Mag-log inSebenarnya, ini hanya dugaan yang pernah muncul sebelumnya. Apakah para ahli transenden mengasingkan diri dari dunia atau sudah mati, tidak ada yang tahu.Musashi tertawa terbahak-bahak. "Ternyata kamu datang karena hal itu. Pertanyaanmu ini sebenarnya lebih baik diubah menjadi, siapa yang membuat aturan kalau ahli transenden nggak boleh berada di dunia fana dan kenapa aturan seperti itu ada."Arlo tidak menjawab."Aku nggak bisa memberikan jawabannya. Gorasa nggak terikat oleh aturan ini. Para ahli transenden Gorasa hanya nggak boleh meninggalkan Gorasa. Aku cuma bisa memberitahumu, nggak ada seorang pun yang bisa melanggar aturan ini, sama seperti nggak ada seorang pun yang mampu memecahkan kehampaan."Nada bicara Musashi penuh keyakinan.Arlo sampai sedikit penasaran. Kekuatan seperti apa yang sebenarnya mampu membuat seorang ahli tingkat mahadewa dari masa lalu berbicara seyakin itu?Obsesi Musashi terhadap keabadian begitu kuat. Dia bahkan rela menempuh jalan roh dan bertahan dala
Musashi tersenyum tenang. "Setelah tingkat mahadewa, nggak ada lagi jalan untuk naik ke tingkat berikutnya. Di zaman kemerosotan ini, semua jalan ke depan telah terputus.""Dataran Tengah ada banyak sekali genius berbakat yang tak terhitung jumlahnya. Tapi, Dewa Bumi terakhir pun merupakan sosok dari seribu tahun yang lalu!""Karena nggak ada lagi jalan ke depan, para praktisi bela diri Gorasa memilih menempuh jalur roh gaib. Setelah tubuh fisik musnah, jiwa masih dapat bertahan hidup selama ratusan tahun. Bukankah ini juga bisa dianggap sebagai jalan menuju umur panjang?"Cara bicara Musashi masih sangat dipengaruhi oleh zaman ketika dia hidup.Arlo tidak menjawab.Dia pernah menduga bahwa energi spiritual di bumi terlalu tipis. Mungkin batas tertinggi yang mampu ditanggung dunia ini hanyalah tingkat kelahiran jiwa, yang dalam istilah Musashi disebut tingkat mahadewa.Sekarang, dugaan itu tampaknya telah mendapatkan pembenaran.Dalam jalan kultivasi, terdapat tingkat pembangunan fonda
"Tuan Musashi sudah mengetahui maksud kedatangan tamu terhormat. Silakan masuk untuk berbincang!"Tanpa menunjukkan ekspresi apa pun, Yasuchika membuat gerakan mempersilakan Arlo masuk.Sikapnya seolah orang yang berdiri di hadapannya bukanlah musuh bebuyutan yang telah membantai ratusan anggota Keluarga Miyamoto dan menyambar Kuil Fuka dengan petir, melainkan benar-benar seorang tamu terhormat!Namun, para samurai Gorasa lainnya tidak memiliki pengendalian diri sebaik Yasuchika. Mereka semua menatap Arlo dengan penuh amarah.Arlo tertawa pelan.Tujuan kedatangannya adalah Pasir Api dan dia belum pernah memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Bagaimana mungkin Musashi mengetahuinya?Namun setelah berpikir sejenak, dia segera menyadari bahwa orang-orang Gorasa ini kemungkinan besar salah memahami tujuannya.Arlo juga tidak memedulikannya.Dengan kedua tangan di belakang punggung, dia berjalan masuk lebih dahulu. Sikapnya begitu santai seolah sedang berjalan-jalan di halaman rumah sendi
Arlo mengibaskan tangannya dan membangunkan Yusa.Begitu sadar, Yusa baru hendak meminta maaf ketika melihat pemandangan di hadapannya yang bagaikan gunungan mayat dan lautan darah. Potongan tubuh dan daging berserakan di mana-mana.Kebingungan melintas di wajah cantiknya.Ketika dia kembali melihat Kirani yang sedang berlutut di tanah, mulut kecilnya langsung ternganga karena terkejut. Tuannya benar-benar luar biasa kuat!Pemimpin Keluarga Kaga saja sudah berlutut memohon ampun secepat ini!"Bawa aku temui temanku!" kata Arlo datar.Kirani langsung menyetujuinya, tetapi sorot kejam melintas di matanya. Di dalam formasi itu, bahkan seorang grandmaster ahli pedang pasti sudah lama tewas jika terperangkap. Memangnya semua orang sesulit Arlo untuk dihadapi?Dia sama sekali tidak percaya wanita Doraia itu masih hidup.Namun pada saat bersamaan, sedikit kepanikan muncul dalam hatinya. Apakah Arlo akan membunuhnya untuk melampiaskan amarah setelah melihat wanita itu sudah tewas?Kirani tanpa
Meskipun Kirani masih tertawa, sebenarnya hatinya sudah mulai panik.Awalnya dia mengira Arlo sudah terkena racun mematikan. Ditambah dengan ilusi yang dia ciptakan, selama dia bisa mengulur waktu cukup lama, pikiran Arlo pasti akan kacau dan tubuhnya akan lumpuh.Saat itu, para ninja bisa menyerang bersama-sama. Sehebat apa pun Arlo, dia pasti akan menderita kerugian besar. Namun, sekarang tampaknya tekad Arlo sekeras baja."Ilusi kecil seperti ini mau mengacaukan pikiranku? Benar-benar menggelikan!"Arlo mengangkat tangan dan membuat gerakan mencengkeram. Seketika, sebuah telapak tangan raksasa muncul di udara dan menerjang Kirani. Kirani mengangkat pedang samurainya lalu menebas dari udara.Teknik pedangnya merupakan teknik pedang khas klan ninja Keluarga Kaga yang sangat aneh dan sulit ditebak. Cahaya pedangnya tidak menyerang energi kuat yang datang dari depan, melainkan langsung menebas ke arah kepala Arlo.Pada saat bersamaan, delapan ninja yang bersembunyi di segala penjuru lan
Belasan ninja itu bahkan belum sempat mendekat sebelum semuanya tercabik-cabik hingga tewas. Tidak seorang pun berhasil lolos dan cara kematian mereka begitu brutal hingga sulit digambarkan.Bahkan para anggota klan ninja yang sudah terlatih pun menunjukkan ekspresi ngeri saat menyaksikan pemandangan berdarah seperti itu.Tanpa sadar Kirani mengepalkan tangannya. Kemarahan dan keterkejutan bercampur di kedua matanya yang indah.Para anggota klan ninja ini mewarisi kemampuan mereka secara turun-temurun. Sebagian besar memiliki gen kekuatan super dan masing-masing merupakan pewaris ninjutsu yang sangat langka, baik bagi Keluarga Kaga maupun seluruh Gorasa.Biasanya, kematian satu atau dua orang saja sudah cukup membuat Keluarga Kaga murka. Namun, hanya dengan satu serangan, Arlo telah merenggut nyawa belasan orang sekaligus.Kirani mengangkat tangan dan memberi isyarat untuk mengubah formasi.Para ninja di belakangnya langsung berpencar ke segala arah. Detik berikutnya, mereka seolah men
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







