เข้าสู่ระบบBegitu kata-kata itu selesai diucapkan, sosok Dewa Militer sudah tidak terlihat lagi di dalam halaman kecil.Wajah Evaro sempat menunjukkan ketidakpuasan, tetapi dia tidak berani memperlihatkannya lagi. Dengan wajah muram, dia turun gunung bersama yang lain.Setibanya di pertengahan gunung, para tokoh besar itu akhirnya tak bisa menahan diri untuk berdiskusi."Apa maksud Dewa Militer? Bukankah ini sama saja melindungi Arlo selama tiga bulan? Apa orang yang punya bakat bela diri boleh bertindak sesuka hati?""Aneh sekali. Dulu juga ada anak muda berbakat luar biasa dalam bela diri, tapi Dewa Militer tetap menegakkan hukum dengan adil!""Apa istimewanya Arlo ini?""Bagas, apa maksudmu bicara seperti itu di depan Dewa Militer tadi?"Sepanjang waktu, Evaro tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia seolah-olah memiliki sedikit dugaan, lalu berkata dengan datar, "Karena Dewa Militer ingin melindunginya selama tiga bulan, kemungkinan ini berkaitan dengan urusan pengobatan Timur dan Barat yang pe
Di luar ibu kota, di Gunung Jiroh.Sejak zaman dahulu, Gunung Jiroh yang bersebelahan dengan ibu kota, terhubung ke Asteria bagian barat dan gerbang luar di timur, juga telah lama dikenal sebagai benteng penting menuju ibu kota.Gunung ini tinggi dan terjal, menjulang menembus awan. Puncak demi puncak bertumpuk, hutan lebat membentang, jarang ada jejak manusia.Namun, di salah satu puncaknya, ada sebidang tanah yang telah dibersihkan, dibangun dua rumah beratap genteng dan sebidang kebun sayur, tampak seperti pekarangan rumah petani yang sangat biasa.Saat ini, di depan gerbang halaman berdiri tujuh atau delapan pria paruh baya. Jika ada anak bangsawan ibu kota di sini, mungkin bola matanya akan langsung copot karena terkejut.Dari tujuh atau delapan orang ini, siapa pun di antara mereka, cukup mengentakkan kaki saja sudah bisa mengguncang suatu daerah.Bahkan Bagas, sebagai pemimpin tertinggi militer di Provinsi Hareast, hanya bisa berdiri di bagian paling belakang."Evaro memohon ber
Arvin memberi isyarat kepada pengawalnya. Pengawal itu langsung menarik petugas keamanan di pintu, membuka celah agar orang bisa lewat, lalu Arvin langsung menerobos masuk ke kantor.Begitu masuk, Arvin menyapu pandangan ke semua orang dan akhirnya mengenali Arlo yang berdiri di tengah kerumunan."Pak Arlo, bukankah Konsorsium Miles seharusnya berhak mendapat giliran bertemu lebih dahulu?""Kalian orang Barat ini sudah terbiasa minta hak istimewa ya? Zaman sudah berubah!" ejek Levin sambil menyeringai.Meskipun diejek, wajah Arvin tetap tenang. Dia merapikan pakaiannya, lalu berkata, "Sepertinya kalian belum terlalu memahami Konsorsium Miles. Izinkan aku memperkenalkannya pada kalian.""Konsorsium Miles adalah konglomerat raksasa yang bisa menggerakkan dana hingga ratusan triliun. Empat puluh persen perusahaan farmasi di Erupa adalah keterlibatan dari pihak kami. Keluarga Rothschild, Keluarga Miles, dan Keluarga Bibo, semuanya adalah anggota kami!"Orang Keluarga Halderman dan Keluarga
Di kantor presdir Farmasi Soraya. Begitu masuk, Arlo langsung melihat banyak orang yang sudah menunggu cukup lama."Master Arlo benar-benar keren. Di Provinsi Hareast, nggak ada yang nggak tahu Keluarga Sinaga sedang berkabung. Sekarang nama Master Arlo sudah menjadi ahli sejati nomor satu di kalangan para penguasa Provinsi Hareast!""Kamar Dagang Nordic belum menyatakan sikap, tapi keluarga-keluarga di Hareast sudah menyatakan tunduk. Mereka bahkan bersedia membentuk Kamar Dagang Hareast dan ke depannya hanya akan mengikuti arahan Master Arlo!""Kita akhirnya bisa bergerak bebas dan bekerja besar-besaran! Pil Pemelihara Energi, Pil Perawatan Wajah, dan obat paru-hati bisa langsung diproduksi dan didistribusikan secara menyeluruh!" Omran berbicara dengan wajah berseri-seri tentang hasil yang diraih.Namun, Arlo sama sekali tidak tertarik dengan gelar nomor satu itu. Dari awal sampai akhir, dia bukan melakukan semua ini demi kekuasaan atau dominasi semacam itu.Dia juga tidak berkata ba
Saat ini, melihat sepasang mata indah itu dipenuhi kekhawatiran nyata dan air mata kepanikan, dia merasakan suatu perasaan."Tumben kamu jadi serius begini, jadi nggak terbiasa." Arlo mengusap hidungnya.Sheila menatap Arlo dengan linglung, lalu tersenyum tipis. "Pria yang tegas dan tak pernah ragu saat menghadapi musuh, masa terus menghindar dari perempuan?""Hah?"Sheila mendekat ke Arlo, lalu tiba-tiba menciumnya dengan kuat, seperti siluman wanita yang ingin menelan seorang biksu ke dalam perutnya.Perasaan ini entah datang dari mana, tetapi begitu muncul langsung mendalam! Apakah sejak pertemuan pertama, saat alunan "Raungan Naga" dimainkan? Yang tersentuh bukan senar, melainkan hatinya?Atau saat di atas panggung, tiga pukulan membunuh Dikara, melihat auranya yang begitu gagah dan dominan? Atau melihatnya berjalan sampai hari ini, dari tidak punya apa-apa hingga berdiri di puncak Provinsi Hareast dengan bebas?Semua itu sudah tidak penting lagi. Sheila tahu, hatinya sudah sejak l
Vila puncak gunung.Arlo berendam di dalam rendaman obat khusus untuk memulihkan luka. Matanya setengah terpejam, pikirannya masih terus memutar ulang pertarungan melawan tiga grandmaster. Ini adalah pertarungan paling berbahaya yang pernah dia alami sejak mulai berlatih.Haidar kuat dan brutal, Bondan serba bisa, Nirmala penuh tipu daya. Pertarungan ini membuat Arlo mendapatkan pemahaman baru tentang pertarungan hidup dan mati.Dari ketiganya, yang tampak paling kuat adalah Haidar. Namun sebenarnya, mungkin justru Nirmala yang terlihat paling lemah itulah yang paling berbahaya. Hanya saja, Arlo tidak tahu kenapa wanita itu tidak bertarung dengan seluruh kekuatannya.Ilmu sihir dan ilmu guna-guna berasal dari satu akar yang sama, tetapi masing-masing memiliki fokus berbeda. Ilmu sihir menitikberatkan pada sihir, tetapi ilmu guna-gunanya masih cukup lemah.Nirmala bisa mencapai tingkat grandmaster melalui ilmu sihir, itu cukup menunjukkan betapa hebat teknik sihirnya, jelas tidak hanya
Atas perintah Dandy, Keluarga Kardinegara segera menyiapkan jamuan syukuran dan menahan Arlo serta Reno untuk makan bersama.Saat makan berlangsung, Reno duduk persis di samping Arlo sambil menanyakan berbagai persoalan medis yang rumit tanpa henti. Arlo hanya menjawab seadanya, tetapi setiap penjel
Chairil tak bisa menahan diri untuk berkata, "Kalian ini belum paham, tapi sudah membuat kesimpulan.""Oh? Kamu punya pendapat lain?" Sandy tersenyum menatap Chairil."Beberapa hari lalu aku jatuh dan patah kaki. Arlo yang menyembuhkanku. Cuma diberi obat beberapa hari, patah tulangku langsung sembu
Kepala departemen IGD, Wafda, mengerutkan kening. Dia baru dipindahkan ke rumah sakit ini sebagai kepala dokter dan tidak mengenal Arlo.Setelah menatap Arlo dari atas ke bawah, dia tersenyum mengejek. "Anak Muda, kamu tahu apa yang sedang kau katakan?""Pasien sudah nggak punya detak jantung, keemp
Dokter pribadi Keluarga Kardinegara dan Reno bersama-sama menghubungkan berbagai kabel alat medis ke tubuh Dandy.Arlo lalu mulai melakukan akupunktur pada Dandy. Setengah jam berlalu, rona wajah Dandy tampak membaik. Yang lainnya berjaga di sisi ranjang, menatap dengan tegang.Dandy tersenyum dan b







