Share

Bab 322

Author: Jayden Carter
Daniel sangat percaya diri dengan kemampuan bicaranya. Dia merasa selama tokoh besar itu mau memberinya kesempatan, dia pasti bisa meyakinkan pihak tersebut.

Fellis mendorong pintu dengan lembut.

Daniel refleks merapikan pakaiannya, berusaha membuat dirinya terlihat percaya diri dan berwibawa. Namun ketika dengan penuh keyakinan dia menatap ke dalam lewat celah pintu yang terbuka, orang yang terlihat di dalam bagaikan petir yang menyambar tepat di atas kepalanya dan membuatnya terpaku.

Di sofa r
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hasanudin Along
saran thor jgn terlalu menyembunyikan power mc si Arlo ,jd nggk asik dan nggk menghibur.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1010

    Markos mengepalkan kedua tangannya memberi hormat kepada Arlo. Suaranya lantang dan nadanya sangat tulus.Arlo tersenyum. "Kalau kamu sudah bilang begitu, malah kesannya aku ini picik sekali kalau aku masih mempermasalahkannya."Markos langsung menoleh ke arah Keluarga Kushanto. Tatapannya dipenuhi niat membunuh."Keluarga Kushanto benar-benar hebat! Kalian bahkan berani menjebakku ke dalam perangkap seperti ini. Sepertinya kalian benar-benar sudah lupa apa artinya kemarahan seorang grandmaster. Begitu seorang grandmaster murka, akan terjadi pertumpahan darah besar-besaran!"Ucapan penuh niat membunuh itu membuat Nicho langsung terpaku. Sebenarnya dia hanya mengetahui sebagian kecil dari urusan Axelo yang menipu Arlo. Dia sama sekali tidak memahami semua detail di baliknya.Karena itu, saat ini dia benar-benar kebingungan. Tanpa sadar dia berkata, "Master Markos, apakah ini berarti Anda tidak menghormati Pak Azriel?""Persetan dengan itu! Aku nggak membunuh dua bocah sialan itu sekaran

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1009

    Namun dalam urusan militer, Arlo mendapat dukungan dari Dewa Militer. Keributan di luar memang tampak besar. Namun bagi Arlo, situasi seperti itu sama sekali tidak perlu dikhawatirkan.Mengenai Mohit dan Markos, Sheila sangat mengenal keduanya. Mohit pernah membantu cukup lama di klinik Arlo. Bahkan dia selalu memanggil Arlo dengan sebutan "Master Arlo".Beberapa waktu lalu, karena ada urusan penting di Gunung Naga Harimau, dia baru dipanggil kembali secara mendadak. Sedangkan Markos tampaknya juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Arlo. Kalau tidak, Arlo tidak mungkin setuju menjual Pil Jiwa hanya karena perantara dari Markos.Nicho malah menjadikan kedua orang itu sebagai sandaran untuk menghadapi Arlo. Di mata Sheila, itu benar-benar sebuah lelucon. Dia bahkan tidak berani membayangkan seperti apa ekspresi Nicho nanti ketika ketiga orang itu benar-benar tiba.Tentu saja, Nicho sama sekali tidak mengetahui isi pikiran Sheila. Dia hanya mengira wanita itu sedang berusaha bers

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1008

    Ekspresi Nicho menjadi gelap. Sebagai kepala Keluarga Kushanto, ini adalah pertama kalinya dia dipaksa sampai sejauh ini."Arlo, anakku memang nggak tahu diri dan telah menyinggungmu. Tapi sejak Pil Jiwa dikembalikan dan kompensasi diberikan, urusan ini seharusnya sudah selesai. Keluarga Kushanto nggak berada di pihak yang salah!"Arlo tersenyum tipis. "Sepertinya Keluarga Kushanto nggak paham bagaimana cara memohon kepada orang lain.""Apa maksudmu?" Nicho mengepalkan tinjunya dengan erat.Arlo berkata dengan tenang, "Hari ini Keluarga Kushanto harus mengumumkan di depan umum bahwa kalian mengaku kalah. Mulai sekarang, di mana pun ada aku, anggota Keluarga Kushanto harus menyingkir.""Lalu, dua pelaku utama harus bersujud dan mengakui kesalahan mereka padaku. Kalau itu dilakukan, aku juga nggak keberatan mengakhiri masalah ini sampai di sini."Arlo berhenti sejenak, tatapannya tiba-tiba menjadi tajam. "Kalau kamu masih terus mengucapkan omong kosong, aku juga nggak keberatan menahanmu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1007

    "Lebih baik lagi kalau kakak iparku juga diminta mengerahkan pihak militer untuk menjaga situasi. Dengan dua persiapan sekaligus, aku nggak percaya Arlo masih bisa menimbulkan masalah besar," ujar Henky tiba-tiba.Nicho berpikir sejenak, lalu mengangguk setuju.Syafiq melirik putra keduanya dengan tatapan dalam. Dia bisa melihat dengan jelas niat Henky untuk menghasut dan membalas dendam. Kalau sejak dulu Henky memiliki kecerdikan seperti ini, mana mungkin dia sampai menjadi sosok pinggiran dalam keluarga?Namun saat ini, Syafiq tidak ingin mempermasalahkan hal itu. Lagi pula, ucapan Henky memang ada benarnya. "Pergi bicara dengan kakak iparmu dan lihat apa pendapatnya.""Lalu hubungi ibu kota dan tanyakan apakah grandmaster yang diminta sudah tiba atau belum."Syafiq melambaikan tangannya dan tidak berkata apa-apa lagi.....Di aula hotel.Tanpa terasa, tiga jam telah berlalu. Saat itu sudah lewat tengah malam. Banyak tamu paruh baya mulai tidak sanggup bertahan. Mereka tidak berani p

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1006

    Arlo kembali duduk di kursinya dan memejamkan mata untuk beristirahat. Axelo dan Valden sama-sama tergeletak di bawah kakinya. Keduanya tampak sangat menyedihkan dan penuh luka.Valden menggertakkan giginya lalu berkata, "Arlo, apa kamu yakin ingin aku menelepon ayahku?"Arlo hanya mendengus pelan sebagai jawaban. Valden segera mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan.Di sisi lain, Marshal juga sudah menelepon Mohit. Dia hanya mengatakan bahwa dirinya ditahan seseorang dan meminta pamannya segera datang menyelamatkannya."Pak Valden, jangan khawatir. Begitu Paman Mohit tiba, dia pasti nggak akan membiarkan orang ini lolos." Melihat wajah Valden yang suram, Marshal mencoba menghiburnya.Namun Valden yang baru saja menelepon kakeknya tidak menanggapi perkataan itu. Dia hanya menatap Arlo dan berkata dingin, "Ayahku sudah setuju untuk datang."Melihat mereka berdua mulai memanggil bantuan, wajah Arlo tetap tanpa ekspresi sedikit pun. Tidak terlihat rasa takut sama sekali.Namun, pa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1005

    "Bubar!"Arlo hanya mengucapkan satu kata.Marshal tiba-tiba merasakan sakit yang menusuk di kepalanya, seolah-olah ada jarum yang menghantam otaknya. Seluruh pikirannya seakan berhenti bekerja selama sesaat.Sebagai seorang praktisi spiritual, kekuatan mentalnya memang sangat kuat. Namun di hadapan serangan kesadaran ilahi Arlo, dia tetap kehilangan fokus selama sepuluh detik penuh. Dalam pertarungan para ahli, sepuluh detik sudah lebih dari cukup untuk menentukan hasil.Saat Marshal kembali sadar, tubuhnya sudah terlempar ke belakang. Perisai cahaya emas di tubuhnya juga telah dihancurkan oleh satu pukulan Arlo. Bahkan pusakanya, Mutiara Surya, sudah jatuh ke tangan Arlo.Arlo memainkan manik itu di tangannya sambil berkata, "Suruh Mohit datang jemput kamu. Kalau dia nggak datang, aku akan mematahkan kakimu."Marshal memuntahkan seteguk darah. Darah dan energinya bergejolak hebat. Dia sudah tidak memiliki kekuatan untuk bertarung lagi.Dengan marah dia berteriak, "Aku ini murid langs

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 226

    "Nggak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Bu Sheila." Bawahan itu menggeleng.Kennedy mencibir. "Seorang pecundang ingin menumpang pada Keluarga Kardinegara, keluarga Santoso, dan Omran? Itu mimpi di siang bolong. Jelas ini ulah Sheila!""Omran sudah cuci tangan dan pensiun. Sekali bergerak, bi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 251

    Cakra menangkap celah kecil dalam ucapan Arlo, lalu tertawa meremehkannya. "Yang palsu nggak akan pernah jadi asli? Kalau begitu, akan kubuktikan padamu.""Dasar orang berwawasan sempit. Kamu nggak tahu kalau Giok Darah Jenderal memiliki khasiat khusus, ya?""Bukan hanya bisa mengusir bala dan roh j

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 244

    "Orang yang bentrok dengannya itu bernama Ghazi. Akhir-akhir ini di Kota Naldern, bisnisnya sedang sangat maju. Dia keponakan Nawas!"Welly merasa agak heran dan tak bisa menahan diri untuk bertanya, "Siapa Nawas? Hebat banget ya?"Vijay meneguk minumannya, lalu tersenyum tipis. "Wilayah jalanan klu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 248

    Yudha yang merupakan penyokong Nawas selama ini, tiba-tiba mengubah ekspresinya. Dia berbalik dan melayangkan satu tamparan keras ke wajah Nawas. "Dia menamparmu seperti ini?"Nawas menutup wajahnya dengan tidak percaya.Tanpa memberi Nawas kesempatan berbicara, Yudha kembali menendangnya dengan ker

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status