로그인"Teknik Air Ilusi Pembeku!"Arlo termenung sejenak. Sebenarnya, saat ini dia hanya menguasai satu kemampuan ilahi, yaitu Pupil Dua Kutub. Itu pun dia baru berhasil menguasai separuhnya, yakni Pupil Api Sejati Positif.Menurut catatan dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, kemampuan ilahi akan muncul dengan sendirinya setelah seseorang mencapai tingkat Inti Emas.Di bawah tingkat Inti Emas, pada dasarnya seseorang belum bisa memiliki kemampuan ilahi.Arlo bisa melatih Pupil Dua Kutub lebih awal karena suatu kebetulan yang membuatnya berhasil membentuk kesadaran spiritual sebelum waktunya.Dengan kekuatannya saat ini, setiap kali menggunakan kemampuan itu, energinya akan terkuras sangat besar dan dia hanya mampu mengatasinya dengan mengonsumsi pil obat.Karena itu, dia juga tidak terburu-buru melatih Pupil Api Sejati Negatif.Namun kali ini, saat menempa dua lautan darah dan energi beserta organ-organ dalamnya, Arlo menggunakan esensi langit dan bumi paling murni yang diperolehnya dari pa
Begitu mendengar perkataan itu, semua orang langsung merasakan hawa dingin menjalar di punggung mereka.Bagas bahkan murka seketika. "Nadhif! Kamu sudah gila? Mana aturan yang selalu kamu junjung itu? Apa kamu sudah nggak punya harga diri? Kamu bahkan tega menyerang seorang wanita biasa!"Nadhif tidak marah ataupun tersinggung. Dia hanya berkata dengan datar, "Kalian nggak mau kasih tahu aku keberadaannya, bukan? Aku juga nggak punya pilihan.""Dia berani menyerbu Cangga dan membunuh demi wanita ini. Kurasa dia juga akan bersedia menghadapiku demi wanita ini!""Kalau dia nggak berani, kematian wanita ini adalah pilihannya sendiri. Apa hubungannya denganku?""Tentu saja, kalau kamu mampu meminta Dewa Militer turun tangan untuk menghilangkan hawa dingin ini dari tubuhnya, aku juga nggak akan berkata apa-apa. Kalau nggak, pergilah cari Arlo!"Setelah mengatakan itu, Nadhif berbalik dan pergi dengan langkah lebar. Sikapnya seolah menunjukkan bahwa dia sangat yakin Dewa Militer tidak akan t
"Zaem, apa yang kamu lakukan? Dia itu Dewa Perang Utara!"Seseorang di samping segera menarik Zaem dan Sheila sambil memperingatkan mereka dengan suara pelan.Meskipun cukup banyak ahli yang baru saja berdatangan, begitu mengetahui bahwa orang di hadapan mereka adalah Dewa Perang Utara, mereka langsung bersikap patuh dan menundukkan kepala.Sejak awal, cukup banyak di antara mereka yang merasa iri karena Zaem berhasil menjadi grandmaster berkat Arlo! Bahkan setelah kultivasinya dihancurkan, dalam waktu singkat dia berhasil memulihkan kekuatannya sebagai grandmaster.Kini mereka diam-diam menertawakannya dalam hati. Sebelumnya kamu bisa sehebat itu karena mengandalkan Arlo. Sekarang Arlo akan ditindas oleh Dewa Perang Utara. Lihat saja gimana kamu bisa berkembang pesat seperti sebelumnya.Begitu pula dengan wanita muda itu. Benar-benar tidak tahu takut! Ini markas penting militer. Mana ada hak baginya untuk ikut bicara? Berani-beraninya dia menantang Dewa Perang secara terang-terangan?
Nadhif mengatupkan bibirnya. Sorot dingin melintas di matanya. "Karena itulah, aku mengurung diriku sendiri di penjara bawah tanah selama delapan tahun!"Setelah mendengar sampai di sini, Sheila akhirnya sedikit memahami sosok yang selama ini hanya dia dengar dari berbagai rumor itu.Orang seperti Nadhif memiliki seperangkat aturan sendiri di dalam hatinya. Aturan itu dia gunakan untuk mendisiplinkan dirinya sendiri. Namun setelah mencapai kedudukan tertentu, dia juga menggunakan aturan tersebut untuk menuntut orang lain.Meski begitu, Sheila juga tahu bahwa manusia adalah makhluk yang rumit.Nadhif yang sekarang berbicara dengan begitu tegas dan penuh keyakinan belum tentu memusuhi Arlo sepenuhnya hanya demi aturan dan keadilan. Sama seperti perkataannya saat ini. Mungkin yang dia katakan memang benar, tetapi belum tentu itu seluruh kebenarannya.Bagas memahami hal ini lebih dalam daripada Sheila. Karena itu, sejak awal ekspresinya tidak berubah. Dia hanya menggeleng dan berkata, "Kal
Sheila mengernyitkan alisnya. Dia melihat seorang pria paruh baya bertubuh kekar tiba dalam sekejap dan berdiri di sebelah kiri mereka. Pria itu mengenakan jubah abu-abu. Dia berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung, tubuhnya tegak lurus bagaikan tombak."Dewa Perang Utara nggak menetap di wilayah utara, malah datang ke Hareast!" Bagas tertawa kecil, sengaja memasang sikap santai.Namun, keseriusan yang sekilas melintas di matanya menunjukkan bahwa hatinya sama sekali tidak sesantai ekspresinya.Barulah saat itu Sheila tahu bahwa pria di hadapannya adalah Dewa Perang Utara yang sangat tersohor.Aura gagah dan berwibawanya memang persis seperti yang dikabarkan.Konon, selain Dewa Militer, sosok yang paling berwibawa di kalangan militer adalah Dewa Perang Utara, Nadhif!Sejak di kediaman Keluarga Gaharu dia dihalangi oleh bawahan Dewa Perang Utara yang mengatakan bahwa Arlo harus bertarung melawan sang Dewa Perang, Sheila pun mencari tahu tentang tokoh besar ini setelah kembali.
Wajahnya tampak tenang, sama sekali tidak menunjukkan sedikit pun rasa tidak terima."Karena kamu sudah tahu, aku nggak perlu banyak bicara. Selain harus memiliki kekuatan setingkat grandmaster, kamu juga harus punya kekayaan puluhan triliun. Pikirkan sendiri bagaimana caranya!"Setelah selesai berbicara, Darlan mematikan cerutunya lalu berjalan keluar.Valden mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Rusdi keluar dari kamar dengan wajah muram."Keluarga Rinjani benar-benar keterlaluan! Dia cuma adik perempuan dari cabang keluarga yang jauh. Kak, kamu benar-benar terlalu dirugikan!""Dalam dunia bela diri, kekuatan adalah segalanya. Hanya itu! Di belakang Keluarga Rinjani ada keluarga bela diri kuno yang mendukung mereka, jadi wajar kalau mereka nggak menganggapku penting. Tapi hanya ada satu jalan bagiku untuk menjadi grandmaster! Hanya setelah menjadi grandmaster, aku bisa mempelajari jurus rahasia Keluarga Rinjani, membunuh Arlo, dan membalas dendam!"Valden mengangkat kepala dan kem
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







