Share

Bab 556

Penulis: Jayden Carter
"Pak Arlo, namaku Bimala. Mohon maaf kalau aku datang tanpa diundang."

Bimala berdiri di depan pintu vila dengan senyum ramah di wajahnya. Melihat Arlo sedikit mengernyit, dia segera menambahkan, "Aku datang ke restoran bersama Daiyan. Waktu itu situasinya kacau, jadi aku belum sempat berbincang dengan Pak Arlo."

Sebenarnya Arlo sudah menerima laporan dari Daiyan sebelumnya. Yang membuatnya tidak senang adalah sikap Bimala yang datang tanpa diundang seperti ini.

"Kalau ada urusan, langsung saja,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 560

    Wahid tersenyum, Mohit ini ternyata orang yang lugas."Nggak penting gimana aku bisa tahu. Aku harap kamu bisa membawa kami pergi bersama!" Wahid mengangkat dagunya dan terlihat cukup angkuh.Wajah Mohit langsung tampak muram dan dia mencibir, "Gurumu adalah orang nomor satu di Hondaria. Kalau dia yang bilang itu, masih bisa dimaklumi. Tapi, gimana kamu bisa dibandingkan sama gurumu? Berani sekali kamu ngomong begitu?"Risty yang berdiri tidak jauh dari sana terlihat sedikit canggung saat mendengar perkataan itu.Setelah Anies kalah di tangan Arlo, dia langsung meminta keluarganya untuk mengundang Vikram. Sebagai maha guru nomor satu di Hondaria, Keluarga Hadju tentu tidak bisa seenaknya memanggil Vikram.Saat diundang kali ini, Vikram mengutus muridnya, Wahid.Menurut Vikram, Wahid sudah punya kemampuan untuk menangani urusan tersebut. Wahid sebenarnya hendak memanfaatkan nama Vikram untuk menekan lawan.Namun, ekspresi Wahid tiba-tiba menjadi dingin. Dia melangkah maju satu langkah,

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 559

    Pil pembersih sumsum dan pil energi adalah barang yang sangat berguna. Nilai setengah obat spiritual itu tidak kalah dari cairan spiritual. Namun, Husein bahkan meliriknya sedikit pun. Terlihat jelas betapa keras dan teguh pendiriannya.Pada saat itu, Arlo benar-benar terlintas pikiran untuk menggunakan cara paksa.Menurut prinsipnya, dia memang tidak suka melakukan hal seperti itu. Akan tetapi, nyawa Isyana harus diselamatkan.Saat Arlo masih ragu apakah harus menggunakan kekuatan, Mohit yang sedari tadi diam memberinya isyarat dengan tatapan."Setujui saja.""Kenapa?" Arlo memang membawa Mohit masuk karena tahu dia memiliki Gunung Naga Harimau sebagai pendukung dan berwawasan luas. Tak disangka, kali ini benar-benar berguna.Mohit tidak banyak bicara. Arlo menangkupkan tangan ke arah Husein. "Baik. Kita tukar barang dengan barang. Tapi, ada satu syarat. Kalau aku belum kembali dalam tiga hari, barulah Master Husein boleh menyerahkan bahan obat itu kepada orang lain."Risty langsung m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 558

    Risty!Arlo tidak tahu apakah harus mengatakan bahwa dunia ini memang sempit.Entah karena trauma setelah dipukul sebelumnya, kali ini di sisi Risty berdiri lebih dari 20 pria bertubuh besar yang mengenakan seragam loreng. Sekilas, terlihat bahwa mereka adalah orang-orang yang terlatih dan pernah menghadapi pertumpahan darah.Anies sudah tidak berada di sisinya. Sebagai gantinya, ada seorang pria berusia lebih dari 40 tahun. Pria itu mengenakan pakaian tradisional berwarna biru safir dan menggoyangkan kipas lipat di tangannya. Penampilannya seperti penasihat dari zaman lama.Risty belum menyadari keberadaan Arlo dan rombongannya.Tak lama kemudian, bocah penjaga kembali dan berkata di depan gerbang, "Master Husein mempersilakan Malik dan Risty masuk! Masing-masing hanya boleh membawa satu orang pendamping!"Arlo berpikir sejenak, lalu mengangguk pada Mohit."Kamu ikut denganku."Mohit langsung menjawab setuju. Yang lain tidak berkata apa-apa.Risty melangkah maju bersama pria berpenamp

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 557

    "Ha ... hampir setara!" jawab Bimala dengan terbata-bata."Oh, lalu gimana kalau dibandingkan sama Bagas?" tanya Arlo lagi.Bimala terdiam."Di dunia politik, gimana kedudukan Keluarga Kushanto kalau dibandingkan sama Keluarga Artika?""Hampir setara!" jawabnya lagi."Di dunia bisnis, gimana kedudukan Keluarga Kushanto kalau dibandingkan sama Keluarga Soraya, Omran, dan Sheila?""Dandy adalah sahabat lintas generasiku, Bagas masih harus disandingkan setara denganku. Aku membunuh orang Keluarga Artika semudah membunuh ayam. Keluarga Soraya, Simarta, dan Sheila semuanya adalah orang kepercayaanku. Dengan posisi seperti itu, kamu merasa pantas mau minta setengah dari kekayaanku hanya dengan beberapa bujukan omong kosong?"Setelah berkata demikian, Arlo langsung menutup pintu.Wajah Bimala berubah pucat lalu memerah. Semakin dipikirkan, dia semakin merasa Arlo hanya sedang membual. Dandy sudah berusia setidaknya 60 tahun, mana mungkin bisa menjadi sahabat lintas generasi denganmu?Bagas ad

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 556

    "Pak Arlo, namaku Bimala. Mohon maaf kalau aku datang tanpa diundang."Bimala berdiri di depan pintu vila dengan senyum ramah di wajahnya. Melihat Arlo sedikit mengernyit, dia segera menambahkan, "Aku datang ke restoran bersama Daiyan. Waktu itu situasinya kacau, jadi aku belum sempat berbincang dengan Pak Arlo."Sebenarnya Arlo sudah menerima laporan dari Daiyan sebelumnya. Yang membuatnya tidak senang adalah sikap Bimala yang datang tanpa diundang seperti ini."Kalau ada urusan, langsung saja," kata Arlo dengan nada dingin.Bimala semula mengira Arlo setidaknya akan mempersilakannya masuk ke vila untuk berbicara. Siapa sangka Arlo berdiri di ambang pintu tanpa sedikit pun niat mengundangnya masuk.Namun karena urusan ini menyangkut bisnis dengan keuntungan bernilai ratusan milair, dia tidak mempermasalahkan hal itu. Dia hanya tersenyum tipis."Aku datang untuk membicarakan pengembangan dan penjualan Air Suci dengan Pak Arlo.""Air Suci yang diracik Pak Arlo benar-benar luar biasa. Se

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 555

    Melihat Arlo sudah pergi, barulah Daiyan dan Ilham menghela napas lega.Bimala tidak menghentikan Isla. Sebaliknya, dia malah semakin tertarik pada Arlo. Dia bertanya pada Daiyan, "Nggak kusangka Master Antasari ternyata masih semuda itu!""Ya. Master Antasari memang muda, tapi kemampuannya luar biasa," jawab Daiyan singkat."Anak muda memang lebih mudah diajak bicara. Tadi kupikir urusan hari ini nggak akan semudah itu selesai," Bimala kembali mencoba menggali.Ilham masih tampak seperti baru lolos dari maut. Dahinya penuh keringat dan dia sama sekali tidak berani lagi membicarakan Arlo sembarangan. Daiyan lebih paham bahwa masalah hari ini bisa selesai dengan mudah karena Sheila.Karena hubungan antara Keluarga Simarta dengan Sheila cukup istimewa, Sheila yang memarahinya dengan nada akrab tadi malah sebenarnya sedang membelanya.Namun, Daiyan tidak punya niat menjelaskan semua itu pada Bimala. Untuk masalah Bimala ini, Daiyan hanya punya hak untuk melapor, bukan untuk berkomentar le

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status