로그인"Nanti setelah model-model dari luar negeri tiba, suruh beberapa orang untuk temani Tuan Erkan. Dijamin dia langsung semangat!""Sudahlah, jangan godain aku! Aku cuma agak capek! Malam ini aku punya urusan penting. Aku mau datang ke sini saja sudah termasuk sangat menghargai kamu!"Kesadaran ilahi Arlo menyapu ruangan, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum geli.Ternyata Erkan ada di sini juga. Dari percakapan mereka, sepertinya dia sedang menghadiri jamuan bisnis?Akan tetapi, hal itu bisa dimengerti. Keluarga Gaharu telah kehilangan seorang grandmaster dan tuan muda tertuanya. Sekarang, banyak urusan bisnis dan relasi sosial keluarga harus diambil alih kembali oleh Erkan.Sheila dan Winola berada di kediaman lama Keluarga Gaharu, jadi keselamatan mereka terjamin. Tidak perlu Erkan yang terus menjaga mereka.Saat ini, kelelahan Erkan terlihat jelas dengan mata telanjang. Walaupun dia mengenakan pakaian kasual mahal dan terus memasang senyum, dia terlalu malas untuk menanggapi
"Sepuluh miliar dolar, sungguh godaan yang luar biasa besar! Tak kusangka, gelombang pertama pembunuh bayaran yang menyerbu Cangga saja sudah berjumlah 13 orang! Setelah malam ini, entah masih ada siapa lagi yang berani memasuki Doraia?"Arlo mencibir.Tempat persembunyian para pembunuh bayaran itu bermacam-macam. Ada yang bersembunyi di hotel, kelab, tempat pijat dan refleksi kaki, kompleks perumahan, bahkan di daerah terpencil.Namun, di mana pun mereka bersembunyi, tidak ada seorang pun yang bisa lolos dari jangkauan kesadaran ilahi Arlo. Semuanya ditemukan dan dieksekusi.Jika Arlo mau, semua ini sebenarnya bisa dilakukan tanpa menimbulkan kegaduhan sedikit pun. Namun, dia memang sengaja ingin membuat masalah ini menjadi besar. Kematian orang-orang ini pasti akan segera sampai ke telinga Biro Keamanan.Begitu identitas mereka sebagai pembunuh bayaran terungkap, kasus ini pasti langsung dikaitkan dengan hadiah buronan senilai sepuluh miliar dolar itu.Berita tersebut akan menyebar l
Tidak seperti sekarang, dia masih harus turun tangan sendiri.Saat Arlo menggerutu dalam hati, sosoknya sudah muncul lebih dari seratus meter jauhnya.Setelah tubuhnya mengalami penempaan ganda oleh elemen kayu dan air, fisik Arlo sudah berkali-kali lipat lebih kuat dibandingkan grandmaster tingkat ketiga biasa. Bahkan jika dibandingkan dengan grandmaster tingkat keenam yang telah menyelesaikan penempaan tubuh, perbedaannya tidak terlalu besar.Setiap bagian tubuhnya terus berinteraksi dengan elemen air dan kayu yang berada di antara langit dan bumi.Energi spiritual mengalir tanpa henti dan berubah menjadi kekuatan yang seakan tidak pernah habis, membuatnya seperti mesin abadi yang tidak mengenal lelah.Setiap kali melompat, kecepatannya bagaikan angin dan kilat. Sosoknya terus memelesat di antara gedung-gedung tinggi.Kegelapan malam menjadi penyamaran terbaik.Dengan kecepatan setinggi itu, orang biasa mungkin hanya akan melihat bayangan hitam berkelebat dan mengira mata mereka seda
Kesadaran spiritual Arlo menyebar luas. Kekuatan mental yang sangat besar menyelimuti jalanan dan bangunan di sekitarnya, seolah menjadi alat pemindai tiga dimensi raksasa. Informasi yang tak terhitung jumlahnya membanjiri pikiran Arlo seperti gelombang pasang.Biasanya, Arlo jarang membuka kesadaran spiritualnya sepenuhnya seperti ini. Terlalu banyak gangguan dan informasi yang harus diproses, sehingga sangat menguras pikirannya. Dalam keadaan normal, dia hanya mempertahankan kesadaran spiritual dalam radius beberapa meter di sekeliling tubuhnya.Namun, saat ini cara tersebut adalah yang paling cepat.Setelah menerima hantaman informasi dalam jumlah yang luar biasa besar dalam sesaat, Arlo mulai menyaring dan mencari informasi yang benar-benar dia butuhkan.Di bawah langit malam, kemegahan kota yang dipenuhi cahaya gemerlap, sekaligus sisi gelap yang tersembunyi di baliknya. Termasuk berbagai tindak kejahatan dan para pelakunya, semuanya muncul di dalam benaknya.Arlo melihat Sheila d
Fanny sudah berkali-kali menganalisis rekaman kamera pengawas itu. Dia sangat yakin bahwa pembunuh tersebut memang datang untuk mengincar Arlo."Namanya Tiwidi, pembunuh bayaran berkewarganegaraan Indie. Dia berasal dari organisasi pembunuh internasional bernama Black Star.""Organisasi pembunuh ini hanya menerima misi dengan tingkat kesulitan sangat tinggi dan metode mereka sangat kejam. Bahkan sejumlah pejabat tinggi negara barat sangat mewaspadai organisasi ini! Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari Interpol, Tiwidi adalah pewaris seni yoga kuno ...."Semakin lama Fanny berbicara, dia menyadari bahwa pikiran Arlo entah sudah melayang ke mana. Tatapan pria itu bahkan tampak kosong. Dia pun berkata dengan nada sedikit kesal, "Pak Arlo, apa Anda sama sekali nggak memikirkan keselamatan diri sendiri? Kalaupun Anda nggak memikirkan diri sendiri, setidaknya pertimbangkan keselamatan pasangan Anda!""Berdasarkan informasi yang kudapatkan dari Interpol, seseorang di luar negeri memasan
Di ujung telepon yang lain, Ibob sudah kembali ke Macana.Kepala Keluarga Budiono, Jarzi, yang merupakan pemimpin keluarga terkaya dan paling berkuasa di Macana, saat ini tampak muram. Kehilangan putri yang paling disayanginya membuat hatinya terasa seperti meneteskan darah."Ayah sama sekali nggak paham Arlo! Dia sudah bukan orang yang bisa kita hadapi! Kalau kita memprovokasinya, seluruh Keluarga Budiono mungkin akan hancur!"Setelah mengetahui bahwa Keluarga Budiono telah memasang hadiah buronan di dunia mafia, Ibob langsung panik. Seumur hidupnya, dia tidak ingin lagi menjadi musuh Arlo.Jarzi mendengus dan menunjuk Ibob."Kamu gagal membawa Julia kembali, sekarang masih berani bicara sama aku dengan nada seperti itu?""Ada orang di luar negeri yang ingin menyingkirkan Arlo. Keluarga Budiono nggak perlu mengeluarkan uang ataupun tenaga. Mereka hanya ingin meminjam nama Keluarga Budiono di dunia mafia untuk membunuh Arlo dan membalaskan dendam Julia. Kenapa aku harus menolak?""Ayah
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray







