MasukMelihat situasi itu, Brandon segera melangkah maju dan berkata, "Kakek, Bibi, Paman, ini Pak Arlo. Keahlian medisnya sangat luar biasa. Aku yang mengundangnya untuk mengobati Kakek."Bibinya, Vior, melirik Arlo sekilas, lalu menatap Brandon. Nada bicaranya agak rumit saat berkata, "Kamu memang perhatian, Brandon."Beberapa hari terakhir Keluarga Raharjo dibuat kacau oleh penyakit Yusuf, sehingga mereka tidak terlalu mengetahui kejadian di luar.Paman Brandon, Naufal, jelas terlihat agak tidak senang. Khawatir Saraka tersinggung, dia buru-buru menjelaskan, "Master Saraka, Brandon sering berada di wilayah Hareast. Orang yang dia bawa mungkin nggak terlalu memahami keadaan di sini."Wajah Saraka langsung menjadi dingin. Dia jelas tidak senang karena Arlo tiba-tiba menyela dan bahkan menyangkal ucapannya."Pak Arlo, Master Saraka adalah ahli fengsui yang sangat terkenal di provinsi kami. Kata-katanya tentu nggak salah."Yusuf yang terbaring di tempat tidur sebenarnya sudah sedikit mengetah
Arlo tersenyum dan berkata, "Nggak perlu terlalu kaku. Panggil namaku langsung juga nggak masalah."Brandon tersenyum dengan hormat. "Sekarang kamu adalah orang penting, Pak Arlo. Aku benar-benar nggak berani memanggil namamu begitu saja." Sambil berkata demikian, dia membuka pintu mobil dan mempersilakan Arlo masuk.Di perjalanan, Brandon menjelaskan secara rinci kondisi kakek keduanya.Penyakit aneh itu mulai muncul sekitar satu bulan lalu. Setiap malam dia mengalami mimpi buruk, dada terasa sesak dan napasnya pendek. Belakangan ini bahkan sudah sampai pada tahap batuk darah.Keluarga Raharjo sudah mengundang banyak dokter pengobatan tradisional maupun dokter modern, tetapi jangankan menyembuhkan, bahkan penyebab penyakitnya pun tidak bisa ditemukan.Arlo menanyakan beberapa detail. Di dalam hatinya dia langsung memiliki dugaan bahwa lelaki tua itu mungkin bukan sakit biasa, melainkan terkena energi jahat.Meskipun Kota Yanda berada di provinsi tetangga, jaraknya dari Kota Naldern ha
Vila di puncak gunung.Arlo sedang berendam seluruh tubuhnya dalam ramuan obat. Untuk melatih tubuh hingga sekuat kulit tembaga dan tulang besi, mandi ramuan obat adalah cara yang paling membantu.Sayangnya, setengah obat spiritual yang dia miliki jumlahnya terbatas. Ramuan yang dia gunakan sekarang hanya campuran obat biasa dengan sedikit setengah obat spiritual, sehingga hasilnya belum mencapai tingkat terbaik.Ketika merasakan ada orang datang ke luar vila, Arlo baru berdiri dari bak mandi dan mengenakan pakaiannya.Dia sempat berpikir tentang Wahid yang masih berutang setengah obat spiritual kepadanya tetapi belum juga mengirimkannya. Jangan-jangan orang itu ingin mengingkari janji?Jika memang begitu, dia tidak keberatan pergi ke Hondaria. Di dunia ini tidak ada orang yang boleh berutang kepadanya lalu kabur begitu saja.Sheila masuk ke dalam vila dan melihat Arlo dengan rambut yang masih basah. Tampaknya dia baru selesai mandi. Dia tersenyum manis lalu langsung menggoda, "Kamu su
Darhan sebenarnya penuh keraguan, tetapi dia sama sekali tidak berani mengungkapkannya.Setelah itu Arlo mengusulkan untuk pergi ke laboratorium inti. Darhan tidak punya pilihan selain membawa mereka berdua ke sana.Begitu masuk ke laboratorium, Arlo mengeluarkan beberapa resep obat miliknya dan mengatakan bahwa resep tersebut tidak memerlukan perbaikan apa pun karena sudah merupakan formula terbaik. Yang perlu dilakukan hanyalah membuat data yang dibutuhkan untuk proses pengajuan dan persetujuan.Para peneliti yang bisa bekerja di laboratorium ini semuanya adalah tokoh besar di bidang farmakologi. Yang paling rendah sekalipun adalah profesor pembimbing doktor atau doktor.Awalnya Darhan mengira ucapan Arlo seperti itu pasti akan langsung diserang oleh para ilmuwan fanatik tersebut. Namun yang tidak dia sangka, setelah para tokoh inti laboratorium menerima resep itu, mereka malah mulai berdiskusi dengan Arlo.Setiap kali Arlo mengemukakan pendapatnya, para pakar penelitian itu justru m
"Apa aku boleh pergi kalau aku mengatakan semuanya?" tanya Geraldine dengan hati-hati."Mau negosiasi?" balas Arlo.Geraldine menatap wajah Arlo yang tersenyum tipis. Hatinya semakin gelisah. Pria ini benar-benar berhati keras. Dari awal sampai sekarang, Arlo sama sekali tidak memperlakukannya dengan lebih baik hanya karena dia wanita cantik.Geraldine bahkan merasa Arlo benar-benar bisa melakukan apa yang tadi dia katakan, menelanjanginya lalu mengirimnya ke klub malam."Aku belum sempat mengambil apa pun dari laboratorium," kata Geraldine."Aku nggak percaya," kata Arlo sambil mencibir."Karyawan yang baru masuk nggak punya izin untuk mengakses data inti," jelas Geraldine."Nggak meyakinkan.""Metode enkripsi data inti kalian sangat canggih. Aku nggak sempat memecahkannya. Soal siapa yang menyuruhku datang, kamu sendiri pasti tahu siapa saja yang kamu singgung."Melihat Arlo masih tidak percaya, Geraldine menjadi kesal. Dia menunjuk Darhan dan berkata, "Kalau kamu nggak percaya, tany
Geraldine menahan rasa gugupnya dan mencoba berpura-pura tenang. Dia baru melangkah dua langkah ketika suara Arlo tiba-tiba terdengar, "Kemampuanmu mengganti wajah memang cukup hebat, bahkan lebih hebat daripada kemampuanmu memanjat dinding dan menyelinap."Geraldine langsung berhenti. Dia menoleh menatap Arlo, menahan gelombang keguncangan dalam hatinya. "Aku penasaran, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"Bukannya menyombongkan diri, tapi dengan kemampuannya, tidak banyak orang di dunia ini yang bisa memojokkannya seperti ini. Namun, pria di depannya berhasil melakukannya dengan mudah. Geraldine tahu dirinya sudah tidak bisa kabur lagi."Sebenarnya nggak ada yang istimewa," kata Arlo santai. "Langkah kakimu sangat ringan, bahkan lebih ringan daripada kebanyakan orang yang berlatih bela diri.""Orang kantoran biasa mana mungkin punya kemampuan kaki seperti itu?"Geraldine terkejut. Sejak kecil dia memang berlatih ilmu gerak ringan dan langkah kakinya yang ringan sudah menjadi bagian da
Rumah Sakit Makmur adalah rumah sakit ortopedi terbaik di Kota Naldern.Adrian tampak muram, sementara Irene menangis sampai matanya bengkak. Dokter mengatakan bahwa lutut Zaki mengalami patah tulang remuk. Setidaknya butuh perawatan selama satu tahun untuk bisa pulih. Namun kalau pemulihannya buruk
Tanto berguling kesakitan di tanah dan meraung kepada kapten pasukan khusus, "Dia ... dia sengaja melukai orang!"Namun, kapten itu hanya melirik Tanto dengan pandangan meremehkan. "Aku nggak melihat apa-apa. Sampah masyarakat sepertimu ini ... kenapa ekspresimu nggak begini waktu kamu menindas oran
Isyana mengangguk kecil, lalu mengikuti Arman dan Ramos masuk ke gedung Grup Leopard.Meski dari luar tampak seperti gedung kantor resmi, begitu masuk, suasananya sama sekali tidak seperti perusahaan normal. Dari satpam sampai karyawan, hampir semuanya pria bertampang beringas. Begitu Isyana dan ked
"Kamu tunggu saja! Kalau hari ini kamu masih bisa keluar dari pintu ini, aku bukan lagi Keluarga Raliansyah!" Saking kesakitan, dahi Renaldi sampai dipenuhi keringat dingin. Dia bergerak mundur beberapa langkah dan berlindung di belakang para pengawal sambil memberi isyarat agar mereka menelepon ora







