ログインKeluarga Lamowan dan Keluarga Hutabarat di Bazuri sama-sama merupakan keluarga besar yang sangat terkenal. Dalam hal kekuasaan di dunia fana, keduanya sudah mencapai puncaknya.Mereka hanya berada di bawah Keluarga Mananta yang memiliki pengaruh hingga ke pusat pemerintahan. Mereka tidak kalah dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya maupun Keluarga Halderman di Surakarto yang memiliki pengaruh besar di daerahnya."Jangan bercanda. Di depan Klan Hanafi, kami nggak berani menyebut diri sebagai keluarga besar." Jacob tersenyum tipis.Arsen tersenyum, lalu menunjuk seorang wanita cantik lainnya. "Ini adalah putri Keluarga Halderman dari Surakarto, Amisha.""Wah, putri Keluarga Halderman, Raja Surakarto itu?"Amisha masih mengenakan kacamata hitam yang tergantung di lehernya sejak di area peristirahatan jalan tol. Meskipun dia memasang senyum lembut, wajahnya yang cantik dan anggun memancarkan sedikit keangkuhan.Tidak banyak anak muda yang hadir yang pernah bertemu langsung dengan Raja Sura
Isyana mengajak Arlo berkeliling hingga hampir setengah Kota Lukara.Sebagai salah satu kota kuno yang terkenal di Bazuri, tempat ini dipenuhi berbagai situs bersejarah dan tempat wisata. Ini juga pertama kalinya Arlo datang ke sini, jadi dia cukup menikmati jalan-jalan santai.Mereka terus berjalan-jalan hingga malam tiba. Saat hendak pergi makan hotpot khas Bazuri, Isyana tiba-tiba menerima sebuah telepon.Setelah menutup telepon, Isyana tampak sedikit ragu."Hm?" Arlo mengangkat dagunya sedikit."Kak Arsen yang telepon. Dia kakak tertua di keluarga. Katanya, kali ini beberapa kerabat dari cabang Klan Hanafi sudah datang. Malam ini mereka mau mengadakan acara makan bersama, sekaligus menjamu beberapa tamu dari generasi yang sama."Saat mengatakannya, Isyana tampak sedikit serbasalah.Sekarang orang-orang Klan Hanafi sedang berselisih dengannya karena masalah posisi santa. Dia tidak ingin menimbulkan masalah bagi Arlo."Memangnya kenapa? Ya pergi saja." Arlo tersenyum santai. "Kamu ng
Sebenarnya, Keven tidak bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Isyana. Meskipun Isyana adalah wanita yang sangat cantik, dengan latar belakang keluarga Keven, wanita cantik seperti apa yang tidak bisa dia dapatkan?Alasan utamanya adalah karena dia melihat betapa pentingnya Isyana bagi Yolanda. Dia hanya berharap bisa mendapatkan dukungan dari Yolanda.Namun sekarang, masalahnya sudah bukan lagi soal wanita. Ini sudah menyangkut harga diri, harga diri Keluarga Mananta dan harga diri Keven sendiri.Kalau dia mengalah, kemungkinan besar kabar itu akan tersebar di kalangan mereka. Orang-orang akan mengatakan bahwa dia mengincar keturunan Klan Hanafi, tetapi tidak mampu merebutnya.Melihat niat membunuh di mata Keven, bawahannya langsung merasa seluruh tubuhnya merinding. Tuan mereka ini benar-benar memiliki banyak cara jika ingin menghancurkan seseorang."Baik, Tuan. Saya akan segera mengaturnya." Bawahan itu buru-buru menyanggupi. Setelah terdiam sejenak, dia teringat se
Ridwan memasang wajah tanpa ekspresi sambil melirik Darus dari sudut matanya. Dia melihat pria tua itu mengernyit, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Mereka semua sama-sama berpengalaman. Masing-masing punya perhitungan sendiri."Kamu yakin?" Ridwan perlahan membuka suara, memasang wajah seolah sama sekali tidak tahu apa yang terjadi."Ya! Kalau nggak percaya, panggil saja Liam dan tanyakan sendiri. Liam juga melihatnya. Isyana memanggil pria itu suaminya, bahkan berpelukan dan bermesraan ...."Semakin Mirna berbicara, semakin bersemangat pula dirinya. Kilatan kepuasan tampak di matanya.Asalkan Isyana bisa terseret dalam masalah ini, di antara para pesaing untuk menjadi Santa, dialah yang paling berpeluang terpilih.Sikapnya jauh berbeda dengan Nisya yang sedang menyeduh teh di kursi kehormatan. Nisya adalah keturunan langsung Klan Hanafi. Sejak lahir, dia sudah menjadi murid langsung dan bebas mempelajari berbagai ilmu rahasia keluarga.Sedangkan Mirna hanya berasal dari garis keturuna
Di sisi lain, Arlo dan Isyana sedang berjalan menuju area dekat aula dewan.Tiba-tiba, seorang pria paruh baya berjalan cepat menghampiri mereka."Kak." Isyana menyapa pria yang datang itu dengan hormat.Pria paruh baya itu mengangguk dan menyeringai. "Mau ke aula dewan ya? Ketua lagi nggak bisa menerima tamu. Kalian keluar jalan-jalan dulu saja, nanti datang lagi."Isyana tertegun.Arlo mendengus dingin. "Sampaikan ke Yolanda, aku nggak peduli apa lagi yang dia rencanakan, tapi jangan sampai bikin aku marah."Ada sedikit keterkejutan yang sulit disadari di mata pria itu. Orang ini ternyata sangat peka.Dia kemudian mengangguk dan segera pergi.Isyana menarik tangan Arlo sambil tersenyum. "Kalau begitu, aku ajak kamu jalan-jalan keliling Kota Lukara."Arlo berpikir sejenak. Urusan Klan Hanafi yang berantakan ini sudah cukup mengganggu suasana hatinya. Lebih baik dia bersenang-senang dulu bersama Isyana.Dia pun mengangguk. "Boleh."Mereka berdua berjalan menuju bagian luar markas Klan
Meskipun kali ini yang diumumkan kepada publik hanyalah pemilihan wakil ketua dewan direksi baru Grup Hanafi, siapa di luar sana yang tidak tahu bahwa posisi wakil ketua dewan direksi Grup Hanafi selama ini hanya bisa diduduki oleh tokoh inti Keluarga Hanafi?Karena itu, meskipun acara perkenalan wakil ketua dewan direksi baru akan digelar lusa, sejak sekarang sudah banyak keluarga elite Bazuri yang datang berkunjung. Dengan dalih memberikan ucapan selamat, mereka sebenarnya ingin mencari tahu situasinya terlebih dahulu.Tamu biasa tentu akan diterima oleh generasi muda.Untuk tamu yang lebih terhormat, tokoh-tokoh inti generasi kedua Klan Hanafi akan keluar menemani.Namun, untuk tokoh-tokoh papan atas yang sangat dihormati di Bazuri, bahkan terkenal di seluruh Doraia, sang pemimpin sendiri yang akan menemani mereka.Situasi seperti hari ini bahkan lebih langka. Bukan hanya pemimpin, bahkan Tetua Agung Klan Hanafi, Bernard, juga sengaja hadir dan duduk di kursi pendamping utama untuk
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray







