Share

Bab 334

Auteur: Jayden Carter
"Karena kamu bilang begitu, aku nggak akan menolak lagi. Kelak kalau ada urusan di Kota Naldern, aku siap menempuh bahaya apa pun untukmu!"

Arlo berkata, "Nggak usah sampai menempuh bahaya seperti itu. Antar aku saja ke Perdagangan Samudra."

Daiyan mengerutkan dahi, mengingatkan, "Keluarga Sriwandi bukan orang sembarangan! Bisa saja mereka menyiapkan jebakan di kantor Perdagangan Samudra. Mau aku ajak beberapa orang buat ikut?"

Arlo tersenyum tipis, menggeleng. "Nggak perlu, aku sendiri sudah cu
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 832

    Bukan hanya tinju, tapi juga duri cincin di jarinya serta energi dalam yang memancar seperti cahaya hijau. Jika energi itu menembus titik dada tengah, hasilnya hanya dua: mati atau cacat.Di mata Haidar muncul kilatan kegembiraan. Tampaknya pemuda ini belum pernah menghadapi tubuh sekuat kulit tembaga dan tulang besi, jadi dia merasa ketakutan.Namun detik berikutnya, ekspresi itu membeku.Tinju sudah hampir mengenai Arlo, tetapi Arlo malah tidak menghindar. Sebaliknya, dia malah mengayunkan pedangnya, menghantam langsung ke bahu Haidar dengan satu tebasan. Tinju Haidar memang menghantam dada tengah Arlo, tetapi dia juga tidak bisa menghindari tebasan itu.Tubuhnya memutar dengan kuat. Namun, bilah pedang Arlo dengan energi sejati yang terwujud menjadi mata pisau, telah membelah ototnya dan menyayat turun sepanjang dadanya.Tubuh Haidar langsung terbelah, darah menyembur deras.Semua orang tercengang. Mereka awalnya mengira Haidar akan menang, bahkan Nirmala tidak perlu turun tangan.N

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 831

    "Terima kasih pada Pak Dandy dan Pak Jarwa atas bantuan kalian. Mundurlah dulu, cukup lindungi dari samping untukku." Begitu ucapan Arlo selesai, pedangnya sudah tiba di depan wajah Haidar.Haidar benar-benar murka. Dia dan kedua orang lainnya sama-sama grandmaster tenaga transformasi, mengepung satu junior saja sudah memalukan. Belum lagi satu sudah terbunuh, sekarang Arlo yang jelas terluka malah terang-terangan menantang satu lawan dua.Jika tidak membunuh Arlo, itu akan menjadi penghinaan terbesar dalam hidupnya.Sebaliknya, wanita aneh itu justru menunjukkan kilatan kagum di matanya, seolah terpesona oleh keberanian Arlo. Semua ini sebenarnya hanya terjadi dalam sekejap.Tinju Haidar meluncur cepat, cincin berduri di jarinya menorehkan cahaya tajam di udara. Angin pukulan yang ganas seolah merobek ruang dan dalam sekejap sudah tiba di depan Arlo.Ekspresi Jarwa sedikit berubah. Inilah pukulan dengan kekuatan penuh dari Haidar. Jika dia yang menghadapinya, Jarwa yakin dirinya tidak

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 830

    Namun, Dandy hanya berada di tingkat semi-grandmaster. Di hadapan grandmaster tenaga transformasi, kekuatan seperti itu bahkan sulit untuk sekadar menahan serangan. Dia memilih Nirmala sebagai lawan. Entah karena mempertimbangkan identitas Dandy, Nirmala tidak langsung menyerang dengan kekuatan penuh.Jarwa kembali memilih lawannya, lalu berhadapan dengan Bondan."Jarwa, kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan?" Bondan marah besar dan menegur dengan keras."Nirmala, usir kakek tua ini ke samping untuk beristirahat. Setelah itu selesaikan Jarwa, baru kita urus Arlo!" teriak Haidar.Belum selesai ucapannya, tiba-tiba perasaan bahaya muncul di hati Haidar.Seperti berada di padang gurun yang diawasi kawanan serigala, rasa merinding menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, terdengar suara serak di telinganya. "Kepalaku ini bukan sesuatu yang bisa diambil sembarang orang!"Haidar mendongak dan melihat sepasang mata memerah, serta sebilah pedang baja yang memantulkan cahaya dingin. Dengan bantuan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 829

    "Arlo, berhenti! Ikut denganku kembali untuk menjalani penyelidikan!"Bagas akhirnya mengambil keputusan. Selama Arlo mau berhenti, mereka akan kembali dalam satu mobil. Dengan begitu, Keluarga Sinaga kemungkinan besar tidak berani diam-diam menyerang.Setelah kembali nanti, masih akan ada peluang!Saat itu, Arlo dan Bondan sudah bertarung ratusan jurus.Bondan memang pantas disebut sebagai salah satu grandmaster tenaga transformasi yang kuat. Dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kalah."Orang seperti Arlo memang ingin cari mati, untuk apa Pak Bagas ikut campur!" Saleh mencibir dingin.Pada saat itu, suara Arlo terdengar dari kejauhan. "Aku sudah menebak trik Keluarga Sinaga!""Hanya saja, Keluarga Sinaga yang seperti katak dalam tempurung itu ... berapa banyak trik dariku yang bisa kalian tebak?"Saleh tertawa keras."Master Arlo sudah membunuh begitu banyak orang, apa hari ini dia mau membunuh semua orang di sini?""Mungkin saja!" Suara Arlo menjadi semakin dingin."Aturan d

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 828

    "Tentu saja, aku juga sudah menemukan bukti bahwa Arlo menyuruh kedua orang ini membajak mobil tahanan.""Bimala, benar kedua orang ini yang membajak mobil tahanan, 'kan?" Tatapan Saleh tajam seperti kilat, mengarah pada Bimala yang sudah terpaku kaget.Bimala terdiam sejenak, lalu mengangguk mengiyakan."Setelah mobil tahanan dibajak, kamu yang mengirim pesan kepada anakku untuk meminta bantuan, benar?" tanya Saleh lagi.Bimala menelan ludah dengan susah payah. Kirim pesan apaan? Namun, dia tidak berani menyangkal dan hanya bisa mengangguk dengan terpaksa.Dandy menoleh sedikit, lalu segera ada orang yang memeriksa ponsel mereka. Memang ditemukan pesan yang sesuai. Di antaranya benar ada instruksi yang dikirim dari nomor ponsel Arlo. Ponsel Reza juga diperiksa dan ditemukan pesan permintaan tolong dari Bimala.Saleh mendengus dingin. "Sekarang Pak Bagas dan Pak Dandy sudah bisa percaya, 'kan? Saksi dan bukti sudah lengkap.""Arlo terlibat dalam berbagai kejahatan, termasuk menyuruh or

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 827

    Arlo bersikap sangat arogan saat di kediaman Keluarga Sinaga, sehingga Bondan merasa kesal melihatnya. Sekarang ketika Arlo mengatakan dia adalah anjing pesuruh, amarah Bondan langsung memuncak. Wajah tua Bondan tampak memerah, rasa malu dan amarah meledak dari matanya.Kemarahan seorang grandmaster bukanlah hal biasa.Bondan mengangkat kedua tinjunya, lalu menerjang ke depan.Saat tinju mereka berbenturan, suara dentumannya menggema di udara, disertai gelombang energi yang menyebar. Reza dan Bimala langsung terpental dan terjatuh ke tanah akibat gelombang itu. Mata wanita aneh itu berkilat-kilat, seolah penuh gairah untuk ikut bertarung.Arlo bergerak mundur satu langkah, sementara Bondan menyeringai sinis dan kembali mendekat.Di mata Reza, aura Bondan meningkat tajam, sedangkan Arlo tampak sama sekali bukan tandingannya. Hatinya pun menjadi tenang, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum. Bondan memang layak menjadi grandmaster tingkat tenaga transformasi yang diatur oleh kakeknya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 226

    "Nggak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan Bu Sheila." Bawahan itu menggeleng.Kennedy mencibir. "Seorang pecundang ingin menumpang pada Keluarga Kardinegara, keluarga Santoso, dan Omran? Itu mimpi di siang bolong. Jelas ini ulah Sheila!""Omran sudah cuci tangan dan pensiun. Sekali bergerak, bi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 236

    Alif sangat percaya diri pada dirinya sendiri, sama sekali tidak peduli pada Arlo."Berani menginjak harga diriku demi cari nama?"Keluarga Sriwandi memberinya 4 miliar. Tujuannya memang untuk membuat Klinik Wellness tutup.Kalau menang dalam pertandingan, uang Keluarga Sriwandi akan masuk ke kanton

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 238

    Dahi Alif dipenuhi keringat dingin. Sebagai pewaris Lembah Raja Obat, pemahaman dan penguasaannya terhadap racun jelas jauh melampaui dokter pengobatan tradisional biasa.Namun, ramuan di hadapannya tak berwarna, tak berbau. Dia sama sekali tidak bisa menebak apa-apa.Dilihat dari tingkat pemahaman

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 232

    Begitu kata-kata Arlo diucapkan, wajah Saddam langsung berubah drastis. Matanya dipenuhi kepanikan. "Apa maksudmu pura-pura mati ... minum racun apaan? Kamu ngawur apaan?"Arlo menyeringai. "Bukankah kamu yang paling mengerti apa maksudku?""Pasien itu sama sekali tidak mati. Dia hanya menelan racun

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status