merasa percaya diri.Di Kota Aramaya, jika sebagian kecil saja dari mereka bersatu, Azriel bahkan bisa dipaksa turun tangan."Aku belum selesai makan, jadi aku memang nggak akan pergi. Tapi sebaiknya kamu cepat sedikit. Setelah aku selesai makan, aku nggak akan nunggu."Arlo tertawa ringan. Dia sama sekali tidak menganggap orang-orang ini serius.Marlon langsung mengeluarkan ponselnya dan mulai menelepon.Sully menghela napas pelan. Sheila benar-benar mendapatkan pria yang baik. Berani maju membela dan mampu memikul masalah.Kalau masalah ini tidak ditangani dengan baik, Keluarga Margono mungkin akan memicu permusuhan dengan seorang grandmaster tenaga transformasi. Meski tidak takut, bukan berarti mereka harus sengaja mencari masalah.Sully mengernyit, lalu berkata, "Marlon, ini bukan wilayahmu. Sebaiknya janga

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 148

    Amarah Buana baru sedikit mereda. Dia mengira tadi dirinya salah paham.Siapa sangka, perkataan Arlo selanjutnya membuat Buana mengamuk. "Maksudku, kamu bayar ganti rugi psikis sebesar 10 miliar untuk temanku, lalu serahkan semua barang yang kuminta. Mungkin aku akan membiarkanmu hidup beberapa hari

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 140

    Maulana, Santoso, Parto, dan Gunawan semuanya pernah melihat kemampuan Arlo secara langsung, jadi mereka sangat antusias kepadanya. Namun, antusiasme orang-orang lain tampak agak setengah hati, hanya sekadar formalitas.Setelah minum beberapa ronde, suasana mulai hangat dan semua orang mulai banyak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 138

    "Sebulan yang lalu, perusahaan kami menerima pekerjaan perencanaan dari perusahaannya. Kebetulan aku yang menjadi penanggung jawab.""Waktu lewat depan kantornya, tanpa sengaja aku mendengar dia sedang telepon. Dia bilang bahwa barang-barang di rumahmu tiga tahun lalu memang tidak ditemukan, tapi ur

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 137

    Arlo mengangkat dagunya ke arah Maher. "Orang ini berani-beraninya menindas sahabatku, sampai bikin kakinya patah satu. Kalian urus sendiri."Setelah itu, Arlo mendorong kursi roda Chairil sambil berkata pada Diana, "Ayo keluar sebentar cari udara segar. Di sini kebanyakan orang."Herry dan Mandy sa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status