Share

Bab 570

Penulis: Jayden Carter
Wahid segera menarik Risty ke belakangnya dan menegur keras, "Master sudah berkenan turun tangan saja itu sudah merupakan anugerah sebesar langit, gimana bisa kamu bicara sembarangan seperti itu?"

Risty berani mengucapkan kalimat tadi tanpa sadar, tak lain karena rasa superioritas yang tertanam dalam tulangnya.

Arlo memang hebat, membunuh ular raksasa seperti menyembelih ayam. Namun, sehebat apa pun dia sampai dipuji sebagai makhluk abadi, pada akhirnya dia tetap manusia, warga Doraia!

Arlo bisa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu dan bergumam, "Jangan-jangan benar seperti yang tercatat dalam kitab kuno, di tempat dengan fenomena aneh akan berkumpul energi langit dan bumi.""Binatang aneh yang telah tercerahkan akan mencari tempat dengan energi melimpah untuk berdiam, sementara energi langit dan bumi itu akan melahirkan obat spiritual atau harta surgawi.""Seperti kata pepatah, binatang aneh, obat spiritual, atau harta surgawi selalu muncul di tempat yang sama!"Jivano mendengarkan Mohit yang terus bergumam, sambil menggeleng. Sebagian besar koleksi kitab di Gunung Naga Harimau sudah pernah dia baca. Dia juga memikirkan kemungkinan itu. Hanya saja, apa sebenarnya yang tersembunyi di bawah kolam dingin, dia tak mampu m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 571

    "Paling banyak aku masih bisa mencari lagi sepuluh obat semi-spiritual. Totalnya jadi 20," kata Wahid sambil mengertakkan gigi."Oh." Hati Arlo terguncang. Kultivator mandiri dari Hondaria ini benar-benar kaya.Melihat Arlo hanya merespons tanpa kelanjutan, Wahid mengira dia tidak puas. Dia pun buru-buru berkata, "Mahaguru Gunung Naga Harimau bisa menjadi saksi, sekarang ini obat semi-spiritual memang sangat sulit dicari.""Dulu saat aku berkelana ke luar negeri bersama guru, kami bertemu tsunami. Kapal terbalik dan terdampar di sebuah pulau terpencil. Secara tak terduga, kami mendapat sekitar 30 obat semi-spiritual.""Selama bertahun-tahun ini sudah kupakai sepuluh. Tersisa 20. Di antaranya Mycoblastusalpinus sudah kuserahkan kepada Master. Tinggal satu Rumput Seratus Roh. Kalau nggak kusisakan untuk penyembuhan luka, aku takut belum sampai ke Hondaria, nyawaku sudah melayang.""Jadi total 20 obat semi-spiritual itu, aku masih kurang dua. Aku tahu di mana bisa membelinya. Aku akan seg

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 570

    Wahid segera menarik Risty ke belakangnya dan menegur keras, "Master sudah berkenan turun tangan saja itu sudah merupakan anugerah sebesar langit, gimana bisa kamu bicara sembarangan seperti itu?"Risty berani mengucapkan kalimat tadi tanpa sadar, tak lain karena rasa superioritas yang tertanam dalam tulangnya.Arlo memang hebat, membunuh ular raksasa seperti menyembelih ayam. Namun, sehebat apa pun dia sampai dipuji sebagai makhluk abadi, pada akhirnya dia tetap manusia, warga Doraia!Arlo bisa membunuh ular raksasa, tetapi tak bisa membunuhnya, karena dia adalah orang Keluarga Hadju dari Hondaria! Tak akan ada yang berani terang-terangan membunuh anggota Keluarga Hadju seperti dirinya!"Anggap saja aku salah bicara!" Di bawah isyarat keras Wahid, Risty terpaksa mengucapkan satu kalimat itu.Arlo mendongak dan tertawa keras. "Enteng sekali kamu bicara!"Mendengar nada sindiran dalam suara Arlo, Risty semakin geram. "Jangan keterlaluan. Kamu membunuh ular piton putih itu demi menukar o

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 569

    Ular piton raksasa itu berubah dari ular biasa menjadi ular piton, berdiam di Kolam Dingin Miles hingga ratusan tahun lamanya. Sekte Hantu berdiri karenanya. Dia kebal senjata tajam dan peluru, barusan bahkan menelan dan membunuh puluhan orang. Namun, sekarang justru ditebas mati oleh Arlo dengan satu sabetan pedang!Semua orang terperangah untuk waktu yang lama, seolah-olah yang terbayang di depan mata masih adegan barusan. Arlo dengan satu tangan memegang pedang menebas naga putih, satu tangan lagi memanggil petir menghancurkan energi jahat!Seandainya tidak melihat dengan mata kepala sendiri, mereka benar-benar tak akan percaya bahwa di dunia ini ada sosok sehebat itu.Mohit menatap pemandangan di hadapannya dengan mulut ternganga, bergumam, "Metode Lima Petir Sejati! Ini adalah Guncangan Lima Petir sejati milik Mahaguru Gunung Naga Harimau! Memanggil petir dewa dari sembilan langit, menyapu bersih segala iblis dan roh jahat!"Jivano melihat ekspresi kakak seperguruannya yang sama t

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 568

    Mohit melirik Jivano. Mata mereka berdua penuh keterkejutan dan kecurigaan.Kekuatan ular piton putih itu telah melampaui imajinasi semua orang. Di antara para ahli sihir tingkat kegelapan, Wahid jelas termasuk yang kuat, bahkan Mohit sendiri tak mampu menandinginya.Namun, Wahid pun hanya mampu melukai kulit luar ular piton putih itu. Jangankan Mohit, bahkan jika pemimpin sekte datang, dia merasa belum tentu akan berhasil.Dengan pengalamannya, Mohit bisa melihat sedikit pola. Ular piton putih itu berdiam di Kolam Dingin Miles, menyerap energi dingin hingga membentuk energi jahat. Formasi Roh Dingin menyerap energi tersebut, lalu memantulkannya kembali menjadi hawa dingin, memperkuat satu sama lain.Mungkin jika ular piton putih itu dipancing ke tempat lain, daya tempurnya tak akan sekuat ini. Namun, di sekitar Kolam Dingin Miles, kekuatannya meningkat drastis."Dia bisa menang?" tanya Mohit kepada Jivano.Jivano menggeleng. Dia hanya pernah melihat Arlo menggunakan petir, tetapi Wahi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 567

    Namun, satu serangan itu meleset. Ular piton putih tampak sangat murka. Dia membuka mulut besarnya yang berlumur darah. Seorang pengawal yang tadi berdiri di belakang Wahid sudah ketakutan hingga membeku di tempat. Dia digigit hingga kepalanya putus.Ular piton mengibaskan kepala yang tergigit itu, lalu menyemburkan kabut abu-abu. Begitu kabut itu menyentuh tubuh manusia, orang itu langsung membeku menjadi patung es.Hanya dengan satu semburan energi dingin itu, empat atau lima orang langsung membeku dan mati di tempat."Ambil senjata!" teriak Nardi dengan keras. Dia memaksa diri menahan napas, mengangkat senjata, lalu menembaki ular piton putih itu bertubi-tubi.Para pengawal lain meskipun sudah ketakutan setengah mati, naluri profesional mereka masih ada. Mereka semua mengeluarkan senjata api, mundur sambil menembak liar ke arah ular piton putih itu.Namun, peluru yang menghantam tubuh ular piton putih itu seperti mengenai pelat baja, hanya memercikkan bunga api, sama sekali tak mamp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status