Share

Bab 336

Author: Jayden Carter
"Arlo, kamu masih berani menyerangku setelah menyinggung Keluarga Sriwandi? Kamu nggak akan berakhir dengan baik!"

"Hari ini, Keluarga Sriwandi telah menyiapkan jebakan lengkap untukmu. Selain para preman ganas itu, mereka juga memanggil orang-orang dari Komite Bela Diri. Mereka akan segera datang. Bersiaplah menghadapi kematianmu!"

Arlo tetap tenang. Dia berjalan santai seperti kucing menguntit tikus di belakangnya.

"Dasar berengsek! Jangan ikut aku terus!" Cesar berlari sambil menjerit marah,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 871

    "Kalau begitu, tanya saja apa yang ingin kamu tahu." Arlo terdiam sesaat sebelum berkata.Isyana mundur beberapa langkah, lalu menoleh sambil tersenyum manis. "Tiga tahun lalu kamu masih orang biasa. Gimana bisa tiba-tiba jadi grandmaster tenaga transformasi?"Sudut bibir Arlo terangkat, agak heran. "Kamu sampai tahu soal grandmaster tenaga transformasi?""Tentu saja. Kamu kira selama di wilayah Suku Maia, aku cuma main-main?" Isyana mengedipkan mata.Arlo menyentuh hidungnya. Sejak kapan gaya Isyana menjadi seperti ini?Dia mengamati wanita di depannya dengan saksama. Wajah ini, ekspresi ini, bahkan suara dan cara bicaranya, semuanya memang benar-benar Isyana!Tiba-tiba, Arlo tersenyum dan melangkah maju, langsung merangkul pinggang wanita itu.Tubuh Isyana jelas menegang sesaat, tetapi dia tidak melawan. Dia membiarkan Arlo memeluknya, bahkan tersenyum tipis. "Kamu belum jawab pertanyaanku."Arlo tidak menjawab. Dia malah menarik wanita itu semakin erat ke pelukannya, lalu mendekatka

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 870

    Dia memang tidak mungkin bisa lepas dari tanggung jawab.Masalah sebesar ini jelas tidak mungkin ditutup-tutupi. Sambil menelepon pihak resmi, Nirmala juga menyuruh orang mengangkat mayat Jarot.Semua orang memandang mayat Jarot sambil bertukar tatapan. Tak seorang pun berani bernapas keras.Suara Nirmala sedingin es. "Segel seluruh desa! Semua orang boleh masuk, tapi nggak boleh keluar sampai penyelidikan selesai!"Setelah terdiam sejenak, dia kembali bertanya, "Orang-orang asing itu tadi pergi lewat mana? Ada yang mengikuti mereka?"Nirkasa menjawab, "Aku sudah tanya. Orang kita mengikuti mereka sampai melihat mereka keluar dari kampung."Nirmala mengangguk pelan, lalu memandang Arlo. "Kenapa kamu bisa terpikir Pak Jarot akan kena masalah?"Arlo menggeleng. "Sekarang aku masih belum pasti. Orang-orang Organisasi Sembilan Ular punya markas di Kota Maia. Begitu ketemu, beri tahu aku.""Selain itu, kalau memungkinkan, besok aku ingin langsung masuk ke Lembah Sepuluh Ribu Naga!"Nirmala

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 869

    Arlo melambaikan tangan. "Ini bukan waktu untuk menjelaskan. Cepat cari orangnya!"Melihat ekspresi Arlo begitu serius, Nirmala segera berkata, "Jalan gunung sulit dilalui. Pak Jarot nginap di sini malam ini.""Kita ke sana sekarang juga!" Arlo melirik Isyana.Untuk pertama kalinya, Isyana menurut. "Aku pulang sendiri saja."Arlo ragu sejenak, lalu berkata, "Cari Paula, kamu ikut dia!""Ya." Isyana berbalik, kembali ke rumah panggung.Nirmala mendecak. "Kamu malah percaya pada gadis kecil itu?""Dia jauh lebih polos dibanding kalian yang penuh perhitungan!"Sambil berbicara, keduanya berlari cepat menuju rumah panggung di kejauhan. Arlo sendiri belum tahu bahwa menyerahkan Isyana kepada Paula akan mendatangkan masalah besar baginya!Setelah kembali ke rumah panggung, Isyana sebenarnya tidak mengenal Paula. Sebelum sempat bertanya dengan jelas kepada Nirkasa, Paula sudah lebih dulu menghampirinya."Kak Isyana, aku Paula!" Paula tersenyum manis, sama sekali tidak menunjukkan sikap angkuh

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 868

    Ternyata menangnya semudah itu? Perbedaan dan guncangan sebesar itu membuat Paula sampai linglung!Saat pertama bertemu, dia mengira Arlo hanyalah pria kasar yang sedikit bisa bela diri. Bahkan setelah Arlo berhasil keluar dari Kuil Dewa Sihir, dia tetap belum benar-benar mengakui kemampuannya.Dia masih terus ingin memamerkan sedikit kemampuan di depan Arlo agar pria ini tahu betapa hebat dirinya!Namun sekarang ... mau pamer apa lagi? Kalau Arlo meninjunya, rasanya dia bisa menangis setengah tahun!Tatapan Paula mula-mula mengarah ke Nirmala, lalu ke Isyana. Kilatan aneh muncul di matanya dan sudut bibirnya membentuk senyuman jahil."Ka ... kamu juga orang yang diberkati dewa?" Salah satu anggota Organisasi Sembilan Ular menunjuk Arlo dengan wajah penuh ketakutan."Diberkati dewa? Orang seperti kalian juga pantas disebut begitu?" Arlo tertawa geli sambil menggeleng.Anggota Organisasi Sembilan Ular lainnya saling memandang. Jelas sekali mereka bukan lawannya!Arlo menepuk tangannya.

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 867

    "Ini benar-benar logika perampok! Pak Jarot, jangan salahkan aku kalau nanti bertindak terlalu kejam!" kata Rickas dengan wajah muram.Arlo tertawa kecil. "Logika perampok? Aku belajar dari kalian kok!"Sambil berbicara, pandangannya menyapu para kepala suku yang hadir, lalu berhenti pada Jarot. Dengan nada arogan, dia berkata, "Kalau ketemu perampok, aku jadi perampok. Kalau ketemu pengkhianat, aku jadi algojo! Jadi, kalian jangan cari masalah denganku!"Kemudian, dia bergumam pelan, "Aku sudah lama nikah dengan istriku, tapi belum pernah kasih hadiah apa-apa. Hari ini siapa pun yang menghalangiku, kepalanya akan kupenggal!"Semua orang memandang Arlo seperti melihat orang aneh. Namun, pada akhirnya tidak ada yang berbicara. Hanya saja, semua merasa heran dengan kepercayaan dirinya.Madan sudah kalah, Nirmala juga menghindari pertarungan. Jelas, mereka sadar Arlo bukan lawan mereka.Nirkasa justru merasa, mau menang ataupun kalah, Arlo tetap pantas disebut pria sejati. Sementara Paula

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 866

    Rickas tertawa puas. "Kalau begitu, besok aku siapkan kontraknya, lalu datang minta tanda tangan para kepala suku! Pak Jarot, nggak masalah, 'kan?"Jarot mana pernah melihat situasi seperti ini? Sejak tadi dia sudah terpaku dan pikirannya melayang entah ke mana.Baru setelah dipanggil, dia sadar kembali. Jelas hatinya sudah mencondong ke prestasi politik. Dia memang ingin mendapatkan investasi asing."Baik. Aku akan bantu koordinasikan kontrak untuk kalian. Tapi aku tegaskan lebih dulu, kalau kalian berbisnis di Doraia, kalian harus mematuhi hukum!""Tentu saja!"Hanya dengan beberapa kalimat, urusan penyewaan itu tampaknya sudah pasti terjadi.Nirkasa dan Paula sama-sama sangat marah. Para anggota Suku Sihir yang hadir juga tampak geram. Masa Gunung Suci benar-benar diserahkan kepada orang asing selama tiga tahun?Saat itulah Arlo tiba-tiba angkat bicara, "Tunggu dulu! Nirmala memang sudah mengaku kalah, tapi aku belum setuju!"Semua orang langsung menoleh ke arah Arlo. Ini wilayah or

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 89

    Saat Arlo kembali ke rumah, Keluarga Hanafi sudah beristirahat. Dia mencuci muka dan berganti pakaian, lalu kembali ke kamarnya untuk mulai bermeditasi. Dalam Kitab Medis Abadi tertulis sebuah kalimat, "mencari jalan menuju pencerahan itu sulitnya setara dengan naik ke langit, tidak boleh ada kelala

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 104

    Isyana mengangguk kecil, lalu mengikuti Arman dan Ramos masuk ke gedung Grup Leopard.Meski dari luar tampak seperti gedung kantor resmi, begitu masuk, suasananya sama sekali tidak seperti perusahaan normal. Dari satpam sampai karyawan, hampir semuanya pria bertampang beringas. Begitu Isyana dan ked

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 79

    "Kamu tunggu saja! Kalau hari ini kamu masih bisa keluar dari pintu ini, aku bukan lagi Keluarga Raliansyah!" Saking kesakitan, dahi Renaldi sampai dipenuhi keringat dingin. Dia bergerak mundur beberapa langkah dan berlindung di belakang para pengawal sambil memberi isyarat agar mereka menelepon ora

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 95

    Wajah Arlo sedikit menggelap. Jika tabrakan jip yang pertama tadi masih bisa dianggap satu persen kemungkinan sebagai kecelakaan, maka kali ini sudah jelas benar-benar ditujukan untuk mereka."Ayah, pegang yang kuat!" ucap Arlo dengan suara berat, lalu mengentak pedal gas. Mobil langsung melesat ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status