MasukBegitu Fellis mendorong pintu ruang privat, dia langsung terpaku di tempat. Wajah cantiknya memerah, sudut bibirnya langsung turun.'Hebat, ya. Aku sibuk memikirkan karier dan ingin punya posisi di hati Kak Arlo, eh dua orang ini malah langsung ciuman? Ini namanya berkarier kalah sama kejar pria ya?'"Uhuk ...." Arlo melepaskan Sheila dengan canggung dan mundur dua langkah, lalu duduk di kursi teh.Sheila mengusap bibirnya, lalu menjulurkan lidah ke arah Fellis, 'Gadis kecil, mau bersaing denganku? Aku sudah langsung turun tangan, eh bukan, langsung turun mulut.''Waktu kamu selesai urusan karier dan berhasil merebut hati pria, anakku mungkin sudah bisa beli kecap sendiri!'Fellis mengerucutkan bibir, lalu duduk dengan kesal di samping. "Kak Sheila, kemarin kamu nggak bilang begitu ke aku.""Oh? Memangnya kemarin aku bilang apa?" Sheila memasang wajah pura-pura lupa.Arlo sendiri tidak tahu apa yang sedang dimainkan dua wanita ini. Namun dari kelihatannya, sejak produksi Pil Pemelihara
Arlo awalnya ingin mengajak Chairil kembali ke Kota Naldern bersama, tapi pria ini benar-benar tipe yang lebih mementingkan wanita daripada teman. Dia malah bilang akan tetap melanjutkan rencana pertunangannya.Waktunya ditetapkan tiga hari lagi.Awalnya Arlo sudah berjanji akan menghadiri acara pertunangan Chairil, tapi sekarang sepertinya dia tidak punya waktu untuk tinggal di Provinsi Rimawe selama itu.Namun melihat situasinya sekarang, Keluarga Taslim pasti tidak akan lagi merasa tidak puas atau mempersulit Chairil sebagai calon menantu.Arlo berpamitan pada Chairil, lalu langsung kembali ke Kota Naldern sendirian. Sesampainya di Naldern, Arlo menerima telepon dari Sheila, lalu langsung menuju kedai teh.Di depan pintu kedai teh, Sheila kembali mengenakan gaun bermotif bunga yang mencolok. Gaun itu memperlihatkan tubuhnya yang indah berlekuk dan dia berdandan menawan sambil menunggu Arlo. Begitu Arlo masuk, dia langsung merangkul lengan Arlo dan menariknya ke ruang privat."Pria b
"Menurut Master Arlo, bagaimana cara memecah kebuntuan ini? Kalaupun menang, kita hanya mendapat sedikit waktu untuk bernapas. Tapi kalau kalah, perusahaanmu akan hancur dan pengobatan tradisional akan jatuh lebih dalam lagi ke jurang!""Lalu bagaimana mau bicara soal mengembangkan pengobatan tradisional?" Akbar mencibir, matanya menatap Arlo dengan penuh tantangan.Arlo tersenyum tipis. "Ikuti saja rencana mereka.""Bukankah itu cuma omong kosong?" sindir Akbar.Orang-orang Sekte Tabib Hantu saat ini menunjukkan pemikiran yang sama.Arlo mampu menekan mereka, itu satu hal. Tapi apakah dia bisa menghadapi Keluarga Sinaga dan konglomerat medis barat, itu hal lain.Bisa dikatakan, tingkat kesulitan kedua hal itu sama sekali berbeda.Bagi mereka, mereka hanya terpaksa mengalah karena terdesak kondisi. Nyawa Bagya dan warisan teknik Tiga Belas Jarum Dokter Hantu ada di tangan Arlo.Akan tetapi, apa artinya konglomerat medis barat itu? Di belakang mereka adalah keluarga-keluarga elite kelas
Arlo tertawa keras. Sorot matanya berkilat dan sekujur tubuhnya memancarkan semangat saat berkata, "Kenapa nggak?""Belum lagi aku ini membangun karier dari ilmu pengobatan dan berakar pada industri medis. Bahkan bagi orang yang tidak punya hubungan sekalipun, selama dia adalah rakyat Doraia, siapa yang rela melihat warisan pengobatan leluhur perlahan tenggelam begitu saja?""Konglomerat medis barat itu hebat? Lalu kenapa? Perusahaan farmasiku ada di sana, aku akan terus mengembangkan lebih banyak resep kuno pengobatan tradisional. Aku malah menunggu mereka semua muncul!""Entah itu jebakan di dunia bisnis atau cara-cara kotor di balik layar, akan aku hadapi semuanya. Mereka mau menekan orang, bukan? Aku justru mau membangun kembali kejayaan pengobatan tradisional!"Yukta tertegun sejenak. Dia seperti melihat dirinya sendiri di masa muda.Bukankah mereka dulu juga penuh semangat seperti ini, ingin membawa pengobatan tradisional keluar negeri, ke panggung dunia, dan menciptakan prestasi
"Semua itu sebenarnya masih bisa dihindari dengan pengalaman. Tapi kalau tetap ingin mengembangkan pengobatan tradisional dan tidak mau menerima syarat mereka, nyawa keluargamu dan kamu sendiri akan terancam. Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan?""Awalnya aku punya tiga anak. Anak sulungku meninggal dalam kecelakaan di Hondaria pada tahun pil jantung instan diluncurkan. Saat uji klinis obat khusus kanker hati berlangsung, anak bungsuku dibunuh dalam perampokan di Provinsi Rimawe!""Siapa pun bisa bilang itu kebetulan. Tapi Master Arlo, apakah kamu percaya itu kebetulan?"Arlo mengernyit. Berdasarkan pemahamannya tentang Sekte Tabib Hantu, selain warisan medis, mereka juga punya dasar dalam ilmu gaib dan bela diri. Perampokan yang terjadi pada tuan muda sekte sampai berujung kematian, itu terlalu tidak masuk akal. Pasti ada ahli bela diri yang terlibat."Pihak resmi nggak kasih perlindungan?" tanya Arlo."Ada! Tapi beberapa puluh tahun lalu, Doraia yang baru berdiri, harus berk
Yukta terdiam sejenak, seolah sedang mempertimbangkan harus dari mana dia memulai bercerita."Master Arlo pasti pernah mendengar, bagaimana pengobatan barat menargetkan, menekan, dan mengepung pengobatan tradisional.""Di era informasi modern, sebenarnya masyarakat umum juga sudah pernah mendengar sekilas.""Pengobatan barat masuk ke Doraia sudah sejak lama, bahkan bisa ditelusuri hingga ribuan tahun lalu. Saat itu, pengobatan barat belum seperti sistem sekarang. Di mata leluhur kita, pengobatan barat hanya dianggap sebagai ilmu medis barbar dari luar.""Pada masa itu, peradaban Doraia begitu gemilang. Pengobatan tradisional kuno adalah yang paling unggul di dunia, sementara mereka hanyalah pihak yang datang belakangan untuk belajar.""Dalam sistem modern yang benar-benar bersifat agresif dan ekspansif di Doraia, pengobatan barat bisa dibilang dimulai sekitar 300 tahun lalu.""Untuk menaklukkan sebuah peradaban, langkah awalnya adalah menghancurkan peradaban aslinya. Sejak mereka bersi
"Itu Profesor Jemma!"Kerumunan langsung gempar. Profesor Jemma? Banyak orang tidak mengenal Jemma secara pribadi, tetapi mereka memahami betul makna kata profesor.Di dalam negeri, hanya tokoh otoritas puncak di bidangnya masing-masing yang bisa menyandang gelar tersebut. Setiap profesor adalah fig
Victor menghela napas panjang dengan tak berdaya. Dia baru saja hendak berbicara mewakili Arlo, tetapi saat itu juga masuk panggilan dari Arlo.Begitu sambungan tersambung, Victor langsung terpaku. "Apa? Orangnya sudah ditemukan? Bahkan sudah mengatur wartawan dan menggelar konferensi pers untuk kla
"Kalau nggak setuju ...."Klik!Sambil berbicara, Lasya menjentikkan jarinya.Di luar pintu, dua pengawal bermata tajam menyeret masuk dua wakil direktur yang paling dipercaya Cakra, yaitu Zaka dan Sambo.Melihat dua orang kepercayaannya babak belur, wajah Cakra langsung memerah karena marah. Dia me
Melihat wajah Arlo yang tersenyum tipis, Sambo dan Artha ambruk dan terduduk di lantai bersamaan."Aku beri kalian dua jalan. Pertama, kalian pergi klarifikasi, lalu masuk penjara sampai habis masa hukuman. Kedua, aku patahkan keempat anggota tubuh kalian, lalu kalian tetap masuk penjara sampai habi







